Jurnal Vol 3 No 2 Oktober 2009

Jurnal Langue, Oktober 2009 Vol. 3 No. 2

ISSN: 1693-0487

 

JACKING UP ACTIVE COMMUNICATIVE SPEAKING IN CLASSROOM

 

Stanislaus G. Domaking

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

Communicative language teaching is a teaching model that in the last decade has changed the paradigm of teaching English as a foreign language. This approach focuses on how communication can take place as the target language learning. This underlies the other competencies – as Savignon express grammatical competence, sociolinguistic competence, strategic competence, and discourse competence. Development of teaching models to manipulate a variety of media and materials such as tape recorders, images, and text so that the process of interaction and communication occurs using the language he had learned to take.

 

Keywords: communicative competence, speaking strategy, strategy

 

Abstrak

Pengajaran bahasa secara komunikatif merupakan model pengajaran yang pada dasa warsa terakhir telah merubah paradigma pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Model pendekatan ini menitikberatkan pada bagaimana komunikasi bisa berlangsung sebagai target pembelejaran bahasa. Ini mendasari pada kompetensi lainnya – sebagaimana Savignon ungkapkan grammatical competence, sociolinguistic competence, strategic competence, dan discourse competence. Pengembangan model pengajarannya memanipulasi berbagai media dan materi seperti tape recorder, gambar, dan teks sedemikian hingga proses interaksi terjadi dan komunikasi menggunakan bahasa yang dipelajarinya bisa berlangsung.

 

Kata Kunci: kompetensi komunikatif, strategi berbicara, strategi

 

MOTIVASI MINAT BACA TERHADAP WAWASAN ILMU PENGETAHUAN

DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

 

Artanti

Pusat Bahasa Jakarta

 

Abstract

Reading as one of language components can not be apart from human existence as a social creature, By reading, one can easily get any information needed for their life. Nowadays in information era, reading habit is, therefore, a compulsory and important prerequisite for those who want to get good progress in any kinds of field. However, reading interest of students is still unsatisfactory due to some reasons such as book price, availability, etc. This article is then trying to explain simply anything related to problems, interest and motivation of the students towards reading.

 

Key Words: reading interest,

 

Abstrak

Membaca sebagai salah satu komponen bahasa tidak dapat terlepas dari keberadaan manusia sebagai mahluk sosial, Dengan membaca, orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang diperlukan untuk hidup mereka. Saat ini dalam era informasi, kebiasaan membaca, oleh karena itu, prasyarat wajib dan penting bagi mereka yang ingin mendapatkan kemajuan yang baik dalam setiap jenis lapangan. Namun, minat baca siswa masih tidak memuaskan karena beberapa alasan seperti harga buku, ketersediaan, dll. Artikel ini kemudian mencoba untuk menjelaskan sesuatu yang hanya terkait dengan masalah, minat dan motivasi siswa terhadap membaca.

 

Kata Kunci: minat baca, budaya baca, motivasi

 

PERUBAHAN INTERNAL BAHASA

 

Hendar

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

A language may change through a long process. The change is defined as form appearing to: disappearing or vise versa. All language change has its origins in variation and the possibility of the change exists as soon as a new form develops and begins to be used together with the existing form. The language may change because language is dynamic. Besides, there is an interaction with other language. The language change can be categorized into two: internal change and external one. The internal change is related to the changes of phonology, morphology, syntax and semantic. On the contrary, external change refers to vocabulary matters borrowing words. The big question to answer is whether or not the linguistic change can be observed.

 

Key Words: language, perabahan, phonology, morphology, syntax, semantic

 

Abstrak

Sebuah bahasa bisa berubah melalui proses yang panjang. Perubahan didefinisikan sebagai bentuk muncul untuk: versa menghilang atau sebaliknya. Semua perubahan bahasa memiliki asal-usul dalam variasi dan kemungkinan perubahan itu ada segera sebagai bentuk baru berkembang dan mulai digunakan bersama dengan bentuk yang ada. Bahasa dapat berubah karena bahasa itu dinamis. Selain itu, ada interaksi dengan bahasa lain. Perubahan bahasa dapat dikategorikan menjadi dua: perubahan internal dan satu eksternal. Perubahan internal terkait dengan perubahan fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Sebaliknya, perubahan eksternal mengacu pada hal-hal kosakata meminjam kata-kata. Pertanyaan besar yang harus dijawab adalah apakah atau tidak perubahan linguistik dapat diamati.

 

Kata Kunci: bahasa, perabahan, fonologi, morfologi, sintaktik, semantik

 

PENGGUNAAN SISTEM TANDA DAN MAKNA DALAM NOVEL

THE DA VINCI CODE

 

Susi Haryanti

Cosmopoint International College of Technology tahun, dan

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

 

 

Abstract

The objectives of the research are to (1) analyse the structural elements of a novel, and (2) analyse the sign systems in the form of icon, index and symbol, and also their meanings which are applied in a novel. The results of this thesis indicate that: (1) the theme of the novel is about a murder. The plot is a mix between the forward and the backward plot which is shown by a lot of pauses and dreams done by the characters. The characters in the novel consist of limited people. The characterization is done based on the text and some dialogues between the characters. The setting of time and place are limited only in Paris and London within 2 days and 2 nights. (2) Another fact shows that the novel has 4 icons, 8 indexes and 7 symbols which are related one another in forming one meaning to strengthen the theme of the novel.

 

Key Words: novel, structure literature, and semiotics in literary studies.

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis unsur-unsur struktural novel, dan (2) menganalisis sistem tanda dalam bentuk ikon, indeks dan simbol, serta maknanya yang diterapkan dalam sebuah novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema novel ini adalah tentang pembunuhan. Plot adalah campuran antara maju dan mundur plot yang ditunjukkan oleh banyak jeda dan mimpi dilakukan oleh karakter. Karakter dalam novel terdiri dari orang-orang terbatas. Karakterisasi dilakukan berdasarkan teks dan beberapa dialog antara karakter. Pengaturan waktu dan tempat hanya dibatasi di Paris dan London dalam waktu 2 hari dan 2 malam. (2) Fakta lain menunjukkan bahwa novel ini memiliki 4 ikon, 8 indeks dan 7 simbol yang berhubungan satu sama lain dalam membentuk satu makna untuk memperkuat tema novel.

 

Kata Kunci: novel, struktur karya sastra, dan semiotik dalam kajian sastra.

 

ASPECTS OF GRAMMATICAL COMPETENCE

 

Widiatmoko

Pusat Pelatihan dan Pengembangan Guru-Guru Bahasa Inggris DIKNAS

 

Abstract

Someone who works as a teacher of foreign languages ​​(English) course he will offend the most fundamental rules of language. This is grammatical. It means that a teacher is not only required to provide language teaching but also to understand its maxims, so the students that they teach have the right language skills. So that a learner has the ability to speak the language properly, it is recommended that he have the competence grammar. Teachers and learners of foreign languages, eventually sued jointly with the competence to understand the grammar that covers various aspects of the underlying

 

Keywords: grammar, grammatical function, grammatical category, content words, structural words, grammatical competence.

 

Abstrak

Seseorang yang berprofesi sebagai pengajar bahasa asing (bahasa Inggris) tentu dia akan menyinggung kaidah kebahasaan yang paling mendasar. Inilah gramalika. Artinya bahwa seorang pengajar bukan hanya dituntut memberikan pengajaran kebahasaan tetapi juga memahami kaidah-kaidahnya, sehingga diharapkan siswa/mahasiswa yang diajarnya memiliki keruntutan berbahasa yang benar. Agar seorang pembelajar bahasa memiliki keruntutan berbahasa yang benar, disarankan agar dia memiliki kompetensi gramatika. Pengajar dan pembelajar bahasa asing, akhirnya dituntut secara bersama-sama untuk memahami gramatika beserta kompetensi yang mencakup berbagai aspek yang mendasarinya.

 

Keywords: grammar, grammatical function, grammatical category, content words, structural words, grammatical competence.

 

TASYBÎH PADA AYAT-AYAT MADANIYAH

(Kajian I`jâz al-Qur’ân al-Lughawi dalam Perspektif Sastra Arab)

Ekawati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

Of 1623 Madaniyah verses, There are at least 153 verses using tasybih style. The 135 verses of those verses exist in 23 letters of al-Qur’an. Those tasybih have musyabbah and musyabbah bih. In this scope, it excludes tasybih that has the broadening of meaning such as isti’arah and majaz mursal. Tasybih in Al-Qur’an especially in Madaniyah verses is not much different from those known in Arabic society. In Madaniyah verses, there are many tasybih which its wajh al-syabh looks like a series or combination of many things (tasybih tamtsil). From the adat al-tasybih point of view, it is found the uniqueness of tasybih in Al-Qur’an especially in Madaniyah verses. The article “k” (الكاف) is commonly followed by “ما”. The expression of this tasybih is rarely found in tasybih created by human.

 

Keywords: tasybih, verses, madaniyah, and Arabic literary

 

Abstrak

Dari 1623 ayat-ayat Madaniyah setidaknya ada 153 ayat yang memakai gaya bahasa tasybîh. Keseratus lima puluh tiga ayat tersebut tersebar di dalam 23 surat. Tasybîh-tasybîh tersebut adalah tasybîh yang dalam artian mempunyai musyabbah dan musyabbah bih. Dalam cakupan ini tidak termasuk tasybîh yang telah mengalami perluasan, seperti iti’ârah dan majâz mursal. Tasybîh yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan khususnya pada ayat-ayat Madaniyah, tidak berbeda jauh dari tasybih yang dikenal di kalangan orang Arab. Pada ayat-ayat Madaniyah banyak sekali ditemukan tasybîh yang wajh al-syabh-nya berupa rangkaian atau kombinasi dari beberapa hal (tasybih tamtsîl). Banyaknya tasybih tamtsîl ini menunjukkan bahwa tasybih yang ada di dalam Al-Qur’an adalah tasybih yang indah dan bernilai tinggi karena tasybih tamtsîl dibutuhkan fantasi dan kepiawaian tersendiri dalam menyusun nya. Dari segi adat al- tasybih ditemukan keunikan pada tasybih yang terdapat dalam Al-Qur’an khususnya pada ayat-ayat Madaniyah. Artikel “k” (الكاف) seringkali diikuti artikel “ما”. gaya pengugkapan tasybih yang semacam ini jarang sekali ditemukan pada tasybih ciptaan manusia.

 

Kata kunci: tasybih, ayat-ayat, madaniyah, dan sastra arab

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan