Jurnal Langue, Vol. 7, No. 2, Oktober 2013

CAMPUR KODE PADA MASYARAKAT SUKU JAWA YANG BERBAHASA IBU BAHASA INDONESIA

 

Susiyati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi,

Jl. Dewi Sartika, Kav 2&3, Cililitan, Jakarta Timur

Email: susiyati_2008@yahoo.com

 

Abstract

Code mixing occurs when a speaker inserts a word (words) or a phrase in another language while he or she is speaking in a particular language. Code mixing usually happens in Javanese society who has Indonesian language as their mother tongue when they speak to other Javanese participants. The problem is whether or not they still use a word or some words in Javanese while they are speaking in Indonesian. The aims of this research are: first, to list the Javanese words which are commonly used in the code mixing. Second, to know the reason why the code mixing happens. This research applies survey research methodology. The result shows that Javanese society who has Indonesian as their mother tongue inserts Javanese words when they speak in Indonesian to other Javanese participants.  Speakers do code mixing to express their hospitality.

Key words: code mixing, Javanese society, mother tongue

Abstrak

Campur kode terjadi apabila seorang penutur menyisipkan unsur-unsur bahasa lain ketika sedang memakai bahasa tertentu. Unsur-unsur tersebut dapat berupa kata-kata, tetapi dapat juga berupa frase atau kelompok kata. Masalahnya sekarang adalah apakah benar masyarakat suku Jawa masih menggunakan beberapa kata-kata dalam bahasa Jawa ketika mereka berkomunikasi di dalam bahasa Indonesia dengan kerabat yang bersuku Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kata-kata bahasa Jawa mana saja yang biasanya digunakan dalam campur kode dan alasan mengapa adanya campur kode tersebut. Penulis menggunakan metode survei dalam penelitian ini. Hasil survei menunjukkan bahwa ternyata masyarakat suku Jawa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia melakukan campur kode dengan beberapa kata-kata bahasa Jawa bila berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan lawan bicara  yang bersuku Jawa. Alasan melakukan campur kode tersebut adalah untuk menunjukkan kesopanan.

Kata kunci: campur kode, masyarakat suku Jawa, bahasa ibu.

 

THE DEFINITION AND THE SIMILARITY OF UKARA IN JAVANESE LANGUAGE TOWARD ENGLISH SENTENCE PATTERN AND THEIR USE IN THE APPLICATION OF STUDENTS’ WRITING IN MID-TERM TEST OF TRANSLATION LECTURE IN THE FIFTH SEMESTER OF MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PURWOREJO IN ACADEMIC YEAR 2011/2012 

 

Setyo Jati Purweko

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav2-3, Cililitan, Jakarta Timur

Hp. 085643636695, Email: setyojatipurweko@gmail.com

 

Abstract

Language becomes not only a sort of communication tool, but also as a means of reflection to the user of the language. It has varieties of pattern and is used both spoken and written. This research mainly discusses about the definition and the similarity of Ukara and English sentence pattern and their use in the real application of Javanese people, especially students of English Training Education Department of the fifth semester, in terms of writing English sentences in the translation lecture. The aim of this research are: first, to find the similarity of English and Javanese sentence patterns to the mid-term result of translation lecture, second to find the influence of technique of English and Javanese sentences to the way of students’writing. This research applies survey research methodology. The result shows that Ukara in Javanese language does give significant contribution to the interference of students’ way of writing. It occurs since there are some similarities of Ukara and English sentence pattern.

Key Words: definition, similarity, Ukara, English sentence, and Javanese people.

 

Abstrak

Bahasa tidak hanya menjadi semacam alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana refleksi untuk pengguna bahasa. Bahasa memiliki jenis pola dan juga digunakan secara lisan dan tulisan. Penelitian ini membahas tentang definisi dan kesamaan pola kalimat Ukara dan Inggris dan penggunaannya dalam aplikasi nyata oleh orang Jawa, khususnya mahasiswa Pelatihan Bahasa Ingris Departemen Pendidikan semester ke lima, dalam hal menulis kalimat bahasa Inggris dalam kuliah terjemahan. Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk menemukan kesamaan bahasa Inggris dan pola kalimat Jawa untuk hasil jangka menengah kuliah penerjemahan, kedua untuk mengetahui pengaruh teknik bahasa Inggris dan kalimat Jawa untuk carapenulisan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian survey . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukara dalam bahasa Jawa tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap gangguan dari cara siswa menulis. Hal ini terjadi karena ada beberapa kesamaan dari Ukara dan pola kalimat bahasa Inggris.

Kata kunci: definisi, persamaan, Ukara, Kalimat Bahasa Inggris, dan masyarakat Jawa.

 

THE MEANING OF GRASS IN CARL SANDBURG’S POEM “GRASS”

Revida Engelbertha

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika Kav 2&3 Cililitan, Jakarta Timur

Hp. 081381778858, Email: srevida@yahoo.com

 

Abstract

The poem Grass by Carl Sandburg becomes the main source that is analyzed since the poem has a hidden message behind its title. The present study investigated the general meaning of the poem andto explain the meaning of grass as the symbol that represents the connection between the nature and human beings. Therefore, in analyzing those problems, the writer uses the semiotic and Socio-historical approach since the problems fits to it. This approach brings the theory of semiotics to get the meaning and symbols of grass in the poem and socio-historical approach to get the historical background related to the poem. The writer concludes that the poem has a very important hidden message behind its title Grass. The result of this analysis   indicates     that the word grass has various meanings. Grass is not merely a simple plant that grows covering the land but it also represents the connection between the nature and the human beings. As the speaker in the poem, grass represents as a cover for the horrible wounds of the history of the past and it is also as the commentary of the world’s forgetfulness of the horrors of war and destruction.

Key words: meaning, poem, and grass

 

Abstrak

The Meaning of grass in Carl Sandburg’s poem “Grass”.  Puisi Grass oleh Carl Sandburg sebagai acuan utamanya untuk dianalisa karena puisi tersebut memiliki pesan tersembunyi dari judulnya yaitu Grass.Penulisan ini bermaksud untuk mencari jawaban atas beberapa pertanyaan. Pertama, penulisan ini menjelaskan arti umum dari puisi tersebut dan menjelaskan arti khusus dari puisi tersebut. Juga untuk menjelaskan alasan si pengarang dalam membuat puisi tersebut dan memberikan jawaban atas makna dari kata rumput sebagai simbol yang mewakili hubungan antara alam dan manusia.Oleh sebab itu, dalam menganalisa masalah ini, penulis menggunakan pendekatan semiotik karena masalah yang terkait berhubungan dengan hal itu. Pendekatan ini menggunakan teori semiotik dari sudut pandang linguistik yang menunjukkan makna dari kata rumput dalam puisi tersebut.

Penulis menyimpulkan bahwa puisi tersebut mempunyai pesan tersembunyi yang amat penting di balik judulnya yaitu Grass. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa kata rumput memiliki banyak makna. Rumput tidak hanya semata-mata sebagai tanaman sederhana yang tumbuh menutupi daratan tapi ia juga dapat mewakili hubungan antara alam dan manusia. Sebagai narator dalam puisi tersebut, rumput melambangkan sebagai sebuah penutup atau penyembuh dari luka menyakitkan di masa lalu dan juga sebagai kritik terhadap keacuhan dunla atas kengerlan dan kerusakan dari perang.

Kata kunci: makna, puisi, dan grass

PENGARUH BAHASA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM MEMBANGUN KARAKTER

MENUJU TERBENTUKNYA KELUARGA SAKINAH

 

Zamakhsyari Abdul Majid

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, DPK Pascasarjana UIA Jakarta

Jl. IR. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan

Hp: 081318440028, Email: zamakhsyari_am@yahoo.com

 

Abstract

This research aims to determine: 1. the language influence communication of parents to children in building character. 2. The elements that can affect the formation of harmonious family. This reserach used qualitative methods, with a comprehensive analysis approach. That is to determine the factors that can affect the formation of harmonious family, first determine whether the language of communication parents can affect the formation of the character of the child towards the formation of harmonious family. Or whether there is a relationship between happy families with communication. The main conclusions of this reserach shows that the language communication of parents to children have a personal system capable of forming the character of the child. The language of communication is conveyed by parents to their children in verbal or non-verbal will greatly influence in shaping the child’s character.

Keywords: Family Communication Concepts, Processes Learning, Parenting

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui: 1. pengaruh bahasa komunikasi orang tua terhadap anak dalam membangun karakter. 2. unsur-unsur yang dapat mempengaruhi terbentuknya keluarga sakinah. Studi ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan analisis komprehensif. Artinya untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya keluarga sakinah, terlebih dahulu harus mengetahui apakah bahasa komunikasi orang tua dapat mempengaruhi terbentuknya karakter anak menuju terbentuknya keluarga sakinah. Atau apakah terdapat hubungan antara keluarga sakinah dengan komunikasi. Kesimpulan utama dari tulisan ini menunjukkan bahwa bahasa komunikasi orang tua terhadap anak mempunyai sistem personal yang mampu membentuk karakter anak. Karena dengan bahasa komunikasi yang disampaikan orang tua terhadap anak secara verbal atau non-verbal akan sangat mempengaruhi dalam membentuk anak yang berkarakter

Kata Kunci: Konsep Komunikasi keluarga, Proses Pembelajaran, Pola Asuh

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN MULTIKULTURAL;

Teori dan Aplikasi

 

Ekawati

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, DPK STBA Pertiwi Jakarta

Jl. Dewi Sartika, Kav. 2&3, Cililitan, Jakarta Timur

Hp: 081287873441, Email: dr.ekawati_mughni@yahoo.com

 

 

Abstract

This research aims to (1) describe the Islamic Education multicultural in theory and applications ( 2) gives the strengthening of the importance of respecting cultural diversity which is owned by the nation . One way is to provide insight to student’s multicultural. (3) Prepare learners mentally to be able to live and work with community groups who have different cultures with learners. The advantages of this reserach are to provide an overview and advice to stakeholders, especially policy makers about the themes, sub-themes and methods of Islamic education that touches the issue of cultural diversity. This research is a qualitative descriptive analytical method with the system approach. The main conclusion of this reserach is a multicultural Islamic education can be a real solution of conflict and disharmony in the society.

Key words: education, moslem, and multicultural

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk  (1) menggambarkan Pendidikan Agama Islam yang berwawasan multikultural baik secara teori maupun aplikasi (2) memberikan pengokohan terhadap pentingnya menghargai keberagaman budaya yang dimiliki oleh bangsa. Salah satu caranya adalah dengan memberikan wawasan multikultural kepada peserta didik. (3) mempersiapkan mental peserta didik untuk dapat hidup dan bekerjasama dengan kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan yang berbeda dengan peserta didik. Manfaat penelitian ini adalah memberikan gambaran dan masukan kepada pihak terkait, terutama para pengambil kebijakan tentang tema, sub tema serta metode Pendidikan Agama Islam yang menyentuh persoalan keanekaan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitisdengan pendekatan sistem.Kesimpulan utama dari tulisan ini adalah pendidikan Agama Islam yang multikultural dapat menjadi solusi nyata bagi konflik dan disharmonisasi yang terjadi di masyarakat.

Kata kunci:pendidikan, agama Islam, dan multikultural

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *