Jurnal Vol 5 No 2 Oktober 2011

Jurnal Langue, Oktober 2011 Vol. 5 No.2

ISSN: 1693-0487

 

STRATEGI PENGEMBANGAN SEKOLAH

BERTARAF INTERNASIONAL

 

Fuad Fachruddin

Pasca Sarjana UIN Syarief Hidayatullah Jakarta

Jl. Ir. H. Juanda, Ciputat, Tanggerang Selatan

 

Syamsir Alam

Pasca Sarjana UHAMKA Jakarta

Jl. Tanah Merdeka, Jakarta Timur

 

Abstract

Youngsters need to have the opportunity to develop their potential to the maximum in a favorable environment so that they have the ability to compete globally. This paper discusses, elaborates, and at the same time, tries to offer theoritical models of developing Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) that would be able to serve all the needs in question. To provide a clearer picture and understanding of international qualification program, best practices of

Kelas Internasional at a number of SMA Negeri DKI Jakarta are also discussed. This paper applies library research. Articles and publications are the source of the informantion an listed as the references. The aim of this paper is to describe the importance of having a change in our paradigm in managing the educational policy and accomplishing national education to enable our senior high school graduates to face any challenges in the 21stcentury that changes rapidly. Specifically, this paper describes models of running international schools as the basic of the development of international program from elementary to senior high school in Indonesia. Transforming regular schools into ”rintisan

sekolah bertaraf internasional” (RSBI) as well as RSBI into ”sekolah bertaraf internasional

(SBI) are the best ways to develop SBI. The function of RSBI is as the centre of the study and

the development of educators’ competence (SPKPKP) or sister schools. RSBI/SBI are the role

models of schools nearby to improve their quality of learning.

 

Key words: development strategy, international class.

 

Abstrak

Kaum remaja membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan potensi semaksimal mungkin dalam lingkungan yang menyenangkan agar mereka mampu bersaing secara global. Tulisan ini menguraikan secara teoritis tentang model-model pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang diharapkan dapat menyediakan segala kebutuhan mereka. Penyelenggaraan kelas internasional dibeberapa SMA Negeri DKI Jakarta juga diuraikan dalam tulisan ini agar pemahaman program kualifikasi internasional menjadi lebih jelas.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran (perspektif alternatif) akan pentingnya perubahan paradigma dalam mengelola kebijakan dan melaksanakan pendidikan nasional agar lulusan pendidikan kita mampu menghadapi setiap perubahan dan tantangan di abad ke-21, yang terus berubah dengan cepat ini. Secara lebih khusus, tulisan ini bertujuan untuk menyajikan beberapa model pengelolaan pendidikan internasional, yang dapat dipakai sebagai dasar untuk pengembangan program internasional pada pendidikan dasar dan menengah di tanah air. Pengembangan SBI dapat dimulai dengan transformasi sekolah biasa mejadi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) kemudian transformasi RSBI menjadi SBI. RSBI mempunyai fungsi sebagai sekolah pusat kajian dan peningkatan kompetensi pendidik (SPKPKP) atau semacam sekolah pendamping (sister schools), di mana RSBI/SBI menjadi pendamping sekolah-sekolah sekitar dalam program pengembangan dan peningkatan kualitas pembelajaran.

 

Kata Kunci: strategi pengembangan, kelas internasional

 

 

AROGANSI PENGUASA DALAM PUISI KARYA AGUS R. SARJONO,

PADA SUATU HARI DARI PENDEKATAN STILISTIKA

 

Wulansari

Sekolah Tinggi Bahasa Asing PERTIWI

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Interpreting a poem through a certain literary criticism will the readers to get its comprehensive understanding. This study also tries to dig the deepest meaning of Agus R Sarjono’s poem entitled Pada Suatu Hari from its intrinsic elements and language style. The aim of this study is to dicuss the general and detailed meanings of the poem which implies its theme on the arrogance of the superior power through its stanzas and lyrics. The method used to analyze is stylistics which emphazises its discussion on the language styles chosen by the poet. The arrogance and the superiority complex of the authoritarian leader will be traced back through its powerful figurative language, like personification and repetitions.

 

Key Words: Stylistics, the arrogance of authoritarian power, figurative language, personification, repetition.

 

Abstrak

Menginterpretasikan satu puisi melalui pendekatan sastra yang tepat akan mempermudah pembacanya untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh. Penelitian ini juga berusaha menggali makna terdalam dari sebuah puisi berjudul Pada Suatu Hari karya Agus R Sarjono melalui aspek intrinsik dan gaya bahasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas arti umum dan khusus dari puisi yang menyiratkan tema tentang kesombongan sang penguasa yang otoriter melalui bahasa kiasan yang kuat seperti gaya bahasa personifikasi dan pengulangan kata.

 

Kata Kunci: stilistika, arogansi kekuasaan, bahasa kiasan, personifikasi, pengulangan.

 

MAJÂZ AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

(Studi Perbandingan antara Abi Ubaidah, al-Jahizh dan Qadhi ‘Abdul Jabbar)

 

Ekawati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

The aims of this paper are: (1) to analyze the paradigm of Abi Ubaidah, al-jahizh and Qadhi ‘Abdul Jabbar about the metaphors of Koran from the historical point of view. (2) to interpret and describe metaphors analytically as one of the aesthetics of language styles in Koran. This paper applies qualitative approach to discuss the proble as well as library research with comparative and comprehensive analysis method. If means that to know the paradigm of “mufassir” about metaphors in Koran, the writer should know the similarities and difference between or among “mufassir’s opinions, especially in the interpretation of controversial verses. To obtain the data of three “mufassir” the writer uses historical approach. Abi Ubaidah and al-Farra’ have agreat distribution in revelaing the secret of the verses in Koran, especially the meaning of metaphors. Both “mufassir” are the pioneers and inspirators to the next followers such as Al-Jahizh, Ubnu Qutaibah and Al-Qodhi, ‘Abdul Jabbar. The result of their thoughts will be inherited to the next generation as the medium of streng their belifs .

 

Key Words: majâz, sejarah, al-Qur’an

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk (1) mengkaji cara pandang Abi Ubaidah, al-Jahizh dan al-Qadhi ‘Abdul Jabbar tentang majâz al-Qur’an ditinjau dari perspektif sejarah. (2) menginterpretasi atau mendeskripsikan secara analitis tentang Majâz sebagai salah satu bentuk keindahan gaya bahasa al-Qur’an. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dan untuk membahas persoalan yang ada dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif dan komparatif. Artinya, untuk mengetahui cara bergulirnya pandangan para mufassir tentang majâz dalam al-Qur’an, terlebih dahulu harus dilihat segi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih pendapat mereka pada lafazh atau ayat yang diperselisihkan penafsirannya. Dan Untuk mendapatkan data mengenai ketiga tokoh tersebut, digunakan pendekatan sejarah. Abi Ubaidah dan al-Farra’ memiliki andil yang cukup besar dalam menguak rahasia kandungan susunan kalimat baik al-Qur’an maupun bahasa Arab dalam pengertian majâzî-nya. Keduanya merupakan pioner dan pembawa obor bagi generasi selanjutnya seperti al-Jahizh, Ibnu Qutaibah, dan Qadhi ‘Abdul jabbar. Di mana dari hasil dari kedua pemikir tersebut, generasi selanjutnya dapat menjadikan ta’wîl al-Qur’an sebagai media memperteguh iman mereka.

 

Kata Kunci: majâz, sejarah, al-Qur’an

 

ANALISIS KETAKTERJEMAHAN BUDAYA DARI BAHASA INDONESIA KE

DALAM BAHASA INGGRIS DALAM BUKU “ASAL MULA PADI” KARYA

HARDJANA H.P.

 

Susiyati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

In translating a text from a source language to a target language a translator does not only have difficulties in linguistics problems but also cultures of both languages. The aim of this paper is to know how far a translator of a book entitled “Asal Mula Padi” is able to translate culturally specific references in Indonesian into English. The writer applies library research to discuss the problem as well as to analyze the data taken from the book. The result of the analysis shows that the translator of the book didn’t translate some words which have something to do with culture in Indonesian into English. Cultural concepts in the source language are difficult to translate in the target language due to geographical, cultural, contextual differences.

 

Key words: untranslatability, culture

 

Abstrak

Dalam menerjemahkan suatu teks dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran seorang penerjemah tidak hanya dihadapkan pada masalah yang berhubungan dengan masalah bahasa tetapi juga masalah yang berhubungan dengan budaya kedua bahasa itu. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerjemah buku “Asal Mula Padi”. Hardjana H.P. mampu menerjemahkan istilah khusus yang berhubungan dengan budaya Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Penulis menggunakan studi pustaka untuk membahas

masalah ini dan juga untuk menganalisis data yang diambil dari buku tersebut di atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerjemah buku tersebut tidak menerjemahkan beberapa kata yang berhubungan dengan budaya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Konsep konsep budaya dalam bahasa sumber sulit diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran karena perbedaan geografis, budaya dan konteks.

 

Key words: ketakterjemahan, budaya

 

THE STUNNING BEAUTY OF A JAPANESE GIRL AND

HER STRUGGLE TO REACH OUT HER GREAT EXPECTATIONS IN ROB

MARSHALL’S FILM MEMOIRS OF A GEISHA

 

Revida Engelbertha

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

The main character of Rob Marshall’s film, ‘Memoirs of a Geisha’ makes a hard effort to change her life better by being a geisha. Being poor, repaying the kindness of a Chairman who gives good advices when she becomes an orphan, and the honored role of a geisha in Japan are the factors why she wants to change her life to become an honored geisha. The aim of this paper is to discuss the struggle of the main character to defend her self-esteem in order to reach out her expectation to be an honored geisha. She must be able to face up the obstacles that come from friends and her clients. A geisha must also have a good personality and behavior to be an honored geisha. By analyzing the personality of each character, we can learn that culture of a country can change someone’s life to be better by working hard and doing best effort to get the best result of his or her expectations.

 

Key words: struggle, geisha

 

Abstrak

Tokoh utama dari film garapan Rob Marshall’s, ‘Memoirs of a Geisha’ berusaha sekuat tenaga

untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik dengan menjadi seorang ‘geisha’. Kemiskinan, keinginan untuk membalas budi kepada orang yang selalu memberinya nasehat di panti asuhan dan peran seorang geisha yang terhormat merupakan alasan tokoh utama film ini bertekad menjadi geisha. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji perjuangan tokoh utama dalam merealisir harapannya menjadi seorang geisha. Dia harus mampu menghadapi rintangan-rintangan baik yang datang dari teman-teman maupun dari para pelanggannya. Seorang geisha yang terhormat harus memiliki kepribadian dan perilaku yang baik. Dengan menganalisis kepribadian dari setiap karakter, kita dapat memahami bahwa budaya dari suatu negara dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik dengan cara bekerja keras untuk mencapai harapannya.

Kata kunci: perjuangan, geisha

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan