,

Civitas Akademik Halal Bihalal dengan Mahasiswa STBA Pertiwi 2019

Suasana penuh kehangatan dan keakraban para mahasiswa dan Civitas Akademik STBA Pertiwi berbaur dalam rangka Halal Bihalal dalam lingkungan Kampus,  Halal bihalal adalah  tradisi beragama bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Setiap hari raya idul fitri semua orang, keluarga, instansi, organisasi tidak ada yang tidak melaksanakan halal bihalal.

Seperti halnya tradisi lainnya, halal bihalal  memiliki beberapa makna dalam kehidupan masyarakat. Lynton Keith Caldwell ( 1970), dalam ” Environment : A Challenge for Modern Society “ menegaskan bahwa setiap budaya atau tradisi pasti memiliki pelajaran atau makna untuk merubah cara fikir dan mental manusia.

Suatu tradisi akan mampu merubah perilaku suatu bangsa jika tradisi tersebut benar – benar dipahami dan dijadikan spirit kehidupan.

Hakekat halal bihalal adalah mengajarkan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia untuk konsisten dan selalu komitmen kepada amalan atau perbuatan yang positif (bermanfaat) baik untuk dirinya, keluarga dan masyarakat.

Perbuatan atau perilaku positif itu akan selalu tumbuh jika apa yang diperbuat selalu berdasar pada aturan atau regulasi yang berlaku. Kesediaan manusia untuk tunduk dan patuh kepada aturan  jika tidak memiliki kesombongan atau tidak merasa paling benar sendiri.

Tiga pesan yang ada di dalam tradisi agama halal bihalal jangan hanya menjadi ritual tradisi keagamaan (simbol) semata mata. Halal bihalal  benar – benar mampu dijadikan inspirasi untuk merubah atau  memperbaiki sikap kepribadian dan perilaku bangsa Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya.

 

,

Kajian Ramadhan “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Kajian Ramadhan  “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Dalam Tausiahnya Ust. Vakhrudin Jayadi memberikan penjelasan tentang bagaimana orang-orang yang beriman dapat memperoleh tingkatan takwa, Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Semestinya di bulan Al Qur’an ini umat Islam mengencangkan ikat pinggang dan menancap gas untuk lebih bersemangat membaca serta merenungkan isi Al Qur’an Al Karim. Ya, perenungan isi Al Qur’an hendaknya mendapat porsi yang besar dari aktifitas umat muslim di bulan suci ini. Mengingat hanya dengan inilah umat Islam dapat mengembalikan peran Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan panduan menuju jalan yang benar

”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Maknanya adalah; wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana kewajiban puasa juga telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab , agar kalian bertaqwa, karena puasa merupakan sarana menuju ketaqwaan.

Pertama, Kalimat   merupakan seruan  yakni seruan kepada orang-orang yang beriman, mencakup umum laki-laki dan perempuan yang beriman, untuk apa? Dalam ayat ini untuk menegakkan ibadah shaum yang merupakan amal shalih, mengisyaratkan konsekuensi keimanan adalah beramal shalih. Iman dan amal shalih tak bisa dipisahkan, keduanya bagaikan dua sisi uang koin yang menyatu.

Kedua, Kata kutiba  berbentuk kata kerja pasif yang mengandung konotasi furidha  yakni difardhukan. Maka jelas bahwa shaum ramadhan hukumnya fardhu, lebih dari sekedar wajib. Istilah fardhu itu sendiri dalam istilah ushul, adalah kewajiban yang didasari dalil-dalil qath’iyyah yakni dalil yang pasti, mencakup tsubut (penetapan sumbernya) dan dilalah (penunjukkan maknanya), dan dihukumi kufur siapa saja yang mengingkarinya.

Ketiga, Kata al-shiyam adalah mashdar dari kata kerja  asal katanya secara bahasa bermakna menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya ini. Sedangkan secara syar’i

“Menahan diri dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dari segala hal yang membatalkan, dalam kondisi menyadari sedang shaum disertai dengan niat.”

Keempat, Kalimat   menunjukkan hikmah dari ibadah shaum yakni untuk mewujudkan ketakwaan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah taqwa itu?

Secara bahasa arab, taqwa berasal dari fi’il ittaqa-yattaqi, yang artinya berhati-hati, waspada, takut. Bertaqwa dari maksiat maksudnya waspada dan takut terjerumus dalam maksiat. Namun secara istilah, definisi taqwa yang terindah adalah yang diungkapkan oleh Thalq Bin Habib Al’Anazi:

Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”.

Setelah mengetahui makna taqwa, simaklah penjelasan indah berikut ini dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya, tentang keterkaitan antara puasa dengan ketaqwaan: “Puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketaqwaan. Karena orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Selain itu, keterkaitan yang lebih luas lagi antara puasa dan ketaqwaan:

  1. Orang yang berpuasa menjauhkan diri dari yang diharamkan oleh Allah berupa makan, minum jima’ dan semisalnya. Padahal jiwa manusia memiliki kecenderungan kepada semua itu. Ia meninggalkan semua itu demi mendekatkan diri kepada Allah, dan mengharap pahala dari-Nya. Ini semua merupakan bentuk taqwa’
  2. Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsunya, padahal sebetulnya ia mampu untuk makan, minum atau berjima tanpa diketahui orang, namun ia meninggalkannya karena sadar bahwa Allah mengawasinya
  3. Puasa itu mempersempit gerak setan dalam aliran darah manusia, sehingga pengaruh setan melemah. Akibatnya maksiat dapat dikurangi
  4. Puasa itu secara umum dapat memperbanyak ketaatan kepada Allah, dan ini merupakan tabiat orang yang bertaqwa
  5. Dengan puasa, orang kaya merasakan perihnya rasa lapar. Sehingga ia akan lebih peduli kepada orang-orang faqir yang kekurangan. Dan ini juga merupakan tabiat orang yang bertaqwa.

Semoga puasa tahun ini kita jadikan sebagai ukuran kadar keimanan  kepada sang Kholiq, dan kian bertambah sempurna capaian raihan ibadah-ibadah yang diagungkan pada Ramadhan ini. amin

,

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM DAN SANTUNAN

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM

DAN SANTUNAN

 

Alhamdulillah STBA – Pertiwi dengan “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”.  berbagi  dengan menyisihkan sebagian harta, para mahasiswa, dosen, karyawan ikut serta dalam memberikan santunan yatim di sekitar kampus STBA Pertiwi Jakarta Timur.

Adapun beberapa keutamaan bagi umat muslim yang menyantuni anak yatim, di antaranya:

  1. Berada di Samping Rasulullah di Surga

Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah saw. di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah saw. bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304).

  1. Dapat Melunakkan Kerasnya Hati Manusia

Menyantuni dan mengasihi anak yatim juga dapat melembutkan hati seorang muslim. Kasih sayang yang ia berikan kepada anak yatim akan melunturkan sifat-sifat buruk seperti kikir, dusta, iri, dan dengki. Tidak hanya itu, Allah juga menjamin segala kebutuhan hidup seorang muslim yang mengasihi anak yatim, sebab secara tidak langsung ia telah menjadi figur orang tua anak-anak tersebut. Oleh sebab itu, orang yang mengasihi anak yatim tidak akan kekurangan materi karena melalui dirinya Allah limpahkan pula rezeki untuk orang-orang yang membutuhkan.

  1. Memperoleh Perlindungan dari Allah di Hari Kiamat

Allah mencintai hamba-Nya yang bermurah hati kepada anak yatim. Rasulullah saw. pernah berkata bahwa Allah tidak akan mengazab orang yang mengasihi, berlaku ramah, serta bertutur kata manis kepada anak yatim. Seorang muslim yang menyantuni anak yatim akan memperoleh jaminan perlindungan di hari kiamat kelak. Perbuatan baiknya selama di dunia akan menjauhkannya dari siksa dan api neraka.

  1. Menyucikan Jiwa

Selama hidup di dunia, tidak bisa dmungkiri jiwa manusia sering kali terkotori dengan sifat tercela, misalnya terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga menimbulkan sifat kikir dan enggan berbagi dengan sesama. Allah sangat membenci manusia yang menimbun harta dan membiarkan sesamanya dalam kemelaratan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berbagi dengan anak yatim agar jiwanya bersih dari keserakahan. Menyantuni anak yatim akan membuat orang menjadi rendah hati dan mulia, baik di mata manusia maupun Allah.

  1. Memperbaiki Urusan Akhirat dan Dunia

Seorang muslim yang mengasihi siapa saja yang ada di bumi niscaya akan dikasihi oleh yang di langit. Allah menjanjikan kehidupan yang layak, baik di dunia maupun di akhirat bagi siapa saja yang mengasihi sesamanya selama hidup. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berbagi dengan sesama karena Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang baik terjebak dalam kesusahan.

Itulah beberapa keutamaan seseorang yang menyantuni anak yatim. Menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah salah satu perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt. Barang siapa yang berbuat baik dan menyisihkan hartanya untuk anak yatim, Allah akan memuliakan dirinya selama hidup di dunia, serta memberikan tempat terbaik untuknya di akhirat nanti.

Semoga dari keutamaan diatas dapat memberikan nilai tambah buat keimanan para donatur , Amin

 

 

 

,

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi Dan Keutamaannya

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi

Dan Keutamaannya

 

GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)  itulah tema yang diusung para mahasiswa dalam kegiatan Ramadhan tahun 2019 ini .  dengan GAMIS mahasiswa seakan tidak rela kalua keutmaan Rawamdhan lewat begitu saja, makanya banyak acara digelar untuk mengisi kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Buka Bersama
  2. Santunan Bareng Yatim dan Duafa
  3. Tadarus Qur’an
  4. Berbagi Ta’jil

 

Tak akan merugi bagi siapa saja yang memberikan makan orang berbuka puasa. Dalam Alquran dan hadis Allah telah menjanjikan akan memberi pahala yang berlimpah, terutama jika hal ini dilakukan di bulan Ramadhan, bulan dimana setiap amal baik akan dilipat gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pun sering melakukan hal ini pada masanya. Selain akan mendapatkan pahala dari Allah, memberi makan orang berbuka puasa juga memiliki banyak keutamaan lainnya. Nah, apa saja keutamaan yang dapat kita peroleh dari memberi makan orang berbuka puasa? Berikut ini penjelasannya.

Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

  1. Mendapakan Pahala Berlimpah dari Allah

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192).

Kita tentu telah mengetahui bahwa Allah akan melimpahkan pahala bagi hamba-Nya yang berpuasa, dengana demikian betapa beruntungnya orang-orang yang dengan ikhlas memberikan makan orang berbuka puasa, sebab mereka akan mendapatkan pula pahala dari orang yang mereka berikan makan tersebut.

  1. Doa dari Orang yang Berpuasa akan Dikabulkan Allah

Seseorang yang berpuasa akan dikabulkan doanya.

Sungguh ini adalah salah satu keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Ketika kita memberi makan orang berbuka puasa lalu mereka mendoakan kita dengan doa-doa yang mengandung kebaikan maka doa tersebut sesungguhnya akan dikabulkan oleh Allah dan tidak akan tertolak. Hal ini bagaimana hadis yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396).

Adapun doa bagi orang yang diberi makanan, mereka dapat dapat mengucapkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” (H.R. Muslim no. 2055).

Ini adalah doa yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat diberi minuman untuk berbuka puasa.

  1. Allah Menjanjikan Surga

Allah akan memasukan orang-orang yang memberi makan orang berbuka puasa sekaligus orang yang senantiasa berpuasa ke dalam surga-Nya. Sebagaimana hadis berikut ini,

Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Inilah 3 keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Allah akan memberikan pahala, mengabulkan segala doa yang dipanjatkan dari orang yang diberi makan terhadap orang yang telah memberi makan berbuka puasa, dan juga akan mendapatkan balasan syurga dari Allah. Yuk, kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk menggapai banyak pahala dengan amalan-amalan baik. Jika kita memiliki makanan berlebih, jangan sungkan untuk membagikannya kepada orang yang berbuka puasa, baik itu makanan besar/ makan malam, kue, kurma, ataupun hanya dengan segelas minuman manis. Jika itu semua ikhlas karena Allah Ta’ala, Ia akan membalasnya dengan memberikan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan diatas, bahkan mungkin lebih. Jadikan ini sebagai ladang pahala untuk kita agar selalu mendapatkan cinta dari-Nya.

 

 

 

 

,

BUKA PUASA BERSAMA & MEMBAGIKAN TAKJIL GRATIS

 

Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil Gratis

  “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”

Kampus Pertiwi

Jl. Dewi Sartika Kav. 2&3, Cililitan Jakarta Timur
Tlp. (021) 8090474
Website: http://pertiwi.ac.id, Facebook: Kampus Pertiwi Official

 

 

 

A. LATAR BELAKANG
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat Iman dan Islam kepada kita. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita Nabi Allah Muhammad SAW yang dengan risalahnya telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu ajaran Islam.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Pada bulan inilah pahala akan digandakan dan dosa-dosa akan dihapus. Karenanya pada bulan ini jua, umat muslim disarankan untuk banyak beribadah dan beramal. Ibadah dan amal yang dimaksudkan tidak terbatas definisinya. Bentuk dari ibadah dan amal tersebut pun dapat beragam. Baik kecil maupun besar, sederhana maupun agung, tiap ibadah dan amal akan dicatat sebagai kebaikan yang juga akan mendatangkan pahala dan kebaikan bagi tiap orang yang terlibat.
Bukan hanya itu, bulan Ramadhan juga bulan yang spesial dan unik. Di Indonesia, ada tradisi dan budaya yang tak bisa dilepas dari tiap-tiap hari di bulan Ramadhan. Tiap detik di bulan Ramadhan memiliki sisi spesialnya sendiri. Dan juga selalu ada keunikan tersendiri yang hanya ada di bulan ini, dan tidak ada di bulan-bulan lainnya. Rupa-rupa dari keunikan itu ialah makanan dan aktivitas sebagai contohnya. Buka puasa bersama adalah rupa dari keunikan tersebut yang dilaksanakan hanya dalam bulan Ramadhan.
Berangkat dari keunikan dan kebaikan bulan Ramadhan tersebut, kami, gabungan SENAT STBA, STIE dan Akpar Pertiwi Cililitan, berniat mengadakan kegiatan positif pada bulan Ramadhan mendatang. Kegiatan tersebut adalah buka bersama dengan mahasiswa, dosen dan staff Kampus Pertiwi Cililitan. Selain buka puasa bersama, kami juga mengadakan bagi takjil gratis yang dilaksanakan selama empat hari yang mana takjil gratis tersebut dibagikan untuk warga yang melintas di depan kampus Pertiwi Cililitan dan warga sekitar kampus.
Kami percaya bahwa dengan diadakannya acara ini maka kami dapat turut serta mendulang manfaat dan kebaikan dari bulan Ramadhan yang penuh pahala ini. Di samping itu, kami juga ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya dan keunikan di bulan Ramadhan di Indonesia. Dengan begitu, kami berharap kami dapat menjadi pemuda dan pemudi Indonesia yang membawa perubahan dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
B. NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Adapun nama kegiatan ini ialah “Buka Bersama dan Membagikan Takjil Gratis.” Sedangkan untuk temanya, kami mengusung tema “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”. Tema tersebut kami pilih karena seluruh kegiatan akan dilaksanakan di sore hari, tepatnya menjelang berbuka puasa, dan kegiatan yang difokuskan adalah berbagi. Berbagi yang dimaksudkan adalah membagikan lima puluh takjil gratis selama empat hari kepada pengendara motor dan pengemudi angkot, membagikan santunan kepada kurang lebih 15 orang anak yatim piatu (mahasiswa Pertiwi) dan membagikan ilmu serta kebahagiaan kepada seluruh warga Kampus Pertiwi Cililitan.
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari pelaksanaan buka puasa bersama ini adalah:
1. Membina dan memelihara Ukhuwah Islamiyah.
2. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mahasiswa agar selamat di dunia dan akhirat.
3. Menambah pengetahuan ilmu keagamaan
4. Mempererat tali silaturahmi antar sesama mahasiswa/i Kampus Pertiwi
5. Menjalin tali silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas
6. Menanamkan rasa kepedulian dan kemauan berbagi pada diri mahasiswa Pertiwi
7. Memberikan motivasi kepada mahasiswa agar selalu memegang teguh tali agama dan dapat membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat
D. PENYELENGGARA DAN PELAKSANA

Penyelenggara dari kegiatan ini adalah Gabungan Senat Mahasiswa STBA, STIE, dan AKPAR Pertiwi. Susunan Kepanitiaannya akan kami rincikan sebagaimana terlampir.

E. WAKTU DAN TEMPAT
Acara ini InsyaAllah akan diselenggarakan pada:
Buka Bersama
Hari : Kamis
Tanggal : 16 Mei 2019
Pukul : 16.30 s/d Selesai
Tempat : Auditorium Pertiwi Cililitan

Pembagian Takjil Gratis
Hari : Senin sampai Kamis
Tanggal : 13 – 16 Mei 2019
Pukul : 17.00 s/d AdzanMaghrib
Tempat : Jalan Dewi Sartika (Depan Gedung STBA Pertiwi Cililtan)

F. SASARAN KEGIATAN
Adapun peserta dari acara ini ialah seluruh mahasiswa, dosen, serta staf, STBA, STIE, dan AKPAR Pertiwi Cililitan.

G. PROGRAM UTAMA
1. Ceramah
Pada acara Buka Bersama ini, ceramah akan diisi oleh bapak Rosandi Ardi Noegraha, S.E., M.Si., M.M.Par. Beliau lahir di Bekasi pada tanggal 04 April 1975. Beliau memiliki pengalaman berorganisasi yakni sebagai Ketua Lembaga Dakwah Kampus Unkris Jakarta, Wakil Ketua Senat FE Unkris dan Direktur dakwah Al- Mimbar Bekasi. Aktivitas saat ini adalah beliau mengajar sebagai dosen di Akpar Pertiwi Jakarta.
2. Hiburan: students performance
Salah satu hiburan yang ada di acara Buka Puasa Bersama ini adalah penampilan dari para mahasiswa STBA, STIE dan Akpar Pertiwi sebagai bentuk partisipasi mereka dalam acara buka puasa bersama kali ini.

H. SUSUNAN ACARA
Adapun susunan acara pada kegiatan Buka Puasa Bersama ini adalah:
NO WAKTU KEGIATAN KETERANGAN
1 16.30 – 16.35 Pembukaan MC Aliviano Valendi, Sarah Falistin
2 16.35 – 16.45 Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Genta Qalbi Nabila & Aisyah Nada Kamali
3 16.45 – 16.50 Sambutan Dosen Wulansari S.Pd.,M.Hum
4 16.50 – 16.55 Sambutan Ketua Nelisyanto
5 16.55 – 17.25 Students Performance Mahasiswa/i Kampus Pertiwi
6 17.25 – 18.00 Ceramah&Doa penutup Rosandi Ardinugraha, S.E.,M.Si.,M.M.Par
7 18.00 – 18.30 Buka Bersama Mahasiswa/i, Staff/Karyawan, Dosen Kampus Pertiwi

I. ESTIMASI DAN SUMBER DANA
Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan Buka Bersama dan Pembagian Takjil Gratis ini adalah dengan perincian sebagaimana terlampir. Sedangkan dana yang akan kita gunakan bersumber dari:

• Iuran Mahasiswa = Rp25.000,- @orang
• Donasi dari berbagai pihak

J. PENUTUP
Demikian Proposal Kegiatan Buka Bersama dan Pembagian Takjil Gratis ini kami buat. Harapan kami agar kegiatan ini mampu menjadi motivasi, inspirasi, dan sarana mahasiswa Kampus Pertiwi Cililitan dalam berorganisasi. Dan supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, tentunya kami membutuhkan bantuan dan dukungan Bapak/Ibu berupa baik moril maupun materiil. Maka dari itu, datangnya proposal ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan ini dan merincikan bantuan apa saja yang kami butuhkan.
K. LAMPIRAN

Lampiran 1
STRUKTUR KEPANITIAAN DAN PENGISI ACARA
Adapun susunan panitia dalam kegiatan ini adalah:
1. Pembina                    : Sri Marleni, S.S.,M.Hum (STBA)
Mutdi Ismuni, SE.,M.M (STIE)
Eddy Zarkasih, S.Sos.,M.M (AKPAR)
2. Penanggung Jawab : Lutfiah Nurgina (STBA)
Amirullah (STIE)
Rama Zuhaer Rasyidi (AKPAR)
3. Ketua Panitia           : Nelisyanto (AKPAR)
4. Sekretaris                 : Oktaviani (STBA)
5. Bendahara               : Fathia Aznia (STBA)
Hatiara Pricahyani (AKPAR)
Disti (STIE)
6. Humas                     : Nadya Serlyna Amelia (STBA)
Boy Stenly (AKPAR)
Rahmat Baetudin (STIE)
7. Seksi acara              : Siti Sarah Falistin (STBA)
Aliviano Valendi (AKPAR)
Difiya (STIE)
8. Seksi konsumsi     : Nurul Huda (STBA)
Syifa Ashila (STBA)
Genta Qalbi Nabila (STBA)
Mei Nisa Paugi (STBA)
Andita (AKPAR)
9. Seksi Dokumentasi : Nur Anissa (STBA)
Dyah Anita Purnamasari (STBA)
Nur Indah Ainina (STBA)
10. Perlengkapan        : Muhammad Rizkian Ceisar (STBA)
Gary Arafian (STBA)
11. Keamanan             : Vikry Kristanto (STBA)
Azis Arif Nugraha (STBA)
12. Kebersihan           : Mahasiswa/i STBA/AKPAR/STIE
LEMBAR PENGESAHAN
Jakarta, 1 Mei 2019

Pemohon

Nelisyanto Ketua Pelaksana

Penanggungjawab:
Ketua Senat STBA Ketua Senat STIE Ketua Senat Akpar
Lutfiah Nurgina Amirullah Rama Zuhaer Rasyidi
Mengetahui,
Staff Kemahasiswaan,
STBA Pertiwi STIE Pertiwi AKPAR Pertiwi

Sri Marleni, S.S., M.Hum Mutdi Ismuni, SE.,M.M Eddy Zarkasih, S.Sos.,M.M

,

UJI COMPETENCY 2019

STBA Pertiwi Sukses Gelar Uji Kompetensi Bhs Inggris 2019

Uji kompetensi adalah proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji uji kompetensi untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik, baik itu dilingkungan Mahasiswa, tempat kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya, serta warga masyarakat yang belajar mandiri pada suatu jenis dan tingkat pendidikan tertentu. Peserta kompetensi diberikan sertifikat dimana  proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi. Ini mengacu pada standar kompetensi kerja baik bersifat nasional maupun internasional.

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi sebagai salah satu  tempat uji kompetensi yang baik untuk menyelenggarakan uji kompetensi dan pada Minggu, 27 January 2019 telah di lakukan Tes kompetensi dengan 150 peserta baik dari internal maupun ekternal kampus, Tes yang merupakan kerjasama dengan LSK-BIG (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris) ini menawarkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang tersertifikasi oleh DIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional).

Kegiatan uji kompetensi bahasa inggris ini yang mengikuti level survival english sebanyak 100 orang yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa STBA Pertiwi dan masyarakat umum, di sekitar wilayah Jakarrta. Sedangkan yang mengikuti level dua atau english for communication diikuti 50 orang.

“Sebenarnya siapa saja boleh mengikuti uji kompetensi termasuk masyarakat umum. Tujuanya agar bisa memperoleh sertifikat Bahasa Inggris dari Kemendikbud sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencari kerja dan yang sudah kerja sebagian acuan karena sudah kompeten,” ujarnya Wakil Ketua 1 Bidang Pendidikan .

Di tempat terpisah Ketua STBA PERTIWI mengatakan, uji kompetensi ini bisa diikuti semua kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga dosen.  LSK tengah gencar melakukan sertifikasi Bahasa Inggris.  “Untuk materi yang diujikan yakni reading, writing, listening, dan speaking.,jelasnya.

 

 

 

,

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

 

Outbound Leadership merupakan kegiatan pelatihan yang menitik beratkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas kepemimpinan. Setiap orang memiliki jiwa memimpin, namun tidak banyak yang menyadari bahwa potensi leadership ini dapat ditingkatkan dan dikuatkan melalui pelatihan dan pendidikan.

Penguatan teknik leadership akan membantu anda dalam mengatasi masalah-masalah dan memberikan solusi yang cepat, tepat, dan akurat dalam perusahaan. Dalam pelatihan ini akan diberikan tantangan dan penugasan yang mengharuskan anda berfikir kreatif dan solutif. Tidak hanya itu, anda juga harus cepat dan tegas dalam mengambil tindakan karena kompetitor juga akan melakukan hal yang sama. Mengatur strategi, mengorganisasi anggota, dan melakukan eksekusi adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan sesuai dengan teknik manajemen Planning, Do, Check, Action.

Tujuan Outbound Leadership Development :

Meningkatkan kemampuan dalam melihat masalah, mencari solusi, dan mengatasi masalah (problem solving).

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan (decision making) secara tepat, tegas, dan akurat.

Meningkatkan motivasi kerja dan semangat membangun kualitastim kerja dengan wawasan dan pandangan yang lebih luas dan menyeluruh.

Mengembangkan kualitas memimpin yang berenergi, dicintai, dan berkarakter sehingga dapat memberikan pengaruh yang kuat di dalam organisasi.

Meningkatkan kualitas pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan edukasi terhadap seluruh bagian dalam organisasi

Mengembangkan kualitas pemimpin yang mampu berinovasi dan mengembangkan bisnis dalam upaya peningkatan pendapatan dan pencapaian visi-misi perusahaan.

Konsep Kegiatan Outbound Training Leadership :

  • Outdoor Program
  • Indoor motivasi
  • Individual Challenge
  • Team Dynamic Challenge
  • Discusion & Coaching
  • Metafora & Debrifing
  • Psycological report

 

,

SEMINAR BLT The 10th STBA Pertiwi

Seminar  Series 10th   The Basic Leadership Training

Bersiaplah dengan Revolusi Industri 4.0! Seruan ini marak kita temukan di berbagai lingkaran profesional saat ini. Memang, tiap beberapa dekade, temuan teknologi termutakhir telah mengubah berbagai hal termasuk cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya.

Bagaimana dengan revolusi industri keempat? Kata kuncinya ada pada robotisasi dan digitalisasi. Sebuah pembaharuan dari otomatisasi yang meliputi berbagai proses dan produk. Contoh kecanggihannya? Mulai dari mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intelligence, internet untuk segala hal, big data analytics, virtual reality, cloud computing dan lainnya.

Untuk mengarungi segala bentuk perubahan yang berlangsung cepat dan sinergi, tentunya kapal organisasi perlu dinakhkodai oleh pemimpin yang cakap sesuai era saat ini. bukan lagi pemimpin model lama yang hanya menggerakan tim berdasarkan pengalaman (senioritas karyawan), unjuk kinerja, ataupun kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini.

Maka organisasi pun butuh transformasi kepemimpinan. Inilah waktunya untuk Leader 4.0! Seperti apa Leader 4.0? tentunya Leader yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsistensi untuk menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya. Selain itu, Leader juga mampu bersinergi dan memberikan kebermanfaatan terbesar tidak hanya bagi organisasinya, namun juga seluruh mitra, pelanggan, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Leader perlu “MELATIH DIRINYA” beradaptasi terus-menerus dengan cepat terhadap hal baru. Itulah mengapa mindsets menjadi lebih bernilai daripada skillsets yang bisa jadi kadaluarsa segera setelah kita baru menguasainya.

Prinsip kedua adalah ‘FOCUS ON WHAT WORKS’. Jangan sampai Leader tidak mampu membedakan mana yang esensial dan mana yang tidak. Misalnya, ketika mengelola proses inovasi dalam pekerjaan dan pembelajaran tim, Leader yang tidak fokus akan sibuk coba berbagai teknik dan metode asalkan berjudul inovasi.

Prinsip terakhir adalah ‘PRIORITIZE DIFFERENTLY’. Kita perlu memahami bahwa dunia yang kompleks di era digital ini membutuhkan atensi yang lebih kuat pada pengelolaan relasi kerja. Bila kita tetap ngotot hanya memprioritaskan pengelolaan proses kerja, melakukan kebiasaan lama karena itu yang sudah jadi keahlian kita, maka kemunduran menjadi jaminan hasilnya.

Maka itu, dalam seminar bertemakan : “ Provoking YourAttitude with Innovation and Creativity inIndustry 4.0 Era” yang disampaikan Suharsono dan Didi Mulyadi penting sekali bagi Leader 4.0 untuk terus merefleksikan pikiran dan emosinya secara objektif tanpa terjebak dengan pola lama. Semakin kita mampu melakukannya, semakin Leader mampu mempengaruhi timnya untuk kuat menghadapi perubahan tanpa kehabisan energi untuk mengeksekusinya.

 

 

,

NATAL BERSAMA STBA 2018

 

Kehidupan anak – anak muda adalah kehidupan yang berharga dan berarti, namun akhir – akhir  ini banyak anak muda yang kurang mengerti apa arti hidup mereka dan untuk apa Tuhan menciptakan setiap kita.

Dalam NATAL BERSAMA STBA Pertiwi  ini  kerinduan kami untuk menyampaikan anugrah dan Kasih Tuhan dengan tema “Divine Purpose” sub tema “Luminous Live is Here”

Pesan Natal yang disampaikan : “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu,dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.(Mazmur 2:8)

Tujuan ilahi adalah suatu tujuan yang dasarnya adalah Firman Tuhan. Salah satu tragedi yang paling berbahaya di dunia ini adalah kehidupan yang tanpa tujuan. Bangsa-bangsa adalah kepunyaan Tuhan, jika kita minta berdasarkan kebenaran Firman Tuhan maka Tuhan akan memberikan sebagai anugerahNya. Tuhan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan untuk kita kelola. Sebagai orang yang dipercaya untuk mengelola kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Salah satu hal sebagai persiapan kita adalah tidak ada lagi rasisme. Juga tidak lagi ada iri hati dengan orang yang memiliki harta dan kekayaaan karena kekayaan kita yang sesungguhnya adalah warisan bangsa-bangsa itu.

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27)

Pengharapan yang sesungguhnya ada di dalam Kristus. Saat pengharapan kita hancur maka masa depan kita juga hancur, karena itu iblis akan menyerang pengharapan kita. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka Kristus ada dalam kita dan kita di dalam Dia. Kristus Sang pemberi bangsa-bangsa sudah ada dalam hidup kita karena itu Allah akan mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Allah sudah menentukan kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya kita membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 13:47). Dimanapun kita ditempatkan di antara bangsa-bangsa, hidup kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Bangsa-bangsa yang Tuhan berikan sesuai dengan kapasitas kita, karena itu supaya tidak ragu dan berkompromi dengan apa yang telah Tuhan berikan maka kita harus memiliki kehidupan yang terus kita latih bersama Tuhan untuk:

1.    MEMILIKI TEKAD / PASSION

Pencapaian terbesar dalam hidup kita bukan diperoleh dari posisi, tetapi dari tekad yang kuat. Orang yang memiliki tekad akan tetap bersemangat dan bergairah sekalipun menghadapi rintangan seberat apapun. Orang yang memiliki tekad tidak akan mudah iri hati dan patah semangat. Orang yang memiliki tekad akan terpanggil untuk berani menggenapi visi Tuhan. Tekad (passion) yang dari Tuhan akan bergelora terus dan tidak akan padam, kecuali kita yang memadamkannya. Rasul Paulus sekalipun menghadapi begitu banyak tantangan dan rintangan dalam hidupnya, namun tekadnya tidak pernah padam karena ia telah menerima Kristus dalam hidupnya. Banyak orang yang taat karena upah, jabatan atau perintah, tetapi orang yang punya tekad akan tetap setia apapun keadaannya.

2.    HIDUP YANG SELALU BERNILAI

Tuhan membangkitkan bangsa yang kuat dari waktu ke waktu dari orang yang hidupnya bernilai. Hidup bernilai adalah dasar dari kepercayaan (Trustworthy). Hidup yang bernilai adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk hidup berbuah dalam segala hal.

Orang yang bernilai selalu berusaha mewujudkan gambar Tuhan dan bergaya hidup seperti gaya hidup Yesus di dalam seluruh aspek kehidupannya.  Ia tahu keterbatasannya dan konsisten dengan nilai-nilai kebijakan dan kode etik yang ada walaupun dalam keadaan yang sulit untuk dilakukan.

3. KEMAMPUAN KREATIF DAN OTORITAS ILAHI DARI TUHAN

Kreatif memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan yaitu produktivitas dan inovatif. Dengan kemampuan kreatif dan otoritas dari Tuhan, kita akan mampu membuat rencana dan strategi untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Seperti halnya Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dari sesuatu yang tidak ada, kitapun mampu menciptakan masa depan yang indah bagi bangsa ini. Otoritas ilahi akan dilepaskan pada kita saat kita mau diutus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan. Kemampuan kreatif kita dapatkan melalui perjumpaan dengan Tuhan.

4. MENIKMATI BERSAMA TUHAN SELALU TERPUASKAN

Jangan merasa tidak puas dengan apa yang tidak kita miliki, tetapi puaslah dengan apa yang kita miliki. Kita punya hak untuk komplain dengan Tuhan atas apa yang kita tidak miliki atau bersyukur dengan apa yang kita miliki. Orang yang menikmati bersama Tuhan    selalu terpuaskan, apapun yang dimiliki ia tetap sadar bahwa Tuhan itu baik. Ketika kita menikmati bersama Tuhan, bukan berapa lama kita hidup tetapi seberapa banyak kita dipuaskan. Kita adalah jawaban atas generasi, bangsa dan keluarga. Apapun permasalahan yang kita hadapi, Tuhan akan menolong dan memampukannya.

 

5. SELALU MEMBURU KEBENARAN

Impian tertinggi Tuhan bukanlah membuat kita kaya, berhasil, terkenal atau populer, tetapi membuat kita benar bersama Dia. Segala hal bisa berubah, tetapi kebenaran tetap selamanya. Kebenaran adalah suatu hal yang tidak dapat digantikan oleh apapun dan kebenaran itu adalah Pribadi Yesus sendiri. Ketika hendak memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan tidak sedang memburu dosa. Jika Tuhan tidak memburu kebenaran maka Abraham tidak akan bisa bernegosiasi dengan Tuhan mengenai adanya kebenaran di kota itu sekiranya didapati orang benar disana maka Tuhan tidak akan memusnahkannya (Kejadian 18:26). Kebenaran Tuhan ada dalam hidup kita, jangan memburu dosa dan kesalahan orang lain, tetapi selalu memburu kebenaran dengan saling menguatkan orang lain dan selalu memperkatakan yang positif.

Mari kita latih hal-hal tersebut sehingga dimanapun kita ditempatkan, hidup kita mampu menjadi jawaban dan berkat untuk menggenapi Tujuan ilahi Tuhan di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan serta kebenaran Tuhan semakin dinyatakan. Amin.

 

,

Asesmen Lapangan Re-Akreditasi Diploma 3 STBA Pertiwi

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi telah melakukan re-akreditasi untuk jenjang Diploma Tiga Bahasa Inggris pada Kamis hingga Jumat, tanggal 25-26 Oktober 2018. BAN-PT selaku badan akreditasi nasional yang mengirimkan dua asesornya yaitu Profesor Dr. Gusti Astika, M.A dan Profesor Mohammad Adnan Latief, M.A., P.Hd yang berasal dari Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Negeri Malang telah melakukan Asesmen Lapangan pada hari dan tanggal tersebut.

Agenda pertama yaitu dimulai pada hari Kamis, 25 Oktober 2018 pada sore hari. Kunjungan dilakukan oleh Profesor Adnan selaku asesmen Program Studi yang memberikan arahan serta revisi atas Borang yang telah dibuat oleh institusi STBA Pertiwi. Prof Adnan juga melihat-lihat situasi dan kondisi dari Gedung STBA Pertiwi itu sendiri yang sedang dalam tahap renovasi. Seluruh tim dan staf STBA Pertiwi menyambut Prof Adnan dan berkenalan dengan asesor yang dahulunya pernah menjadi asesor dari akreditasi institusi STBA Pertiwi pada tahun 2010 ini.

Hari kedua asesmen lapangan re-akreditasi STBA Pertiwi, Prof Adnan dan Prof Gusti datang pada pukul 8 pagi dan menandakan dimulainya agenda re-akreditasi dari program studi Diploma Tiga STBA Pertiwi. Agenda dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Ketua STBA Pertiwi Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M, Bapak Dr. Suharsono, M.M, Profesor Adnan dan Profesor Gusti.

Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M memberikan sambutannya kepada kedua asesor dan memberikan semangat dan terima kasih kepada tim STBA Pertiwi yang telah mempersiapkan agenda re-akreditasi ini sejak bulan Juni 2018. Bapak Dr. Suharsono, M.M juga berterima kasih kepada kedua asesor dari re-akreditasi ini dan juga berharap bahwa nilai dari re-akreditasi Diploma Tiga bisa naik menjadi lebih baik. Bapak Prof Adnan dan Bapak Prof Gusti memberikan nasihat dan ucapan terima kasih, serta memberikan pesan bahwa re-akreditasi ini bukan sesuatu yang dibuat dengan maksud menakuti, santai saja dalam menjalankan prosesnya.

Agenda di hari kedua ini terasa sedikit menegangkan namun tetap dalam suasana santai namun serius. Semua tim yang terlibat fokus kepada bagian dan posisinya masing-masing. Karena telah mempersiapkan re-akreditasi sejak beberapa bulan lalu, dan beberapa minggu sebelum kunjungan asesmen lapangan, para staf dan tim STBA Pertiwi juga selalu berdoa agar diberikan kelancaran dan hasil yang memuaskan, agar supaya mendapatkan hasil nilai yang baik.

Asesmen lapangan menghabiskan waktu 8 jam pada hari Jumat, 26 Oktober 2018. Pada sore hari ketika para asesor telah menyelesaikan tugasnya dan mengecek data-data yang diberikan oleh STBA Pertiwi, asesor memberikan bukti dan berita acara bahwa telah melakukan asesmen lapangan pada Institusi STBA Pertiwi. Mereka pun berpamitan kepada seluruh tim dan staff STBA Pertiwi dan berterima kasih atas sambutan dan kerjasama yang dilakukan di asesmen lapangan pada hari itu. Hari tersebut merupakan hari special juga untuk Bapak Arif Nugroho, B. Eng, M. Sc yang berulang tahun.

Semoga asesmen lapangan ini membuahkan hasil yang baik bagi Program Studi Diploma 3 STBA Pertiwi yang dapat memajukan Institusi STBA Pertiwi dan memberikan layanan pendidikan bagi berbagai kalangan, terutama dalam jenjang Pendidikan Tinggi. Aamiin.