Jurnal Vol 6 No 1, Februari 2012.

Jurnal Langue, Februari 2012 Vol. 6. No. 1

ISSN 1963-0487

 

THE STRATEGY OF LEARNING ENGLISH FOR ELEMENTARY SCHOOL’S STUDENTS

 

Indrie Harthaty

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi,

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

To introduce English as a means of communication to the children and to make them feel happy in learning the language, they should not be afraid in learning it. The aim of this paper is to introduce the teacher’s strategies in anticipating the problems faced by the children in learning English. The writer applies library research to discuss the problem as well as to analyze the data taken from the books. The result of the analysis shows that game and songs, questioning, picture talk, the tools of the trade such as: puppets, picture cards, cards games, calendar, maps, toys and cassettes are the best teaching aids to set the best strategy.

 

Key words: strategy, learning English

 

Abstrak

Untuk memperkenalkan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi kepada anak-anak dan membuat mereka merasa gembira dalam mempelajari bahasa Inggris, anak-anak tidak boleh merasa takut dalam mempelajarinya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memperkenalkan strategi yang diterapkan pengajar untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam mempelajari bahasa. Penulis melakukan studi kepustakaan dalam membahas masalah penelitian dan juga dalam menganalisis data yang diperoleh dari buku-buku. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa permainan dan lagu-lagu, tanya-jawab, gambar-gambar, boneka, permainan kartu, kalender, peta, mainan dan kaset merupakan alat bantu yang terbaik untuk menentukan strategi yang tepat.

 

Kata kunci: strategi, belajar bahasa Inggris

 

PENGAJARAN SPEAKING (BERCAKAP-CAKAP)

MELALUI KUIS BAHASA INGGRIS

 

Susiyati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi,

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

We can speak English fluently if we practice it every day. Many people think that our ability in speaking English is a measure of our mastery in English. The aim of this paper is to introduce the techniques of teaching speaking through English quizzes to teachers who teach English as a foreign language. The writer applies survey method supported by primary data taken from the questionare which is given to the students and secondary data taken from books. The result shows that 96,66% of the respondents answer that teaching speaking through English Quizzes is more enjoyable and interesting.

 

Key words: speaking, English quizzes

 

Abstrak

Kita dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan lancar bila kita sering menggunakannya setiap hari. Banyak orang berpendapat bahwa kemampuan kita bercakap-cakap merupakan tolok ukur akan penguasaan bahasa Inggris kita. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengenalan mengenai teknik-teknik pengajaran bercakap-cakap melalui kuis berbahasa Inggris kepada pengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penulis menggunakan metode survey yang didukung oleh data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepad siswa dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,66% dari responden memberi respon bahwa pengajaran bercakap-cakap melalui kuis bahasa Inggris lebih menyenangkan dan menarik.

 

Kata kunci: percakapan, kuis bahasa Inggris

 

AMBIVALENSI IDENTITAS, SIKAP INFERIORITAS DAN

SUPERIORITAS DALAM DUA WACANA PASCA KOLONIAL KARYA STOW,

TO THE ISLANDS DAN NEWLAND, COMPLEXION DOES NOT MAKETH THE (BLACK)

 

Wulansari *

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

To The Islands, a novel written by Randolph Stow describes Heriot’ superiority as a white man who tries to civilize the Aborigines but is finally trapped by his own quest for identity. The second story is Complexion Does Not Maketh The (Black) Man written by Courttia Newland also elaborates the physical and mental journey of Paul as a complexion generation of black and white skinned parents in finding the true identity under the social mockery and an endless questions of his origin race. The aim of this study is to analyze the ambivalence of self-identity, inferiority, and superiority of the main characters in two different short-stories. This research uses descriptive analysis and applies post-colonialism approach to find out the backgrounds in proving the issue of ambivalence of identities experienced by the various-skinned persons potrayed in the two different sories by Stow, and Newland through interesting and various writing styles but similar issues

 

Keywords: ambivalence of identity, Self-inferioity, and Self-superiority

 

Abstrak

To The Islands adalah sebuah novel karya Randolph Stow yang menggambarkan sikap superioritas Heriot sebagai warga kulit putih dalam usahanya memberadabkan suku Aborigin namun akhirnya terjebak dalam pencarian identitas dirinya sendiri. Cerpen kedua adalah Complexion Does Not Maketh The (Black) Man yang ditulis oleh Courttia Newland yang menjelaskan lebih detil perjalanan fisik dan mental Paul yang merupakan generasi dari perpaduan ras hitam dan putih dari orangtuanya dalam pencarian jati diri yang sebenarnya dalam tekanan penghinaan sosial dan pertanyaan tiada henti akan asal-usul rasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tema ambivalensi identitas, inferioritas, dan suprioritas diri dari beberapa tokoh utama dalam dua cerpen yang berbeda. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan menerapkan pendekatan pasca-kolonialisme untuk menemukan latar belakang yang membuktikan adanya isu ambivalensi identitas yang dialami oleh orang-orang dengan beragam warna kulit yang terpotret dalam dua cerpen karya Stow, dan Newland, melalui gaya penulisan yang menarik dan beragam namun mirip dalam pengambaran isu wacananya.

 

Kata Kunci : ambivalensi identitas diri, Inferioritas diri, dan Superioritas diri

 

ANALISIS KONTRASTIF PEROLEHAN BAHASA INGGRIS

DAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 0 – 3 TAHUN

 

Revida Engelbertha *

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

A new born baby can not speak. It is important to know language acquisition. The aim of this paper is to know the similarities and differences of Indonesian and English language acquisition of children between 0-3 years old. The writer applies descriptive qualitative method by using case study approach. Having compared the two systesm of Indonesian and English language acquisition of children at the age of 0 – 3, it can be concluded that in general, both Indonesian and English children have the following similarities. There are six universal stages of language development generally recognized to govern children’s language acquisition, namely: pre-linguistic stage (crying, cooing, babbling), holophrastic stage, two word stage, telegraphic stage, intermediate development stage, and adult stage.

 

Key words: contrastive analysis, language acquisition

 

Abstrak

Ketika kita lahir kita tidak dapat berbicara apalagi untuk mengerti suatu pembicaraan. Suatu hal yang penting untuk dapat mengerti bagaimana bahasa itu diperoleh dan dipelajari.Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan dua sistem dari perolehan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk mengetahui apakah kedua sistem tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan dalam perolehan bahasa anak pada usia 0 – 3 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Temuan riset menunjukkan bahwa secara umum, kedua-duanya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris anak-anak Inggris yang mempunyai persamaan sebagai berikut. Ada enam tahap-tahap yang universal pengembangan bahasa pada umumnya dikenal untuk menentukan pemerolehan bahasa anak-anak, yakni: sebelum tahap ilmu bahasa (menangis, mendengkur, mengoceh), tahap balita, dua tahap kata, tahap telegrap, tahap pengembangan di tengah-tengah/ antara, tahap orang dewasa.

 

Kata kunci: analisis kontrastif, perolehan bahasa.

 

SYAIR WASHF IBN AL-QAYYIM AL-JAUZIYAH:

Kajian Deskriptif tentang Surga

 

Yani’ah Wardani

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jl. IR. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan

 

Abstract

The aim of this paper is to point out Ibn Qayyim al-Jauziyyah as an expert in writing washf al-jannah, that is how to describe heaven in poems.The problem is he is welknown as an expert in faqih, muhaddits, psychologist and theologist, but none has ever regarded him as a writer eventhough there were a lot of poems about religion and belief that he pioneered. The data taken is analyzed by structural-heurmenetic theory because writer tries to read between lines by egocentric approach which is centralized in the literature text itself. The method used is analysis descriptive describing reality in literature work. Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah’s ability in describing a reality proves his mastery in Al-Qur’an interpretation and Hadits of prophet Muhammad and his ability in writing poems with beautiful words.

 

Key Words: sya’ir, washf, surge

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat kepiawaian Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam membuat syair washf al-jannah yakni bagaimana ia mendeskripsikan surga dalam bentuk sastra “syair”. Masalahnya, dalam dunia Islam ia dikenal sebagai seorang faqih, muhaddits, psikolog dan teolog. Namun, belum banyak orang yang mengangkat kiprahnya dalam bidang sastra. Padahal, tidak sedikit gubahan syair-syair tentang agama dan keyakinan yang diprakarsai olehnya. Analisis tulisan ini menggunakan teori struktural-hermeneutik karena berusaha memahami sastra yang ada di balik struktur dengan pendekatan egosentris yaitu berpusat pada teks sastra itu sendiri. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis yang menggambarkan kenyataan yang ada dalam karya sastra. Kemahiran Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah dalam menggambarkan sebuah keadaan, membuktikan kemahiran dan penguasaannya terhadap tafsir Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW dan juga kemahirannya dalam menggubah syair dengan kata-kata yang indah.

 

Kata Kunci: syair, washf, surga

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *