Jurnal Vol 6 No 2, Oktober 2012.

Jurnal Langue, Oktober 2012 Vol. 6 No. 2

ISSN: 1693-0487

 

SYMBOLS & THEIR MEANINGS BASED ON RELIGION’S

PERSPECTIVE IN KNOWING MOVIE

 

Susi Haryanti

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Movie is a combination of literary and other dimension of documentary movie industry. For this reason, the writer is trigerred to analyze the content of a movie and find the correlation relationship between movie and social issues that occur in the real word using semiotic approach and intertextualism. The movie that will be analyzed titled “Knowing”. The problems that will be analyzed by the writer are (1) what are the symbols that used in Knowing movie? (2) Is the meaning of the symbol associated with religious themes, especially the Christian religion? In answer these problems; the writer used descriptive-qualitative method by applying semiotics approach and intertextualism. In this analysis, first the writer observed the main data that is the movie by watching and making the sequence. The next step, the writer listed all the symbols by strengthening through the collection of proof in the movie content that has been stated in the sequence. Those, the final step are to express the meaning of the symbol by linking them with Christian themes. The result of the research are (1) The symbols in “Knowing” movie in the form a black stone, strangers, trees, meadows with golden light color and fire. (2) Black stone reflects a sign and invitation to be saved. The strangers reflect the presence of angel. A tree symbolize source of life and helter. Prairie life and a new beginning or a garden surge. And fire symbolizes destruction.

 

Keywords: semiotics, intertextualism, Christian themes.

 

Abstrak

Film adalah sebuah kombinasi antara sastra dan dimensi lain dari industry perfilman dokumenter. Nerdasarkan alas an ini, penulis terpicu untuk menganalisa isi sebuah film dan mencari korelasi hubungan antara film dan isu social yang terjadi di dunia nyata dengan menggunakan pendekatan semiotic dan intertekstualisme. Film yang akan dianalisa berjudul “Knowing”. Masalah yang akan dianalisa oleh penulis adalah (1) Simbol-simbol apakah yang digunakan dalam film “Knowing”? dan (2) Apakah arti simbol-simbol tersebut yang berhubungan tema keagamaan terutama dengan agama Kristiani? Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan semiotika dan intertekstualisme. Dalam analisanya, penulis mula-mula mengobservasi data utamanya yang berupa film dengan menontonnya dan membuat sekuennya. Langkah berikutnya, penulis mengurutkan semua simbol dengan melakukan penguatan melalui pengambilan bukti didalam konten film yang telah tertuang dalam sekuen. Kemudian, langkah terakhirnya adalah dengan tema-tema Kristiani. Adapun hasil penelitiannya adalah (1) Simbol-simbol dalam film “Knowing” berupa batu hitam, orang asing, pohon, padang rumput dengan warna cahaya emas dan api. (2) batu hitam mencerminkan suatu pertanda dan undangan untuk diselamatkan. Orang asing mencerminkan kehadiran utusan Tuhan. Sebuah pohonan melambangkan sumber kehidupan dan tempat perlindungan. Padang rumput kehidupan dan permulaan yang baru atau taman surga. Dan api melambangkan kehancuran.

 

Kata Kunci: semiotic, intertekstualisme, tema-tema Kristiani

 

KEHARMONISAN ISLAM dan FILSAFAT

 

Vahruddin Jayadi

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DPK STBA Pertiwi Jakarta

 

 

Abstract

Islam has a harmonious relationship with philosophy, because philosophy is one way to find the truth, while religion is the source of truth itself. The aim of this paper is to describe the harmony between Islam and philosophy in life. The method used in this paper is descriptive analysis and also in explaining the discussion obtained from the books. The result of this analysis shows that philosophy uses senses as the only tools to get the truth, As for Islam truly commanding his followers to use the senses as much as possible, even Muslims use various terms to describe the role of senses, such as Afala ta’kilum, Afala tatafakarun, Afala tadabarun and so on, more than that the Prophet of Islam said, “That religion is the senses, and there is no religion without senses.”

 

Key words: Islam, philosophy, relation

 

Abstrak

Islam mempunyai hubungan yang harmonis dengan filsafat, karena filsafat merupakan salah satu jalan untuk mencari kebenaran, sedangkan agama Islam merupakan sumber dari kebenaran itu sendiri. Tujuan dari penulisan ini adalah untukmenjelaskan keselarasan antara Islam dan filsafat dalam kehidupan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskrptif analisis dan juga dalam menjelaskan pembahasan yang diperoleh dari buku-buku. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa filsafat mengunakan akal sebagai satu-satu alat untuk mendapatkan kebenaran, adapun Islam sungguh memerintah pengikutnya untuk mengunakan akal semaksimal mungkin, bahkan Islam mengunakan berbagai terminologi yang menjelaskan peran akal, seperti afala ta’kilum, afala tatafakarun, afala tadabarun dan sejenisnya, lebih dari itu Nabi Islam mengatakan, “Bahwa agama itu adalah akal, dan tidak ada agama tanpa akal”

 

Kata kunci: Islam, filsafat, hubungan

 

PSYCHOLOGICAL CONFLICTS FACED BY ROBERT NEVILE IN “I AM LEGEND” FILM

 

Rekno Setyawan

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi,

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

I am Legend is a science-fiction horror film. This film tells about Neville, the only person who survives from deadly virus attack in New York. The purpose of this paper is to analyze the psychological problems faced by Neville in completing his mission. The method used by the writer in analyzing is descriptive qualitative method, in which the writer uses dialogue and psychology books relating to psychological problems that experienced by Neville as the main character. The result of this paper shows that factor of depression, personality, and self defense mechanism becomes the impetus to be a legend.

 

Key words: depression, personality, and self defense mechanism

 

Abstrak

I am Legend merupakan film horor-fiksi ilmiah. Film ini menceritakan tentang Neville, satu-satunya orang yang bertahan hidup dari serangan virus mematikan di New York. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah-masalah psikologi yang dihadapi oleh Neville dalam menyelesaikan misinya. Metode yang digunakan penulis dalam menganalisis adalah metode deskriptif kualitatif, dimana penulis menggunakan dialog serta buku-buku psikologi yang berkaitan dengan masalah-masalah psikologi yang dialami Neville sebagai pemeran utama. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa faktor depresi, kepribadian serta mekanisme pertahanan diri menjadi pemicu untuk menjadi seorang legenda.

 

Kata kunci: depresi, kepribadian, dan mekanisme pertahanan diri

 

GAYA BAHASA AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN

(Deskriptif Analisis Kisah al-Qur’an dalam Surat Luqman dari ayat 12 sampai dengan ayat 19)

 

Ekawati

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DPK STBA Pertiwi Jakarta

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Depletion of tolerance, the advent of instant cultures, is one of sign the erosion of the values of life that should be guidelines in life. The aim of this paper is to explore education values that contained in the story of Luqman in Al-Qur’an. The method used in this research is library research, by collecting the data that relevant to issues discusses, whether the data taken from the books or other written sources (papers, articles, or research reports). The methods used to analyze these data iscontent analysis method, the analysis of the meaning contained in entirety of educational values that is contained in the story of Luqman, and then described in detail. The result of the research shows that the virtue of Luqman is he combines the wisdom and gratefully to be a good educator, when clever person opine then he will be a quiet person to any problems because he has a high science so it is easy to think of the best way out, it’s not because to forget.

 

Key words: Language style, Education, Story

 

Abstrak

Menipisnya rasa toleransi, munculnya budaya instant, merupakan salah satu tanda lunturnya nilai-nilai kehidupan, yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kisah Luqman dalam al-Quran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data-data yang memiliki relevansi dengan masalah yang dibahas, baik yang diperoleh dari buku atau sumber tertulis lainnya (makalah, artikel, atau laporan penelitian). Adapun metode yang digunakan untuk menganalisa data tersebut adalah metode analisis isi yakni melakukan analisa terhadap makna yang tertuang dalam keseluruhan tentang nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kisah Luqman, kemudian dijabarkan secara rinci. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sisi keutamaan Luqman adalah beliau menggabungkan hikmah dan syukur menjadi pendidik yang unggul, ketika seorang hamba yang pandai berhikmah maka dia akan menjadi pribadi yang tenang terhadap setiap masalah karena memiliki ilmu yang tinggi sehingga mudah saja memikirkan jalan keluar yang terbaik, bukan karena melupakannya.

 

Kata Kunci: Gaya Bahasa, Pendidikan, Kisah

 

THE NEGATIVE INFLUENCES OF ALAY LANGUAGE AND HOW TO HANDLE THEM TO INDONESIAN LANGUAGE

 

Didi Mulyadi

Linda Agustiany

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Alay language is the language considered to be against or different from the rules of the standard Indonesian language as the language of unity. The users of this language are limited only for teenagers. They popularize alay language as a form of globalization and social interactions among them. They believe that alay language is a tool or as a means of communication to express themselves and develop their creativities. They are interested in using alay language because it uses a combination between alphabets and numbers when used and even they are difficult to understand for common person but is interesting in other side. So alay language should only be used in a certain community that really understands it, so that it is right in place as a form of diversity and creativity of young people. But it would be inappropriate to use alay language in such formal activities, such as at school, government office or business. This journal is aimed ​​at explaining more about the negative effects of alay language to Indonesian language and how to handle them. The writer used the sociolinguistics theory to analyze the influence of language alay to Indonesian language especially concerning language shift and language preservation with this we can find out how the alay language provides its negative influences to Indonesian language.

 

Key words: alay language and negative influences.

 

Abstrak

Bahasa alay merupakan bahasa yang dianggap bertentangan atau berbeda dari kaidah standar bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pengguna bahasa ini terbatas hanya untuk remaja. Merekea mempopulerkan bahasa alay sebagai bentuk arus globalisasi dan interaksi social diantara mereka.. Mereka berpendapat bahwa bahasa alay adalah alat atau sebagai sarana komunikasi untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kreatifitas mereka. Mereka tertarik menggunakan bahasa alay karena menggunakan kombinasi antara huruf dan angka bila digunakan dan bahkan mereka sulit untuk dipahami bagi orang biasa tapi menarik dalam sisi lain. Jadi bahasa alay seharusnya hanya digunakan dalam suatu komunitas tertentu yang benar-benar memahami hal itu, sehingga hal itu tepat di tempat sebagai bentuk keragaman dan kreativitas generasi muda. Tetapi akan tidak pantas untuk menggunakan bahasa alay dalam kegiatan formal seperti, seperti di sekolah, kantor pemerintah atau bisnis. Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut tentang efek negatif dari bahasa alay ke bahasa Indonesia dan bagaimana menangani mereka. Penulis menggunakan teori sosiolinguistik untuk menganalisis pengaruh alay bahasa ke bahasa Indonesia terutama mengenai pergeseran bahasa dan pelestarian bahasa dengan ini kita dapat mengetahui bagaimana bahasa alay memberikan pengaruh negatif terhadap bahasa Indonesia.

 

Kata Kunci: bahasa alay dan dampak negatif.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *