, ,

Employee Gathering Bersama Kita Bisa

 

 

Employee Gathering adalah sebuah kegiatan pertemuan keluarga besar karyawan perusahaan dalam rangka mempererat hubungan karyawan dan

menumbuhkan kebersamaan. Selain refreshing program ini sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan sesama staff/karyawan tanpa melihat jenjang dan kepangkatan. Selesai melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan :

  • Menumbuhkan kebersamaan dan keakraban dalam tim
  • Meningkatkat kualitas hubungan interpersonal dengan lebih mengenal dan memahami satu dengan yang lain.
  • Memberikan alternatif kegiatan yang menghibur untuk menghilangkan stres dan penat karena beban kerja.
  • Merefresh kembali semangat, pikiran, dan emosi agar lebih rileks dan senang.
  • Meningkatkan kekompakkan dan kesolidan dalam tim kerja.

STBA Pertiwi menggelar Employee Gathering dengan mengangkat tema “Bersama Kita Bisa” yang diselenggarakan di Villa Pertiwi Resort Puncak Bogor selama dua hari.

Ketua STBA Pertiwi Didi Mulyadi,SS.,MM mengatakan, acara Employee Gathering ini dimaksudkan untuk membangun suasana keakraban dan harmonis antara sesama karyawan, Civitas Akademika dan Pengurus Yayasan Pendidikan Pertiwi Global. Dan kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang dilakukan STBA Pertiwi.

Dalam employee gathering 2019 ini, berbagai permainan yang mengedepankan kerja sama tim dan pembentukkan team work yang handal digelar. Seluruh karyawan dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka pun berkompetisi untuk menjadi pemenang di setiap permainan yang digelar. Kelompok yang paling banyak meraih kemenangan akan menjadi juara umum pada employee gathering 2019 ini.

Para peserta Employee Gathering STBA Pertiwi  ini tampak antusias mengikuti permainan yang menguji kerjasama tim ini. Selain diadakan permainan, pada Employee Gathering kali ini juga, Memberikan panggung untuk Ibu Tuti Indrayani, SE., MBA sebagai  motivator nasional   untuk memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dengan tema yang dibawakan “ Bersama Kita Bisa”.

“Employee Gathering ini kami harapkan dapat mempererat tali silaturami antar karyawan, memberikan refreshing, menumbuhkan semangat kebersamaan dan pentingnya kerjasama team untuk mencapai tujuan. Selain itu, hal ini dilakukan agar menambah semangat semua karyawan untuk meningkatkan kinerjanya untuk STBA Pertiwi,” ujar Sri Marleni,SS.,M.Hum.

Selain itu, Abdilah.SE..MM yang juga sebagai wakil 2 bidang Keuangan dan Umum juga menyampaikan harapannya kepada segenap karyawan  dengan employee gathering ini dirinya sangat berharap akan terbentuk mental juara dan meningkatkan pemahaman atas value perusahaan,

Salam Sukses

,

STBA Pertiwi Berqurban

Kita harus bersyukur atas banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, wujud syukur inilah STBA pertiwi diimplementasikan dengan berqurban, Alhamdulillah   pada Idul Adha 2019/1440 H ini STBA Pertiwi mengumpulkan dengan 3 ekor sapi  dan  1 ekor kambing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyembelihan digelar  di halaman belakang gedung STBA Pertiwi Bekasi Jl.Ir Juanda 133 dan dibagikan 350 plastik daging kurban tersebut ke masyarakat di sekitar kampus , menurut Didi Mulyadi selaku Ketua Kepanitiaan, berkurban bukan semata hanya menyembelih hewan. Menurutnya, makna berkurban sejatinya yakni untuk menghilangkan sifat hewan yang ada dalam diri manusia. Selain itu, berkurban merupakan perintah Allah melalui utusannya yang wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu, ujarnya.

Ada banyak hikmah dalam ibadah kurban.diantaranya adalah Pertama, setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulu-bulunya?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kedua, sebagai ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berkurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya.

,

Tes Masuk Mahasiswa STBA Pertiwi Jalur BIDIK MISI 2019

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi hari ini 09 Agust 2019  melaksanakan tes masuk Mahasiswa baru tahun Ajaran 2019-2020 melalui jalur bidik misi, Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Bidikmisi bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi; meningkatkan prestasi mahasiswa; menjamin keberlangsungan studi mahasiswa dengan tepat waktu; dan melahirkan lulusan yang mandiri, produktif serta memiliki kepedulian sosial sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Penerima Bidikmisi adalah siswa SMA/MA atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 1 (satu) tahun sebelumnya; memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah dan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi. Keterbatasan ekonomi dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali sebesar Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah) atau pendapatan kotor gabungan orang tua/ wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Tahun 2019 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi resmi menambah 44% kursi kuota penerima program Bidikmisi 2019. Jumlah tersebut naik sekitar 57.200 kursi menjadi 130.000 penerima dibandingkan dengan tahun lalu.

“Harapan kami program Bidikmisi tahun ini dapat berjalan lebih baik. Terus memberi harapan bagi generasi emas Indonesia dari seluruh pelosok negeri untuk menggapai pendidikan tinggi dan memutus rantai kemiskinan,” kata Didi Mulyadi disela-sela kesibukannya dalam menguji Mahasiswa Bidik misi”.

Book Report 2019

Book report is one of the annual Co-curricular Programs in STBA Pertiwi.

The objectives of Book Report Program are that the students will be able to:

  • Summarize the analyzed books which have been comprehended well,
  • Empower their own skills in reading comprehension, composition, and conversation through book report activities,
  • Present the book report orally in a well-integrated way in front of the examiners,
  • Build and develop their confidence through individual presentation.

It applies for students of semester IV, V, and for every student who:

  • takes Reading for TOEIC/Reading 5
  • takes Persuasive and Argumentative Writing/Composition 5
  • takes Presentation/ Conversation 5 and
  • has not joined Book Report Program

The analysis will be taken from random chosen/selected short-stories. It is also regarded as the final integrated assignment for subjects like: Reading, Writing/Composition & Conversation 4 & 5.

English Night Performance 2019

English Night Performance, an annual  Co-curricular Program in STBA Pertiwi,  facilitate students in expressing their talents and skills in drama performance, singing, poem reading, speech, presentation and debate, or other art performances which show their English skills before other students, alumni,  and lecturers. In addition,   this event allows the students to be accustomed to using English, so that they have great confidence in expressing their talents and skills related to English language before other people. English Night Performance also serves as a final project of the 6th semester students in their Public Speaking class that requires them to be able to organize and manage the event totally to pass their subject.

STBA Pertiwi Cetak Calon Pemimpin dengan LDKM

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa ( LDKM) merupakan pembinaan intelektual, mental dan spiritual untuk para mahasiswa,  karena pembinaan tersebut akan menjadi kekuatan utama di balik suksesnya organisasi, dan bahwa untuk menciptakan organisasi yang bagus diperlukan kepemimpinan yang bisa menerjemahkan  visi misi organisasi serta memobilisasikan organisasi kearah visi  tersebut jadi LDKM masih merupakan sarana yang efektif untuk membentuk mahasiswa-mahasiswa yang berkarakter.

Mengingat pentingnya LDKM sebagai kegiatan untuk membina intelektual,mental dan spiritual, maka LDKM harus terprogram secara optimal.

Pada dasarnya proses pembinaan terhadap mahasiswa berlangsung selama mahasiswa menjalani perkuliahan, terutama dalam pembinaan intelektualitas.

Begitu pula dalam mengubah mental mahasiswa dari mental negatif menjadi mental yang sehat tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, karena nilai, norma, moral dan adat istiadat yang menginternalisasi (mendarah daging) dalam dirinya sudah berlangsung lama.

Namun demikian LDKM dapat dijadikan media untuk membentuk mental yang sehat bagi mahasiswa, dan eksistensi mahasiswa akan selalu menjadi kemanfaatan bagi lingkungannya karena mahasiswa menjadi sosok yang ideal di tengah masyarakat.

 Ikuti LDKM STBA Pertiwi Sabtu, 27 Juli 2019 dengan tema

“ Creating, and Building Leadership Character In You”

,

Civitas Akademik Halal Bihalal dengan Mahasiswa STBA Pertiwi 2019

Suasana penuh kehangatan dan keakraban para mahasiswa dan Civitas Akademik STBA Pertiwi berbaur dalam rangka Halal Bihalal dalam lingkungan Kampus,  Halal bihalal adalah  tradisi beragama bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Setiap hari raya idul fitri semua orang, keluarga, instansi, organisasi tidak ada yang tidak melaksanakan halal bihalal.

Seperti halnya tradisi lainnya, halal bihalal  memiliki beberapa makna dalam kehidupan masyarakat. Lynton Keith Caldwell ( 1970), dalam ” Environment : A Challenge for Modern Society “ menegaskan bahwa setiap budaya atau tradisi pasti memiliki pelajaran atau makna untuk merubah cara fikir dan mental manusia.

Suatu tradisi akan mampu merubah perilaku suatu bangsa jika tradisi tersebut benar – benar dipahami dan dijadikan spirit kehidupan.

Hakekat halal bihalal adalah mengajarkan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia untuk konsisten dan selalu komitmen kepada amalan atau perbuatan yang positif (bermanfaat) baik untuk dirinya, keluarga dan masyarakat.

Perbuatan atau perilaku positif itu akan selalu tumbuh jika apa yang diperbuat selalu berdasar pada aturan atau regulasi yang berlaku. Kesediaan manusia untuk tunduk dan patuh kepada aturan  jika tidak memiliki kesombongan atau tidak merasa paling benar sendiri.

Tiga pesan yang ada di dalam tradisi agama halal bihalal jangan hanya menjadi ritual tradisi keagamaan (simbol) semata mata. Halal bihalal  benar – benar mampu dijadikan inspirasi untuk merubah atau  memperbaiki sikap kepribadian dan perilaku bangsa Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya.

 

,

Kajian Ramadhan “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Kajian Ramadhan  “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Dalam Tausiahnya Ust. Vakhrudin Jayadi memberikan penjelasan tentang bagaimana orang-orang yang beriman dapat memperoleh tingkatan takwa, Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Semestinya di bulan Al Qur’an ini umat Islam mengencangkan ikat pinggang dan menancap gas untuk lebih bersemangat membaca serta merenungkan isi Al Qur’an Al Karim. Ya, perenungan isi Al Qur’an hendaknya mendapat porsi yang besar dari aktifitas umat muslim di bulan suci ini. Mengingat hanya dengan inilah umat Islam dapat mengembalikan peran Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan panduan menuju jalan yang benar

”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Maknanya adalah; wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana kewajiban puasa juga telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab , agar kalian bertaqwa, karena puasa merupakan sarana menuju ketaqwaan.

Pertama, Kalimat   merupakan seruan  yakni seruan kepada orang-orang yang beriman, mencakup umum laki-laki dan perempuan yang beriman, untuk apa? Dalam ayat ini untuk menegakkan ibadah shaum yang merupakan amal shalih, mengisyaratkan konsekuensi keimanan adalah beramal shalih. Iman dan amal shalih tak bisa dipisahkan, keduanya bagaikan dua sisi uang koin yang menyatu.

Kedua, Kata kutiba  berbentuk kata kerja pasif yang mengandung konotasi furidha  yakni difardhukan. Maka jelas bahwa shaum ramadhan hukumnya fardhu, lebih dari sekedar wajib. Istilah fardhu itu sendiri dalam istilah ushul, adalah kewajiban yang didasari dalil-dalil qath’iyyah yakni dalil yang pasti, mencakup tsubut (penetapan sumbernya) dan dilalah (penunjukkan maknanya), dan dihukumi kufur siapa saja yang mengingkarinya.

Ketiga, Kata al-shiyam adalah mashdar dari kata kerja  asal katanya secara bahasa bermakna menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya ini. Sedangkan secara syar’i

“Menahan diri dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dari segala hal yang membatalkan, dalam kondisi menyadari sedang shaum disertai dengan niat.”

Keempat, Kalimat   menunjukkan hikmah dari ibadah shaum yakni untuk mewujudkan ketakwaan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah taqwa itu?

Secara bahasa arab, taqwa berasal dari fi’il ittaqa-yattaqi, yang artinya berhati-hati, waspada, takut. Bertaqwa dari maksiat maksudnya waspada dan takut terjerumus dalam maksiat. Namun secara istilah, definisi taqwa yang terindah adalah yang diungkapkan oleh Thalq Bin Habib Al’Anazi:

Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”.

Setelah mengetahui makna taqwa, simaklah penjelasan indah berikut ini dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya, tentang keterkaitan antara puasa dengan ketaqwaan: “Puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketaqwaan. Karena orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Selain itu, keterkaitan yang lebih luas lagi antara puasa dan ketaqwaan:

  1. Orang yang berpuasa menjauhkan diri dari yang diharamkan oleh Allah berupa makan, minum jima’ dan semisalnya. Padahal jiwa manusia memiliki kecenderungan kepada semua itu. Ia meninggalkan semua itu demi mendekatkan diri kepada Allah, dan mengharap pahala dari-Nya. Ini semua merupakan bentuk taqwa’
  2. Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsunya, padahal sebetulnya ia mampu untuk makan, minum atau berjima tanpa diketahui orang, namun ia meninggalkannya karena sadar bahwa Allah mengawasinya
  3. Puasa itu mempersempit gerak setan dalam aliran darah manusia, sehingga pengaruh setan melemah. Akibatnya maksiat dapat dikurangi
  4. Puasa itu secara umum dapat memperbanyak ketaatan kepada Allah, dan ini merupakan tabiat orang yang bertaqwa
  5. Dengan puasa, orang kaya merasakan perihnya rasa lapar. Sehingga ia akan lebih peduli kepada orang-orang faqir yang kekurangan. Dan ini juga merupakan tabiat orang yang bertaqwa.

Semoga puasa tahun ini kita jadikan sebagai ukuran kadar keimanan  kepada sang Kholiq, dan kian bertambah sempurna capaian raihan ibadah-ibadah yang diagungkan pada Ramadhan ini. amin

,

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM DAN SANTUNAN

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM

DAN SANTUNAN

 

Alhamdulillah STBA – Pertiwi dengan “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”.  berbagi  dengan menyisihkan sebagian harta, para mahasiswa, dosen, karyawan ikut serta dalam memberikan santunan yatim di sekitar kampus STBA Pertiwi Jakarta Timur.

Adapun beberapa keutamaan bagi umat muslim yang menyantuni anak yatim, di antaranya:

  1. Berada di Samping Rasulullah di Surga

Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah saw. di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah saw. bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304).

  1. Dapat Melunakkan Kerasnya Hati Manusia

Menyantuni dan mengasihi anak yatim juga dapat melembutkan hati seorang muslim. Kasih sayang yang ia berikan kepada anak yatim akan melunturkan sifat-sifat buruk seperti kikir, dusta, iri, dan dengki. Tidak hanya itu, Allah juga menjamin segala kebutuhan hidup seorang muslim yang mengasihi anak yatim, sebab secara tidak langsung ia telah menjadi figur orang tua anak-anak tersebut. Oleh sebab itu, orang yang mengasihi anak yatim tidak akan kekurangan materi karena melalui dirinya Allah limpahkan pula rezeki untuk orang-orang yang membutuhkan.

  1. Memperoleh Perlindungan dari Allah di Hari Kiamat

Allah mencintai hamba-Nya yang bermurah hati kepada anak yatim. Rasulullah saw. pernah berkata bahwa Allah tidak akan mengazab orang yang mengasihi, berlaku ramah, serta bertutur kata manis kepada anak yatim. Seorang muslim yang menyantuni anak yatim akan memperoleh jaminan perlindungan di hari kiamat kelak. Perbuatan baiknya selama di dunia akan menjauhkannya dari siksa dan api neraka.

  1. Menyucikan Jiwa

Selama hidup di dunia, tidak bisa dmungkiri jiwa manusia sering kali terkotori dengan sifat tercela, misalnya terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga menimbulkan sifat kikir dan enggan berbagi dengan sesama. Allah sangat membenci manusia yang menimbun harta dan membiarkan sesamanya dalam kemelaratan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berbagi dengan anak yatim agar jiwanya bersih dari keserakahan. Menyantuni anak yatim akan membuat orang menjadi rendah hati dan mulia, baik di mata manusia maupun Allah.

  1. Memperbaiki Urusan Akhirat dan Dunia

Seorang muslim yang mengasihi siapa saja yang ada di bumi niscaya akan dikasihi oleh yang di langit. Allah menjanjikan kehidupan yang layak, baik di dunia maupun di akhirat bagi siapa saja yang mengasihi sesamanya selama hidup. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berbagi dengan sesama karena Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang baik terjebak dalam kesusahan.

Itulah beberapa keutamaan seseorang yang menyantuni anak yatim. Menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah salah satu perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt. Barang siapa yang berbuat baik dan menyisihkan hartanya untuk anak yatim, Allah akan memuliakan dirinya selama hidup di dunia, serta memberikan tempat terbaik untuknya di akhirat nanti.

Semoga dari keutamaan diatas dapat memberikan nilai tambah buat keimanan para donatur , Amin

 

 

 

,

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi Dan Keutamaannya

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi

Dan Keutamaannya

 

GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)  itulah tema yang diusung para mahasiswa dalam kegiatan Ramadhan tahun 2019 ini .  dengan GAMIS mahasiswa seakan tidak rela kalua keutmaan Rawamdhan lewat begitu saja, makanya banyak acara digelar untuk mengisi kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Buka Bersama
  2. Santunan Bareng Yatim dan Duafa
  3. Tadarus Qur’an
  4. Berbagi Ta’jil

 

Tak akan merugi bagi siapa saja yang memberikan makan orang berbuka puasa. Dalam Alquran dan hadis Allah telah menjanjikan akan memberi pahala yang berlimpah, terutama jika hal ini dilakukan di bulan Ramadhan, bulan dimana setiap amal baik akan dilipat gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pun sering melakukan hal ini pada masanya. Selain akan mendapatkan pahala dari Allah, memberi makan orang berbuka puasa juga memiliki banyak keutamaan lainnya. Nah, apa saja keutamaan yang dapat kita peroleh dari memberi makan orang berbuka puasa? Berikut ini penjelasannya.

Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

  1. Mendapakan Pahala Berlimpah dari Allah

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192).

Kita tentu telah mengetahui bahwa Allah akan melimpahkan pahala bagi hamba-Nya yang berpuasa, dengana demikian betapa beruntungnya orang-orang yang dengan ikhlas memberikan makan orang berbuka puasa, sebab mereka akan mendapatkan pula pahala dari orang yang mereka berikan makan tersebut.

  1. Doa dari Orang yang Berpuasa akan Dikabulkan Allah

Seseorang yang berpuasa akan dikabulkan doanya.

Sungguh ini adalah salah satu keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Ketika kita memberi makan orang berbuka puasa lalu mereka mendoakan kita dengan doa-doa yang mengandung kebaikan maka doa tersebut sesungguhnya akan dikabulkan oleh Allah dan tidak akan tertolak. Hal ini bagaimana hadis yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396).

Adapun doa bagi orang yang diberi makanan, mereka dapat dapat mengucapkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” (H.R. Muslim no. 2055).

Ini adalah doa yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat diberi minuman untuk berbuka puasa.

  1. Allah Menjanjikan Surga

Allah akan memasukan orang-orang yang memberi makan orang berbuka puasa sekaligus orang yang senantiasa berpuasa ke dalam surga-Nya. Sebagaimana hadis berikut ini,

Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Inilah 3 keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Allah akan memberikan pahala, mengabulkan segala doa yang dipanjatkan dari orang yang diberi makan terhadap orang yang telah memberi makan berbuka puasa, dan juga akan mendapatkan balasan syurga dari Allah. Yuk, kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk menggapai banyak pahala dengan amalan-amalan baik. Jika kita memiliki makanan berlebih, jangan sungkan untuk membagikannya kepada orang yang berbuka puasa, baik itu makanan besar/ makan malam, kue, kurma, ataupun hanya dengan segelas minuman manis. Jika itu semua ikhlas karena Allah Ta’ala, Ia akan membalasnya dengan memberikan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan diatas, bahkan mungkin lebih. Jadikan ini sebagai ladang pahala untuk kita agar selalu mendapatkan cinta dari-Nya.