English Community Program For Kids STBA Pertiwi

 

 

English Community Program

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi mengadakan English Community Program For Kids, kegiatan ini dimulai pada tanggal 22 Januari s.d 7 Februari 2014. Acara pendidikan bahasa inggris untuk anak-anak ini bertempat di gedung STBA Pertiwi Cililitan, Jakarta Timur.

Acara ini merupakan program Corporate social responsibility (CSR) dari STBA Pertiwi. Acara ini pada awalnya diperuntukkan bagi anak-anak sekolah untuk kelurahan-kelurahan di sekitar lokasi kampus STBA Pertiwi. Namun, Karena pada bulan Januari banjir melanda beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya dan Kampus Pertiwi Cililitan menjadi posko pengungsian untuk para korban banjir yang berada di sekitar wilayah Cililitan, maka acara inipun diadakan untuk anak-anak korban banjir yang mengungsi di gedung STBA Pertiwi.

Bahasa Inggris Untuk anak di STBA Pertiwi

Pada Minggu (26/01/14), peserta anak-anak dari kelurahan sekitar Cililitan digabung bersama dengan anak-anak pengungsi korban banjir. Acara ini juga disertai dengan pembagian bantuan sosial dari Yayasan Pendidikan Pertiwi Global kepada para korban banjir yang mengungsi di Gedung STBA Pertiwi Cililitan. 

bantuan Sosial

Dokumentasi

Donor Darah Perguruan Tinggi Pertiwi Cililitan

Sabtu (21/12/13), Perguruan Tinggi Pertiwi (STIE, STBA, AKPAR, & LPPM PERTIWI) bekerja sama dengan PMI cabang Jakarta Timur mengadakan acara kegiatan Donor Darah dengan tema “DARAH = CINTA SESAMA”. Darah yang  merupakan salah satu komponen paling penting di dalam tubuh, mengingat fungsinya sebagai alat transportasi. Kekurangan darah di dalam tubuh dapat memacu sejumlah penyakit dimulai dari anemia, hipotensi, serangan jantung, dan beberapa penyakit lainnya. Kondisi ini tentu menuntut instansi yang terkait, seperti PMI dan rumah sakit, untuk selalu memiliki persediaan darah yang mencukupi. Namun ironisnya tak jarang kita temukan kasus kurangnya kantong darah di rumah sakit sementara kebutuhan akan darah terus meningkat.

Oleh karena itu Perguruan Tinggi Pertiwi bersama dengan PMI cabang Jakarta Timur selalu mengadakan kegiatan rutin donor darah untuk mahasiswa dan umum. Pada kegiatan donor darah kali ini, acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Donor darah, selain bermanfaat bagi penerima juga memiliki manfaat bagi pendonor, antara lain:

Produksi sel baru
Mendonorkan darah dapat merangsang sumsum tulang belakang Anda untuk memproduksi sel baru. Dengan kata lain, donor darah mengambil darah yang lama untuk diganti sel baru atau regenerasi sel darah.

Mencegah Radikal Bebas
Donor darah menjaga kadar zat besi dalam tubuh agar tetap normal. “Kalau zat besi berlebihan maka hasil akhir radikal bebas (sifatnya karsinogenik). Kondisi ini dapat berpotensi menjadi kanker,” kata dr Yuyun.

Menghindari risiko kardiovaskular
Bagi Anda yang rutin mendonorkan darah boleh bersuka cita. Pasalnya, donor darah dapat memicu metabolisme agar aliran darah tetap lancar. Sehingga tak ada lagi penyumbatan darah pada pembuluh darah. Dengan demikian, risiko terserang peyakit jantung dan stroke berkurang.

Karena banyaknya manfaat yang diperoleh serta sebagai bukti kepedulian bagi sesama, Perguruan Tinggi bersama dengan PMI berharap kegiatan rutin ini dapat terus berjalan untuk kedepannya. (LPPM)

Basic Leadership Training STBA & AKPAR Pertiwi 2013

 
 
Sabtu (30/11/13), Seluruh mahasiswa baru Sekolah Tinggi Bahasa Asing & Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi berkumpul dalam acara Basic Leadership Training (BLT) di Hotel Masrs’ 91, Cipayung, Bogor. Kegiatan yang merupakan pengganti dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus ini berlangsung penuh dengan antusiasme dari para peserta.
 
Acara yang berlangsung selama dua hari ini, meliputi kegiatan seminar dengan materi kepemimpinan, simulasi games, out bound dan kompetisi kekompakan kelompok dalam berbagai kegiatan yang dilakukan.
alt
Hadir sebaga pembicara dalam acara ini, Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi Global Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A membawakan materi mengenai kepemimpinan, serta Bapak Dr. H. Suharsono.M.Pd. MM yang membawakan materi mengenai motivasi berprestasi.
 
Setelah acara seminar mengenai kepemimpinan, pada malam harinya, mahasiswa melanjutkan ke acara penampilan kelompok maupun individual pada pentas seni, dilanjutkan acara renungan malam dan ditutup dengan acara api unggun.
 
Pada hari kedua, acara dimulai selepas shalat subuh, setelah melakukan senam bersama, peserta langsung menuju arena out bound yang telah disiapkan oleh tim panitia. Dalam arena out bound tersebut, banyak sekali permainan-permainan yang di dalamnya memiliki makna mengenai kepemimpinan dan kerja sama kelompok.
 
alt
 
Dalam acara penutup, Bapak Didi Mulyadi, SS. MM selaku Ketua STBA Pertiwi mengatakan “terdapat empat pilar proses pembelajaran learning to know (menguasai pengetahuan), learning to do (menguasai keterampilan), learning to be (mengembangkan diri), learning to live together (hidup bermasyarakat).” Beliau mengharapkan selepas acara ini, para mahasiswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dilingkungan kerja dan dilingkungan kampus. Acara ini lalu ditutup dengan pembagian hadiah kepada para peserta yang berprestasi serta pengenalan senat mahasiswa Perguruan Tinggi Pertiwi.
 
Dokumentasi:

Pelatihan Internet dan E-Commerce Kampus Pertiwi

Perkembangan terknologi yang kian melaju pesat membuat kita harus selalu mengupdate pengetahuan kita tentang teknologi terkini. Tentunya tidak semua teknologi terkini kita pelajari, melainkan yang paling terkait dengan rutinitas keseharian kita serta memiliki potensi atau manfaat yang besar di masa yang akan datang.
 
Melihat fenomena tersebut, Kampus Pertiwi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) mengadakan pelatihan “Internet dan E-Commerce” Bagi seluruh mahasiswa Kampus Pertiwi (STBA, STIE, AKPAR) Cililitan.
 
E-Commerce dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan perdagangan elektronik. Pengertian dari e-commerce sendiri merupakan salah satu cara penjualan atau pemasaran barang ataupun jasa melalui sistem elektronik atau kita sebut dengan dunia internet, televisi dan jaringan komputer lainnya. Internet sendiri merupakan jaringan computer global yang menghubungkan jaringan privat dan publik untuk berbagi informasi dimana internet ini telah digunakan untuk komersial seja tahun 1995. 
 
Dahulu e-commerce ini hanya digunakan oleh sesama perusahaan besar dan sarana perusahaan memasarkan produknya ke pelanggan, kegiatan ini dikenal dengan istilah Bussiness to Bussiness (B2B) dan Bussiness to Consumer (B2C). Namun, seiring perkembangannya e-commerce kini berkembang dengan banyaknya kegiatan Consumer to Business (C2B) dan Consumer to Consumer (C2C). Artinya e-commerce pada saat ini telah dimanfaatkan oleh semua kalangan baik pengusaha besar, pengusaha kecil hingga antara sesama pelanggan yang ingin memenuhi kebutuhannya.
 
Acara yang digelar pada Jum’at (04/10/2013) di Kampus Pertiwi Cililitan terlihat para peserta memenuhi aula tempat seminar ini diadakan. Untuk mengefektifkan pelatihan tersebut, pihak panitia membagi 2 kelompok, kelompok pertama di aula dan kelompok kedua di lab komputer.
 
Dalam pelatihan ini sebagai trainer Ubaidillah Mughni memberikan pemahaman mengenai e-commerce dengan penyampaian yang mudah dipahami, tidak seperti jika kita mengikuti mata kuliah e-commerce di dalam kelas yang membahas SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing) atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI) hingga protokol kemanan https.
 
Selain menjelaskan e-commerce dalam pelatihan ini peserta juga melakukan praktek langsung dalam pembuatan blog dengan menggunakan media publikasi wordpress dan blogspot. Selain itu, para peserta juga diberikan sekilas informasi mengenai pembuatan website berbayar.
 
Antusiasme dan keinginan belajar para peserta yang tinggi terlihat dengan terus mengalirnya pertanyaan kepada sang trainer. Namun, karena waktu yang disediakan peserta sangat terbatas, maka dari pihak panitiapun hanya bisa memberikan panduan/materi yang diberikan trainer agar praktek yang dilakukan dalam pelatihan ini dapat dilakukan di rumah masing-masing.

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Perguruan Tinggi Pertiwi 2013

Demi membangun jiwa kepemimpinan dalam organisasi yang efektif, efisien yang membawa perubahan positif di lingkungan senat mahasiswa Perguruan Tinggi Pertiwi memberikan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) khususnya bagi pengurus organisasi internal kemahasiswaan kampus.

Acara yang berlokasi di Wiladatika, Bumi Perkemahan Cibubur ini dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 6 Oktober 2013. Dalam acara ini, para mahasiswa diberikan materi mengenai dasar-dasar kepemimpinan, tipe kepemimpinan, mindset seorang pemimpin dan beberapa materi kepemimpinan lainnya.

Sebagai pembicara Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A. menyampaikan materi kepemimpinan dengan diselingi beberapa simulasi games yang mengandung filosofis kepemimpinan dan kerja sama tim.

Dari acara tersebut, Perguruan Tinggi Pertiwi mengharapkan kepada para mahasiswa yang diidentikkan sebagai kaum perubah, tidak hanya terperangkap dalam aktivitas akademis semata. Pengayaan diri melalui keaktifan di organisasi kampus menjadi kewajiban mutlak. Selain bertujuan meningkatkan mental kepemimpinan, organisasi juga mampu menciptakan mahasiswa yang siap menghadapi persoalan saat menghadapi dunia kerja dengan segudang persoalannya nanti.

TOEFL Refreshment STBA Pertiwi

 

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan salah satu sistem penilaian berstandar Internasional yang telah banyak dipakai oleh perguruan tinggi, instansi, dan lembaga untuk mengukur kemampuan akademis berbahasa Inggris tingkat perguruan tinggi. 

Lebih jauh, TOEFL dapat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggabungkan kemampuan membaca, mendengar, berbicara, dan menulis hal ini sangat mendukung dalam menghadapi tugas-tugas akademis.
 
Sistem penilaian ini memberikan sebuah standar komprehensif dan dapat diandalkan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris bagi orang di seluruh dunia. Dahulunya memang TOEFL hanya digunakan sebagai test yang dilakukan di universitas bagi mahasiswa barunya. Namun pada saat ini, hasil test TOEFL juga digunakan sebagai penilaian seseorang terhadap kemampuan bahasa Inggrisnya. Untuk menjadi pegawai negri sipil atau pekerjaan tertentu bahkan mensyaratkan hasil nilai test TOEFL yang tinggi.
 
Melihat hal tersebut, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi mempersiapkan lulusannya agar memiliki kemampuan profesional dan dapat diterima dengan baik dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Salah satu kegiatan untuk mempersiapkan hal tersebut adalah dengan diadakannya kegiatan TOEFL refreshment bagi mahasiswa smerter akhir, pelatihan atau persiapan untuk tes TOEFL yang dilakukan STBA Pertiwi ini untuk mempersiapkan para mahasiswanya agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan ketika melakukan test TOEFL nanti.
 
Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi mempersiapkan lulusannya agar memiliki kemampuan profesional dan dapat diterima dengan baik dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Salah satu kegiatan untuk mempersiapkan hal tersebut adalah dengan diadakannya kegiatan TOEFL refreshment bagi mahasiswa smerter akhir, pelatihan atau persiapan untuk tes TOEFL yang dilakukan STBA Pertiwi ini untuk mempersiapkan para mahasiswanya agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan ketika melakukan test TOEFL nanti.
 
  

One Day Seminar: Exploring Your English Through Journalistic Adventure

 

Sabtu, 04 Mei 2013 Suasana Auditorium Kampus Pertiwi tampak ramai dipadati para mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari berbagai program studi, untuk mengikuti seminar satu hari yang diadakan oleh Program studi Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi (STBA).

Dalam sambutannya Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M. selaku Ketua STBA Pertiwi mengungkapkan bahwa dalam seminar ini akan banyak ilmu dan pengalaman yang akan diperoleh peserta dari para Trainer dalam rangka pengembangan diri.

Sesi pertama tampil sebagai pembicara salah satu news presenter dan anchor Metro TV Rieke Carolina yang membawakan tema “English for Jurnalism” Sebagai  praktisi dibidang jurnalistik televisi, pemenang runner up miss tourism tahun 2009 ini, banyak membagi kisahnya dalam membangun mimpi dan cita-citanya yang telah dibangun sejak dibangku sekolah, sampai akhirnya menjadi anchor di salah satu televisi berita nomor satu di Indonesia.

“Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, kita akan mampu menjelajah dan berkomunikasi dengan orang-orang yang ada dibelahan dunia lain” ungkap wanita yang fasih berbahasa Inggris dan mandarin ini.

Sesi pertama ditutup dengan acara simulasi kelompok untuk menyampaikan berita dalam bentuk live Report, Headline, Talkshow. Keluar sebagai pemenang kelompok yang membawakan live report dalam bahasa Inggris dengan tema Mayday, berkat kerjasama kelompok dan pembagian tugas yang baik akhirnya dihasilkan berita yang menarik dan kreatif.

Sesi kedua tidak kalah menarik, karena menampilkan Mohammad Anthoni yang merupakan alumni STBA Pertiwi angkatan pertama, sebagai seorang praktisi jurnalistik yang sudah malang melintang di dunia broadcasting, ia mengungkapkan bahwa yang diperlukan dalam membuat suatu pemberitaan di media baik cetak maupun online adalah Lead atau teras paragraph, selain itu news manager Antara International Broadcasting ini menjabarkan juga point-point penting yang harus dimiliki oleh sebuah berita yang akan dikonsumsi oleh publik, yakni; berita harus mendidik, memberdayakan dan mencerahkan. 

Sebagai bentuk latihan para peserta seminar diminta aktif mengikuti simulasi press conference, yang mengangkat tema “eyang subur”. Dituntut kemampuan dari masing-masing pemeran untuk dapat mengungkapkan pernyataan, jawaban, opini maupun pendapat dalam kesempatan tersebut.

Suasana riang dan penuh tawa canda tercipta dari simulasi tersebut, selain mendapatkan ilmu jurnalistik, para peserta seminar juga dilatih public speaking.

Sesi ketiga yang merupakan akhir dari rangkaian seminar sehari menampilkan seorang praktisi di bidang Jurnalistik Radio. Harus diakui bahwa animo masyarakat dewasa ini menurun pada radio sebagai salah satu media informasi bagi khalayak banyak. Hal ini terjadi karena semakin tinggi nya tingkat perkembangan teknologi khususnya internet. 

Invasi teknologi tidak hanya berdampak pada media cetak yang semakin hari semakin menurun oplahnya, tapi juga  terhadap  media radio. Melihat kenyataan ini Ahmad Winarno pembicara yang juga pemilik dari Mitra FM Radio Bekasi  ini  membuka wawasan para peserta bahwa sebenarnya yang diperlukan di zaman ini adalah pengintegrasian antara teknologi dalam hal ini social media dengan radio. 

Siapa yang tidak kenal istilah Facebook, Twitter, Google, Flickr, Youtube, ataupun WordPress. Hampir semua orang terutama dikalangan mahasiswa kenal dan terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, bahkan seperti diungkap Ahmad Winarno berdasarkan survey yang diambil dari google tahun 2011, bahwa konsumsi internet masyarakat saat ini mencapai 5 – 7 jam perhari mengalahkan televisi dan radio.

Yang harus dilakukan oleh radio saat ini adalah mensinergikan fungsi radio dengan fasilitas internet, sehingga sudah mulai banyak masyarakat yang mengakses radio dengan cara live streaming dengan memanfaatkan gadget yang semakin hari semakin canggih seperti handphone, laptop, Ipad.

Diakhir sesi ketiga ini para peserta seminar diminta membuka facebook-nya masing-masing dan berlatih membuat link berita.

Dengan adanya seminar ini diharapkan para mahasiswa/i mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang jurnalistik, karena dunia jurnalistik sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi para peserta, seminar ini dapat memotivasi untuk lebih dalam mempelajari dan menguasai  bahasa Inggris sebagai bahasa yang universal dan dunia jurnalistik sebagai salah satu bidang pekerjaan yang sangat dinamis dan menjajikan. (M/Y)

—–000—–
Dokumentasi Foto

{loadposition onedayseminar}

Dialog Terbuka “Peran Pemilih Pemula Pada Pesta Demokrasi 2014”

Pesta demokrasi rakyat sudah di depan mata, mahasiswa sebagai pemilih muda perlu mendapatkan edukasi dan sosialisasi agar tidak salah menggunakan hak piilihnya. Metode pendekatan yang digunakan untuk pemilih muda harus dapat mengarahkan pemula sebagai subjek yang akan mendukung dalam proses demokrasi.

Tidak dapat dipungkiri adanya stigma bahwa politik itu berat dan complicated di mata pemilih pemula, oleh karenanya perlu dilakukan dialog dalam forum-forum pemuda dan sosialisasi dengan menggunakan media komunikasi yang familiar di kalangan pemuda, karena harus disadari bahwa dari kelompok-kelompok pemuda yang dinamis dan komunikatif informasi akan bergerak lebih cepat dan luas.

Mendukung hal tersebut Kampus Pertiwi Cililitan menyenggarakan dialog terbuka yang berlangsung secara live bertempat di ruang auditorium Pertiwi, pada Sabtu, 22 Juni 2013 acara ini di pandu oleh Misty Malik, menghadirkan Bapak Prof. DR. H. Amin Rais, Dwiki Dharmawan, Didin Bagito dan perwakilan dari KPUD Prov DKI Jakarta, dan di tayangkan on air oleh 103.4 Radio Jakarta.

 

Dalam dialog terbuka ini Bapak Prof. DR. H. Amin Rais membuka cara pandang para pemuda, khususnya mahasiswa Pertiwi dan para pendengar 103.4 Radio Jakarta, bahwa salah satu bentuk demokrasi adalah dengan adanya pemilihan umum yang bertujuan untuk menyalurkan keinginan rakyat, karena tanpa demokrasi pemerintahan akan berjalan secara otoriter. Peran pemuda sebagai penerus bangsa dalam pesta demokrasi dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan penuh rasa tanggung jawab dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. 

Begitu juga ditegaskan oleh Bapak Reformasi Indonesia, Partai Politik yang ikut dalam pesta demokrasi harus dapat menampung keinginan rakyat serta memiliki moralitas yang tinggi. Sosok wakil rakyat yang bisa memenuhi kriteria untuk dipilih diantaranya memenuhi 3 (tiga) hal: Mampu memegang amanat, Jujur dan tahan uji. Karena ketika wakil rakyat dipilih oleh rakyatnya maka tanggung jawab dan kesetiaannya tidak lagi terhadap partainya namun sepenuhnya kepada bangsanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KPUD Prov DKI Jakarta, 20% pemilih berasal dari kalangan pemuda yang berusia 17-23 tahun, oleh karena itu KPU memiliki website yang mudah di akses dan efektif dalam mengkomunikasikan dan mensosialisikan para calon wakil rakyat dikalangan pemuda, web ini juga dapat digunakan untuk membuka peluang terciptanya dialog antara pemilih dengan calon yang akan dipilih.

Sebagai calon wakil rakyat Dwiki Dharmawan dan Didin Bagiito juga mendorong para pemuda untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2014 mendatang. Pemuda sebagai kaum intelektual harus menjadi Pemilih yang cerdas untuk memilih calon yang tepat. (M/Y)

—–oOo—–