UJI Kompetensi 2019

STBA Pertiwi Sukses Gelar Uji Kompetensi Bhs Inggris 2019

Uji kompetensi adalah proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji uji kompetensi untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik, baik itu dilingkungan Mahasiswa, tempat kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya, serta warga masyarakat yang belajar mandiri pada suatu jenis dan tingkat pendidikan tertentu. Peserta kompetensi diberikan sertifikat dimana  proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi. Ini mengacu pada standar kompetensi kerja baik bersifat nasional maupun internasional.

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi sebagai salah satu  tempat uji kompetensi yang baik untuk menyelenggarakan uji kompetensi dan pada Minggu, 27 January 2019 telah di lakukan Tes kompetensi dengan 150 peserta baik dari internal maupun ekternal kampus, Tes yang merupakan kerjasama dengan LSK-BIG (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris) ini menawarkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang tersertifikasi oleh DIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional).

Kegiatan uji kompetensi bahasa inggris ini yang mengikuti level survival english sebanyak 100 orang yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa STBA Pertiwi dan masyarakat umum, di sekitar wilayah Jakarrta. Sedangkan yang mengikuti level dua atau english for communication diikuti 50 orang.

“Sebenarnya siapa saja boleh mengikuti uji kompetensi termasuk masyarakat umum. Tujuanya agar bisa memperoleh sertifikat Bahasa Inggris dari Kemendikbud sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencari kerja dan yang sudah kerja sebagian acuan karena sudah kompeten,” ujarnya Wakil Ketua 1 Bidang Pendidikan .

Di tempat terpisah Ketua STBA PERTIWI mengatakan, uji kompetensi ini bisa diikuti semua kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga dosen.  LSK tengah gencar melakukan sertifikasi Bahasa Inggris.  “Untuk materi yang diujikan yakni reading, writing, listening, dan speaking.,jelasnya.

 

 

 

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

Outbound Leadership Series 10th STBA Pertiwi

 

Outbound Leadership merupakan kegiatan pelatihan yang menitik beratkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas kepemimpinan. Setiap orang memiliki jiwa memimpin, namun tidak banyak yang menyadari bahwa potensi leadership ini dapat ditingkatkan dan dikuatkan melalui pelatihan dan pendidikan.

Penguatan teknik leadership akan membantu anda dalam mengatasi masalah-masalah dan memberikan solusi yang cepat, tepat, dan akurat dalam perusahaan. Dalam pelatihan ini akan diberikan tantangan dan penugasan yang mengharuskan anda berfikir kreatif dan solutif. Tidak hanya itu, anda juga harus cepat dan tegas dalam mengambil tindakan karena kompetitor juga akan melakukan hal yang sama. Mengatur strategi, mengorganisasi anggota, dan melakukan eksekusi adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan sesuai dengan teknik manajemen Planning, Do, Check, Action.

Tujuan Outbound Leadership Development :

Meningkatkan kemampuan dalam melihat masalah, mencari solusi, dan mengatasi masalah (problem solving).

Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan (decision making) secara tepat, tegas, dan akurat.

Meningkatkan motivasi kerja dan semangat membangun kualitastim kerja dengan wawasan dan pandangan yang lebih luas dan menyeluruh.

Mengembangkan kualitas memimpin yang berenergi, dicintai, dan berkarakter sehingga dapat memberikan pengaruh yang kuat di dalam organisasi.

Meningkatkan kualitas pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan edukasi terhadap seluruh bagian dalam organisasi

Mengembangkan kualitas pemimpin yang mampu berinovasi dan mengembangkan bisnis dalam upaya peningkatan pendapatan dan pencapaian visi-misi perusahaan.

Konsep Kegiatan Outbound Training Leadership :

  • Outdoor Program
  • Indoor motivasi
  • Individual Challenge
  • Team Dynamic Challenge
  • Discusion & Coaching
  • Metafora & Debrifing
  • Psycological report

 

SEMINAR BLT The 10th STBA Pertiwi

Seminar  Series 10th   The Basic Leadership Training

Bersiaplah dengan Revolusi Industri 4.0! Seruan ini marak kita temukan di berbagai lingkaran profesional saat ini. Memang, tiap beberapa dekade, temuan teknologi termutakhir telah mengubah berbagai hal termasuk cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya.

Bagaimana dengan revolusi industri keempat? Kata kuncinya ada pada robotisasi dan digitalisasi. Sebuah pembaharuan dari otomatisasi yang meliputi berbagai proses dan produk. Contoh kecanggihannya? Mulai dari mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intelligence, internet untuk segala hal, big data analytics, virtual reality, cloud computing dan lainnya.

Untuk mengarungi segala bentuk perubahan yang berlangsung cepat dan sinergi, tentunya kapal organisasi perlu dinakhkodai oleh pemimpin yang cakap sesuai era saat ini. bukan lagi pemimpin model lama yang hanya menggerakan tim berdasarkan pengalaman (senioritas karyawan), unjuk kinerja, ataupun kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini.

Maka organisasi pun butuh transformasi kepemimpinan. Inilah waktunya untuk Leader 4.0! Seperti apa Leader 4.0? tentunya Leader yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsistensi untuk menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya. Selain itu, Leader juga mampu bersinergi dan memberikan kebermanfaatan terbesar tidak hanya bagi organisasinya, namun juga seluruh mitra, pelanggan, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Leader perlu “MELATIH DIRINYA” beradaptasi terus-menerus dengan cepat terhadap hal baru. Itulah mengapa mindsets menjadi lebih bernilai daripada skillsets yang bisa jadi kadaluarsa segera setelah kita baru menguasainya.

Prinsip kedua adalah ‘FOCUS ON WHAT WORKS’. Jangan sampai Leader tidak mampu membedakan mana yang esensial dan mana yang tidak. Misalnya, ketika mengelola proses inovasi dalam pekerjaan dan pembelajaran tim, Leader yang tidak fokus akan sibuk coba berbagai teknik dan metode asalkan berjudul inovasi.

Prinsip terakhir adalah ‘PRIORITIZE DIFFERENTLY’. Kita perlu memahami bahwa dunia yang kompleks di era digital ini membutuhkan atensi yang lebih kuat pada pengelolaan relasi kerja. Bila kita tetap ngotot hanya memprioritaskan pengelolaan proses kerja, melakukan kebiasaan lama karena itu yang sudah jadi keahlian kita, maka kemunduran menjadi jaminan hasilnya.

Maka itu, dalam seminar bertemakan : “ Provoking YourAttitude with Innovation and Creativity inIndustry 4.0 Era” yang disampaikan Suharsono dan Didi Mulyadi penting sekali bagi Leader 4.0 untuk terus merefleksikan pikiran dan emosinya secara objektif tanpa terjebak dengan pola lama. Semakin kita mampu melakukannya, semakin Leader mampu mempengaruhi timnya untuk kuat menghadapi perubahan tanpa kehabisan energi untuk mengeksekusinya.

 

 

NATAL BERSAMA STBA 2018

 

Kehidupan anak – anak muda adalah kehidupan yang berharga dan berarti, namun akhir – akhir  ini banyak anak muda yang kurang mengerti apa arti hidup mereka dan untuk apa Tuhan menciptakan setiap kita.

Dalam NATAL BERSAMA STBA Pertiwi  ini  kerinduan kami untuk menyampaikan anugrah dan Kasih Tuhan dengan tema “Divine Purpose” sub tema “Luminous Live is Here”

Pesan Natal yang disampaikan : “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu,dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.(Mazmur 2:8)

Tujuan ilahi adalah suatu tujuan yang dasarnya adalah Firman Tuhan. Salah satu tragedi yang paling berbahaya di dunia ini adalah kehidupan yang tanpa tujuan. Bangsa-bangsa adalah kepunyaan Tuhan, jika kita minta berdasarkan kebenaran Firman Tuhan maka Tuhan akan memberikan sebagai anugerahNya. Tuhan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan untuk kita kelola. Sebagai orang yang dipercaya untuk mengelola kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Salah satu hal sebagai persiapan kita adalah tidak ada lagi rasisme. Juga tidak lagi ada iri hati dengan orang yang memiliki harta dan kekayaaan karena kekayaan kita yang sesungguhnya adalah warisan bangsa-bangsa itu.

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27)

Pengharapan yang sesungguhnya ada di dalam Kristus. Saat pengharapan kita hancur maka masa depan kita juga hancur, karena itu iblis akan menyerang pengharapan kita. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka Kristus ada dalam kita dan kita di dalam Dia. Kristus Sang pemberi bangsa-bangsa sudah ada dalam hidup kita karena itu Allah akan mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Allah sudah menentukan kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya kita membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 13:47). Dimanapun kita ditempatkan di antara bangsa-bangsa, hidup kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Bangsa-bangsa yang Tuhan berikan sesuai dengan kapasitas kita, karena itu supaya tidak ragu dan berkompromi dengan apa yang telah Tuhan berikan maka kita harus memiliki kehidupan yang terus kita latih bersama Tuhan untuk:

1.    MEMILIKI TEKAD / PASSION

Pencapaian terbesar dalam hidup kita bukan diperoleh dari posisi, tetapi dari tekad yang kuat. Orang yang memiliki tekad akan tetap bersemangat dan bergairah sekalipun menghadapi rintangan seberat apapun. Orang yang memiliki tekad tidak akan mudah iri hati dan patah semangat. Orang yang memiliki tekad akan terpanggil untuk berani menggenapi visi Tuhan. Tekad (passion) yang dari Tuhan akan bergelora terus dan tidak akan padam, kecuali kita yang memadamkannya. Rasul Paulus sekalipun menghadapi begitu banyak tantangan dan rintangan dalam hidupnya, namun tekadnya tidak pernah padam karena ia telah menerima Kristus dalam hidupnya. Banyak orang yang taat karena upah, jabatan atau perintah, tetapi orang yang punya tekad akan tetap setia apapun keadaannya.

2.    HIDUP YANG SELALU BERNILAI

Tuhan membangkitkan bangsa yang kuat dari waktu ke waktu dari orang yang hidupnya bernilai. Hidup bernilai adalah dasar dari kepercayaan (Trustworthy). Hidup yang bernilai adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk hidup berbuah dalam segala hal.

Orang yang bernilai selalu berusaha mewujudkan gambar Tuhan dan bergaya hidup seperti gaya hidup Yesus di dalam seluruh aspek kehidupannya.  Ia tahu keterbatasannya dan konsisten dengan nilai-nilai kebijakan dan kode etik yang ada walaupun dalam keadaan yang sulit untuk dilakukan.

3. KEMAMPUAN KREATIF DAN OTORITAS ILAHI DARI TUHAN

Kreatif memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan yaitu produktivitas dan inovatif. Dengan kemampuan kreatif dan otoritas dari Tuhan, kita akan mampu membuat rencana dan strategi untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Seperti halnya Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya dari sesuatu yang tidak ada, kitapun mampu menciptakan masa depan yang indah bagi bangsa ini. Otoritas ilahi akan dilepaskan pada kita saat kita mau diutus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan. Kemampuan kreatif kita dapatkan melalui perjumpaan dengan Tuhan.

4. MENIKMATI BERSAMA TUHAN SELALU TERPUASKAN

Jangan merasa tidak puas dengan apa yang tidak kita miliki, tetapi puaslah dengan apa yang kita miliki. Kita punya hak untuk komplain dengan Tuhan atas apa yang kita tidak miliki atau bersyukur dengan apa yang kita miliki. Orang yang menikmati bersama Tuhan    selalu terpuaskan, apapun yang dimiliki ia tetap sadar bahwa Tuhan itu baik. Ketika kita menikmati bersama Tuhan, bukan berapa lama kita hidup tetapi seberapa banyak kita dipuaskan. Kita adalah jawaban atas generasi, bangsa dan keluarga. Apapun permasalahan yang kita hadapi, Tuhan akan menolong dan memampukannya.

 

5. SELALU MEMBURU KEBENARAN

Impian tertinggi Tuhan bukanlah membuat kita kaya, berhasil, terkenal atau populer, tetapi membuat kita benar bersama Dia. Segala hal bisa berubah, tetapi kebenaran tetap selamanya. Kebenaran adalah suatu hal yang tidak dapat digantikan oleh apapun dan kebenaran itu adalah Pribadi Yesus sendiri. Ketika hendak memusnahkan kota Sodom dan Gomora, Tuhan tidak sedang memburu dosa. Jika Tuhan tidak memburu kebenaran maka Abraham tidak akan bisa bernegosiasi dengan Tuhan mengenai adanya kebenaran di kota itu sekiranya didapati orang benar disana maka Tuhan tidak akan memusnahkannya (Kejadian 18:26). Kebenaran Tuhan ada dalam hidup kita, jangan memburu dosa dan kesalahan orang lain, tetapi selalu memburu kebenaran dengan saling menguatkan orang lain dan selalu memperkatakan yang positif.

Mari kita latih hal-hal tersebut sehingga dimanapun kita ditempatkan, hidup kita mampu menjadi jawaban dan berkat untuk menggenapi Tujuan ilahi Tuhan di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan serta kebenaran Tuhan semakin dinyatakan. Amin.