-UNLOCK YOUR BRAIN POWER SEMINAR WITH KAPTEN SAR-

STBA PERTIWI telah menggelar salah satu agenda wajib tahunan yaitu Seminar yang kali ini bertemakan Unlock Your Brain Power, The Strategy to Optimize The Winners’ Right Brains. Seminar yang di gelar di STBA Pertiwi Cililitan ini dihadiri oleh 180 peserta dari berbagai cabang STBA Pertiwi. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara yang sangat bermanfaat satu ini.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang di bawakan oleh Ibu Sri Marleni, S.S., M.Hum memberikan salam kepada para hadirin serta dosen-dosen STBA Pertiwi yang hadir. Para mahasiswa dan mahasiswi yang telah datang lalu bernyanyi lagu Indonesia Raya.

Ketua STBA Pertiwi, Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M, juga memberikan wejangannya untuk para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir. Para peserta yang hadir diharapkan mengikuti acara dengan hikmat dan setelah mengikuti seminar tersebut dapat mengambil banyak ilmu terutama dalam menggunakan otak kanan untuk mencapai kesuksesan. Bapak Didi Mulyadi juga memperagakan beberapa yel-yel yang membuat para peserta bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan memasuki agenda utama yaitu Seminar bersama Kapten Sar. Beliau adalah salah satu motivator penggerak penggunaan Otak Kanan yang sangat terkenal. Selain itu, Kapten Sar atau yang mempunyai nama panjang Bapak Sarno Wibowo ini juga mempunyai perusahaan yang bergerak dalam bidang Leaderpreneur. Kapten Sar juga merupakan mantan seorang manajer untuk beberapa perusahaan baik nasional maupun multinasional.

Dalam seminar ini Kapten Sar berbagi pengalamannya dalam penggunaan Otak Kanan, yang mana, bila seseorang menggunakan Otak Kanan, seseorang itu akan mempunyai banyak ide-ide kreatif dan out of the box. Seseorang yang penggunaan otak kanannya lebih besar, terbiasa untuk mengeluarkan ide-ide besar ataupun memikirkan mimpi mimpi besar yang ingin dicapainya.

Di seminar kali ini juga  Kapten Sar berbagi pengalaman dan nasihat agar supaya para peserta yang terdiri dari para pemuda Indonesia ini mau membangun bangsa nya sendiri yaitu bangsa Indonesia. Beliau mengatakan bahwa pemuda Indonesia sekarang ini dapat menjadi pengusaha muda seperti yang beliau berikan contohnya yaitu salah satu pemuda Indonesia bernama Ardyan Fitra. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator yaitu Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum.

Acara seminar berakhir. Para peserta selanjutnya menikmati makan siang yang telah disediakan oleh panitia Seminar hari Sabtu, 6 Mei 2017. Semoga para peserta dapat mengambil banyak ilmu yang sudah dibagikan oleh Kapten Sar.

,

-PETUALANGAN DI GUNUNG SINDORO-

Pada kesempatan kali ini, kami, tim MAHABALA PERTIWI melakukan pendakian di gunung Sindoro yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa tengah.

Gunung Sindara, atau biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro memiliki ketinggian 3.150 meter diatas permukaan laut (MDPL). Gunung ini merupakan sebuah gunung Api aktif yang terletak di Jawa Tengah; selain itu, gunung ini merupakan gunung yang berdampingan  dengan gunung Sumbing.

Perjalanan kami dimulai dari titik temu dengan teman-teman para pendaki lainnya di terminal bis Klari kota Karawang. Dikarenakan pendakian ini bertepatan dengan hari libur panjang, kami sudah memesan tiket perjalanan 2 hari sebelumnya untuk berjaga-jaga apabila kami kehabisan tiket bis.

Bis yang dijadwalkan, datang terlambat dari waktu yang seharusnya, dan hal ini membuat kami rugi dari segi waktu. Waktu yang seharusnya kami dapat gunakan untuk perjalanan akhirnya terbuang percuma untuk sekedar duduk menunggu bis yang tidak kunjung datang. Kami harus menunggu kendaraan lebih dari 2 jam lamanya, dan akhirnya pada sekitar pukul 9.15 malam bis pun tiba di terminal. Melihat waktu yang ada, kami memperkirakan bahwa pendakian kami akan sedikit tertunda dikarenakan perjalanan yang memakan waktu cukup panjang ini.

Sekitar pukul 10.30 pagi, kami tiba di terminal Mendolo Wonosobo. Di sini kami sedikit merebahkan tubuh kami karena semalaman telah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Setelah sedikit beristirahat dan mengisi perut yang kosong, kami pun segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Sindoro yang lumayan panjang.

Untuk menuju gunung Sindoro, kami menyewa jasa travel yang disediakan oleh pihak wisata di sana. Di tengah perjalanan, kami berhenti sejenak untuk mengisi perlengkapan dan perbekalan yang memang sengaja tidak kami lengkapi; hal ini dilakukan untuk meringankan beban perjalanan selama dalam kendaraan.

Setelah semuanya dirasa lengkap, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Sindoro. Perjalanan ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan adanya perbaikan jalan yang mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang.

Pada pukul 12.30, kami pun akhirnya tiba di base camp pendakian Sindoro. Di sini kami beristirahat sekaligus melakukan packing persediaan serta mengisi formulir registrasi untuk melakukan pendakian di gunung Sindoro ini.

Waktu menjelang sore, sekitar pukul 14.15 kami memulai perjalanan kami. Untuk mencapai pos pertama, kami menggunakan jasa ojek yang memang selalu digunakan para pendaki untuk melewati perkebunan warga yang cukup jauh.

Hujan pun turun menyambut kedatangan kami di gunung ini. Hujan yang cukup deras memaksa kami untuk berteduh guna menghindari kemungkinan yang ada. Setelah hujan cukup reda, kami memulai kembali pendakian ini. Permukaan jalan tanah yang diguyur oleh air hujan, sedikit membuat kami kesulitan karena permukaan jalan menjadi basah dan licin.

Setelah berjalan cukup lama, kami pun akhirnya tiba di pos kedua; di sini kami sedikit meregangkan otot-otot kaki yang mulai terasa sedikit pegal dikarenakan harus berjalan di jalan yang licin karena hujan. Kami tidak ingin berlama-lama untuk beristirahat di pos ini karena perjalanan masih jauh, selain juga dikarenakan kami harus mendaki di sore hari.

Waktu semakin sore, dan langit pun semakin gelap. Sementara perjalanan kami menuju pos ketiga masih cukup jauh, melihat keadaan dan jam yang sudah hampir menunjukkan waktu maghrib, kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan beristirahat di shelter terdekat. Karena menurut pengalaman kami selama mendaki, tidak baik untuk melakukan pendakian saat maghrib tiba.

Melihat kondisi team, kami memutuskan untuk melakukan Summit attack pada dini hari nanti. Udara malam pun mulai menusuk kulit, jaket tebal yang kami kenakan seolah-olah tidak dapat menghalangi dinginnya udara malam.

Pukul 02.00 kami terbangun dari tidur kami, saatnya sedikit mengisi tenaga dan menghangatkan tubuh dengan minuman hangat di tengah malam yang dingin ini. Persiapan dan perbekalan untuk Summit attack pun sudah kami persiapkan. Pukul 03.15, kami memulai kembali pendakian, tetapi kali ini kami hanya membawa persediaan air dan sedikit cemilan selama perjalanan; peralatan lainnya kami tinggalkan di dalam tenda untuk meringankan perjalanan kami.

Perjalanan menanjak menerobos hutan di malam hari cukup merepotkan perjalanan kami, akan tetapi itu tidaklah menahan niat kami sedikitpun. Tak terasa langit mulai menunjukkan cahayanya, dipadukan dengan kelap-kelipnya lampu kota di bawah, menambah indahnya pemandangan dini hari itu.

 

Melihat langit yang mulai terang, kami tidak membuang-buang waktu dan segera melanjutkan pendakian yang memang masih sangat jauh menuju puncak. Akan tetapi, kami tidak terburu-buru karena melihat kondisi dari team yang sudah cukup kelelahan karena harus melakukan summit attack yang lebih jauh dari seharusnya.

Mataharipun telah menunjukkan dirinya, langit yang gelap mulai tersinari cahaya sang surya dan mengubah warnanya. Momen yang seharusnya kami nikmati di puncak sindoro, tetapi tidak untuk kali ini. Walaupun demikian, hal ini tidaklah mengubah keindahan alam dari Sang Pencipta.

 

Kami pun melanjutkan pendakian menuju puncak Sindoro. Perjalanan menuju pos ke empat ini memakan waktu cukup lama karena selain rute berbatuan yang cukup terjal, rasa lelah pun mulai kami rasakan.

Setelah cukup lama berjalan mendaki jalan bebatuan yang cukup terjal, kami pun tiba di pos ke empat yang ditandai oleh bebatuan besar yang menjulang di tepi tebing. Pemandangan yang indah langsung berhadapan dengan gunung Sumbing di depan kami mampu mengobati sedikit rasa lelah yang kami rasakan selama pendakian ini.

Jalan curam di depan kami telah menanti sebagai rintangan terakhir kami menuju puncak Sindoro, akan tetapi kami mencoba terus bersemangat untuk dapat mencapainya. Track terakhir kami adalah jalan bebatuan vulkanik yang dihiasi oleh hutan mati dikarenakan oleh semburan belerang dari gunung Sindoro ini. Bau belerang yang menyengat mulai tercium, menandakan sudah dekatnya kawah puncak gunung Sindoro. Matahari semakin terik, aroma belerang dan hawa dingin semakin menusuk. Puncak yang terlihat dekat pun terasa sangat jauh, dan beberapa kali kami harus beristirahat sejenak.

Pendakian yang memakan waktu cukup lama ini akhirnya terbayarkan; kami pun sampai di puncak Sindoro. Walaupun kami tidak mendapatkan pemandangan sunrise di puncak, tetapi ini sudah cukup memuaskan hati kami. Melihat kaki gunung yang diselimuti oleh awan, dan terjalnya jalur pendakian ini, menimbulkan rasa bangga tersendiri karena kami dapat melalui semuanya bersama-sama. Tidak lama dari track terakhir ini, akhirnya kami pun tiba di puncak Sindoro.

Dikarenakan hari sudah siang, kami tidak dapat berlama-lama di atas puncak Sindoro ini  karena kabut (awan) yang mulai tebal dapat menutupi jalan kami untuk pulang menuruni puncak. Selain kabut yang mulai tebal, bau belerang pun mulai tercium menyengat dan membuat kepala kami sedikit pusing.

Perjalanan turun seharusnya tidaklah begitu memakan waktu yang cukup lama seperti pendakian. Akan tetapi perjalanan turun kami kali ini sedikit terhambat dikarenakan ada salah seorang teman kami yang mengalami sedikit masalah dengan kakinya.

Hari semakin sore, akhirnya kami tiba di tenda kami. Karena situasi dan keadaan tidak memungkinkan untuk langsung melanjutkan perjalanan turun, kami pun memutuskan untuk menginap satu malam lagi di gunung Sindoro ini. Malam ini terasa lebih dingin dari malam sebelumnya, oleh karenanya kami membuat api unggun kecil untuk sedikit menghangatkan suasana malam.

Pagi hari telah tiba, sang fajar mulai menyinari tenda kami dari selah satu pepohonan yang rindang. Segera kami terbangun dan memasak sedikit perbekalan untuk sarapan. Setelah selesai sarapan dan sedikit meluruskan kaki, kami segera membongkar tenda dan memulai packing barang-barang perlengkapan. Tidak lupa pula kami membersihkan sampah yang kami bawa serta yang kami temukan selama perjalanan menuruni puncak kemarin. Hal ini kami lakukan agar dapat meningkatkan kepedulian para pendaki lain akan kebersihan lingkungan.

Selama perjalanan turun, kami bersyukur karena tidak mendapatkan kesulitan seperti kemarin. Sehingga perjalanan kami dapat lebih cepat untuk mencapai base camp di kaki gunung ini. Sekitar pukul 11.00, akhirnya kami tiba di base camp pendaftaran. Di sini, kami melapor untuk memberitahukan bahwa kami telah turun dari pendakian di pos pendaftaran. Setelah itu, kami bersih-bersih dan sedikit istirahat, lalu kami pun harus mengucapkan selamat tinggal kepada gunung Sindoro ini dan meninggalkan dengan membawa cerita dan kesan kami di dalamnya.

Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi

Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi STBA Pertiwi

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi sebagai lembaga pendidikan tinggi telah menggelar dua acara penting untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dan mahasiswinya. Dua acara penting yaitu Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi Periode 2016/2017 Genap telah digelar pada hari Jumat dan Sabtu, 7 dan 8 April 2017. Dua agenda penting ini dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir STBA Pertiwi.

Agenda pertama adalah Ujian Skripsi dan Tugas Akhir yang dihadiri oleh 10 Peserta dari mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir STBA Pertiwi. Agenda penting ini bertujuan untuk menentukan babak akhir dari perjalanan mereka menempuh pendidikan di STBA Pertiwi. Agenda berjalan dengan hikmat. Seluruh peserta ujian Skripsi dan Tugas Akhir memberikan penampilan dan bahan skripsi mereka dengan penuh rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa membawakannya dengan baik. Ketika para mahasiswa dan mahasiswi ditanya bagaimana perasaan mereka bisa sampai di titik akhir tahun mereka di STBA Pertiwi, mereka kompak menjawab bahwa mereka sangat gugup untuk menghadapi para penguji dan pembimbing mereka di sidang skripsi dan tugas akhir ini. Tetapi akhirnya, para peserta dapat melaluinya dengan baik walaupun cukup banyak revisi ataupun komentar yang diberikan oleh para penguji dan pembimbing agar supaya dapat membuat hasil skripsi akhir mereka menjadi lebih baik.

 

Agenda kedua di hari Sabtu, tanggal 8 April 2017 adalah sosialisasi bimbingan skripsi dan tugas akhir. Agenda di hari Sabtu setelah ujian skripsi dan tugas akhir ini menjadi penting mengingat para mahasiswa yang akan memulai waktu mereka untuk menjalani bimbingan skripsi dan tugas akhir. Para mahasiswa dan mahasiswi diberikan informasi lengkap mengenai tata cara dan kode etik saat melakukan bimbingan skripsi dan tugas akhir, sampai nantinya menuju hari Ujian Skripsi dan Tugas Akhir. Para mahasiswa/I diberikan masukan dan juga informasi mengenai kelengkapan ujian serta diberikan himbauan agar supaya nilai mata kuliah sudah mencapai target dalam memulai suatu bimbingan Skripsi dan Tugas Akhir.

Para peserta yang hadir di acara ini sangat antusias karena semangat yang diberikan oleh Ketua STBA Pertiwi dan juga PUKET I Bidang Akademik yaitu Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M dan Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum. Bapak Didi Mulyadi juga memberikan pesan bahwa mahasiswa/I untuk pintar saja tidak cukup dalam mengerjakan skripsi, tetapi mereka juga harus mempunyai ketekunan dan tekat untuk menyelesaikannya. Agenda akhir pada acara ini adalah dibukanya sesi tanya jawab bagi mahasiswa/I yang ingin menggali informasi lebih mengenai sosialisasi ini.

 

Dua agenda yang saling berkaitan dan diikuti oleh para peserta dengan hikmat. Semoga para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengikuti Bimbingan Skripsi dan Tugas akhir dapat menyelesaikannya sesuai dengan target yang mereka buat, serta para peserta ujian Skripsi dan Tugas Akhir dapat menjalani proses ujian dengan baik dan lancar.

STBA Pertiwi Students Go to Harapan Island

“The holiday season is a perfect time to reflect on our blessings and seek out ways to make life better for those around us”

Seperti kata mutiara yang menjadi pembuka artikel ini. STBA Pertiwi cabang Tangerang telah menggelar acara untuk liburan mereka, tetapi di selipi oleh acara amal. Sebanyak 15 mahasiswa STBA Pertiwi melakukan serangkaian kegiatan di Pulau Harapan selama 2 hari, yakni dari tanggal 11 dan 12 Maret 2017. Kegiatan yang bertajuk “STBA Pertiwi Students Go to Harapan Island” ini diadakan sebagai rangkaian kegiatan luar kelas yang digagas oleh mahasiswa STBA Pertiwi setiap berakhirnya perkuliahan atau pasca UAS semester ganjil maupun genap. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan refreshment kepada mahasiswa STBA Pertiwi yang selama satu semester melakukan perkuliahan.

Disamping itu pula, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa dan para dosen STBA Pertiwi yang turut serta dalam kegiatan yang bersifat edukatif tersebut. Disana para peserta kegiatan melakukan kegiatan snorkeling atau menyelam di permukaan laut yang tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat biota laut dan keindahan bumi pertiwi Indonesia yang berada di bawah permukaan air di sekitar Pulau Macan dan Pulau Kayu Angin. Selain itu, mereka juga mengunjungi beberapa pulau yang berada tak jauh dari Pulau Harapan, seperti Pulau Bulat, Pulau Bria Kecil,  dan Pulau Kosong. Tak lupa juga setiap peserta menyumbangkan donasi sebanyak Rp. 5.000,- melalui dompet dhuafa untuk membantu Sekolah Tapal Batas di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur agar kegiatan tersebut menjadi lebih bernilai.

Kegiatan ini, pada akhirnya, adalah sebagai wujud terima kasih mahasiswa STBA Pertiwi kepada sang pencipta yang telah menciptakan alam yang begitu indah dan harus dijaga keaslian dan keasriannya. Karena hal ini sesuai dengan spirit yang mereka bawa ke Pulau Harapan, yakni “We Love Nature, We Love STBA Pertiwi”

(UKM) Paduan Suara STBA Pertiwi “Beraksi”

Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara telah memberikan kontribusi pentingnya ke dalam suatu acara yaitu Wisuda Tahunan Kampus STMIK Islam International yang diketuai oleh Taufik M. Guntur, SE., MM. Kampus ini mengundang UKM Paduan Suara STBA Pertiwi ke dalam acara penting mereka pada hari Sabtu, 25 Februari 2017. Para anggota Paduan Suara STBA Pertiwi yang terdiri dari Mahasiswa dan Mahasiswi semester 1 sampai 5 memberikan penampilan mereka yang apik untuk membawakan lagu-lagu wajib dan tradisional untuk mengiringi acara yang hikmat tersebut.

Wisuda Tahunan ke-5 ini diselenggarakan di hotel Kartika Chandra, Semanggi, Jakarta Selatan. Acara yang dibuka oleh pembawa acara yang juga berasal dari Mahasiswi STBA Pertiwi, Nur Atshilla yang juga merangkap sebagai Ketua Senat Terpilih tahun ajaran 2016/2017. Shilla, panggilan akrab mahasiswi tersebut membawakan acara yang sakral itu dengan hikmat. Para anggota Paduan Suara mengiringi kedatangan para wisudawan dan wisudawati dari Kampus STMIK Islam Nusantara. Kerja sama dalam bidang Unit Kegiatan Mahasiswa antar kampus ini diharapkan dapat menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan.

Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara STBA Pertiwi ini kegiatannya diselenggarakan setiap hari Kamis pukul 2 siang, bergabung dengan UKM Seni. Kegiatan Paduan Suara diharapkan dapat mengembangkan atau menyumbangkan minat para mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi, terutama di bidang tarik suara. Karena menyanyi di dalam suatu grup paduan suara tidaklah mudah dalam pembagian suaranya. Sekali lagi, selamat kepada Tim UKM Paduan Suara yang telah memperlihatkan dan menyumbangkan talentanya dalam acara sakral seperti wisuda tahunan di Kampus STMIK Islam Nusantara. Terima kasih juga kepada Kampus STMIK Islam Nusantara yang telah mempercayakan Tim UKM Paduan Suara STBA Pertiwi untuk berkontribusi dalam acara penting tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah digelar oleh SENAT mahasiswa gabungan STBA-STIE-AKPAR Pertiwi pada Kamis 22 Desember 2016. Acara yang memiliki tujuan untuk mengingat rasulullah SAW dan sekaligus salah satu cara untuk selalu memberikan pesan agar para muslimin selalu bersalawat mengingat Nabi SAW ini, berlangsung hikmat dan diikuti oleh kurang lebih 90 orang peserta dari seluruh unit perguruan tinggi Pertiwi.

Peringatan Maulid Nabi ini diselenggarakan berkat kerja sama dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari tiga unit perguruan tinggi. Acara yang digelar pada pukul 15.30 sore pada hari Kamis ini dihadiri oleh seorang Ustadz yang bernama Ustadz Haris. Acara ini pula di hadiri oleh Marawis yang membawakan salawat dan mengiringi salawat tersebut menggunakan perkusi khas dari jazirah Arab.

Acara dimulai dengan membaca doa dan basmalah serta dibuka dengan sambutan dari Ketua panitia acara Maulid Nabi 1438 H ini oleh Ahmad Qodar, mahasiswa semester 3 STBA Pertiwi. Sambutan juga dibawakan oleh Ketua Jurusan STIE Pertiwi yaitu Bapak Mulyadi.

Acara berlanjut dengan penampilan dari tim marawis yang di hadirkan oleh Panitia Acara Maulid Nabi ini yang membawakan salawat Nabi, membacakannya bersama seluruh peserta yang hadir bersama-sama diiringi dengan musik.

Memasuki acara inti yaitu ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Haris yang bertemakan dengan Maulid Nabi dan anak muda sesuai dengan tema dari acara ini sendiri yaitu The Youngters Today are The Leaders for the Future atau dalam bahasa Indonesia diartikan bahwa Pemuda Masa Kini adalah Pemimpin Masa Depan. Pesan yang disampaikan oleh Ustadz Haris ialah Ustadz Haris menganjurkan agar kita senantiasa bersalawat, dimulai dengan melakukan kebiasaan tersebut dengan bersalawat rutin pada Pagi, Sore, dan Malam hari sebanyak sepuluh kali. Maka jika kita sudah mulai terbiasa dan selalu beristiqomah, insya Allah kebiasaan baik tersebut dapat diteruskan dan bacaan salawat yang dilakukan akan ditambah dan ditambah lagi banyaknya. Ustadz Haris juga mengkonfirmasi bahwa boleh saja pemuda suka update status mengajak para temannya untuk bersalawat dengan menuliskan salawat pada status yang ditulisnya di sosial media, tetapi agar niat tersebut adalah niat yang baik untuk mengajak para muslimin untuk ikut bersolawat mengingat Nabi.

Acara penutup yaitu adalah doa yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Heikal. Doa yang dikhususkan isinya agar Allah SWT dapat senantiasa menjadikan kita umat yang selalu ingat kepada Nabi Muhammad SAW dan senantiasa bersalawat agar kita dapat menjadi umat yang nantinya bisa masuk surga bersama sang utusan Allah SWT dan Nabi terakhir kita yaitu Nabi Muhammad SAW. Aaamiin Ya Rabbal Al Aamiin…

Sosialisasi Kurikulum KKNI dan Purna Tugas

 

 

Pada hari selasa, 25 November 2016 tepatnya pada hari Guru Indonesia, STBA Pertiwi menggelar salah satu agenda penting untuk membehas penerapan kurikulum baru yang dicanangkan untuk perguruan tinggi oleh pemerintah yaitu ‘Sosialisasi Kurikulum KKNI 2016.’ Sosialisasi ini penting, mengingat penerapan kurikulum sudah dianjurkan oleh pemerintah untuk diterapkan pada perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta dengan tujuan kurikulum ini dapat membantu mencetak lulusan perguruan tinggi yang berkulitas dan mampu bersaing dengan lulusan yang berasal dari luar negeri.

Tidak hanya agenda sosialisasi ini, pada hari sama juga disematkan agenda purna tugas salah satu karyawan STBA Pertiwi yang sudah mengabdi selama 32 tahun di yayasan ini, yaitu Bapak Syafruddin A. md. Bapak Syafruddin yang menjabat sebagai Staff Bagian Administrasi Akademik dilepas oleh Ketua Pembina Yayasan Pertiwi Global yaitu Bapak Dr. H. Suharsono, M.Pd., M.M. Beliau memberikan pesan dan kesan terhadap Bapak Syafruddin dan berterima kasih atas pengabdiannya yang bias dikatakan bukan waktu yang sebentar. Selain Bapak Suharsono, Ketua STBA Pertiwi Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M juga turut memberikan wejangannya kepada Bapak Syafruddin juga ucapan terima kasih dihaturkan oleh Ibu Wulan Sari sebagai PUKET I mewakili seluruh dosen dari STBA PERTIWI. Bapak Syafruddin sendiri berterima kasih kepada Yayasan Pertiwi Global karena sudah memberikan kesempatan kepada beliau untuk bekerja di Yayasan ini.

Agenda selanjutnya dilanjutkan dengan agenda pembahasan dan sosialisasi tentang kurikulum KKNI terbaru 2016, dengan dibuka oleh kata sambutan dari Puket I Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum, Ketua STBA Pertiwi Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M dan Ketua Yayasan Pertiwi Global Dr. H. Suharsono, M.Pd., M.M.  Kurikulum yang dicanangkan pemerintah khususnya untuk Pendidikan Tinggi ini  Kurikulum KKNI yang berdasar pada Perpres No. 8 tahun 2012 diharapkan menjadi kurikulum pendidikan tinggi yang bisa meningkatkan kualitas lulusan Perguruan Tinggi khususnya swasta dalam hal ini STBA Pertiwi, agar menjadi lulusan yang tidak kalah saing dan mendapat pembelajaran serta mata kuliah yang menunjang para lulusan setelah lulus dari STBA PERTIWI. Pembahasan sosialisasi tersebut membahas tentang asal mula KKNI sendiri dan pembahasan tentang penyusunan kurikulum sampai diputuskannya matakuliah apa saja yang harus ditambahkan maupun dialihkan dengan mata kuliah yang lain.  

 Agenda selanjutnya adalah pembahasan mengenai tata cara penyusunan skripsi yang akan diterapkan di tahun ajaran berikutnya. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberi penjelasan yang detail mengenai cara pembuatan skripsi agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang nantinya kurang dipahami oleh mahasiswa. Tanya jawab pun dibuka untuk memberikan penjelasan secara lengkap mengenai tata cara penyusunan skripsi bagi mahasiswa. 

Penggalangan Dana Korban Gempa Aceh oleh SENAT Mahasiswa STBA-STIE Pertiwi

 

 

 

 

 

 

Rabu, 7 Desember 2016, Provinsi Aceh kembali berduka. Pasalnya, Provinsi yang pada tanggal 26 Desember 2004 dilanda gempa besar yang mengakibatkan tsunami di Samudra Hindia, kembali dilanda Gempa berkekuatan 6,4 skala richter. Tepatnya di laut Pidie dengan kedalaman 18 kilometer gempa ini terjadi dan membuat warga Aceh panik. Ada beberapa warga yang dapat menyelamatkan diri, tetapi tidak sedikit pula yang tidak sempat menyelamatkan diri mereka untuk keluar dari bangunan yang mereka diami, sehingga ada beberapa warga yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Cukup banyak korban akibat gempa Aceh yang cukup besar ini. Korban meninggal akibat gempa ini diperkirakan mencapai 100 orang, dan bisa bertambah karena ada beberapa daerah yang belum terjamah oleh alat berat untuk mengangkat reruntuhan. Korban yang selamat pun mencari aman dan pergi ke barak pengungsian yang sudah siap disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Para korban selamat ini memilih untuk tinggal di pengungsian karena kondisi daerah atau rumah mereka yang masih rawan akan adanya gempa susulan dan rusaknya fasilitas umum seperti aliran listrik dan jalan yang terbelah akibat gempa ini.

Bapak Presiden Joko Widodo mengagendakan waktunya untuk berkunjung ke beberapa tempat pengungsian untuk melihat dan menjenguk para korban selamat dan memberi bantuan untuk para korban gempa aceh. Tidak hanya Bapak Presiden Joko Widodo, tetapi simpati dan empati juga tumbuh dari para mahasiswa, khusunya SENAT Mahasiswa Gabungan STBA-STIE Pertiwi yang menggalang dana bantuan untuk para korban bencana Gempa di Aceh 7 Desember 2016. SENAT Mahasiswa gabungan ini melakukan penggalangan dana bantuan pada hari Jumat, 9 Desember 2016 dan Sabtu 10 Desember 2016. Dalam dua hari ini para SENAT Mahasiswa bekerja sama untuk menggalang dana yang tempat penggalangan dananya bertempat di Jalan Raya Dewi Sartika (Depan Kampus STBA-STIE-AKPAR Pertiwi) dan juga di lampu merah di dekat Pusat Perbelanjaan PGC.  Dengan membawa spanduk dan slogan bertuliskan “Peduli Aceh” dan “Amal itu Keren”, para anggota SENAT Mahasiswa memulai penggalangan dana ini dari pagi hingga sore hari.

Dalam dua hari ini para SENAT Mahasiswa berhasil mengumpulkan cukup banyak dana untuk bantuan korban Gempa Aceh (7/12/16). Rencananya dana yang berhasil di kumpulkan oleh para SENAT Mahasiswa ini akan diserahkan kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak untuk nantinya disumbangkan langsung kepada perwakilan atau langsung kepada para korban Gempa Aceh. Semoga dana bantuan ini dapat membantu para korban dan semoga para korban dapat diberikan ketabahan untuk melewati masa sulit ini. Aamiin…  


Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris 2016

 

 

  

 

Pada hari Minggu tanggal 27 November 2016 telah digelar Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris atau biasa disingkat LSK-BIG. Uji kompetensi yang diselenggarakan setiap tahun ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan para mahasiswa di STBA Pertiwi dalam penerapan ilmu bahasa Inggris yang sudah mereka pelajari. Tes Uji Kompetensi ini mencakup empat kemampuan bahasa Inggris dan tes ini diikuti oleh hampir 250-300 orang peserta yang berasal dari peserta mahasiswa STBA Pertiwi, jalur mandiri, dan beberapa lembaga kursus.

 

Uji kompetensi tersebut dimulai dengan written test yang terdiri dari 3 kemampuan bahasa Inggris yaitu Reading, Writing, dan Listening yang dibagi menjadi dua sesi yaitu pukul 8 pagi dan pukul 10 pagi. Di dua sesi yang sama juga, terdapat spoken test. Para peserta yang telah hadir setelah mendapat nomor urut yang mereka dapatkan dari bagian registrasi yang nantinya nomor urut tersebut menjadi nomor urut yang digunakan untuk mengikuti uji kompetensi hingga selesai.

  

Peserta sebanyak 250-300 orang ini memilih level yang bisa diiktui oleh peserta. Level tersebut terdiri dari tiga level bahasa Inggris. Level pertama adalah Survival English, kedua adalah English for Communication dan yang ketiga adalah level Advanced Communication, dimana peserta terbanyak adalah peserta yang mengikuti level Survival English. Uji Kompetensi ini nantinya akan memberikan hasil tes kepada para peserta melalui kampus atau dari lembaga masing-masing. Hasil tes uji kompetensi juga nantinya dapat dilihat di website STBA Pertiwi. Hasil tes akan diumumkan dalam waktu 2 minggu sampai satu bulan setelah penyelenggaraan Uji Kompetensi. So stay tune on facebook kampus pertiwi official for knowing more about the result 🙂

BLT 8 STBA & STIE Pertiwi 2016

Basic Leadership Training 2016 telah selesai diselenggarakan. Dengan diadakannya pelatihan ini selama dua hari, mulai tanggal 29-30 Oktober 2016, seluruh mahasiswa STBA-STIE Pertiwi dengan hikmat. Acara yang diselenggarakan di Hotel Tjokro, Cisarua Bogor, Jawa Barat ini diiringi oleh guyuran hujan dan hawa dingin di daerah Puncak, Bogor. Dengan diadakannya Basic Leadership Training 2016 secara gabungan antara institusi STBA dan STIE Pertiwi, para mahasiswa bersatu untuk mengikuti berbagai acara yang sudah dipersiapkan oleh panitia baik OC (Organization Committee) dan SC (Steering Committee).

 

Agenda pertama dimulai dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh petinggi dan para staff Yayasan Pertiwi Global jugaseluruh mahasiswa dari semester 1 yang wajib mengikuti agenda tahunan ini sampai mahasiswa semester lain yang belum mengikuti BLT di tahun-tahun sebelumnya. Upacara pembukaan diiringi oleh paduan suara dari STIE Pertiwi dan peresmian dimulainya acara ditandai dengan pelepasan tiga burung dara dan merpati oleh Ketua STIE Pertiwi dan Koordinator BLT 2016, Bapak Facrul S.E., M.M dan Bapak Deni, S.S. Tepuk tangan meriah mengiringi upacara pembukaan BLT 2016 dan juga para mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pertiwi sebagai beberapa rangkaian acarau pacara pembukaan ini.

Memasuki agenda selanjutnya, para mahasiswa atau para peserta BLT 2016 diarahkan untuk memasuki ruangan Aula Hotel Tjokro untuk mengikuti dua seminar di hari pertama, yaitu Seminar dengan tema Leadership yang dibawakan oleh Bapak Dr. H. Suharsono, M. Pd., MM dan kemudian dilanjutkan dengan Seminar yang dibawakan oleh Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A dengan tema Seminar Character Building. Para peserta mengikuti secara semangat karena ilmu yang dibawakan oleh para narasumber sangat bermanfaat bagi mereka. Seminar yang dibawakan oleh para narasumber tidak serta merta hanya sekedar seminar. Bapak Suharsono dan Ibu Yeni membawakan seminar tersebut dengan menyelipkan permainan-permainan yang berkaitan dengan tema seminar dan juga beberapa cuplikan film yang bisa dijadikan bahan renungan bagi para peserta Basic Leadership Training 2016.

Masuk ke agenda selanjutnya, para peserta BLT 2016 yang terdiri dari mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi dari seluruh cabang ini  menghadiri acara hiburan yang dimulai dengan acara perkenalan para SENAT Mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi. Acara yang dibawakan oleh MC dari mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi, Mesa Bunga dan Ajud berlangsung meriah dan para peserta BLT mengikuti acara hiburan ini dengan suka cita. Para peserta yang sudah disatukan menjadi grup, masing-masing grup tersebut membuat yel yel mereka seseru mungkin. Para dosen juga ikut bergabung membawakan beberapa lagu dalam acara ini. Agenda dilanjutkan dengan acara renungan yang dibawakan oleh motivator dan juga mahasiswa dari STIE Pertiwi yaitu Mas Erwin. Acara ini juga diikuti para peserta BLT 2016 dengan hikmat dan penuh air mata.

Memasuk hari kedua, para peserta BLT 2016 memulai agenda pertama dengan solat subuh dan kultum dan selanjutnya senam pagi. Setelahnya mereka pergi untuk sarapan dan bersiap untuk agenda outbound di hari kedua BLT 2016. Permainan Outbound yang dipersiapkan oleh para panitia BLT 2016 sukses membuat para peserta mengikuti dengan meriah dan penuh suka cita, juga semangat. Sebanyak 30 grup telah dibuat oleh para Panitia BLT 2016 untuk mengikuti permainan permainan ini. Permainan yang mempunyai makna kerja sama tim dan leadership ini diikuti oleh para peserta dan pada akhir permainan jika para peserta memenangkan permainan-permainan ini, maka peserta dapat memenangkan tiket yang nantinya dapat ditukarkan di ruang secretariat BLT 2016.

 

 

Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, permainan outbound di BLT 2016 diakhiri dan para peserta bersiap untuk kembali ke ruang Aula untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu pengumuman pengumuman dan pembagian hadiah untuk keikutsertaan para peserta dan kontribusi para SC dan OC pada BLT  kali ini.

Acara Basic Leadership Training yang diikuti oleh kurang lebih 800 peserta ini berakhir dengan penuh suka cita dan harapan akan BLT yang lebih baik untuk ke depannya. Para peserta pun puas dan seperti ingin mengikuti kembali Basic Leadership Training yang di gelar oleh Yayasan Pertiwi Global setiap tahunnya ini.