Civitas Akademik Halal Bihalal dengan Mahasiswa STBA Pertiwi 2019

Suasana penuh kehangatan dan keakraban para mahasiswa dan Civitas Akademik STBA Pertiwi berbaur dalam rangka Halal Bihalal dalam lingkungan Kampus,  Halal bihalal adalah  tradisi beragama bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Setiap hari raya idul fitri semua orang, keluarga, instansi, organisasi tidak ada yang tidak melaksanakan halal bihalal.

Seperti halnya tradisi lainnya, halal bihalal  memiliki beberapa makna dalam kehidupan masyarakat. Lynton Keith Caldwell ( 1970), dalam ” Environment : A Challenge for Modern Society “ menegaskan bahwa setiap budaya atau tradisi pasti memiliki pelajaran atau makna untuk merubah cara fikir dan mental manusia.

Suatu tradisi akan mampu merubah perilaku suatu bangsa jika tradisi tersebut benar – benar dipahami dan dijadikan spirit kehidupan.

Hakekat halal bihalal adalah mengajarkan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia untuk konsisten dan selalu komitmen kepada amalan atau perbuatan yang positif (bermanfaat) baik untuk dirinya, keluarga dan masyarakat.

Perbuatan atau perilaku positif itu akan selalu tumbuh jika apa yang diperbuat selalu berdasar pada aturan atau regulasi yang berlaku. Kesediaan manusia untuk tunduk dan patuh kepada aturan  jika tidak memiliki kesombongan atau tidak merasa paling benar sendiri.

Tiga pesan yang ada di dalam tradisi agama halal bihalal jangan hanya menjadi ritual tradisi keagamaan (simbol) semata mata. Halal bihalal  benar – benar mampu dijadikan inspirasi untuk merubah atau  memperbaiki sikap kepribadian dan perilaku bangsa Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya.

 

Kajian Ramadhan “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Kajian Ramadhan  “Al-Quran dan Shaum Ingin Memuliakan Manusia”

Dalam Tausiahnya Ust. Vakhrudin Jayadi memberikan penjelasan tentang bagaimana orang-orang yang beriman dapat memperoleh tingkatan takwa, Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Semestinya di bulan Al Qur’an ini umat Islam mengencangkan ikat pinggang dan menancap gas untuk lebih bersemangat membaca serta merenungkan isi Al Qur’an Al Karim. Ya, perenungan isi Al Qur’an hendaknya mendapat porsi yang besar dari aktifitas umat muslim di bulan suci ini. Mengingat hanya dengan inilah umat Islam dapat mengembalikan peran Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan panduan menuju jalan yang benar

”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Maknanya adalah; wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana kewajiban puasa juga telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab , agar kalian bertaqwa, karena puasa merupakan sarana menuju ketaqwaan.

Pertama, Kalimat   merupakan seruan  yakni seruan kepada orang-orang yang beriman, mencakup umum laki-laki dan perempuan yang beriman, untuk apa? Dalam ayat ini untuk menegakkan ibadah shaum yang merupakan amal shalih, mengisyaratkan konsekuensi keimanan adalah beramal shalih. Iman dan amal shalih tak bisa dipisahkan, keduanya bagaikan dua sisi uang koin yang menyatu.

Kedua, Kata kutiba  berbentuk kata kerja pasif yang mengandung konotasi furidha  yakni difardhukan. Maka jelas bahwa shaum ramadhan hukumnya fardhu, lebih dari sekedar wajib. Istilah fardhu itu sendiri dalam istilah ushul, adalah kewajiban yang didasari dalil-dalil qath’iyyah yakni dalil yang pasti, mencakup tsubut (penetapan sumbernya) dan dilalah (penunjukkan maknanya), dan dihukumi kufur siapa saja yang mengingkarinya.

Ketiga, Kata al-shiyam adalah mashdar dari kata kerja  asal katanya secara bahasa bermakna menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya ini. Sedangkan secara syar’i

“Menahan diri dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dari segala hal yang membatalkan, dalam kondisi menyadari sedang shaum disertai dengan niat.”

Keempat, Kalimat   menunjukkan hikmah dari ibadah shaum yakni untuk mewujudkan ketakwaan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah taqwa itu?

Secara bahasa arab, taqwa berasal dari fi’il ittaqa-yattaqi, yang artinya berhati-hati, waspada, takut. Bertaqwa dari maksiat maksudnya waspada dan takut terjerumus dalam maksiat. Namun secara istilah, definisi taqwa yang terindah adalah yang diungkapkan oleh Thalq Bin Habib Al’Anazi:

Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”.

Setelah mengetahui makna taqwa, simaklah penjelasan indah berikut ini dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya, tentang keterkaitan antara puasa dengan ketaqwaan: “Puasa itu salah satu sebab terbesar menuju ketaqwaan. Karena orang yang berpuasa telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Selain itu, keterkaitan yang lebih luas lagi antara puasa dan ketaqwaan:

  1. Orang yang berpuasa menjauhkan diri dari yang diharamkan oleh Allah berupa makan, minum jima’ dan semisalnya. Padahal jiwa manusia memiliki kecenderungan kepada semua itu. Ia meninggalkan semua itu demi mendekatkan diri kepada Allah, dan mengharap pahala dari-Nya. Ini semua merupakan bentuk taqwa’
  2. Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsunya, padahal sebetulnya ia mampu untuk makan, minum atau berjima tanpa diketahui orang, namun ia meninggalkannya karena sadar bahwa Allah mengawasinya
  3. Puasa itu mempersempit gerak setan dalam aliran darah manusia, sehingga pengaruh setan melemah. Akibatnya maksiat dapat dikurangi
  4. Puasa itu secara umum dapat memperbanyak ketaatan kepada Allah, dan ini merupakan tabiat orang yang bertaqwa
  5. Dengan puasa, orang kaya merasakan perihnya rasa lapar. Sehingga ia akan lebih peduli kepada orang-orang faqir yang kekurangan. Dan ini juga merupakan tabiat orang yang bertaqwa.

Semoga puasa tahun ini kita jadikan sebagai ukuran kadar keimanan  kepada sang Kholiq, dan kian bertambah sempurna capaian raihan ibadah-ibadah yang diagungkan pada Ramadhan ini. amin

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM DAN SANTUNAN

STBA PERTIWI BUKA BERSAMA YATIM

DAN SANTUNAN

 

Alhamdulillah STBA – Pertiwi dengan “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”.  berbagi  dengan menyisihkan sebagian harta, para mahasiswa, dosen, karyawan ikut serta dalam memberikan santunan yatim di sekitar kampus STBA Pertiwi Jakarta Timur.

Adapun beberapa keutamaan bagi umat muslim yang menyantuni anak yatim, di antaranya:

  1. Berada di Samping Rasulullah di Surga

Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah saw. di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah saw. bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304).

  1. Dapat Melunakkan Kerasnya Hati Manusia

Menyantuni dan mengasihi anak yatim juga dapat melembutkan hati seorang muslim. Kasih sayang yang ia berikan kepada anak yatim akan melunturkan sifat-sifat buruk seperti kikir, dusta, iri, dan dengki. Tidak hanya itu, Allah juga menjamin segala kebutuhan hidup seorang muslim yang mengasihi anak yatim, sebab secara tidak langsung ia telah menjadi figur orang tua anak-anak tersebut. Oleh sebab itu, orang yang mengasihi anak yatim tidak akan kekurangan materi karena melalui dirinya Allah limpahkan pula rezeki untuk orang-orang yang membutuhkan.

  1. Memperoleh Perlindungan dari Allah di Hari Kiamat

Allah mencintai hamba-Nya yang bermurah hati kepada anak yatim. Rasulullah saw. pernah berkata bahwa Allah tidak akan mengazab orang yang mengasihi, berlaku ramah, serta bertutur kata manis kepada anak yatim. Seorang muslim yang menyantuni anak yatim akan memperoleh jaminan perlindungan di hari kiamat kelak. Perbuatan baiknya selama di dunia akan menjauhkannya dari siksa dan api neraka.

  1. Menyucikan Jiwa

Selama hidup di dunia, tidak bisa dmungkiri jiwa manusia sering kali terkotori dengan sifat tercela, misalnya terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga menimbulkan sifat kikir dan enggan berbagi dengan sesama. Allah sangat membenci manusia yang menimbun harta dan membiarkan sesamanya dalam kemelaratan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berbagi dengan anak yatim agar jiwanya bersih dari keserakahan. Menyantuni anak yatim akan membuat orang menjadi rendah hati dan mulia, baik di mata manusia maupun Allah.

  1. Memperbaiki Urusan Akhirat dan Dunia

Seorang muslim yang mengasihi siapa saja yang ada di bumi niscaya akan dikasihi oleh yang di langit. Allah menjanjikan kehidupan yang layak, baik di dunia maupun di akhirat bagi siapa saja yang mengasihi sesamanya selama hidup. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berbagi dengan sesama karena Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang baik terjebak dalam kesusahan.

Itulah beberapa keutamaan seseorang yang menyantuni anak yatim. Menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah salah satu perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt. Barang siapa yang berbuat baik dan menyisihkan hartanya untuk anak yatim, Allah akan memuliakan dirinya selama hidup di dunia, serta memberikan tempat terbaik untuknya di akhirat nanti.

Semoga dari keutamaan diatas dapat memberikan nilai tambah buat keimanan para donatur , Amin

 

 

 

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi Dan Keutamaannya

Mahasiswa Berebut, Berbagi TA’JIL di Depan Kampus STBA Pertiwi

Dan Keutamaannya

 

GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)  itulah tema yang diusung para mahasiswa dalam kegiatan Ramadhan tahun 2019 ini .  dengan GAMIS mahasiswa seakan tidak rela kalua keutmaan Rawamdhan lewat begitu saja, makanya banyak acara digelar untuk mengisi kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Buka Bersama
  2. Santunan Bareng Yatim dan Duafa
  3. Tadarus Qur’an
  4. Berbagi Ta’jil

 

Tak akan merugi bagi siapa saja yang memberikan makan orang berbuka puasa. Dalam Alquran dan hadis Allah telah menjanjikan akan memberi pahala yang berlimpah, terutama jika hal ini dilakukan di bulan Ramadhan, bulan dimana setiap amal baik akan dilipat gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pun sering melakukan hal ini pada masanya. Selain akan mendapatkan pahala dari Allah, memberi makan orang berbuka puasa juga memiliki banyak keutamaan lainnya. Nah, apa saja keutamaan yang dapat kita peroleh dari memberi makan orang berbuka puasa? Berikut ini penjelasannya.

Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

  1. Mendapakan Pahala Berlimpah dari Allah

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192).

Kita tentu telah mengetahui bahwa Allah akan melimpahkan pahala bagi hamba-Nya yang berpuasa, dengana demikian betapa beruntungnya orang-orang yang dengan ikhlas memberikan makan orang berbuka puasa, sebab mereka akan mendapatkan pula pahala dari orang yang mereka berikan makan tersebut.

  1. Doa dari Orang yang Berpuasa akan Dikabulkan Allah

Seseorang yang berpuasa akan dikabulkan doanya.

Sungguh ini adalah salah satu keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Ketika kita memberi makan orang berbuka puasa lalu mereka mendoakan kita dengan doa-doa yang mengandung kebaikan maka doa tersebut sesungguhnya akan dikabulkan oleh Allah dan tidak akan tertolak. Hal ini bagaimana hadis yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (H.R. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396).

Adapun doa bagi orang yang diberi makanan, mereka dapat dapat mengucapkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” (H.R. Muslim no. 2055).

Ini adalah doa yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat diberi minuman untuk berbuka puasa.

  1. Allah Menjanjikan Surga

Allah akan memasukan orang-orang yang memberi makan orang berbuka puasa sekaligus orang yang senantiasa berpuasa ke dalam surga-Nya. Sebagaimana hadis berikut ini,

Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Inilah 3 keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Allah akan memberikan pahala, mengabulkan segala doa yang dipanjatkan dari orang yang diberi makan terhadap orang yang telah memberi makan berbuka puasa, dan juga akan mendapatkan balasan syurga dari Allah. Yuk, kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk menggapai banyak pahala dengan amalan-amalan baik. Jika kita memiliki makanan berlebih, jangan sungkan untuk membagikannya kepada orang yang berbuka puasa, baik itu makanan besar/ makan malam, kue, kurma, ataupun hanya dengan segelas minuman manis. Jika itu semua ikhlas karena Allah Ta’ala, Ia akan membalasnya dengan memberikan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan diatas, bahkan mungkin lebih. Jadikan ini sebagai ladang pahala untuk kita agar selalu mendapatkan cinta dari-Nya.

 

 

 

 

BUKA PUASA BERSAMA & MEMBAGIKAN TAKJIL GRATIS

 

Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil Gratis

  “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”

Kampus Pertiwi

Jl. Dewi Sartika Kav. 2&3, Cililitan Jakarta Timur
Tlp. (021) 8090474
Website: http://pertiwi.ac.id, Facebook: Kampus Pertiwi Official

 

 

 

A. LATAR BELAKANG
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat Iman dan Islam kepada kita. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita Nabi Allah Muhammad SAW yang dengan risalahnya telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu ajaran Islam.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Pada bulan inilah pahala akan digandakan dan dosa-dosa akan dihapus. Karenanya pada bulan ini jua, umat muslim disarankan untuk banyak beribadah dan beramal. Ibadah dan amal yang dimaksudkan tidak terbatas definisinya. Bentuk dari ibadah dan amal tersebut pun dapat beragam. Baik kecil maupun besar, sederhana maupun agung, tiap ibadah dan amal akan dicatat sebagai kebaikan yang juga akan mendatangkan pahala dan kebaikan bagi tiap orang yang terlibat.
Bukan hanya itu, bulan Ramadhan juga bulan yang spesial dan unik. Di Indonesia, ada tradisi dan budaya yang tak bisa dilepas dari tiap-tiap hari di bulan Ramadhan. Tiap detik di bulan Ramadhan memiliki sisi spesialnya sendiri. Dan juga selalu ada keunikan tersendiri yang hanya ada di bulan ini, dan tidak ada di bulan-bulan lainnya. Rupa-rupa dari keunikan itu ialah makanan dan aktivitas sebagai contohnya. Buka puasa bersama adalah rupa dari keunikan tersebut yang dilaksanakan hanya dalam bulan Ramadhan.
Berangkat dari keunikan dan kebaikan bulan Ramadhan tersebut, kami, gabungan SENAT STBA, STIE dan Akpar Pertiwi Cililitan, berniat mengadakan kegiatan positif pada bulan Ramadhan mendatang. Kegiatan tersebut adalah buka bersama dengan mahasiswa, dosen dan staff Kampus Pertiwi Cililitan. Selain buka puasa bersama, kami juga mengadakan bagi takjil gratis yang dilaksanakan selama empat hari yang mana takjil gratis tersebut dibagikan untuk warga yang melintas di depan kampus Pertiwi Cililitan dan warga sekitar kampus.
Kami percaya bahwa dengan diadakannya acara ini maka kami dapat turut serta mendulang manfaat dan kebaikan dari bulan Ramadhan yang penuh pahala ini. Di samping itu, kami juga ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya dan keunikan di bulan Ramadhan di Indonesia. Dengan begitu, kami berharap kami dapat menjadi pemuda dan pemudi Indonesia yang membawa perubahan dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
B. NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Adapun nama kegiatan ini ialah “Buka Bersama dan Membagikan Takjil Gratis.” Sedangkan untuk temanya, kami mengusung tema “GAMIS (Generasi Anak Milenial Yang Berjiwa Islami)”. Tema tersebut kami pilih karena seluruh kegiatan akan dilaksanakan di sore hari, tepatnya menjelang berbuka puasa, dan kegiatan yang difokuskan adalah berbagi. Berbagi yang dimaksudkan adalah membagikan lima puluh takjil gratis selama empat hari kepada pengendara motor dan pengemudi angkot, membagikan santunan kepada kurang lebih 15 orang anak yatim piatu (mahasiswa Pertiwi) dan membagikan ilmu serta kebahagiaan kepada seluruh warga Kampus Pertiwi Cililitan.
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari pelaksanaan buka puasa bersama ini adalah:
1. Membina dan memelihara Ukhuwah Islamiyah.
2. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mahasiswa agar selamat di dunia dan akhirat.
3. Menambah pengetahuan ilmu keagamaan
4. Mempererat tali silaturahmi antar sesama mahasiswa/i Kampus Pertiwi
5. Menjalin tali silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas
6. Menanamkan rasa kepedulian dan kemauan berbagi pada diri mahasiswa Pertiwi
7. Memberikan motivasi kepada mahasiswa agar selalu memegang teguh tali agama dan dapat membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat
D. PENYELENGGARA DAN PELAKSANA

Penyelenggara dari kegiatan ini adalah Gabungan Senat Mahasiswa STBA, STIE, dan AKPAR Pertiwi. Susunan Kepanitiaannya akan kami rincikan sebagaimana terlampir.

E. WAKTU DAN TEMPAT
Acara ini InsyaAllah akan diselenggarakan pada:
Buka Bersama
Hari : Kamis
Tanggal : 16 Mei 2019
Pukul : 16.30 s/d Selesai
Tempat : Auditorium Pertiwi Cililitan

Pembagian Takjil Gratis
Hari : Senin sampai Kamis
Tanggal : 13 – 16 Mei 2019
Pukul : 17.00 s/d AdzanMaghrib
Tempat : Jalan Dewi Sartika (Depan Gedung STBA Pertiwi Cililtan)

F. SASARAN KEGIATAN
Adapun peserta dari acara ini ialah seluruh mahasiswa, dosen, serta staf, STBA, STIE, dan AKPAR Pertiwi Cililitan.

G. PROGRAM UTAMA
1. Ceramah
Pada acara Buka Bersama ini, ceramah akan diisi oleh bapak Rosandi Ardi Noegraha, S.E., M.Si., M.M.Par. Beliau lahir di Bekasi pada tanggal 04 April 1975. Beliau memiliki pengalaman berorganisasi yakni sebagai Ketua Lembaga Dakwah Kampus Unkris Jakarta, Wakil Ketua Senat FE Unkris dan Direktur dakwah Al- Mimbar Bekasi. Aktivitas saat ini adalah beliau mengajar sebagai dosen di Akpar Pertiwi Jakarta.
2. Hiburan: students performance
Salah satu hiburan yang ada di acara Buka Puasa Bersama ini adalah penampilan dari para mahasiswa STBA, STIE dan Akpar Pertiwi sebagai bentuk partisipasi mereka dalam acara buka puasa bersama kali ini.

H. SUSUNAN ACARA
Adapun susunan acara pada kegiatan Buka Puasa Bersama ini adalah:
NO WAKTU KEGIATAN KETERANGAN
1 16.30 – 16.35 Pembukaan MC Aliviano Valendi, Sarah Falistin
2 16.35 – 16.45 Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Genta Qalbi Nabila & Aisyah Nada Kamali
3 16.45 – 16.50 Sambutan Dosen Wulansari S.Pd.,M.Hum
4 16.50 – 16.55 Sambutan Ketua Nelisyanto
5 16.55 – 17.25 Students Performance Mahasiswa/i Kampus Pertiwi
6 17.25 – 18.00 Ceramah&Doa penutup Rosandi Ardinugraha, S.E.,M.Si.,M.M.Par
7 18.00 – 18.30 Buka Bersama Mahasiswa/i, Staff/Karyawan, Dosen Kampus Pertiwi

I. ESTIMASI DAN SUMBER DANA
Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan Buka Bersama dan Pembagian Takjil Gratis ini adalah dengan perincian sebagaimana terlampir. Sedangkan dana yang akan kita gunakan bersumber dari:

• Iuran Mahasiswa = Rp25.000,- @orang
• Donasi dari berbagai pihak

J. PENUTUP
Demikian Proposal Kegiatan Buka Bersama dan Pembagian Takjil Gratis ini kami buat. Harapan kami agar kegiatan ini mampu menjadi motivasi, inspirasi, dan sarana mahasiswa Kampus Pertiwi Cililitan dalam berorganisasi. Dan supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, tentunya kami membutuhkan bantuan dan dukungan Bapak/Ibu berupa baik moril maupun materiil. Maka dari itu, datangnya proposal ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan ini dan merincikan bantuan apa saja yang kami butuhkan.
K. LAMPIRAN

Lampiran 1
STRUKTUR KEPANITIAAN DAN PENGISI ACARA
Adapun susunan panitia dalam kegiatan ini adalah:
1. Pembina                    : Sri Marleni, S.S.,M.Hum (STBA)
Mutdi Ismuni, SE.,M.M (STIE)
Eddy Zarkasih, S.Sos.,M.M (AKPAR)
2. Penanggung Jawab : Lutfiah Nurgina (STBA)
Amirullah (STIE)
Rama Zuhaer Rasyidi (AKPAR)
3. Ketua Panitia           : Nelisyanto (AKPAR)
4. Sekretaris                 : Oktaviani (STBA)
5. Bendahara               : Fathia Aznia (STBA)
Hatiara Pricahyani (AKPAR)
Disti (STIE)
6. Humas                     : Nadya Serlyna Amelia (STBA)
Boy Stenly (AKPAR)
Rahmat Baetudin (STIE)
7. Seksi acara              : Siti Sarah Falistin (STBA)
Aliviano Valendi (AKPAR)
Difiya (STIE)
8. Seksi konsumsi     : Nurul Huda (STBA)
Syifa Ashila (STBA)
Genta Qalbi Nabila (STBA)
Mei Nisa Paugi (STBA)
Andita (AKPAR)
9. Seksi Dokumentasi : Nur Anissa (STBA)
Dyah Anita Purnamasari (STBA)
Nur Indah Ainina (STBA)
10. Perlengkapan        : Muhammad Rizkian Ceisar (STBA)
Gary Arafian (STBA)
11. Keamanan             : Vikry Kristanto (STBA)
Azis Arif Nugraha (STBA)
12. Kebersihan           : Mahasiswa/i STBA/AKPAR/STIE
LEMBAR PENGESAHAN
Jakarta, 1 Mei 2019

Pemohon

Nelisyanto Ketua Pelaksana

Penanggungjawab:
Ketua Senat STBA Ketua Senat STIE Ketua Senat Akpar
Lutfiah Nurgina Amirullah Rama Zuhaer Rasyidi
Mengetahui,
Staff Kemahasiswaan,
STBA Pertiwi STIE Pertiwi AKPAR Pertiwi

Sri Marleni, S.S., M.Hum Mutdi Ismuni, SE.,M.M Eddy Zarkasih, S.Sos.,M.M

Dapatkan Kuliah ” Gratis ” sampai lulus di STBA Pertiwi Tahun Ajaran 2019

Mau kuliah tapi tidak punya biaya? Khawatir kuliah tapi kehabisan ongkos? Takut orang tua tidak bisa membiayai kuliah? Beasiswa Bidikmisi 2019 solusinya. Bisa asik kuliah dan menggapai masa depan tanpa harus khawatir dengan biayanya!

Kemenristekdikti bekerja sama dengan STBA Pertiwi memberikan kesempatan yang amat bermanfaat bagi calon mahasiswa baru yang kurang beruntung secara ekonomi, terutama yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan maupun pendidikan kesetaraan. STBA Pertiwi kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan kuota beasiswa bidik misi dari Kemenristek Dikti. Oleh karena itu mari manfaatkan beasiswa ini agar dapat menempuh pendidikan di STBA Pertiwi.

Ketentuan dan Regulasi Beasiswa Bidikmisi

  1. Persyaratan Beasiswa Bidikmisi

    1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang lulus tahun 2018 maupun 2019
    2. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
    3. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
      1. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
      2. Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp. 3.000.000,- per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp. 750.000,- setiap bulannya
    4. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4
    5. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah
  1. Mekanisme Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi

    1. Memastikan dapat memenuhi persyaratan diatas
    2. Mengisi form pendaftaran dengan format terlampir (formpendaftaran) dan mengirimkan form terisi format .doc/.docx melalui email bidikmisi@stba-pertiwi.ac.id
    3. Panitia seleksi beasiswa Bidikmisi STBA Pertiwi akan mengirimkan bukti penerimaan pendaftaran dan undangan menghadiri tes dan interview melalui email.
    4. Mempersiapkan lampiran persyaratan diatas untuk dibawa asli dan copynya pada saat tes dan interview, yaitu:
      1. Pasfoto 2×3 dan 3×4 masing-masing 3 lembar
      2. KTP
      3. Kartu Keluarga
      4. Ijazah atau Surat Keterangan Lulus
      5. Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau keterangan dalam bentuk lain
      6. Rekomendasi Kepala Sekolah atau Rapor SMU/SMK/MA/pendidikan kesetaraan lainnya

  1. Mekanisme Seleksi Beasiswa Bidikmisi

    1. Peserta beasiswa Bidikmisi melakukan pendaftaran melalui email bidikmisi@stba-pertiwi.ac.id
    2. Peserta beasiswa Bidikmisi wajib hadir pada saat tes dan interview pada waktu yang ditentukan, akan diinformasikan dan tidak dapat diwakili. Apabila tidak hadir maka dianggap mengundurkan diri
    3. Peserta beasiswa Bidikmisi mengikuti tes berbentuk Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris. Peserta diminta membawa alat tulis sendiri
    4. Peserta akan diseleksi berdasarkan kriteria:
      1. Pemenuhan persyaratan
      2. Prestasi akademik selama sekolah
      3. Prestasi non akademik sebelumnya
      4. Hasil tes dan interview
    5. Keputusan hasil seleksi adalah final dan tidak dapat diganggu gugat
  1. Besaran Beasiswa Beasiswa Bidikmisi

Cakupan dan besaran beasiswa Bidikmisi adalah sebagai berikut:

  1. Biaya kuliah dan komponen lain (BPP, Biaya PKM, Biaya Ujian, dll) dibiayai oleh Kemristekdikti dan STBA Pertiwi
  2. Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi sebesar Rp.4.200.000,- (empat juta dua ratus ribu rupiah) per mahasiswa per semester
  3. Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tidak akan dikenakan biaya lain kecuali biaya untuk hal yang dinikmati langsung oleh mahasiswa tersebut seperti buku, seminar dan sejenisnya.
  1. Ketentuan lain

Perguruan tinggi dapat menerbitkan ketentuan khusus tentang penghentian pemberian bantuan. Secara umum pemberian bantuan dapat dihentikan apabila mahasiswa penerima:

  1. Cuti/Drop Out/Non Aktif
  2. Mengundurkan diri
  3. Terbukti memberikan keterangan data diri yang tidak benar
  4. Ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Mahasiswa dan masuk dalam kategori pelanggaran berat

Informasi Lain Terkait Beasiswa Bidikmisi 2019

Form Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi  (download)

Panduan Beasiswa Bidikmisi  (download)

Hubungi Panitia Beasiswa Bidik Misi 2019

Kampus STBA Pertiwi Cililitan       Telp.   (021) 8090474

Contact Ms. Feli now !

Contact Mr. Stenly now !   

Customer Service Pertiwi, just klik Let’s Talk (pojok kanan bawah website)

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

 

Outbound Leadership merupakan kegiatan pelatihan yang menitik beratkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas kepemimpinan. Setiap orang memiliki jiwa memimpin, namun tidak banyak yang menyadari bahwa potensi leadership ini dapat ditingkatkan dan dikuatkan melalui pelatihan dan pendidikan.

Penguatan teknik leadership akan membantu anda dalam mengatasi masalah-masalah dan memberikan solusi yang cepat, tepat, dan akurat dalam perusahaan. Dalam pelatihan ini akan diberikan tantangan dan penugasan yang mengharuskan anda berfikir kreatif dan solutif. Tidak hanya itu, anda juga harus cepat dan tegas dalam mengambil tindakan karena kompetitor juga akan melakukan hal yang sama. Mengatur strategi, mengorganisasi anggota, dan melakukan eksekusi adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan sesuai dengan teknik manajemen Planning, Do, Check, Action.

Tujuan Outbound Leadership Development :

Meningkatkan kemampuan dalam melihat masalah, mencari solusi, dan mengatasi masalah (problem solving).

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan (decision making) secara tepat, tegas, dan akurat.

Meningkatkan motivasi kerja dan semangat membangun kualitastim kerja dengan wawasan dan pandangan yang lebih luas dan menyeluruh.

Mengembangkan kualitas memimpin yang berenergi, dicintai, dan berkarakter sehingga dapat memberikan pengaruh yang kuat di dalam organisasi.

Meningkatkan kualitas pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan edukasi terhadap seluruh bagian dalam organisasi

Mengembangkan kualitas pemimpin yang mampu berinovasi dan mengembangkan bisnis dalam upaya peningkatan pendapatan dan pencapaian visi-misi perusahaan.

Konsep Kegiatan Outbound Training Leadership :

  • Outdoor Program
  • Indoor motivasi
  • Individual Challenge
  • Team Dynamic Challenge
  • Discusion & Coaching
  • Metafora & Debrifing
  • Psycological report

 

SEMINAR BLT The 10th STBA Pertiwi

Seminar  Series 10th   The Basic Leadership Training

Bersiaplah dengan Revolusi Industri 4.0! Seruan ini marak kita temukan di berbagai lingkaran profesional saat ini. Memang, tiap beberapa dekade, temuan teknologi termutakhir telah mengubah berbagai hal termasuk cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya.

Bagaimana dengan revolusi industri keempat? Kata kuncinya ada pada robotisasi dan digitalisasi. Sebuah pembaharuan dari otomatisasi yang meliputi berbagai proses dan produk. Contoh kecanggihannya? Mulai dari mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intelligence, internet untuk segala hal, big data analytics, virtual reality, cloud computing dan lainnya.

Untuk mengarungi segala bentuk perubahan yang berlangsung cepat dan sinergi, tentunya kapal organisasi perlu dinakhkodai oleh pemimpin yang cakap sesuai era saat ini. bukan lagi pemimpin model lama yang hanya menggerakan tim berdasarkan pengalaman (senioritas karyawan), unjuk kinerja, ataupun kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini.

Maka organisasi pun butuh transformasi kepemimpinan. Inilah waktunya untuk Leader 4.0! Seperti apa Leader 4.0? tentunya Leader yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsistensi untuk menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya. Selain itu, Leader juga mampu bersinergi dan memberikan kebermanfaatan terbesar tidak hanya bagi organisasinya, namun juga seluruh mitra, pelanggan, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Leader perlu “MELATIH DIRINYA” beradaptasi terus-menerus dengan cepat terhadap hal baru. Itulah mengapa mindsets menjadi lebih bernilai daripada skillsets yang bisa jadi kadaluarsa segera setelah kita baru menguasainya.

Prinsip kedua adalah ‘FOCUS ON WHAT WORKS’. Jangan sampai Leader tidak mampu membedakan mana yang esensial dan mana yang tidak. Misalnya, ketika mengelola proses inovasi dalam pekerjaan dan pembelajaran tim, Leader yang tidak fokus akan sibuk coba berbagai teknik dan metode asalkan berjudul inovasi.

Prinsip terakhir adalah ‘PRIORITIZE DIFFERENTLY’. Kita perlu memahami bahwa dunia yang kompleks di era digital ini membutuhkan atensi yang lebih kuat pada pengelolaan relasi kerja. Bila kita tetap ngotot hanya memprioritaskan pengelolaan proses kerja, melakukan kebiasaan lama karena itu yang sudah jadi keahlian kita, maka kemunduran menjadi jaminan hasilnya.

Maka itu, dalam seminar bertemakan : “ Provoking YourAttitude with Innovation and Creativity inIndustry 4.0 Era” yang disampaikan Suharsono dan Didi Mulyadi penting sekali bagi Leader 4.0 untuk terus merefleksikan pikiran dan emosinya secara objektif tanpa terjebak dengan pola lama. Semakin kita mampu melakukannya, semakin Leader mampu mempengaruhi timnya untuk kuat menghadapi perubahan tanpa kehabisan energi untuk mengeksekusinya.

 

 

NATAL BERSAMA STBA 2018

 

Kehidupan anak – anak muda adalah kehidupan yang berharga dan berarti, namun akhir – akhir  ini banyak anak muda yang kurang mengerti apa arti hidup mereka dan untuk apa Tuhan menciptakan setiap kita.

Dalam NATAL BERSAMA STBA Pertiwi  ini  kerinduan kami untuk menyampaikan anugrah dan Kasih Tuhan dengan tema “Divine Purpose” sub tema “Luminous Live is Here”

Pesan Natal yang disampaikan : “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu,dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.(Mazmur 2:8)

Tujuan ilahi adalah suatu tujuan yang dasarnya adalah Firman Tuhan. Salah satu tragedi yang paling berbahaya di dunia ini adalah kehidupan yang tanpa tujuan. Bangsa-bangsa adalah kepunyaan Tuhan, jika kita minta berdasarkan kebenaran Firman Tuhan maka Tuhan akan memberikan sebagai anugerahNya. Tuhan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan untuk kita kelola. Sebagai orang yang dipercaya untuk mengelola kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Salah satu hal sebagai persiapan kita adalah tidak ada lagi rasisme. Juga tidak lagi ada iri hati dengan orang yang memiliki harta dan kekayaaan karena kekayaan kita yang sesungguhnya adalah warisan bangsa-bangsa itu.

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27)

Pengharapan yang sesungguhnya ada di dalam Kristus. Saat pengharapan kita hancur maka masa depan kita juga hancur, karena itu iblis akan menyerang pengharapan kita. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka Kristus ada dalam kita dan kita di dalam Dia. Kristus Sang pemberi bangsa-bangsa sudah ada dalam hidup kita karena itu Allah akan mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Allah sudah menentukan kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya kita membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 13:47). Dimanapun kita ditempatkan di antara bangsa-bangsa, hidup kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Bangsa-bangsa yang Tuhan berikan sesuai dengan kapasitas kita, karena itu supaya tidak ragu dan berkompromi dengan apa yang telah Tuhan berikan maka kita harus memiliki kehidupan yang terus kita latih bersama Tuhan untuk:

1.    MEMILIKI TEKAD / PASSION

Pencapaian terbesar dalam hidup kita bukan diperoleh dari posisi, tetapi dari tekad yang kuat. Orang yang memiliki tekad akan tetap bersemangat dan bergairah sekalipun menghadapi rintangan seberat apapun. Orang yang memiliki tekad tidak akan mudah iri hati dan patah semangat. Orang yang memiliki tekad akan terpanggil untuk berani menggenapi visi Tuhan. Tekad (passion) yang dari Tuhan akan bergelora terus dan tidak akan padam, kecuali kita yang memadamkannya. Rasul Paulus sekalipun menghadapi begitu banyak tantangan dan rintangan dalam hidupnya, namun tekadnya tidak pernah padam karena ia telah menerima Kristus dalam hidupnya. Banyak orang yang taat karena upah, jabatan atau perintah, tetapi orang yang punya tekad akan tetap setia apapun keadaannya.

2.    HIDUP YANG SELALU BERNILAI

Tuhan membangkitkan bangsa yang kuat dari waktu ke waktu dari orang yang hidupnya bernilai. Hidup bernilai adalah dasar dari kepercayaan (Trustworthy). Hidup yang bernilai adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk hidup berbuah dalam segala hal.

Orang yang bernilai selalu berusaha mewujudkan gambar Tuhan dan bergaya hidup seperti gaya hidup Yesus di dalam seluruh aspek kehidupannya.  Ia tahu keterbatasannya dan konsisten dengan nilai-nilai kebijakan dan kode etik yang ada walaupun dalam keadaan yang sulit untuk dilakukan.

3. KEMAMPUAN KREATIF DAN OTORITAS ILAHI DARI TUHAN

Kreatif memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan yaitu produktivitas dan inovatif. Dengan kemampuan kreatif dan otoritas dari Tuhan, kita akan mampu membuat rencana dan strategi untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Seperti halnya Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dari sesuatu yang tidak ada, kitapun mampu menciptakan masa depan yang indah bagi bangsa ini. Otoritas ilahi akan dilepaskan pada kita saat kita mau diutus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan. Kemampuan kreatif kita dapatkan melalui perjumpaan dengan Tuhan.

4. MENIKMATI BERSAMA TUHAN SELALU TERPUASKAN

Jangan merasa tidak puas dengan apa yang tidak kita miliki, tetapi puaslah dengan apa yang kita miliki. Kita punya hak untuk komplain dengan Tuhan atas apa yang kita tidak miliki atau bersyukur dengan apa yang kita miliki. Orang yang menikmati bersama Tuhan    selalu terpuaskan, apapun yang dimiliki ia tetap sadar bahwa Tuhan itu baik. Ketika kita menikmati bersama Tuhan, bukan berapa lama kita hidup tetapi seberapa banyak kita dipuaskan. Kita adalah jawaban atas generasi, bangsa dan keluarga. Apapun permasalahan yang kita hadapi, Tuhan akan menolong dan memampukannya.

 

5. SELALU MEMBURU KEBENARAN

Impian tertinggi Tuhan bukanlah membuat kita kaya, berhasil, terkenal atau populer, tetapi membuat kita benar bersama Dia. Segala hal bisa berubah, tetapi kebenaran tetap selamanya. Kebenaran adalah suatu hal yang tidak dapat digantikan oleh apapun dan kebenaran itu adalah Pribadi Yesus sendiri. Ketika hendak memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan tidak sedang memburu dosa. Jika Tuhan tidak memburu kebenaran maka Abraham tidak akan bisa bernegosiasi dengan Tuhan mengenai adanya kebenaran di kota itu sekiranya didapati orang benar disana maka Tuhan tidak akan memusnahkannya (Kejadian 18:26). Kebenaran Tuhan ada dalam hidup kita, jangan memburu dosa dan kesalahan orang lain, tetapi selalu memburu kebenaran dengan saling menguatkan orang lain dan selalu memperkatakan yang positif.

Mari kita latih hal-hal tersebut sehingga dimanapun kita ditempatkan, hidup kita mampu menjadi jawaban dan berkat untuk menggenapi Tujuan ilahi Tuhan di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan serta kebenaran Tuhan semakin dinyatakan. Amin.

 

Kamu Anak Jaksel? Jangan Sembarangan Gunakan “Which”, Ini 5 Peraturannya!

Fenomena bahasa Anak Jaksel mulai viral sekita akhir tahun 2018 ini. Bahasa Anak Jaksel atau Bahasa Anak Jakarta Selatan sendiri sebenarnya bukanlah sebuah bahasa baru, melainkan campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam ilmu bahasa, istilah ini disebut dengan Code Mixing, yaitu cara seseorang yang menggabungkan beberapa kosakata dalam dua bahasa yang berbeda. Hal ini sangat wajar. Terutama di kalangan orang-orang yang menguasai atau tengah mempelajari bahasa asing di luar bahasa ibunya. Nah, Code Mixing ini jugalah yang digunakan oleh anak Jakarta Selatan hingga fenomena ini disebut sebagai Bahasa Anak Jaksel.

Frasa yang paling sering disebutkan oleh milenial Jaksel dalam Code Mixing-nya adalah “which is.” Banyak sekali yang menggunakan frasa ini tanpa mengetahui dengan jelas aturan atau tata bahasa yang benar dalam menggunakan frasa ini. Contohnya pada kalimat, “Dia itu kenalan gue yang which is pernah deket sama gue.” Ini adalah penggunaan yang salah. Jadi, gimana sih penggunaan “which is” yang benar itu? Inilah 3 aturan penggunaan kata “which.”

1. Jangan Gunakan “which” untuk Menerangkan Kata Benda yang Manusia
“Which” hanya boleh digunakan untuk menerangkan benda mati, atau kata benda yang bukan manusia. Contohnya, “the bird which is on the top of the tree.” Sedangkan untuk menerangkan kata benda manusia, kata “who” yang bisa digunakan. Misalnya, “The woman who is angry.” Jadi bukan, “the woman which is angry,” ya.

2. Sehabis “which” Tidak Melulu Harus “is,” Tergantung Apa yang Diterangkan
Perhatikan jumlah kata benda yang diterangkan. Apakah itu tunggal (singular) atau jamak (plural). Misalkan, frasa “the bird” yang berbentuk singular, maka tentu saja “is” yang digunakan. Namun jika frasa yang diterangkan “the birds”, maka yang digunakan adalah “are”. Jadi, “the birds which are…” adalah bentuk yang benar. Jangan “which is” melulu, ya.

3. Kemudian Perhatikan Tense Klausanya
Nah, sekarang berfokuslah pada tense yang digunakan pada klausanya. Jika klausa itu menjelaskan sesuatu yang terjadi terus menerus, fakta, atau ada di masa sekarang, maka jelas “is” atau “are” yang digunakan. Contohnya, “the birds which are on the top of the tree.” Namun jika yang diterangkan adalah klausa yang terjadi pada masa lalu, maka “was” atau “were” yang digunakan. Contohnya, “the birds which were flying.” Dan begitu seterusnya. Intinya, perhatikan waktu yang digunakan dalam klausa itu, maka tense dan tobe-nya akan ketahuan. Sekali lagi, nggak harus melulu “which is” ya, “which was”, “which were”, atau yang lainnya juga bisa digunakan.

4. Tidak Melulu tobe, “which” juga bisa diikuti kata kerja (verbs)

Jika kamu ingin menerangkan kata benda yang melakukan suatu aktivitas dengan menggunakan “which”, maka setelah “which” kata kerjalah yang harus digunakan. Contohnya, “the bird which sings beautifully.” Tidak ada “is” di sini. Karena is diganti dengan kata kerja “sing.” Dan jangan lupa, aturan-aturan di atas juga tetap berlaku untuk “which” dengan kata kerja ini.

5. Yang Terakhir, Jangan Gunakan “yang”
Nah, inilah yang kesalahan paling sering dibuat oleh orang-orang yang berbahasa Anak Jaksel. Setiap mau ngomong “which”, kata “yang” dalam bahasa Indonesianya masih dipakai. Contohnya, “Gue baca konten yang which is awesome banget yesterday!” Nahloh?! Sudah ada “yang” masih pakai “which” pula.

Kata “which” adalah kata penerang yang bisa diterjemahkan menjadi “yang” dalam bahasa Indonesia. Jadi, penggunaan kata “yang” sebelum kata “which” adalah hal yang mubazir. Kalau digunakan, malah jadi “yang yang” dong artinya?

Nah, sekarang sudah tahu kan peraturan dalam menggunakan kata “which” ? Jadi bentuk yang benar dari contoh di paragraf ke-dua itu adalah “Dia itu kenalan gue who is pernah deket sama gue,” jangan pake “which is” lagi, ya.

Well, code mixing emang keren, sih! Tapi lebih keren lagi kalau kamu bisa bahasa Inggris dengan lancar dan berbahasa Indonesia dengan benar, bukan gado-gado. Ya, kan? Jadi, yuk belajar bahasa Inggris! Tapi, di mana sih tempat yang kece untuk belajar bahasa Inggris? Ya jelas di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi, dong!