Beasiswa Bagi Mahasiswa Yang Tidak Mampu

JAKARTA –Untuk mendukung program pendidikan bahasa inggris bagi keluarga kurang mampu, STBA Pertiwi setiap tahun memberikan beasiswa kepada para mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu. “Mereka mendapat porsi khusus, selain beasiswa bagi mereka yang berprestasi. Jumlah itu ditambah dengan beasiswa dari kementrian pendidikan dan kebudayaan yang rata-rata 20 orang pertahun,” kata Vice President Pertiwi Group Arif nugroho di Jakarta, kemar.

Beasiswa bagi keluarga kurang mampu ini meripakan bentuk kepedulian social kampus sebagai entitas bisnis Beasiswa keluarga kurang mampu ini biasanya diambils dari warga sekitar kampus Pertiwi Group. Jika perlu, mereka bisa diterima bekerja sebagai karyawan di Pertiwi Grup.

Semua Lulusan STBA Pertiwi Langsung Bekerja

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi Terus Berpacu dengan prestasi. Ditengah sulitnya lapangan kerja, semua lulusan STBA Pertiwi justru diserap lapangan kerja, bahkan banyak perusahaan yang ‘memesan’ sebelum mereka lulus.

JAKARTA- Vice Presiden Pertiwi Group, Arif Nugroho kepada the 1st times di Jakarta, Selasa (24/1), kemampuan berbahasa Inggris jaringan luar. Serta dukungan akademis terapan menjadiunggulan STBA Pertiwi. Pihaknya pun bangga karena banyak perusahaan yang mencari lulusan STBA Pertiwi.

STBA Pertiwi berdiri pada 1970 dan kini berkembang menjadi tiga lembaga yaitu STBA Pertiwi,Akpar Pertiwi dan STIE Pertiwi. Kampusanya juga dikembangkan ke berbagai daerah seperti STBA Pertiwi Cililitan, STBA Blok M, STBA Lagowa Tanjungpriok, STBA Bekasi, dan STBA Cilegon. Kampus pusat di STBA Rawamangun, Jakarta Timur.

“Dua program studi, D-III dan Strata I (S-I) Sastra Inggris. Kelasnya di buka pagi, sore dan malam . Jadi mahasiswa dapat memilih sesuai waktu yang mereka punya. Selain itu, ada kelas karyawan yang dibuka akhir pecan, Sabtu – Minggu.” jelas Arif

Staf pengajar juga cukup kualifaid, rata-rata lulusan S-2. Selain itu, fasilitas belajar mengajar dilengkapi dengan laboratorium (lab) Bahasa Inggris, Lab Komputer. Mahasiswa juga bisa praktek mengajar dan mengamalkan ilmunya di berbagai perusahaan atau sekolah Mitra Pertiwi Group. “Jadi mahasiswa kami bukan hanya diajar secara teori, tapi juga praktek langsung ke lapangan untuk mengamalkan kemampuan bahasa inggris-nya.” Jelas pria alumnus University if Singapore ini.

Menurut Arif, kemampuan dan fasilitas belajar di STBA Pertiwi merata, tapi, kalau dari sisi fasilitas, ada di STBA Pertiwi Cililitan. “Di Cililitan ada tiga kampus, tentu fasilitasnya lebih besar dan lengkap . jumlah mahasiswa dan kegiatan belajar mengajarnya juga lebih besar. Tapi kualitasnya merata karena dikelola secara professional di bawah satu paying, Pertiwi Group.” Paparnya.

Guna melengkapi kemampuan mahasiswa sekaligus memudahkan mereka masuk dunia kerja, pada semester awal mahasiswa dibekali mata kuliah kewirausahaan, komunikasi bisnis, selain sastra Inggris. “Tantangan ke depan kian berat. Mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan lebih, bukan sekedar bahasa Inggris, juga pengalaman praktis lainnya,” tegas Arif.

Sumber : the 1st times

oleh : Iskandar Helmi

Kuasai Dunia Dengan Bahasa Inggris

MINIMNYA penguasaan bahasa inggris, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, memberikan inspirasi keluarga DR H Suharsono untuk mendirikan sekolah bahasa Asing (STBA) Pertiwi. Sekolah ini diharapkan bisa menjadi alternative bagi para lulusan SLTA atau karyawan yang ingin memperdalam kemampuan bahasa inggris-nya.

“Bahasa Inggris masih menjadi parameter utama penerimaan calon karyawan, baik di pemerintahan atau perusahaan. Apalagi yang aktivitasnya banyak berkaitan dengan orang asing. Menguasai bahasa Inggris secara aktif menjadi kerdit poin tersendiri,” ujar Vice President Pertiwi Group Arif Nugroho di Jakarta, kemarin.

Suharsono pernah berpesan, untuk menguasai dunia dan bisa bersaing di tingkat global, harus mampu berbahasa Inggris. Bahasa Inggris merukapak bahasa intenasional yang paling popular dan digunakan dalam berbagai event dunia. “Jika ingin masuk kesana, maka harus menguasai bahasa Inggris dulu,” Lanjutnya.

Untuk masuk ke dunia kerja, kata Suharsono, pertanyaan pertama yang diajukan adalah kemampuan bahasa Inggris. Apalagi, jika akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, kemampuan bahasa inggris menjadi syarat utama. “ Jika tes bahasa Inggris tidak lolos, jangan harap bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya,” papartnya

Ditambahkan Arif, sebagai perguruan tinggi yang membuka program studi sastra Inggris, STBA Pertiwi tentu melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan.

Sumber: the 1st Times

oleh: Iskandar Helmi