Jurnal Vol 3 No 1 Februari 2009

Jurnal Langue, Februari 2009 Vol. 3 No. 1

ISSN: 1693-0487

 

PORTOFOLIO: A CURRENTLY-ISSUED ALTERNATIVE ASSESSMENT IN EFL 

Widiatmoko

Pusat Pelatihan dan Pengembangan Guru-Guru Bahasa Inggris DIKNAS 

Abstract

Learning process in the classroom cannot be separated from the element of assessment. This assessment as one measure to determine the success of learning or graduation decisions. The kind of this assessment took place at the end of the learning program. Currently, the assessment of the learning process depends only on conventional scoring system, which relies on the form of multiple-choice test, match, or description. The form now has a range of measurement is considered less actual ability learners. In addition, affective aspects and psikosensorik learners do not get attention. In the English language learning, attention to alternative forms of assessment continues to be dealt with. One of the alternative assessments is a portfolio assessment. Portfolio assessment is a comprehensive assessment that includes the entire work of the learners in the learning period. This does not only involve teachers in providing assessment, but also to assess the learner’s own work. Because the English language learning paradigm has now changed to the communicative approach, portfolio assessment is believed as an alternative to conventional weakness assessment system that has been used.

 

 Keywords: portfolio, alternative assessment

 

Abstrak

Proses pembelajaran di kelas tidak terlepas dari unsur penilaian. Penilaian ini sebagai salah satu alat ukur untuk menentukan keputusan kelulusan atau keberhasilan pembelajaran. Penilaian semacam ini baiknya berlangsung di akhir program pembelajaran. Saat ini, penilaian proses pembelajaran hanya bergantung pada sistem penilaian konvensional, yang bersandar pada bentuk tes pilihan berganda, menjodohkan, atau uraian. Bentuk itu kini ditengarai kurang memiliki jangkauan pengukuran kemampuan pembelajar yang sesungguhnya. Di samping itu aspek afektif dan psikosensorik pembelajar tidak mendapatkan perhatian. Di dalam pembelajaran bahasa Inggris, perhatian pada bentuk penilaian alternatif terus dibincangkan. Salah satu penilaian alternatif itu adalah penilaian portofolio. Penilaian portofolio merupakan penilaian komprehensif yang mencakupi seluruh pekerjaan pembelajar di dalam perioda pembelajaran. Ini tidak hanya melibatkan pengajar di dalam memberikan penilaian, tetapi juga pembelajar untuk menilai pekerjaannya sendiri. Karena paradigma pembelajaran bahasa Inggris kini berubah ke pendekatan komunikatif, penilaian portofolio diyakini sebagai alternatif atas telemahan sistem penilaian konvensional yang selama ini digunakan.

 

Keywords: portfolio, alternative assessment

 

SEMIOTIKA DALAM SASTRA

 

Hendar

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Jakarta

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pertiwi

 

Abstract

Human beings can not be apart completely from signs which might be in the forms of icons, indexs or symbols in their daily life; however, not all signs belong to semiotic analysis as it only has something to do with natural signs and arbitrary relationship. The cripple for example, who walks lamely is not the object of semiotic analysis as it goes naturally. Hence, semiotic analysis is only concerned with unnatural relationship of the things which may not be further scientifically explained since it refers to convention of a social group. Semiotics as one of the alternatives to analyse literary works such as poetry, poem or drama has appeared since some literary experts focus their attention on the relationship of signifier (signans; signifant) and signified (signatum, signifie) in understanding the meaning which is not apparently coming to us but through long process as the continuation of the previous approaches. Therefore, linguistics or literary works, on the other hand, belongs to semiotic analysis as it deals with meaningful and arbitrary signs. This article is trying to put forward the brief review of semiotics and models of semiotic analysis on literary works.

 

Key Words: linguistics

 

Abstrak

Manusia tidak bisa terlepas sepenuhnya dari tanda-tanda yang mungkin dalam bentuk ikon, indexs atau simbol dalam kehidupan sehari-hari mereka, namun, tidak semua tanda-tanda milik analisis semiotik karena hanya memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan tanda-tanda alam dan hubungan sewenang-wenang. Bagian cacat misalnya, yang berjalan pelan bukan obyek analisis semiotik saat berjalan alami. Oleh karena itu, analisis semiotik hanya peduli dengan hubungan yang tidak wajar dari hal-hal yang mungkin tidak dijelaskan lebih lanjut secara ilmiah karena mengacu pada konvensi kelompok sosial. Semiotika sebagai salah satu alternatif untuk menganalisis karya sastra seperti puisi, puisi atau drama telah muncul sejak beberapa ahli sastra memusatkan perhatian mereka pada hubungan penanda (signans, signifant) dan petanda (signatum, signifie) dalam memahami makna yang tidak rupanya datang kepada kita tetapi melalui proses yang panjang sebagai kelanjutan dari pendekatan sebelumnya. Oleh karena itu, linguistik atau karya sastra, di sisi lain, milik analisis semiotik karena berhubungan dengan tanda-tanda yang bermakna dan sewenang-wenang. Artikel ini mencoba untuk mengedepankan review singkat semiotika dan model analisis semiotik pada karya sastra.

 

Kata Kunci: karya sastra

 

SONG IN EFL CLASSROOM: PRESENTING LANGUAGE FEATURES IN ENJOYABLE CONTEXTS

 

Tsardos Slapito

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Once a student STBA Pertiwi TEFL skills program participants asked: “… but how can we create such relaxing and interesting atmosphere in our classroom?” Every English teacher certainly believes that the best language features if it is presented in a context. With the proper context learners are expected to master the features correctly. Because learners will only learn optimally in a pleasant situation, the English teacher should be able to teach it in the context of the language features of interest.

 

Keywords: language features, interesting and enjoyable atmosphere, power of songs, activities with songs.

 

Abstrak

Suatu ketika seorang mahasiswa STBA Pertiwi peserta program keterampilan TEFL bertanya: “… but how can we create such relaxing and interesting atmosphere in our classroom? ” Setiap pengajar bahasa Inggris tentu meyakini bahwa features bahasa paling baik jika disajikan dalam sebuah konteks. Dengan konteks yang tepat diharapkan pembelajar dapat menguasai features tersebut dengan benar. Karena pembelajar hanya akan belajar secara optimal dalam situasi yang menyenangkan, maka pengajar bahasa Inggris sepatutnya mampu mengajarkan features bahasa itu dalam konteks yang menarik.

 

Keywords: language features, interesting and enjoyable atmosphere, power of songs, activities with songs.

 

MAJÂZ DALAM AL-QUR’AN

(Kajian I`jâz al-Qur’an ditinjau dari Aspek Gaya Bahasa Majâz

Pada Surat al-Baqarah sampai dengan Surat at-Taubah)

 

Ekawati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Jakarta

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

The analogy (majaz) in Al-Qur’an does not merely beutify the language but it becomes an essential element to determine the meaning. If majaz is left out, the meaning of verse or its espression is not perfec as it has no soul. In this research, it is known that of 1,357 verses existed from al-Baqarah to at-Taubah, There are at least 131 verses using majaz lughawi mursal and 12 verses uses majaz ‘aqli. 143 verses of those verses spread in eight letters of Qur’an. The kinds of ‘alaqah in majaz aresababiyyah, musabbabiyyah, kulliyyah, juz’iyyah, lazimiyyah, malzumiyyah, taqyid, umumiyyah, khushusiyyah, I’tibar makana, I’tibar mayakunu, haliyyah, mahaliyyah, mujawarah, and ta’alluq isytiqaqi. It excludes ‘alaqah inmajaz lughawi isti ari.

 

Keywords: analogy (majaz), miracle, literary style.

 

Abstrak

Majâz di dalam al-Qur’an tidak sekedar untuk memperindah bahasa, melainkan menjadi unsur yang asasi dalam menentukan makna, Jika majaz di buang maka makna ayat atau ungkapannya kurang sempurna. Seiring dengan urgensi majaz dalam menentukan makna, majaz dalam ungkapannya yang cermat dan gambaran yang hidup seakan-akan memiliki ruh. Dalam penulisan ini diketahui bahwa dari 1,357 ayat-ayat yang terdapat dalam surat al-Baqarah sampai dengan surat at-Taubah setidaknya ada 131 ayat yang memakai gaya bahasa majaz lughawî mursal dan 12 ayat yang memakai gaya bahasa majâz`aqli. Keseratus empat puluh tiga ayat tersebut tersebar di dalam 8 surat. `Alaqah-`alaqah dalam majâz tersebut adalah sababiyyah, musabbabiyyah, kulliyyah, juz’iyyah, lâzimiyyah, malzûmiyyah, taqyîd, `umûmiyyah, khushûsiyyah, i`tibar mâkâna, i`tibâr mâyakûnu, hâliyyah, mahaliyyah, mujâwarah, dan ta`alluq isytiqâqî. Dalam cakupan ini tidak termasuk `alaqah yang terdapat dalam majâz lughawî isti`arî.

 

Kata Kunci: majâz, mukjizat, gaya bahasa.

 

GRAMMATICAL AND MECHANICAL ERRORS IN ENGLISH NARRATION

WRITTEN BY THE SECOND YEAR STUDENTS OF PERTIWI SCHOOL OF FOREIGN LANGUAGES

Sri Supeni

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Binawan

 

Abstract

This study aims to determine grammatical errors and mechanical errors that exist in the English language narrative essay, second semester students majoring in English at Pertiwi School of Foreign Language Jakarta. The study site is the College of Foreign Languages ​​Earth Jakarta which is located in Jalan Dewi Sartika Kav, 2-3 Cililitan East Jakarta. This study uses the technique of content analysis descriptive. Data collection is done by assigning students create narrative essay topics speak English with the choices given. Data is analyzed according to form data and classified in categories or indicators Based on the results of research on the theory of grammatical and mechanical errors in writing a narrative in second semester students English Department STBA Pertiwi can put forward some conclusions as follows: (I) from 14 kinds of grammatical errors that are found, misuse verb occupying the highest position and preposition usage errors next position, (2) of 3 types of mechanical fault are found, misuse of punctuation occupying the highest position, (3) there are mistakes the essays can give rise to misinterpretation, misunderstanding, and unwillingness to continue reading, (4) the error is caused by a lack of mastery of grammar and mechanics, forget, do not like to write, and in a hurry, (5) that there are grammatical errors caused by inter-language transfer and intra language factors.

 

Keywords:  Grammatical errors, mechanical errors, error analysis

 

Abstrak

Penelitian ini berlujuan unluk mengetahui kesalahan gramatika dan kesalahan mekanik yang ada dalam karangan narasi berbahasa Inggris mahasiswa tahun kedua jurusan bahasa Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Jakarta. Lokasi penelitian ini adalah Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi Jakarta yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Kavling 2-3 Cililitan Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menugaskan mahasiswa membuat karangan narasi berbahasa Inggris dengan topik pilihan yang diberikan. Data dianalisis sesuai dengan beniuk-bentuk data dan diklasifikasikan dalam katcgori-kategori atau indikator-indikator teori Berdasarkan hasil penelitian tentang kesalahan gramatika dan mekanik dalam menulis narasi pada mahasiswa tahun kedua Jurusan bahasa Inggris STBA Pertiwi dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut: (I) dari 14 jenis kesalahan gramatika yang ditemukan, kesalahan penggunaan kata kerja menduduki posisi tertinggi dan kesalahan penggunaan kata depan menduduki posisi berikutnya, (2) dari 3 jenis kesalahan mekanik yang ditemukan, kesalahan penggunaan tanda baca menduduki posisi tertinggi, (3) kesalahan-kesalahan yang ada dalam karangan dapat menimbulkan kesalahan interpretasi, kesalahpahaman, dan ketidakinginan untuk melanjutkan membaca, (4) kesalahan disebabkan oleh kurangnya penguasaan gramatika dan mekanik, lupa, tidak suka menulis, dan terburu-buru, (5) kesalahan gramatika yang ada disebabkan olehfaktor transfer antarbahasa dan intrabahasa.

 

Kata kunci: kesalahan gramatikal, kesalahan mekanikal, kesalahan analisis

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan