Jurnal Vol 4 No 2 Oktober 2010

Jurnal Langue, Februari 2010 Vo. 4 No. 1

ISSN: 1693-0487

 

TES IMPLIKATUR PERCAKAPAN

(Telaah Bandingan antara Pendapat H. Paul Grice dan Jenny Thomas)

 

Taufik Nugroho

Faculty of Letter, Bina Nusantara University

 

 

Abstract

Conversational implicature is very important in communication. To know the effectiveness of a conversational implicature, a conversational implicature test is needed. This article will, therefore, elaborate two different viewpoints of conversational implicature test by Grice and Thomas. At least there are six characteristics of conversational implicature test according to Grice, i.e. calculable, cancelable, non-detachabl, non-conventional, reinforceable, and indeterminate. Whereas there are four characteristics of conversational implicature test employed by Thomas, namely: non-detachability and non-conventionality, implicature change, calculability, and defeasibility. From the two models employed, Grice’s model and Thomas’s model complement each other.

 

Keywords: conversational implicature, conversational implicature tests, maxims.

 

Abstrak

Implikatur percakapan sangat penting dalam komunikasi. Untuk mengetahui efektivitas implikatur percakapan, tes implikatur percakapan diperlukan. Artikel ini akan, oleh karena itu, menjelaskan dua sudut pandang yang berbeda dari tes implikatur percakapan oleh Grice dan Thomas. Setidaknya ada enam karakteristik uji implikatur percakapan menurut Grice, yaitu dihitung, dibatalkan, tidak dapat dilepaskan, non-konvensional, implikatur perubahan, dan tak tentu. Bahwa ada empat karakteristik uji implikatur percakapan dipekerjakan oleh Thomas, yaitu: tidak dapat dilepaskan, non-konvensional,, implikatur perubahan, calculability, dan defeasibility. Dari dua model yang digunakan, Model Grice dan model Thomas saling melengkapi.

 

Kata kunci: implikatur percakapan, tes implikatur percakapan, maksim.

 

PENGARUH PERBEDAAN QIRA’AT TERHADAP MAKNA AYAT

DALAM TAFSIR IBN KATSIR DAN KITAB AL-UMM

(Tinjauan Kaidah Bahasa Arab)

 

Ekawati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

The main conclusion of this paper was that there was no any clashes between one meaning and another, rather no any contradiction, nor any alteration upon it in regard of differences of meaning of quranic verses caused by the changing of qirâ’ât . The author of this paper finally found that the topic of differences of qirâ’ât taken from tafsîr Ibn Katsîr was more dominantly found than in Kitab al-Umm. The reason behind it, because the propose of tafsir as we’ve known was to explain the real meaning and the true intention of quranic verses, that’s why the views of ulama or scholars regarding to the qirâ’ât and its implication to the meaning of quranic verses has taken placed more in the tafsir of Ibn Katsîr than in books of fiqh such as in al-Umm of Imâm al-Syâfi`î. While the intention of the last book was stressed only on the differences of conclusion of hokum based on differences of qirâ’ât, which is aimed to join all qirâ’âts together if it was possible or to prevail one qirâ’ât among the suite cases and places. Moreover, the result of the examination through this paper principally rejuvenated the view of Muhammad Khalîl Jîjak opinion; that the differences of qirâ’ât have influenced the meaning of quranic verses but not in whole aspects. The influence still raised in accordance with the contexts of verses or shiâqulkalimât. And the author came to the result after she completed searching and examining the two books (tafsîr Ibn Katsîr and Kitab al-Umm). The changing of meaning of quranic verses in general aspects; including the difference of words meaning, sentences, completed sentences and affection of words, and the difference of qirâ’ât which does not change the meaning of the verses.

 

Key Words: qira’at, meaning, grammar.

 

Abstrak

Kesimpulan utama dari makalah ini adalah bahwa tidak ada apapun bentrokan antara satu makna dan lainnya, bukan tidak ada pertentangan, maupun perubahan atasnya dalam hal perbedaan makna ayat-ayat Quran yang disebabkan oleh perubahan qira’at. Penulis makalah ini akhirnya menemukan bahwa topik perbedaan qira’at yang diambil dari tafsir Ibnu Katsir yang lebih dominan ditemukan daripada di Kitab al-Umm. Alasan di balik itu, karena usulan dari tafsir seperti yang kita sudah tahu adalah untuk menjelaskan makna dan maksud sebenarnya dari ayat-ayat Quran, itu sebabnya pandangan ulama atau cendekiawan sehubungan dengan qira’at dan implikasinya terhadap makna ayat Quran telah menempatkan lebih dalam tafsir Ibnu Katsir dari dari dalam buku-buku fiqh, seperti dalam al-Umm dari Imam al-Syafi `î. Sedangkan maksud dari buku terakhir ditekankan hanya pada perbedaan kesimpulan hokum berdasarkan perbedaan qira’at, yang bertujuan untuk bergabung bersama-sama semua qirâ’âts jika hal itu mungkin atau untuk menang satu qira’at antara suite kasus dan tempat-tempat. Selain itu, hasil pemeriksaan lewat tulisan ini terutama diremajakan pandangan Muhammad KHALIL Jîjak pendapat, bahwa perbedaan qira’at telah mempengaruhi makna ayat-ayat Quran tetapi tidak dalam aspek keseluruhan. Pengaruh masih terangkat sesuai dengan konteks ayat atau shiâqulkalimât. Dan penulis datang ke hasil setelah ia menyelesaikan mencari dan memeriksa dua buku (Tafsir Ibnu Katsir dan Kitab al-Umm). Perubahan makna ayat-ayat Quran dalam aspek umum, termasuk perbedaan makna kata-kata, kalimat, kalimat selesai dan kasih sayang kata-kata, dan perbedaan qira’at yang tidak mengubah makna ayat-ayat.

 

Kata Kunci: qira’at, makna, kaidah.

 

FUNGSI SEMANTIK PEMILIHAN KATA BAHASA INGGRIS

 

Sri Supeni

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Binawan

 

Abstract

This study is aimed at the presentation on how important a word choice is. A word which has general meaning certainly has other words which have almost the same meaning but there is a little difference in using them. This is usually called hyponym in which one word has association with other words. This association must be fully considered in choosing a word to make sentences.

 

Key Words: Hiponim

 

Abstrak

Penelitian ini ditujukan untuk presentasi tentang betapa pentingnya pilihan kata adalah. Sebuah kata yang memiliki makna umum pasti memiliki kata lain yang memiliki arti yang sama hampir tapi ada sedikit perbedaan dalam menggunakan mereka. Hal ini biasanya disebut hyponym di mana satu kata memiliki hubungan dengan kata lain. Asosiasi ini harus benar-benar dipertimbangkan dalam memilih kata untuk membuat kalimat.

 

Kata Kunci: Hiponim

 

SISTEMIK FUNGSIONAL GRAMMAR HALLIDAY

MENDUKUNG PELAKSANAAN ANALISA WACANA

 

Awidyo Sasmito

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Reading is a good habit. Reading may improve our general knowledge. Unfortunately people do not have this good habit-reading. For those people who love reading will have some advantages. The problem is how to get not only some advantages but to get a lot of advantages of knowledge. To read a text again and again wilt add our insight from that particular book. MAK Halliday offers a good way to analize a text. The systemic functional grammar has been adopted by many writers around the world.

 

Key words: Sistemic Fungsional Grammar

 

Abstrak

Membaca adalah kebiasaan yang baik. Membaca dapat meningkatkan pengetahuan umum kita. Sayangnya orang tidak memiliki kebiasaan baik ini-membaca. Bagi orang-orang yang suka membaca akan memiliki beberapa keuntungan. Masalahnya adalah bagaimana untuk mendapatkan tidak hanya beberapa keuntungan tetapi untuk mendapatkan banyak keuntungan dari pengetahuan. Untuk membaca teks lagi dan lagi layu menambah wawasan kita dari buku tersebut. MAK Halliday menawarkan cara yang baik untuk menganalisis teks. Tata bahasa fungsional sistemik telah diadopsi oleh banyak penulis di seluruh dunia.

 

Kata Kunci: Sistemik Fungsional Grammar

 

PEMELIHARAAN BAHASA DAN PERGESERAN BAHASA

 

Tahrun

Universitas PGRI 

Abstract

Language shift is closely related to the people mobility from one place to other place. The new place people usually want to arrive is that which is economically better than that of the old one. Therefore, the language shift often occurs in migration area. Of course, migration is not the only one which results in the language shift. There are still other causes of which the language shift may happen such as politic and social matters. The most fatal consequence of the language shift is the language death. The language death means that there is no speaker of that language. Though the language shift often occurs in migration area or because of other causes such as politic and social change, there is still a group of people who maintain their language. The maintenance of language is closely related to the speakers’ attitude to use their language as their identity. The speakers’ attitude to use their language may indicate that they are proud of their identity.

 

Key Words: language, migration area, maintenance of language

 

Abstrak

Pergeseran bahasa berkaitan erat dengan mobilitas manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Tempat baru orang biasanya ingin tiba adalah yang secara ekonomis lebih baik daripada yang lama. Oleh karena itu, pergeseran bahasa sering terjadi di daerah migrasi. Tentu saja, migrasi bukan satu-satunya yang menghasilkan pergeseran bahasa. Masih ada penyebab lain yang mungkin terjadi pergeseran bahasa seperti masalah politik dan sosial. Konsekuensi yang paling fatal dari pergeseran bahasa adalah kematian bahasa. Kematian bahasa berarti bahwa tidak ada pembicara dari bahasa tersebut. Meskipun pergeseran bahasa sering terjadi di daerah migrasi atau karena penyebab lain seperti perubahan politik dan sosial, masih ada sekelompok orang yang mempertahankan bahasa mereka. Pemeliharaan bahasa berkaitan erat dengan sikap speaker ‘untuk menggunakan bahasa mereka sebagai identitas mereka. Sikap speaker ‘untuk menggunakan bahasa mereka dapat menunjukkan bahwa mereka bangga dengan identitas mereka.

 

Kata Kunci: bahasa, pergeseran bahasa, pemeliharaan bahasa

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan