Outbound Basic Leadership Training-BLT 2020 Villa Ratu Sukabumi

Outbound Basic Leadership Training ini merupakan program unggulan dari Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Pertiwi dimana setiap periode pembukaan Tahun Ajaran baru kami selalu mengadakan pogram Outbound  Basic Leadership Training sebagai program yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.  Dalam program Outbound Basic Leadership Training angkatan ke 12 ini , Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi-STBA Pertiwi mengajak setiap peserta untuk meningkatkan kemampuan dan pemahamannya tentang unsur-unsur vital dalam membangun sebuah tim yang efektif serta membangun sikap dan kualitas karakter sebagai landasan utama dalam pencapaian sebuah arti kesuksesan. Pelatihan ini merupakan proses awal dalam membentuk etos kerja yang positif dan membentuk pribadi tangguh dengan karakter unggul. Karena di era milenial dibutuhkan  creative leader untuk menjawab segala tantangan dan merubah kelemahan menjadi keunggulan. Dan hanya  leader yang memiliki creativity, innovation, dan passion yang akan meraih kesempatan untuk sukses.  Setiap materi dalam Outbound ini disuguhkan dalam bentuk permainan dan simulasi yang menarik dan menantang dan tidak membosankan.

Beberapa diantara permainan Outbond seperti yang dikutip oleh Abdilah,SE.,MM Selaku Wakil Ketua 2 Bidang Adminstrasi Umum dan mewakili Bidang Kemahasiswaam , Ada Permainan Tali Merayap, permainan merayap melewati rintangan dengan mata tertutup. Peserta harus mampu melewati rintangan dengan bantuan rekan setim melalui instruksi sehingga dia bisa melewati dengan sempurna. “Permainan ini sebagai bentuk pembelajaran organisasi dan Kita bisa belajar tentang bagaimana kita bisa memahami, menghargai, dan kerja sama dengan sesama dalam mewujudkan hal yang diinginkan. Selain itu, yang pasti, semua peserta harus bisa mengurangi ego masing-masing,” ujar pria yang punya bintang Taurus ini,” ungkapnya.

Sosialisasi TRIDARMA Perguruan Tinggi STBA Pertiwi

Jakarta – LPPM PERTIWI Lembaga Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi  menyelenggarakan sosialisasi Program Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada seluruh Dosen STBA Pertiwi. Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan nilai-nilai dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pada bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pada Selasa, 11 Feb 2020 bertempat di Ruang Auditorium STBA Pertiwi, para dosen berkesempatan mendapatkan sosialisasi Program Tri Dharma Perguruan tinggi oleh LPPM Pertiwi.

Dr. Didi Mulyadi,SS.,MM selaku Ketua  STBA Pertiwi mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah kita untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian dan pengabdian bagi dosen dan  kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh LPPM Pertiwi ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi.

Perguruan tinggi sebagai masyarakat ilmiah dituntut untuk berperan secara aktif positif dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan menghasilkan ilmu yang siap pakai, dalam arti penemu masalah. Dengan demikian ilmu yang diperoleh melalui penelitian dapat digunakan untuk menerangkan, meramalkan atau peristiwa di dalam kehidupan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu perguruan tinggi haruslah mampu menghasilkan lulusan  yang memiliki kepribadian tangguh, berkemampuan unggul, cerdas, kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu keberadaan perguruan tinggi mempunyai kedudukan dan fungsi penting dalam perkembangan suatu masyarakat. Proses perubahan sosial  di masyarakat yang begitu cepat, menuntut agar kedudukan dan fungsi perguruan tinggi itu benar-benar terwujud dalam peran yang nyata. Peran perguruan tinggi tertuang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Dharma Pendidikan, Dharma Penelitian, dan Dharma Pengabdian Masyarakat. Ujar Ketua STBA Pertiwi.

STBA Pertiwi Gelar BLT Basic Leadership Training: ‘Leading The Millenials-Attitude Matters’

Vila Ratu Sukabumi, 15 Feb 2020,  Kepemimpinan di Era 4.0 atau Era Millennial adalah merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi para pimpinan saat ini. Jawaban atas ini semua akan dikupas lansung oleh pemateri Dr. Suharsono, DR. Kultur Hia dan DR. Didi Mulyadi.

Demikian disampaikan Ketua Panitia BLT-11 , Setyojati Purweko,Spd dalam pembukaan Leadership Training, pada 15 Feb 2020 di Vila Ratu . Leadership Training adalah pembekalan dan latihan kepemimpinan kepada para Mahasiswa Baru dan Pindahan Sekolah Tinggi Bahasa Asing –STBA Pertiwi.

Basic Leadership Traning –BLT-12 STBA Pertiwi diselenggarakan 15-16 February 2020 dengan tema “Leading The Millenials-Attitude Matters: Mempersiapkan pemimpin milenial berkarakter ” merupakan kontribusi nyata STBA Pertiwi dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul. Kegiatan ini diikuti oleh 423 peserta Mahasiswa Baru dan Pindahan yang berasal dari Kampus STBA Pertiwi Bekasi dan Kampus Cililitan.

STBA Pertiwi menyelenggarakan Basic Leadership Training bertujuan untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh Mahasiswa baru dan  Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi generasi pemimpin masa depan yang memiliki karakter unggul.

STBA Pertiwi akan mendukung pengembangan potensi calon pemimpin yang kreatif dan inovatif melalui peningkatan nilai intelektualitas dan peran sosial yang terencana dan terarah melalui kegiatan pengembangan kepemimpinan dan pembekalan sehingga generasi pemimpin Mahasiswa STBA Pertiwi  dapat menjadi  change agent, yaitu role model di kalangan generasi muda di lingkungan kalian masing-masing, future leaders, dengan memimpin perubahan ke arah yang lebih baik di berbagai bidang dan  front liners, sebagai kepanjangan tangan dari STBA Pertiwi untuk menyebarkan kebijakannya.

Seminar Basic Leadership Traning STBA Pertiwi Series: ‘Leading The Millenials-Attitude Matters’

Vila Ratu Sukabumi, 15-16 Feb 2020,  Sukses organisasi baik berupa keluarga, perusahaan, organisasi kemasyarakan, maupun organisasi yang lebih besar seperti korporasi maupun negara sangat bergantung pada kualitas anggota yang dimilikinya, Anggota organisasi adalah pribadi-pribadi yang memiliki ikatan dalam organisasi tersebut, Ada pribadi yang kontributif dan ada pribadi yang membebani organisasi. Ujar Dr. Suharsono yang pernah memangku Jabatan Ketua HIPKI-Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia,

Peran seorang pemimpin di Era Milennial ini semakin kompleks dan dinamis.  Leader yang baik adalah mereka yang mampu menjalankan fungsi kepemimpin seperti:

  1. Tujuan, Penetapan tujuan menjadi hal yang penting saat Anda diangkat menjadi pemimpin. Tujuan yang Anda buat harus SMART (Specific, Measurable, Agreed, Realistic & Time limit) sehingga dapat dipahami oleh seluruh anggota tim.
  2. Pengaruh, Anda tidak akan mencapai tujuan tersebut secara individu, melainkan harus melibatkan tim. Menurut John Maxwell “Leadership is influence, everything rises and falls on leadership”, keberhasilan kepemimpinan anda sangat tergantung dari seberapa besar Anda mampu mempengaruhi tim untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Semangat, Anda harus bisa menggerakkan energi karyawan ke arah yang positif ketika mereka mengkomunikasikan ide, artinya, Anda harus sadar akan maksud dan kemungkinan yang akan ditimbulkan dari ide mereka. Ketika Anda berinteraksi dengan orang lain terutama pada saat perubahan besar baik tantangan maupun tekanan organisasi, sikap Anda akan sangat diamati oleh karyawan Anda. Berkomunikasilah dengan penuh pertimbangan dan warnai kerja sehari-hari dengan inspirasi dan energi positif.
  4. Pemberdayaan, artinya adalah pengembangan kemampuan anggota tim untuk mampu melakukan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Dimana anggota tim bisa merasakan “nilai tambah” dari pekerjaan yang mereka lakukan

Dalam sesi akhir Pria yang pernah menduduki kursi Kerua HIPKI-Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia ini juga memberikan arti tentang kepemimpina  yang yang seperti apa seharusnya Leader yang sukses adalah mereka yang bisa mengendalikan diri dan bekerja untuk menginspirasi orang lain dan jiwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan meminpin diri sendiri.

Lebih lanjut  pria yang sukses memegang jabatan  Managing Director: Success Power Indonesia bahwa Kepemimpinan diri pada hakikatnya adalah kemampuan menggerakkan diri menggunakan seluruh sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan. Seseorang yang memiliki kepemimpinan diri yang kuat akan lebih mudah memimpin dalam organisasi.

Dalam sesi akhir Dr. Didi Mulyadi dengan mengusung tema “Go Live Your Way” Pemimpin ideal itu tidak melulu dengan keluhan-keluhan yang sering ungkapkan tapi bagaimana caranya keluhan menjadi Energi untuk mensinergikan kemampuan yang dimilikinya. Ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesian English Course Teachers’ Association (IECTA).

Basic Leadership Training 2020

Basic Leadership Training (BLT) merupakan kegiatan pelatihan bagi seluruh mahasiswa/i baru dalam upaya membangun karakter kepemimpinan yang berbasis pada kecerdasan emosional dan spiritual dilingkungan STBA Pertiwi. Disamping sebagai pendidikan karakter yang bermuatan soft skill, program ini sekaligus sebagai wahana media orientasi mahasiswa baru terhadap lingkungan  kampus Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi. Lingkungan internal yang dibatasi dengan norma dan aturan civitas sebagai entitas Unit Pendidikan Tinggi yang harus taat pada ketentuan perundang-undangan dalam interaksinya sehingga tercermin atmosfir akademik yang mendukung keberhasilan capaian sasaran dan tujuan pembelajaran pada Sekolah Tinggi/Program dan Jurusan yang dioperasionalkan di Lingkup Yayasan Pendidikan Pertiwi Global. Tanpa pengenalan yang mendalam tentang lingkungan  kampus, tata pamong, visi, misi,  tata  nilai,  tujuan penyelenggaraan Program Studi dan hal-hal terkait lainnya dalam sebuah Institusi Perguruan Tinggi adalah sesuatu keniscayaan yang oleh karenanya proses pembelajaran akan berlangsung sesuai dengan perencanaan studi. Pada program ini juga ditanamkan kebanggaan mahasiswa yang dapat menumbuhkan kecintaan pada alamamaternya, bahkan sepanjang sejarah   penyelenggaraan  BLT selalu sukses dilaksanakan, selalu membekas dan menjadi kenangan yang paling indah  semasa mahasiswa menjalani perkuliahan sampai dengan tamat diwisuda. Apresiasi luar biasa datang dari mayoritas mahasiswa yang mengikuti program wajib ini cerita positif dan menarik diantara mereka berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dan dipastikan setiap peserta mengunggah kegiatan tersebut pada komunitas sosial medianya menjadi hangat sebagai wahana promosi yang luar biasa. Manfaat dan citra positif juga  dirasakan dan disuarakan oleh para Dosen yang juga terlibat dalam acara yang penuh nuasa pembelajaran, membangun keakraban antar civitas yang hampir tidak ada moment lagi setelah itu untuk bertemu kembali  diantara mereka karena datang dari beberapa kampus cabang.

Tujuan Penyelenggaraan BLT Perguruan Tinggi Pertiwi

  1. Membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa.
  2. Menumbuhkan kembangkan kebanggaan  dan kecintaan pada  almamater
  3. Menerapkan gaya kepemimpinan dengan prinsip-prinsip yang efektif dan efisien
  4. Meningkatkan kebersamaan sesama Civitas Akademika
  5. Membangun Kreativitas  Mahasiswa/i
  6. Ajang promosi Perguruan Tinggi

Manfaat BLT

Bagi Peserta:

  1. Terbentuk Jiwa Kepemimpinan
  2. Tercipta KecintaanTerhadap Almamater
  3. PeningkatanPengetahuan dan Ketrampilan dalam Komunikasi, Pengembangan Diri, Sikap dan Kerjasama Tim.
  4. Meningkatkan kekompakan sesame keluargabesar Civitas Akademik
  5. Meningkatnya Citra  Positif  Lembaga

 

Bentuk Kegiatan

Sifat  Kegiatan :

Wajib bagi mahasiswa  baru/pindahan T.A.2019/2020  dan mahasiswa tahun angkatan sebelumnya  yeng belum pernah  mengikuti.   Sertifikat kepesertaan sebagai salah satu syarat  untuk menempuh ujian Kelulusan

Metode / macam pelatihan :

  1. Seminar
  2. Diskusi Kelompok
  3. Role Play
  4. Games / Performs
  5. Outbond

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal Pelaksanaan            : Sabtu – Minggu 15 – 16   Februari  2019

Tempat Pelaksanaan                       :  Villa Ratu, Desa  Caringin Sukabumi

 

Agenda Acara

Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan Mahasiswa Rohani Kristen STBA – AKPAR – STIE Pertiwi 2019

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas anugerah–Nya, kali ini Panitia Natal dari ROHKRIS STBA – STIE – AKPAR Pertiwi dapat mengadakan Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan 2019. Acara yang diadakan pada Sabtu, 11 Januari 2020 yang bertempat di Auditorium Pertiwi Cililitan, Jl. Dewi Sartika Kav.2-3 Cililitan, Jakarta Timur ini telah terlaksana dengan baik dengan melibatkan seluruh mahasiswa Kristen STBA, STIE dan AKPAR Pertiwi baik dari kampus Cililitan maupun beberapa kampus cabang dan kampus-kampus undangan seperti Univeristas Kristen Indonesia, Universitas Binawan dan yang lain-lain. Karena anugerah Tuhan dan dukungan seluruh civitas akademika sehingga Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan 2019 ini boleh berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Nama dari kegiatan kali ini adalah “Ibadah dan Perayaan Natal Gabungan Mahasiswa Rohani Kristen STBA – AKPAR – STIE Pertiwi 2019” dengan tema; “CHRIST IN YOU” terambil dari Kolose 1: 27. Tujuan dari diadakannnya kegiatan ini yaitu merenungkan dan menjadi contoh atas kasih Tuhan Yesus yang tinggal di dalam hati dan hidup anak-anak Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari, yang membawa dampak kepada orang lain. Mempererat ikatan kekeluargaan mahasiswa Kristen STBA – STIE – AKPAR Pertiwi Cililitan serta civitas akademika lainnya. Dan membuat hubungan persaudaraan dengan kampus-kampus lain melaui kegiataan Rohani.

Acara dilangsungkan dalam dua sesi, yakni kebaktian dan perayaan. Khusus untuk kebaktian, konsep ibadah yang digunakan ialah Oikumene, yaitu gabungan antara pola ibadah Katolik dan Protestan, dengan pelayan acara kebaktian adalah sebagai berikut:

Pembicara                     : Pdt. Jelita Sihite

Worship Leaders         : Nafdya

Singer                             : Nora Simangunsong dan Megawati Siregar

Penyalaan Lilin            : Pdt. Jelita Sihite, Dra. Revida Engelbertha, M.Hum dan Yulius Lende

Kolektan                        : Alexander Aditya dan Erick Scienta Putra

Pendoa Syafaat            : Pdt. Jelita Sihite

Pemusik                        : Miora, Reza, Teresa dan Steanly

LCD                               : Eglis Mewania

Penyambut Tamu       : Febri Novianty, Pronika Siregar, Ester Noviana

Susunan acara yang terselenggara adalah sebagai berikut:

  1. Kebaktian
  • Kata Sambutan
  • Saat Teduh & Doa Pembuka
  • Pujian Pembuka
  • Pujian Malam Kudus & Penyalaan Lilin
  • Kesaksian Mahasiswa
  • Pujian Firman
  • Khotbah
  • Doa Syafaat
  • Pujian Persembahan & Persembahan
  • Doa Persembahan
  • Doa Berkat
  • Nyanyian Penutup
  • Saat Teduh
  1. Perayaan
  • Makan Malam
  • Games & Door prize
  • Persembahan Pujian dari Mahasiswa

Panitia Natal ROHKRIS STBA – STIE – AKPAR berharap acara ini tidak sekedar perayaan Natal secara rutinitas setiap tahun, tetapi dapat terus menjalin dan mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa Pertiwi dan juga mahasiswa dari kampus lain. Dalam hal kegiatan Rohani maupun kegiatan yang lain.

Pertiwi Badminton Competition 2019

“Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”. begitulah kata pepatah tua.

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Dengan melakukan olahraga secara berkelanjutan, dapat dikatakan bahwa olahraga dapat memperpanjang angka harapan hidup seseorang. Di masa modern ini, banyak orang yang lupa arti penting dari sebuah olahraga. Selain memberikan kesehatan terhadap para pemainnya, olahraga juga dapat menjadi ajang bersosialisasi bagi para pendukungnya.

Oleh karena itu, Civitas Pertiwi mengadakan PERTIWI BADMINTON COMPETITION 2019 dengan thema “AYO SMASH”. Hal ini juga menjadi motor penggerak bagi ide untuk membentuk karakter setiap mahasiswa agar berani menunjukkan kebolehan, ide-ide kreatif untuk mengembangkan diri yang lebih akrab dengan yang lain dan menjadikan UKM sebagai tempat yang dirindukan setiap mahasiswa sebagai media belajar dan bertukar pikiran dan ide. PERTIWI BADMINTON COMPETITION ini diadakan pada tanggal 1 dan 8 Desember 2019 yang mengambil tempat Lapangan Badminton STBA Cililitan dan diikuti oleh mahasiswa/i dari cabang-cabang kampus Pertiwi yaitu Cililitan, Bekasi, Cikarang, dan Koja.

Untuk kategori Ganda Putra, kompetisi ini dimenangkan oleh Adi Komara – Saeful Tamamuddin dari STIE Pertiwi Cikarang di posisi pertama, diikuti Robba Sudrajat – Asri dari STIE Pertiwi Cililitan di posisi kedua dan Muhammad Siroj – Yogaswara dari STBA di posisi ketiga. Dan untuk kategori Ganda Campuran dimenangkan oleh Adi Komara – Vivi dari STIE Pertiwi Cikarang di posisi pertama, diikuti oleh Asri – Belinda dari STIE Pertiwi Cililitan di posisi kedua dan Roby Wahyudin – Kurnia Sulastri dari STIE Pertiwi Cililitan di posisi ketiga.

Dengan adanya kegiatan ini, panitia berharap bahwa tidak hanya UKM badminton yang bergeliat untuk menunjukkan tajinya, melainkan UKM-UKM lain agar nama Pertiwi semakin dikenal diantara masyarakat.

Penerimaan Mahasiswa Baru Semester Genap

Kebutuhan akan kemampuan berbahasa Inggris memang tidak bisa dipungkiri dalam era 4.0. Maka dari itu ada baiknya kamu mengetahui sekilas tentang program perkuliahan Sastra Inggris di STBA Pertiwi. Berikut adalah penjelasannya.

Strata 1 (S1) Sastra Inggris

Program ini dirancang untuk menghasilkan sarjana bahasa yang bergelar Sarjana Sastra (S.S.) dengan lama masa studi normal 4 tahun (8 semester). Jumlah SKS yang harus ditempuh untuk lulus adalah 150 SKS. Lulusan banyak diserap di berbagai industri seperti pendidikan, pariwisata, pemerintahan, dan lainnya.

Tujuan Program Studi S1 adalah agar lulusan:

  1. Mampu berfikir logis, sistematis dan kritis serta berkarakter
  2. Memiliki keterampilan berbahasa Inggris
  3. Memiliki pengetahuan tentang linguistik dasar
  4. Memiliki pengetahuan dasar-dasar penelitian
  5. Memilki keterampilan Ms. Office (Ms. Word, Ms. Excel, dan Ms. Power Point)
  6. Memiliki keterampilan public speaking
  7. Memiliki keterampilan presentasi berbahasa Inggris
  8. Memiliki salah satu  pengetahuan dan ketrampilan sebagai berikut:
    • Teaching of English as a Foreign Language (TEFL)
    • Perhotelan
    • Administrasi Perkantoran

Jadwal Perkuliahan

Penjadwalan perkuliahan program studi S1 dapat mengikuti kelas reguler pagi, kelas regular malam atau kelas karyawan (eksekutif).

1.     Kelas Reguler Pagi

Mahasiswa/i dapat mengikuti proses belajar mengajar setiap hari Senin s.d. Jumat yang dimulai pada pukul 08.00 s.d. 14.00. Jadwal perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui sesuai dengan beban belajar SKS dengan durasi per sesi mata kuliah selama 45 menit per SKS.

2.     Kelas Reguler Malam

Mahasiswa/i dapat mengikuti proses belajar mengajar setiap hari Senin s.d. Jumat yang dimulai pada pukul 18.00 s.d. 21.30. Jadwal perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui sesuai dengan beban belajar SKS dengan durasi per sesi mata kuliah selama 45 menit per SKS.

3.     Kelas Karyawan

Untuk mahasiswa/i yang tidak bisa mengikuti perkuliahan regular setiap hari, STBA Pertiwi mengadakan proses belajar mengajar yang dikonsentrasikan di akhir minggu (hari Sabtu). Perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui dengan konsentrasi jadwal di hari Sabtu yang dimulai pukul 08.30 s.d. 17.00. Beberapa mata kuliah yang lain dilaksanakan di hari kerja setelah pulang kerja yaitu pukul 18.30 s.d. 21.30 dengan jadwal masuk per 2 minggu.

Diploma 3 (D3) Bahasa Inggris

Program ini dirancang untuk menghasilkan SDM profesional yang mahir berbahasa Inggris dan dibekali salah satu keterampilan/lifeskill (Perhotelan, Bussiness English, TEFL) yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan mahasiswa, sehingga setelah lulus langsung dapat bekerja di bidang yang diinginkan. Jumlah SKS untuk program studi ini adalah 120 SKS dengan lama masa studi normal 3 tahun (6 semester). Lulusan akan menyandang gelar Ahli Madya (A.Md.).

Tujuan Program Studi D3 adalah agar lulusan:

  1. Mampu berfikir logis, sistematis dan kritis serta berkarakter
  2. Memiliki keterampilan berbahasa Inggris
  3. Memiliki pengetahuan tentang linguistik dasar
  4. Memiliki pengetahuan dasar-dasar penelitian
  5. Memilki keterampilan Ms. Office ( Ms.Word, Ms. Excel, dan Ms. Power point)
  6. Memiliki keterampilan public speaking
  7. Memiliki keterampilan presentasi berbahasa Inggris
  8. Memiliki salah satu  pengetahuan dan ketrampilan sebagai berikut :
    • Teaching of English as a Foreign Language (TEFL)
    • Perhotelan
    • Administrasi Perkantoran

Jadwal Perkuliahan

Penjadwalan perkuliahan program studi S1 dapat mengikuti kelas reguler pagi, kelas regular malam atau kelas karyawan (eksekutif).

1.     Kelas Reguler Pagi

Mahasiswa/i dapat mengikuti proses belajar mengajar setiap hari Senin s.d. Jumat yang dimulai pada pukul 08.00 s.d. 14.00. Jadwal perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui sesuai dengan beban belajar SKS dengan durasi per sesi mata kuliah selama 45 menit per SKS.

2.     Kelas Reguler Malam

Mahasiswa/i dapat mengikuti proses belajar mengajar setiap hari Senin s.d. Jumat yang dimulai pada pukul 18.00 s.d. 21.30. Jadwal perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui sesuai dengan beban belajar SKS dengan durasi per sesi mata kuliah selama 45 menit per SKS.

3.     Kelas Karyawan

Untuk mahasiswa/i yang tidak bisa mengikuti perkuliahan regular setiap hari, STBA Pertiwi mengadakan proses belajar mengajar yang dikonsentrasikan di akhir minggu (hari Sabtu). Perkuliahan mengikuti Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui dengan konsentrasi jadwal di hari Sabtu yang dimulai pukul 08.30 s.d. 17.00. Beberapa mata kuliah yang lain dilaksanakan di hari kerja setelah pulang kerja yaitu pukul 19.00 s.d. 21.30 dengan jadwal masuk per 2 minggu.

Untuk alur mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru Non-Beasiswa (Reguler) dan Biaya Perkuliahannya bisa klik DISINI
Untuk melakukan Registrasi Via Online bisa klik DISINI
Untuk alur mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Beasiswa bisa klik DISINI

Kolaborasi Ekonomi Dalam Masyarakat Inklusif Pada Era Digital

“Without change there is no innovation, creativity, or incentive for improvement. Those who initiate change will have a better opportunity

to manage the change that is inevitable.”

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sendi kehidupan manusia, kita kini dengan nyata dapat mencermati bagaimana perubahan tersebut menjadi fenomena dashyat yang yang tidak dapat dibendung, sepanjang tahun 2018 yang baru saja kita lewati, perusahaan-perusahaan dunia dan juga di Indonesia berlomba lomba dalam melakukan inovasi untuk memenangkan persaingan pasar ditengah semakin ketatnya kompetisi.

Inovasi yang dilakukan diantaranya dilakukan dengan strategi transformasi digital, melakukan perubahan menyeluruh atas setiap proses, kompetensi, dan model bisnis dengan implementasi teknologi digital, sejalan dengan rekomendasi berbagai lembaga riset global yang menjadikan transformasi digital sebagai pengarusutamaan organisasi dalam memenangkan persaingan global.

Inovasi telah masif menjalar ke seluruh lini kehidupan ditengah dinamika relasi dunia yang semakin dinamis, terdapat beberapa perubahan radikal yang akhir-akhir ini terlihat bergerak sangat cepat, salah satunya melalui digitalisasi, yang ditandai dengan ciri-ciri antara lain, berlakunya vertical networking, jaringan sudah tidak lagi memiliki sekat-sekat atau hierarki.

Vertical networking selanjutnya diikuti dengan horizontal integration sebagai bentuk kongkrit kolaborasi yang lebih mengedepankan output, inovasi yang inheren dengan digitalisasi, melahirkan fenomena baru dengan semakin masifnya konsep-konsep sharing economy, internet of things, ecommerce, finansial technology, artificial intelligence dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya persaingan ekonomi.

Digitalisasi ekonomi terbukti telah membawa berbagai perubahan, dengan digital ekonomi setidaknya memberikan benefit dalam meraih efisiensi, efektivitas, penurunan cost production, kolaborasi, terkoneksinya satu pihak dengan pihak lain, oleh karena itu, transformasi digital ekonomi, sudah selayaknya dijadikan alternative solusi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Konsep mengenai ekonomi digital pertama kali diperkenalkan oleh Don Tapscott (The Digital Economy, 1995), yang bermakna keadaan sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen, kapasitas, dan pemesanan informasi. Dalam ekonomi digital setidaknya terdapat 4 hal penting yang terkait dengan aktivitas ekonomi digital, dimana letak geografis tidak lagi relevan, adanya platform tertentu yang menjadi kunci utama dan berkembangnya jejaring kerja serta penggunaan big data.

Dalam perkembangan lebih lanjut, ekonomi digital menjadi fenomena baru yang semakin memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi global, argumentasi ini terbukti bila kita mencermati laporan Huawei dan Oxford Economics yang berjudul Digital Spillover (2016), size ekonomi digital dunia telah mencapai 11,5 triliun dollar atau berkisar 15,5 persen dari GDP dunia.

Besarnya konstribusi ekonomi digital terhadap size ekonomi digital ekonomi dapat dicermati dari perdagangan Online telah mengubah landscape ekonomi dunia sebagai “wajah baru” ekonomi global, mengacu pada laporan McKinsey (2018), setidaknya perdagangan online memiliki dampak di empat area.

Pertama, financial benefits. Memberi manfaat ekonomi yang dahsyat bagi ekonomi suatu bangsa, misalnya Indonesia sebagai pasar terbesar untuk e-commerce di Asia Tenggara. Nilainya saat ini kurang lebih 2,5 milyar dollar dan diprediksi

akan menjadi 20 milyar dollar di tahun 2022.

Kedua, job creation. Diperkirakan akan ada 26 juta pekerjaan baru di tahun 2022 akibat dari ekonomi digital ini yang kebanyakan dipengaruhi oleh perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Agaknya ini juga yang membuat Jack Ma membuat strategi agar Alibaba fokus pada UMKM di China.

Ketiga, buyer benefits. Ini bisa dilihat dari harga-harga di marketplace e-commerce yang biasanya lebih murah dari offline.

Keempat, social equality. Ekonomi digital telah berdampak terhadap kesetaraan gender, inklusi layanan keuangan, pemerataan pertumbuhan dan masalah sosial lainnya. Bagi Indonesia ekonomi digital memberikan harapan baru akan transformasi ekonomi yang diprediksi akan dapat menjadi prime mover ekonomi Indonesia, McKinsey menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia sekarang hampir sama dengan China pada tahun 2010, berdasarkan indikator-indikator seperti penetrasi e-retail, GDP per kapita, penetrasi internet, pengeluaran ritel. Pada tahun 2017, nilai perdagangan online Indonesia mencapai 8 miliar dollar. Capaian tersebut sekaligus menunjukan semakin diperhitungkannya

Indonesia di Kawasan regional Asia Tenggara, dimana dari 8 Unicorn setengahnya berasal dari Indonesia, seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Begitupun dengan nilai pendanaan yang didapat Indonesia dari venture capital selama tiga tahun ini mencapai 38 persen dari total pendanaan di Asia Tenggara.

Prospek Ekonomi Digital Indonesia Ekonomi digital terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan pada PDB Indonesia pada 2017 besarannya mencapai 7,3 persen, padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,1 persen, hal ini  mengandung makna bahwa ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik karena pertumbuhannya melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Masa depan ekonomi digital Indonesia sepatutnya menjadi fokus kita bersama dalam membangun kolaborasi dalam mengoptimalkan nilai tambah ekonomi bila mencermati potensi ekonomi digital di Indonesia yang bisa mencapai USD 65 miliar pada 2022 sebagaimana prediksi Lembaga riset McKinsey & Company. Selain itu, menurut data World Market Monitor, ekonomi digital diproyeksi menyumbang USD 155 miliar atau 9,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Sumbangan itu terdiri atas peningkatan lapangan kerja senilai 35 miliar dolar AS atau 2,1 persen PDB serta mendorong produktivitas 120 miliar dolar AS atau 7,4 persen PDB.

Kita patut bersyukur ekonomi digital Indonesia bila dicermati dari salah satu pilarnya, menempati peringkat tertinggi dalam pertumbuhan Ecommerce di dunia. Menurut PPRO, pertumbuhan E-commerce Indonesia mencapai 78%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan dunia yang hanya berada pada angka 14% dan Asia pada angka 28%. Dalam perjalannya kini kita dapat menyaksikan terdapat 4 star up bisnis Indonesia yang berhasil menyandang status unicorn, atau mencatatkan valuasi di atas USD 1 milyar yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia

dan Traveloka dan yang membanggakan, seluruhnya generasi milenial sebagai masa depan penggerak ekonomi Indonesia.

Berbagai capaian tersebut di atas, seyogyanya dapat menjadi penambah semangat bagi para pemangku kepentingan di Indonesia dalam terus berkolaborasi menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan ekonomi digital, komitmen pemerintahan Jokowi dalam pengembangan ekonomi digital telah dimulai dengan dibatalkannya Daftar  Investasi Negatif untuk e-commerce, penyesuaian atas kewajiban server berada secara fisik di Indonesia, pendekatan progresif terhadap pajak penjualan e-commerce serta dukungan dan perlindungan bagi perusahaanperusahaan rintisan (start up), Kita tentunya berharap langkah-langkah terobosan tersebut perlu terus dikembangkan, utamanya dalam memastikan berkelanjutannya langkahlangkah kebijakan yang akomodatif dari pusat sampai dengan daerah yang bermuara kepada upaya memberikan proteksi terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Para pemagang otoritas diharapkan dapat menerapkan kebijakan secara light touch (tidak terlalu mengekang) dan safe harbour (tanggung jawab terpisah antara penyedia situs jual beli daring

berkonsep marketplace dengan penjual yang memakai jasa mereka), sehingga inovasi akan memiliki ruang untuk berkembang dengan baik.

Pilihan strategi pengembangan ekonomi digital merupakan langkah tepat yang perlu terus didukung para pemangku kepentingan, mengingat potensi demografi yang kita miliki, dilihat dari komposisi penduduknya, jauh lebih menguntungkan dibandingkan lima negara Asia lainnya dengan PDB besar, seperti China, Jepang, India, dan Korea. Indonesia memiliki usia produktif mendominasi yang akan menjadi kekuatan dashyat bila dapat ditransformasi sebagai agen perubahan melalui ekonomi digital, data BPS menyebutkan sekitar 32% penduduk usia produktif pada 2016 adalah milenial. Generasi yang curious, interest, bahkan aktif berpartisipasi di pasar digital. Disamping pemanfaatan bonus demografi, investasi di

bidang information and communication technologies (ICT) seyogyanya perlu terus ditingkatkan, sehingga sejalan dengan struktur demografis, agar dapat menjadi modal Indonesia memanfaatkan teknologi dan era ekonomi digital  untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pertumbuhan peran sektor dasar terhadap ekonomi yang terus berkurang dan sektor jasa terus meningkat menjadi indikasi kuat urgensi pengembangan ekonomi digital sebagai “wajah baru” ekonomi Indonesia.

Kita tentunya berharap dengan pembangunan SDM yang mulai dilakukan secara masif pada tahun 2019 ini, ini dapat diikuti dengan  komitmen yang kuat dari para seluruh pemangku kepentingan untuk adaktif dalam mempersiapkan SDM yang andal, melalui perbaikan kurikulum, vokasi guna menghasilkan SDM yang andal dalam menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang ekonomi digital.

Berbagai upaya tersebut sangat diperlukan untuk terus ditumbuhkembangkan mengingat ekonomi digital di Indonesia sejauh ini sudah menumbuhkan dan menopang UMKM di Indonesia. Bermunculannya berbagai usaha rintisan yang didominasi kaum milenial baik yang berbasis kuliner, jasa dan perdagangan online adalah contoh nyatanya, fenomena tumbuhnya technology financial (fintech) dalam 3 tahun terakhir menandakan perkembangan yang menggembirakan dari ekonomi digital yang perlu terus  diikuti dengan peningkatan infrastruktur bersamaan dengan literasi warga masyarakat mengenai keuangan digital.

Melihat potensi yang besar yang dimiliki Indonesia serta langkahlangkah awal yang telah dilakukan dan perkembangan yang menabjubkan, kita optimis Ekonomi Digital Indonesia 2020 akan segera terwujud dan ekonomi digital akan menjadi “wajah baru” ekonomi Indonesia yang akan mampu mengungkit Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030. Semoga.

 

Prestasi Lulusan Terbaik Wisudawan STBA PERTIWI 2019

Menjadi kebanggan tersediri jika seorang sarjana tak hanya lulus tepat waktu namun juga memiliki nilai IPK memukau, Salah satu indikator menilai kualitas akademik mahasiswa adalah melalui nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Hal bukan menjadi kebanggaan buat keluarga saja, juga Civitas akademika STBA Pertiwi menaruh bangga atas prestasi yang didapatinya. Ketiga lulusan terbaik fakultas, memiliki nilai IPK fantastik yaitu 3,92 ; 3,91 dan yang terbaik ketiga 3,89.

Ketiga lulusan terbaik diperoleh oleh tiga mahasiswa dari Prodi Sastra Inggris yakni Endang Sri Aputiyah Ningtiyas dengan IPK 3,92 meraih predikat terbaik pertama,    Alfredo dengan raihan IPK 3,91 menempati terbaik kedua . Sedangkan  Dwi Febriyanti, menyandang gelar terbaik  ketiga dengan perolehan IPK 3,89.

Didi Mulyadi, Kandidat Doktor UNJ Jakarta, Ketua STBA Pertiwi menyampaikan bahwa ketiga lulusan terbaik di fakultas ini memang layak menandang gelar lulusan terbaik. “Pemberian gelar terbaik sesuai aturan di Sekolah Tinggi  memang didasarkan pada perolehan IPK dan indeks studi atau masa studi. Namun Alhamdulillah, ketiga lulusan terbaik ini bukan sekedar mahasiswa yang pintar karena cerdas akademis saja namun juga aktif di organisasi,” tutur Kandidat Doktor kelahiran Kuningan Jawa barat ini. Kecerdasan akademik yang dilengkapi dengan kecerdasan emosi dan sosial bisa diperoleh melalui berbagai pengalaman, salah satunya pengalaman organisasi.

“Semoga torehan nilai kelulusan yang tinggi ini nantinya tidak hanya sekedar nilai yang tertera pada ijazah saja, namun kami bisa mempertanggungjawabkan nilai ini dengan menciptakan sebuah kesuksesan kelak,” harap ketiganya. Amin