STBA PERTIWI ENP English Night Performance

Dalam teori kecerdasan majemuk yang dikeluarkan oleh Howard Gardner dalam bukunya, “The Frames of Mind” terdapat 8 macam kecerdasan yang kemudian dijadikan acuan oleh beberapa ahli dan praktisi pendidikan untuk membantu seseorang mengembangkan dan mengeksplorasi kecerdasan yang paling dominan dalam dirinya sendiri.

Dalam bukunya, ke delapan kecerdasan majemuk tersebut adalah kecerdasan matematis-logis, kecerdasan spasial, kecerdasan kenistetis-jasmani, kecerdasan musical, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalist dan yang terakhir adalah kecerdasan liguistik. Berdasarkan penemuan Howard Gardner tersebut, disimpulkan bahwa kecerdasan tidak lagi diartikan sempit hanya dari segi akademik, yakni meraih ranking di kelas. Berdasarkan hal tersebut, ada salah satu kecerdasan yang paling dibutuhkan di era millennials saat, sebuah era yang tanpa batas, menghubungkan satu dengna lain, yang jauh dengan yang dekat, yakni kecerdasan linguistic.

Kecerdasan linguistic adalah kecerdasan bahasa, sebuah kecerdasan yang menekankan pada kemampuan seseorang dalam menggunakan kata, baik itu lisan maupun tulisan, termasuk keahlian berbahasa. Semakin banyak bahasa yang dikuasai, maka dapat dinyatakan bahwa orang tersebut semakin cerdas. Orator, MC, penulis, penyiar, hingga diplomat merupakan orang-orang yang memiliki kecerdasan linguistic tersebut. Namun pertanyaannya adalah, sudah sejauh mana kecerdasan bahasa ini, terutama Bahasa Inggris dikuasai oleh generasi millineal saat ini?