,

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

 

Outbound Leadership merupakan kegiatan pelatihan yang menitik beratkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas kepemimpinan. Setiap orang memiliki jiwa memimpin, namun tidak banyak yang menyadari bahwa potensi leadership ini dapat ditingkatkan dan dikuatkan melalui pelatihan dan pendidikan.

Penguatan teknik leadership akan membantu anda dalam mengatasi masalah-masalah dan memberikan solusi yang cepat, tepat, dan akurat dalam perusahaan. Dalam pelatihan ini akan diberikan tantangan dan penugasan yang mengharuskan anda berfikir kreatif dan solutif. Tidak hanya itu, anda juga harus cepat dan tegas dalam mengambil tindakan karena kompetitor juga akan melakukan hal yang sama. Mengatur strategi, mengorganisasi anggota, dan melakukan eksekusi adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan sesuai dengan teknik manajemen Planning, Do, Check, Action.

Tujuan Outbound Leadership Development :

Meningkatkan kemampuan dalam melihat masalah, mencari solusi, dan mengatasi masalah (problem solving).

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan (decision making) secara tepat, tegas, dan akurat.

Meningkatkan motivasi kerja dan semangat membangun kualitastim kerja dengan wawasan dan pandangan yang lebih luas dan menyeluruh.

Mengembangkan kualitas memimpin yang berenergi, dicintai, dan berkarakter sehingga dapat memberikan pengaruh yang kuat di dalam organisasi.

Meningkatkan kualitas pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan edukasi terhadap seluruh bagian dalam organisasi

Mengembangkan kualitas pemimpin yang mampu berinovasi dan mengembangkan bisnis dalam upaya peningkatan pendapatan dan pencapaian visi-misi perusahaan.

Konsep Kegiatan Outbound Training Leadership :

  • Outdoor Program
  • Indoor motivasi
  • Individual Challenge
  • Team Dynamic Challenge
  • Discusion & Coaching
  • Metafora & Debrifing
  • Psycological report

 

,

SEMINAR BLT The 10th STBA Pertiwi

Seminar  Series 10th   The Basic Leadership Training

Bersiaplah dengan Revolusi Industri 4.0! Seruan ini marak kita temukan di berbagai lingkaran profesional saat ini. Memang, tiap beberapa dekade, temuan teknologi termutakhir telah mengubah berbagai hal termasuk cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya.

Bagaimana dengan revolusi industri keempat? Kata kuncinya ada pada robotisasi dan digitalisasi. Sebuah pembaharuan dari otomatisasi yang meliputi berbagai proses dan produk. Contoh kecanggihannya? Mulai dari mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intelligence, internet untuk segala hal, big data analytics, virtual reality, cloud computing dan lainnya.

Untuk mengarungi segala bentuk perubahan yang berlangsung cepat dan sinergi, tentunya kapal organisasi perlu dinakhkodai oleh pemimpin yang cakap sesuai era saat ini. bukan lagi pemimpin model lama yang hanya menggerakan tim berdasarkan pengalaman (senioritas karyawan), unjuk kinerja, ataupun kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini.

Maka organisasi pun butuh transformasi kepemimpinan. Inilah waktunya untuk Leader 4.0! Seperti apa Leader 4.0? tentunya Leader yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsistensi untuk menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya. Selain itu, Leader juga mampu bersinergi dan memberikan kebermanfaatan terbesar tidak hanya bagi organisasinya, namun juga seluruh mitra, pelanggan, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Leader perlu “MELATIH DIRINYA” beradaptasi terus-menerus dengan cepat terhadap hal baru. Itulah mengapa mindsets menjadi lebih bernilai daripada skillsets yang bisa jadi kadaluarsa segera setelah kita baru menguasainya.

Prinsip kedua adalah ‘FOCUS ON WHAT WORKS’. Jangan sampai Leader tidak mampu membedakan mana yang esensial dan mana yang tidak. Misalnya, ketika mengelola proses inovasi dalam pekerjaan dan pembelajaran tim, Leader yang tidak fokus akan sibuk coba berbagai teknik dan metode asalkan berjudul inovasi.

Prinsip terakhir adalah ‘PRIORITIZE DIFFERENTLY’. Kita perlu memahami bahwa dunia yang kompleks di era digital ini membutuhkan atensi yang lebih kuat pada pengelolaan relasi kerja. Bila kita tetap ngotot hanya memprioritaskan pengelolaan proses kerja, melakukan kebiasaan lama karena itu yang sudah jadi keahlian kita, maka kemunduran menjadi jaminan hasilnya.

Maka itu, dalam seminar bertemakan : “ Provoking YourAttitude with Innovation and Creativity inIndustry 4.0 Era” yang disampaikan Suharsono dan Didi Mulyadi penting sekali bagi Leader 4.0 untuk terus merefleksikan pikiran dan emosinya secara objektif tanpa terjebak dengan pola lama. Semakin kita mampu melakukannya, semakin Leader mampu mempengaruhi timnya untuk kuat menghadapi perubahan tanpa kehabisan energi untuk mengeksekusinya.

 

 

,

NATAL BERSAMA STBA 2018

 

Kehidupan anak – anak muda adalah kehidupan yang berharga dan berarti, namun akhir – akhir  ini banyak anak muda yang kurang mengerti apa arti hidup mereka dan untuk apa Tuhan menciptakan setiap kita.

Dalam NATAL BERSAMA STBA Pertiwi  ini  kerinduan kami untuk menyampaikan anugrah dan Kasih Tuhan dengan tema “Divine Purpose” sub tema “Luminous Live is Here”

Pesan Natal yang disampaikan : “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu,dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.(Mazmur 2:8)

Tujuan ilahi adalah suatu tujuan yang dasarnya adalah Firman Tuhan. Salah satu tragedi yang paling berbahaya di dunia ini adalah kehidupan yang tanpa tujuan. Bangsa-bangsa adalah kepunyaan Tuhan, jika kita minta berdasarkan kebenaran Firman Tuhan maka Tuhan akan memberikan sebagai anugerahNya. Tuhan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan untuk kita kelola. Sebagai orang yang dipercaya untuk mengelola kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Salah satu hal sebagai persiapan kita adalah tidak ada lagi rasisme. Juga tidak lagi ada iri hati dengan orang yang memiliki harta dan kekayaaan karena kekayaan kita yang sesungguhnya adalah warisan bangsa-bangsa itu.

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27)

Pengharapan yang sesungguhnya ada di dalam Kristus. Saat pengharapan kita hancur maka masa depan kita juga hancur, karena itu iblis akan menyerang pengharapan kita. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka Kristus ada dalam kita dan kita di dalam Dia. Kristus Sang pemberi bangsa-bangsa sudah ada dalam hidup kita karena itu Allah akan mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Allah sudah menentukan kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya kita membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 13:47). Dimanapun kita ditempatkan di antara bangsa-bangsa, hidup kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Bangsa-bangsa yang Tuhan berikan sesuai dengan kapasitas kita, karena itu supaya tidak ragu dan berkompromi dengan apa yang telah Tuhan berikan maka kita harus memiliki kehidupan yang terus kita latih bersama Tuhan untuk:

1.    MEMILIKI TEKAD / PASSION

Pencapaian terbesar dalam hidup kita bukan diperoleh dari posisi, tetapi dari tekad yang kuat. Orang yang memiliki tekad akan tetap bersemangat dan bergairah sekalipun menghadapi rintangan seberat apapun. Orang yang memiliki tekad tidak akan mudah iri hati dan patah semangat. Orang yang memiliki tekad akan terpanggil untuk berani menggenapi visi Tuhan. Tekad (passion) yang dari Tuhan akan bergelora terus dan tidak akan padam, kecuali kita yang memadamkannya. Rasul Paulus sekalipun menghadapi begitu banyak tantangan dan rintangan dalam hidupnya, namun tekadnya tidak pernah padam karena ia telah menerima Kristus dalam hidupnya. Banyak orang yang taat karena upah, jabatan atau perintah, tetapi orang yang punya tekad akan tetap setia apapun keadaannya.

2.    HIDUP YANG SELALU BERNILAI

Tuhan membangkitkan bangsa yang kuat dari waktu ke waktu dari orang yang hidupnya bernilai. Hidup bernilai adalah dasar dari kepercayaan (Trustworthy). Hidup yang bernilai adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk hidup berbuah dalam segala hal.

Orang yang bernilai selalu berusaha mewujudkan gambar Tuhan dan bergaya hidup seperti gaya hidup Yesus di dalam seluruh aspek kehidupannya.  Ia tahu keterbatasannya dan konsisten dengan nilai-nilai kebijakan dan kode etik yang ada walaupun dalam keadaan yang sulit untuk dilakukan.

3. KEMAMPUAN KREATIF DAN OTORITAS ILAHI DARI TUHAN

Kreatif memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan yaitu produktivitas dan inovatif. Dengan kemampuan kreatif dan otoritas dari Tuhan, kita akan mampu membuat rencana dan strategi untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Seperti halnya Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dari sesuatu yang tidak ada, kitapun mampu menciptakan masa depan yang indah bagi bangsa ini. Otoritas ilahi akan dilepaskan pada kita saat kita mau diutus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan. Kemampuan kreatif kita dapatkan melalui perjumpaan dengan Tuhan.

4. MENIKMATI BERSAMA TUHAN SELALU TERPUASKAN

Jangan merasa tidak puas dengan apa yang tidak kita miliki, tetapi puaslah dengan apa yang kita miliki. Kita punya hak untuk komplain dengan Tuhan atas apa yang kita tidak miliki atau bersyukur dengan apa yang kita miliki. Orang yang menikmati bersama Tuhan    selalu terpuaskan, apapun yang dimiliki ia tetap sadar bahwa Tuhan itu baik. Ketika kita menikmati bersama Tuhan, bukan berapa lama kita hidup tetapi seberapa banyak kita dipuaskan. Kita adalah jawaban atas generasi, bangsa dan keluarga. Apapun permasalahan yang kita hadapi, Tuhan akan menolong dan memampukannya.

 

5. SELALU MEMBURU KEBENARAN

Impian tertinggi Tuhan bukanlah membuat kita kaya, berhasil, terkenal atau populer, tetapi membuat kita benar bersama Dia. Segala hal bisa berubah, tetapi kebenaran tetap selamanya. Kebenaran adalah suatu hal yang tidak dapat digantikan oleh apapun dan kebenaran itu adalah Pribadi Yesus sendiri. Ketika hendak memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan tidak sedang memburu dosa. Jika Tuhan tidak memburu kebenaran maka Abraham tidak akan bisa bernegosiasi dengan Tuhan mengenai adanya kebenaran di kota itu sekiranya didapati orang benar disana maka Tuhan tidak akan memusnahkannya (Kejadian 18:26). Kebenaran Tuhan ada dalam hidup kita, jangan memburu dosa dan kesalahan orang lain, tetapi selalu memburu kebenaran dengan saling menguatkan orang lain dan selalu memperkatakan yang positif.

Mari kita latih hal-hal tersebut sehingga dimanapun kita ditempatkan, hidup kita mampu menjadi jawaban dan berkat untuk menggenapi Tujuan ilahi Tuhan di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan serta kebenaran Tuhan semakin dinyatakan. Amin.

 

Kamu Anak Jaksel? Jangan Sembarangan Gunakan “Which”, Ini 5 Peraturannya!

Fenomena bahasa Anak Jaksel mulai viral sekita akhir tahun 2018 ini. Bahasa Anak Jaksel atau Bahasa Anak Jakarta Selatan sendiri sebenarnya bukanlah sebuah bahasa baru, melainkan campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam ilmu bahasa, istilah ini disebut dengan Code Mixing, yaitu cara seseorang yang menggabungkan beberapa kosakata dalam dua bahasa yang berbeda. Hal ini sangat wajar. Terutama di kalangan orang-orang yang menguasai atau tengah mempelajari bahasa asing di luar bahasa ibunya. Nah, Code Mixing ini jugalah yang digunakan oleh anak Jakarta Selatan hingga fenomena ini disebut sebagai Bahasa Anak Jaksel.

Frasa yang paling sering disebutkan oleh milenial Jaksel dalam Code Mixing-nya adalah “which is.” Banyak sekali yang menggunakan frasa ini tanpa mengetahui dengan jelas aturan atau tata bahasa yang benar dalam menggunakan frasa ini. Contohnya pada kalimat, “Dia itu kenalan gue yang which is pernah deket sama gue.” Ini adalah penggunaan yang salah. Jadi, gimana sih penggunaan “which is” yang benar itu? Inilah 3 aturan penggunaan kata “which.”

1. Jangan Gunakan “which” untuk Menerangkan Kata Benda yang Manusia
“Which” hanya boleh digunakan untuk menerangkan benda mati, atau kata benda yang bukan manusia. Contohnya, “the bird which is on the top of the tree.” Sedangkan untuk menerangkan kata benda manusia, kata “who” yang bisa digunakan. Misalnya, “The woman who is angry.” Jadi bukan, “the woman which is angry,” ya.

2. Sehabis “which” Tidak Melulu Harus “is,” Tergantung Apa yang Diterangkan
Perhatikan jumlah kata benda yang diterangkan. Apakah itu tunggal (singular) atau jamak (plural). Misalkan, frasa “the bird” yang berbentuk singular, maka tentu saja “is” yang digunakan. Namun jika frasa yang diterangkan “the birds”, maka yang digunakan adalah “are”. Jadi, “the birds which are…” adalah bentuk yang benar. Jangan “which is” melulu, ya.

3. Kemudian Perhatikan Tense Klausanya
Nah, sekarang berfokuslah pada tense yang digunakan pada klausanya. Jika klausa itu menjelaskan sesuatu yang terjadi terus menerus, fakta, atau ada di masa sekarang, maka jelas “is” atau “are” yang digunakan. Contohnya, “the birds which are on the top of the tree.” Namun jika yang diterangkan adalah klausa yang terjadi pada masa lalu, maka “was” atau “were” yang digunakan. Contohnya, “the birds which were flying.” Dan begitu seterusnya. Intinya, perhatikan waktu yang digunakan dalam klausa itu, maka tense dan tobe-nya akan ketahuan. Sekali lagi, nggak harus melulu “which is” ya, “which was”, “which were”, atau yang lainnya juga bisa digunakan.

4. Tidak Melulu tobe, “which” juga bisa diikuti kata kerja (verbs)

Jika kamu ingin menerangkan kata benda yang melakukan suatu aktivitas dengan menggunakan “which”, maka setelah “which” kata kerjalah yang harus digunakan. Contohnya, “the bird which sings beautifully.” Tidak ada “is” di sini. Karena is diganti dengan kata kerja “sing.” Dan jangan lupa, aturan-aturan di atas juga tetap berlaku untuk “which” dengan kata kerja ini.

5. Yang Terakhir, Jangan Gunakan “yang”
Nah, inilah yang kesalahan paling sering dibuat oleh orang-orang yang berbahasa Anak Jaksel. Setiap mau ngomong “which”, kata “yang” dalam bahasa Indonesianya masih dipakai. Contohnya, “Gue baca konten yang which is awesome banget yesterday!” Nahloh?! Sudah ada “yang” masih pakai “which” pula.

Kata “which” adalah kata penerang yang bisa diterjemahkan menjadi “yang” dalam bahasa Indonesia. Jadi, penggunaan kata “yang” sebelum kata “which” adalah hal yang mubazir. Kalau digunakan, malah jadi “yang yang” dong artinya?

Nah, sekarang sudah tahu kan peraturan dalam menggunakan kata “which” ? Jadi bentuk yang benar dari contoh di paragraf ke-dua itu adalah “Dia itu kenalan gue who is pernah deket sama gue,” jangan pake “which is” lagi, ya.

Well, code mixing emang keren, sih! Tapi lebih keren lagi kalau kamu bisa bahasa Inggris dengan lancar dan berbahasa Indonesia dengan benar, bukan gado-gado. Ya, kan? Jadi, yuk belajar bahasa Inggris! Tapi, di mana sih tempat yang kece untuk belajar bahasa Inggris? Ya jelas di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi, dong!

,

SISTEM PENDIDIKAN TINGGI 2018 STBA PERTIWI

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Indonesia pada hari Sabtu, tanggal 15 September 2018 telah menyelenggarakan salah satu agenda penting setiap tahunnya yaitu, Sistem Pendidikan Tinggi atau biasa disingkat SPT. Agenda tahunan wajib ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih mendalam tentang STBA Pertiwi khususnya serta bagaimana proses belajar mengajar yang ada di STBA Pertiwi. Mahasiswa/I baru yang diundang pun diharapkan untuk bisa menjadi salah satu ajang mengenal satu sama lain antara mahasiswa/I baru.

Agenda pertama di buka oleh Ketua STBA Pertiwi yaitu Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M. Sebelum memulai SPT 2018 ini, Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M mengajak mahasiswa/i baru untuk melakukan pemanasan. Selanjutnya, beliau memberikan pengenalan dan paparan tentang Kampus STBA Pertiwi yang memiliki tiga cabang dan kapan berdirinya STBA Pertiwi, yang mempunyai nama awal Akademi Bahasa Asing Pertiwi. STBA Pertiwi yang mempunyai pengalaman lebih dari 35 tahun dalam Pendidikan Bahasa Inggris, akan memberikan bantuan kepada mahasiswa/I baru untuk mencapai cita-cita dan tujuannya, dalam hal mempelajari Bahasa Inggris. Bapak Didi juga memberikan gambaran bagaimana caranya agar para mahasiswa/I baru dapat berkomitmen untuk bisa menyelesaikan studinya hingga 4 tahun ke depan walau halangan apapun menerjang.

Dalam sesi ini pun, beliau mencoba bertanya kepada mahasiswa/I baru tentang bagaimana mereka mendapatkan informasi tentang STBA Pertiwi, dan mengapa mereka memilih STBA Pertiwi. Beberapa menjawab, karena mereka mengakui STBA Pertiwi yang sudah terakreditasi B dari BAN – PT dan juga ada beberapa mahasiswa/I yang menjawab tentang lokasi strategis STBA Pertiwi.

Agenda selanjutnya, yaitu paparan informasi dan proses pembelajaran yang ada di STBA Pertiwi oleh Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik. Bersama tim akademik yang di perkenalkan oleh Ibu Wulan, beliau memulai dengan memperkenalkan STBA Pertiwi beserta proses pembelajaran, yaitu dari tata tertib hingga apa itu yang disebut Formulir/Kartu Rencana Studi (FRS/KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), dan juga berbagai mata kuliah yang bisa didapatkan oleh mahasiswa/I baru ketika mereka belajar di STBA Pertiwi selama 4 tahun kedepan.

Ibu Wulansari dibantu oleh Bapak Priyoto, S.S., M.Pd selaku Ketua Jurusan di STBA Pertiwi, memaparkan tentang tata cara dan tata tertib Ujian di STBA Pertiwi. Tidak hanya Ujian Akhir Semester dan Ujian Tengah Semester, tapi mahasiswa juga mengikuti ujian tambahan yang diwajibkan STBA Pertiwi yaitu Ujian TOEFL, Uji Kompetensi Bahasa Inggris dan Ujian Skripsi atau Comprehensive Test.

Selanjutnya, masuk ke agenda dimana Bapak Abdillah, S.E., M.M selaku Wakil Ketua II Bidang Keuangan STBA Pertiwi memberikan paparannya mengenai sistem administrasi keuangan dan penjelasan tentang proses angsur dari biaya kuliah di STBA Pertiwi. Beliau juga menjelaskan, apa saja fasilitas yang didapatkan oleh mahasiswa/I selama di STBA Pertiwi. Mahasiswa/I baru di STBA Pertiwi akan mendapatkan fasilitas asuransi Pendidikan dan berbagai perlengkapan selama para mahasiswa/I belajar di STBA Pertiwi, yaitu jaket almamater, Basic Leadership Training, dan juga seminar.

Agenda selanjutnya, Ibu Sri Marleni, S.S., M.Hum selaku Staff Wakil Ketua III Bidang kemahasiswaan memberikan paparan nya mengenai kegiatan mahasiswa/I STBA Pertiwi dan bagaimana caranya mahasiswa/I baru dapat bergabung dalam kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut. Seraya menjelaskan, Ibu Sri Marleni juga memperlihatkan foto-foto dari kegiatan mahasiswa dalam UKM atau apa saja acara yang telah diselenggarakan, terutama oleh Senat Mahasiswa/I di STBA Pertiwi.

Pemaparan terakhir diisi oleh Bapak Mashuri, S.S>., M.Pd selaku pengurus Unit Penjaminan Mutu dari STBA Pertiwi. Beliau juga memperdalam pengetahuan tentang tata tertib STBA Pertiwi, terutama dalam hal proses belajar mengajar dan tata tertib mahasiswa/I di STBA Pertiwi. Agenda terakhir dilanjutkan dengan pengisian Formulir Rencana Studi oleh mahasiswa/I baru STBA Pertiwi beserta Pembimbing Akademik masing-masing kelas atau wali kelas selama para mahasiswa/I belajar di STBA Pertiwi. Lalu, berakhirlah acara Sistem Pendidikan Tinggi STBA Pertiwi 2018 yang mengawali dan menandai bahwa kelas dan semester baru bagi seluruh mahasiswa/I STBA Pertiwi telah dimulai.

 

Bagi mahasiswa/i baru yang ingin mengisi Formulir Rencana Studi secara online, dapat mengunduh Panduan SIAP di bawah ini:

PANDUAN Sistem Informasi Administrasi Pertiwi (SIAP)

Pengisian FRS dapat dimulai pada Senin Sore. Terima kasih.

,

Pengumuman Tes Kelulusan Bidikmisi 2018 STBA Pertiwi

Beasiswa Bidikmisi merupakan program pemerintah yang berbasis kepada bantuan pendidikan tinggi untuk masyarakat dalam hal ini adalah calon mahasiswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya yang memiliki prestasi di sekolah sebelumnya dan memilki kemauan yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan tingginya. Beasiswa bidikmisi diatur dalam undang-undang pemerintah Pasal 76 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Tujuan diadakannya Bidikmisi ini, pastilah untuk membantu para mahasiswa berprestasi yang kurang mampu untuk merasakan pendidikan tinggi yang nantinya diharapkan para mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa ini dapat menjadi mahasiswa berprestasi dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Masa pendaftaran Beasiswa Bidikmisi tahun 2018 telah ditutup. Para perguruan tinggi yang terdaftar sebagai penerima beasiswa Bidikmisi untuk para calon mahasiswanya pun sudah memberikan data-data lengkap mengenai calon mahasiswanya. Data-data diri lengkap tersebut telah didapatkan dari Sekolah Menengah Atas para calon mahasiswanya ataupun dari pendaftaran seleksi mandiri Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

STBA Pertiwi, menjadi salah satu perguruan tinggi yang terdaftar dalam daftar perguruan tinggi swasta penerima beasiswa bidik misi. Karena komitmen dari STBA Pertiwi yang sama dengan misi pemerintah, yaitu memberikan bantuan pendidikan, maka STBA Pertiwi sangat bangga mendapatkan kesempatan ini. Setelah melalui tahapan seleksi, maka STBA Pertiwi telah memutuskan 8 mahasiswa yang telah LULUS dalam seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Swasta dari STBA Pertiwi. Berikut ini adalah nama-nama mahasiswa:

  1. Nike El Prida
  2. Ilham Hamdani
  3. Meilina Indriyani
  4. Muhammad Varrel R
  5. Shafira Aqillah
  6. Diyah Pratomo
  7. Muhammad Handika S
  8. Mega Nurmasari

Selamat atas ke- 8 mahasiswa yang lulus seleksi Beasiswa Bidikmisi 2018. Semoga dapat mengemban amanah dan mempunyai semangat juang belajar yang tinggi di STBA Pertiwi.

4 Things About English Language You Must Know!

As English has become an International Language, it is important to be learnt by everyone in this world. There are some reasons why English has been chosen as an International language that one of the reasons behind it, is English is easy to learn and understand. Regardless that English is an International Language, some people might want to know why English is interesting to be learnt deeply. It is not only learnt in 4 skills English but also it is interesting to find some things about English and its origin.

We have known that English also becomes one of the majors in University or College. Some people are interested in learning English not only about its grammar but also about the culture where the language comes from. Here are four must-know things about English you probably have only known some.

  1. Different region, different accent/dialect

People who know or learn about English may only know the English accent from the American accent or the British accent. But, do you know that in England or United Kingdom, people who live in different region of the country will have their different English accent and dialect. According to the dialectblog.com, the “standard accent” of English came from the 19th century term called Received Pronunciation. A term was from a linguist A.J. Ellis. There are some different accents with their different regions from United Kingdom.

Here they are:

  1. Cockney (East End of London)
  2. Estuary English (Southeast British)
  3. West Country (Southwest British)
  4. Midlands English/Brummie (Birmingham English/East Midlands/West Midlands)
  5. Northern England English (North of the Midlands, Manchester, Leeds, Liverpool, and Rural Yorkshire)
  6. Geordie (Newcastle, Northeast England, half Northern England)
  7. Welsh English (Wales)
  8. Scottish English (Scotland)

These are only the British Accent as we know that English comes from the United Kingdom. They have their own characteristics from the languages or the pronunciation themselves.

  1. Learning culture from the literature works and be wise

When we read or listen about other people’s stories, we might learn some other stories or even the advice behind them. Other than advice or the lessons behind those stories, we can learn the cultures from the literature works, especially from English Literature. We can learn the culture and some British cultural lesson from the literature works such as prose, drama and poetry. For instance, we can learn the British culture from Harry Potter (J.K Rowling), Pride and Prejudice (Jane Austen), or from the books of William Shakespeare, the famous author from United Kingdom. Those are the example of the books. You don’t like reading? Don’t worry! You still can learn the literature works from the drama or movie.

The drama or the movie are not only about the entertainment but also the description about some cultures or the norms which happen in the society. The drama or the movie describes the culture, the lesson, of some societies clearly through the motion pictures. People are easily to understand the situation and the description of the society or cultures themselves. You can  try to watch movie such as The Canterbury Tales, Sherlock Holmes, Pride and Prejudice, and etc.

People who learn culture through the English literature will be wiser than other people who don’t, but why? Because they try to analyze and understand the issues which happen in each literature works and sometimes they apply the ways to solve or understand the issues in their real life. So, it’s up to you, do you want to learn other cultures, especially English cultures, through prose, drama, movie, or poetry?

  1. Getting the borrowing-words from the rival

Not all English words as their pure words which come from United Kingdom or English Speaking Countries. Some of the English vocabularies are not originally from United Kingdom, they are borrowed from other countries, especially from the countries which were the rival of Great Britain.

France is the country which had ever been a rival of Great Britain. There were some wars which happened between these two countries. The very first war started in the year of 1066 A.D. The war called French Invasion of Normandy. The famous war was The French Revolution which started in 1793-1802 A.D. The war involved Britain because some part of the land also had become a place of the war.

Because of these wars, the English language was also influenced by the French. For instance, Ballet which means an artistic dance form performed to music. Another example is government which means the group of people with the authority to govern a country or a state. This word originated from Middle English when the government of Old French governed in Britain.

German is also the country which had ever been a rival of Great Britain. In the 5th century, German people called The Anglo-Saxon landed in England. The Anglo-Saxon came from the Northern Germany. Therefore, England has big history with Germany. Moreover, the famous battle between German and England started the World War I and it was continued in the year 1939 when Britain declared war on Germany which was called World War II.

As we know that German did some wars on Britain and the first people to come was the Anglo-Saxon people, English language is also influenced by the country. German words which are also used in English language are fest which means a festival or gathering devoted to a particular activity or interest and kindergarten which means an establishment where children below the age of compulsory education play and learn. Both words came from the middle 19th Century.

Behind all the wars which had happened, those countries with Great Britain live peacefully now. They just did some wars and made some regulations, but they are put together, especially by the languages.

  1. Are you interested in learning English Linguistics or English Literature?

If you are committed to learn English language deeply, you must know these two terms, English Linguistics and English Literature. Both are the science which are learn in English major. But some people will choose their passion between Linguistics and Literature to be learnt deeply.

  1. Linguistics

According to the Oxford Online Dictionary, Linguistics is the scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. The linguistics refers to the systematic study of language. In English studies, when we learn about linguistics we will learn the fields such as English phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, and phonetics. A person who studies linguistics or a person skilled in foreign language called linguist.

  1. Literature

According to the Oxford Online Dictionary, Literature is the written works, especially those considered of superior or lasting artistic merit. In one source (www.differencebetween.com) mentions that literature is a work of art which could be learnt from prose, drama, or poetry. Literature is the study of written works within a language. In English Literature, you will learn the genre and the different periods of English Literature based on when the Literature works were written. For instance, the Puritan period will have different genre or sense of the story from the Victorian Period.

So, after knowing these things, are you in love with English Linguistics or English Literature?

Those are 4 things you must know about English Language and its science. There are lots of things which we can talk about English. The most important thing is if you want to be a good English speaker or learner, you have to put your biggest effort whether to know or to learn the English itself.

 

 

,

Asyiknya Kuliah di STBA Pertiwi Dengan Beasiswa Bidikmisi 2018

   

Mau kuliah tapi tidak punya biaya? Khawatir kuliah tapi kehabisan ongkos? Takut orang tua tidak bisa membiayai kuliah? Beasiswa Bidikmisi 2018 solusinya. Bisa asik kuliah dan menggapai masa depan tanpa harus khawatir dengan biayanya!

Kemenristekdikti bekerja sama dengan STBA Pertiwi memberikan kesempatan yang amat bermanfaat bagi calon mahasiswa baru yang kurang beruntung secara ekonomi, terutama yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan maupun pendidikan kesetaraan. STBA Pertiwi kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan kuota beasiswa bidik misi dari Kemenristek Dikti. Oleh karena itu mari manfaatkan beasiswa ini agar dapat menempuh pendidikan di STBA Pertiwi.

Ketentuan dan Regulasi Beasiswa Bidikmisi

  1. Persyaratan Beasiswa Bidikmisi

    1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang lulus tahun 2017 maupun 2018
    2. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
    3. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
      1. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
      2. Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp. 3.000.000,- per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp. 750.000,- setiap bulannya
    4. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4
    5. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah
  1. Mekanisme Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi

    1. Memastikan dapat memenuhi persyaratan diatas
    2. Mengisi form pendaftaran dengan format terlampir (linkformpendaftaran) dan mengirimkan form terisi format .doc/.docx melalui email bidikmisi@stba-pertiwi.ac.id
    3. Panitia seleksi beasiswa Bidikmisi STBA Pertiwi akan mengirimkan bukti penerimaan pendaftaran dan undangan menghadiri tes dan interview melalui email
    4. Mempersiapkan lampiran persyaratan diatas untuk dibawa asli dan copynya pada saat tes dan interview 10 Agustus 2018, yaitu:
      1. Pasfoto 2×3 dan 3×4 masing-masing 3 lembar
      2. KTP
      3. Kartu Keluarga
      4. Ijazah atau Surat Keterangan Lulus
      5. Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau keterangan dalam bentuk lain
      6. Rekomendasi Kepala Sekolah atau Rapor SMU/SMK/MA/pendidikan kesetaraan lainnya

  1. Mekanisme Seleksi Beasiswa Bidikmisi

    1. Peserta beasiswa Bidikmisi melakukan pendaftaran melalui email bidikmisi@stba-pertiwi.ac.id
    2. Peserta beasiswa Bidikmisi wajib hadir pada saat tes dan interview pada waktu yang ditentukan, akan diinformasikan dan tidak dapat diwakili. Apabila tidak hadir maka dianggap mengundurkan diri
    3. Peserta beasiswa Bidikmisi mengikuti tes berbentuk Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris. Peserta diminta membawa alat tulis sendiri
    4. Peserta akan diseleksi berdasarkan kriteria:
      1. Pemenuhan persyaratan
      2. Prestasi akademik selama sekolah
      3. Prestasi non akademik sebelumnya
      4. Hasil tes dan interview
    5. Keputusan hasil seleksi adalah final dan tidak dapat diganggu gugat
  1. Besaran Beasiswa Beasiswa Bidikmisi

Cakupan dan besaran beasiswa Bidikmisi adalah sebagai berikut:

  1. Biaya kuliah dan komponen lain (BPP, Biaya PKM, Biaya Ujian, dll) dibiayai oleh Kemristekdikti dan STBA Pertiwi
  2. Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi sebesar Rp.3.900.000,- (tiga juta sembilan ratus ribu rupiah) per mahasiswa per semester
  3. Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tidak akan dikenakan biaya lain kecuali biaya untuk hal yang dinikmati langsung oleh mahasiswa tersebut seperti buku, seminar dan sejenisnya.
  1. Ketentuan lain

Perguruan tinggi dapat menerbitkan ketentuan khusus tentang penghentian pemberian bantuan. Secara umum pemberian bantuan dapat dihentikan apabila mahasiswa penerima:

  1. Cuti/Drop Out/Non Aktif
  2. Mengundurkan diri
  3. Terbukti memberikan keterangan data diri yang tidak benar
  4. Ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Mahasiswa dan masuk dalam kategori pelanggaran berat

Intip yuk, apa kata para mahasiswa Penerima Beasiswa Bidik Misi 2016, berikut ini!

Aisyah Nada Kamala

Fathia Aznia

Rahman Aditya

Informasi Lain Terkait Beasiswa Bidikmisi 2018

Form Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi  (download)

Panduan Beasiswa Bidikmisi  (download)

Hubungi Panitia Beasiswa Bidik Misi 2018

Kampus STBA Pertiwi Cililitan       Telp.   (021) 8090474

Ms. Dwi Febriyanti                            WA.    08979581390​⁠​

Customer Service Pertiwi                 klik Let’s Talk (pojok kanan bawah website)

,

RINCIAN CICILAN UANG KULIAH STBA PERTIWI 2019

Tabel Cicilan Biaya STBA Pertiwi Kampus Cililitan “Pembayaran 3 Tahap” & “Pembayaran Bulanan”
Prodi S1 Sastra Inggris

Tabel Cicilan Biaya STBA Pertiwi Kampus Cililitan “Pembayaran 3 Tahap” & “Pembayaran Bulanan”
Prodi D3 Bahasa Inggris

Tabel Cicilan Biaya STBA Pertiwi Kampus Cililitan “Pembayaran 3 Tahap” & “Pembayaran Bulanan”
Prodi S1 Sastra Inggris