MOU Pengabdian Masyarakat STBA Pertiwi-STBA LIA Jakarta

Program Studi Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi (STBA Pertiwi) sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA (STBA LIA) Jakarta. Prosesi penandatangan naskah kerjasama (Memorandum of Understanding-MoU) antara dua institusi pendidikan Sastra inggris,  STBA Pertiwi yang diwakili oleh Wulansari.SPd.,M.Hum selaku ketua institusi, didampingi oleh Retno Ramadhina,SS.,MPd selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat  sedangkan dari STBA LIA diwakili  oleh ketua  Dr.Siti Yulidhar Harunasari, penandatanganan ini  berlangsung secara online karena masih dalam masa pandemic COVID-19 dan ditandatangani pada hari Selasa, 16 Juni 2021 di Kampus masing-masing.

Adapun kerjasama yang dilakukan akan mengambil bentuk kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat sebagai salah  satu darma prodi dan dosen yang diperuntukkan bagi masyarakat, karena Pentingnya peran serta dunia pendidikan tinggi dalam mendorong pembangunan tidak dapat dipungkiri lagi. Hal ini tercermin dalam pasal 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Diknas) yang menyatakan bahwa salah satu dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian, adalah kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, pasal 24 UU Diknas menyatakan adanya otonomi Perguruan Tinggi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri merupakan tiga pilar utama penyelenggaraan institusi perguruan tinggi.

Penandatangan ini diharapkan dapat berperan besar dalam melakukan berbagai kegiatan nyata sebagai pengamalan ilmu yang yang telah dipelajari dan dikembangkannya untuk mengabdikannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Serta diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat umum sehingga derajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakatnya dapat meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STBA Pertiwi  merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,  berupa perluasan wawasan pengetahuan maupun peningkatan ketrampilan sebagai perwujudan dharma bakti serta kepedulian sivitas akademika untuk berperan aktif meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat luas , terutama masyarakat berekonomi kurang beruntung.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat kepada orang lain. Pengabdian masyarakat dapat menjadi prasasti pahala yang terus mengalir sepanjang usia. Selain karena membantu dengan suka rela, pengabdian masyarakat adalah jalan untuk menebar kebermanfaatan. Setidaknya kita pernah berkontribusi untuk masyarakat, walaupun itu kecil.

Dari kegiatan mengabdi di masyarakat, akan memunculkan sebuah kesadaran, bahwa gambaran masyarakat Indonesia inilah yang sebenernya .