Pergi Ke Luar Negeri? Yuk, Mulai Dengan Bahasa Inggris

“Kalau kalian sudah pintar Bahasa Inggris, masa kalah dengan saya yang dulu benci dan bodoh di bahasa Inggris, bisa ke Inggris & Amerika dengan beasiswa.”

Ini adalah pernyataan dari salah satu blogger Indonesia, Budi Waluyo, yang berhasil mendapat beasiswa di dua negara dengan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Kisah ini http://www.berkuliah.com/2014/10/pengalaman-budi-waliyo-menguasai-bahasa-inggris.html membuktikan bahwa, bahasa Inggris bisa membawamu kemanapun kamu mau, asalkan kamu mempunyai tekad yang kuat untuk mempelajari bahasa Inggris tersebut dan mempraktekannya.

Mungkin akan banyak kisah menarik tentang mempelajari bahasa Inggris dan juga mempraktekannya. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit, bahasa Inggris itu rumit dengan segudang pelajaran tata bahasanya dan bahasa Inggris itu terlalu banyak kosa kata yang harus dihafalkan. Bayangkan saja, satu kata bahasa Inggris bisa mengandung banyak arti, satu arti saja mungkin kita akan baru bisa menghafalkannya bisa sampai seminggu. Banyak alasan memang yang membuat bahasa Inggris terlihat rumit bagi sebagian orang.

Tidak sulit asal kita mau. Ya, niat itu penting. Kalau ada niat walaupun itu sebesar benih tanaman, percayalah bahwa niat itu akan tumbuh. Tidak rugi sama sekali mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dari kisah mas Budi Waluyo tadi, bisa dibayangkan betapa sulitnya dia mempelajari bahasa Inggris pada awalnya, bahkan bisa dikatakan ‘nakal’.

Kisah lain mungkin, bisa kita ambil dari kisah penulis terkenal Ahmad Fuadi. Penulis yang terkenal dengan buku triloginya yang menjadi kisah penuh inspirasi, khususnya bagi kaum muda. Tengok saja kisah ‘Alif’ tokoh di buku Ahmad Fuadi yang berjudul Negeri 5 Menara. Tokoh ‘Alif’ di buku tersebut diceritakan betapa sulit dirinya untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab di waktu yang sama. Tetapi, karena tekad yang kuat dan dengan cara belajar yang unik, juga dibimbing oleh para guru di pesantren tersebut, maka Alif berhasil belajar dan mempraktekkan bahasa yang saat ini digunakan sebagai acuan untuk bersekolah ataupun pergi ke luar negeri. Terbukti, di kisah tersebut Alif berhasil untuk berpetualangan ke negara-negara yang menjadi impiannya.

Setelah niat, pastilah harus ada yang mananya realisasi pembelajaran atau praktek. Biasanya, pembelajaran bahasa Inggris sering didapat beberapa orang dengan cara monoton. Banyak sudah orang-orang yang membuat permainan-permainan yang digunakan untuk mempermudah belajar bahasa Inggris. Ataupun belajar langsung ke lokasi dimana kita bisa mempraktekannya langsung ke tempat dimana banyak orang asing dari berbagai negara yang sedang bertamasya. Kamu bisa mendengar langsung bagaimana cara mereka bicara atau menyebutkan kata dalam bahasa Inggris yang mungkin kamu sering salah mengejanya. Kamu juga bisa belajar dan bertukar pikiran seputar pikiran tentang isu dunia dan budaya yang mereka punyai di negara mereka.

Dengan begini, kamu sudah belajar tidak hanya bahasa Inggris tetapi juga budaya dari negara lain, yang nantinya bisa kamu gunakan jika kamu berhasil mendapatkan pendidikan ke luar negeri. Tidak hanya itu, mempelajari bahasa Inggris, terutama sejak dini, kamu akan lebih mudah untuk mempelajari ke tingkat selanjutnya.

Bahasa Inggris sendiri juga menjadi syarat utama, terutama untuk mahasiswa yang ingin belajar di negara lain. Bahkan bahasa Inggris sendiri juga sudah digunakan untuk standar bagi beberapa perusahaan dalam memberikan ujian sebelum calon para karyawannya memasuki lingkup kerja perusahaan tersebut. Uji standar ini memang penting, mengingat di era globalisasi seperti ini, penggunaan bahasa Inggris sangat dibutuhkan, apalagi sudah adalah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Di era MEA ini para karyawan bisa menjadi karyawan di negara Asean yang lain, begitu juga kebalikannya. Disini, para pekerja dituntut untuk bisa berkomunikasi verbal, terutama menggunakan bahasa asing yang sudah menjadi bahasa Internasional, yaitu bahasa Inggris.

So, bersyukurlah untuk kamu yang memang sudah bisa berbahasa Inggris, kamu tinggal memoles lagi dengan meningkatkan kemauan dan memberikan waktumu untuk mempelajari ke tingkat yang lebih tinggi.Jangan lupa setelah kamu mempelajarinya kamu bisa mempraktekannya. Percuma saja kan, jika kita tidak menggunakan atau membagi ilmu tentang apa yang kita pelajari, terutama bahasa Inggris ini. Setelahnya, kamu bisa menantang diri kamu untuk mempraktekannya, siapa tahu kamu memang berkesempatan untuk terbang kemana pun dengan bahasa Inggris, bukan?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *