Jurnal Vol 2 No 1 Februari 2008

 

Jurnal Langue, Februari 2008 Vol. 2 No. 1

ISSN: 1693-0487

 

THE IMPACT OF SYNTACTICAL ERRORS IN LISTENING TOWARDS ACADEMIC WRITING

 

Syahfitri Purnama

Faculty of Letters, National University

 

Abstract

This study aims to determine the syntactic errors in practice heard that affect the increase in writing proficiency in English. This research is conducted at the Language Laboratory National University Jakarta. The method used is descriptive method of content analysis techniques. The research object is the text of 20 (twenty) second semester students in Basic Spoken English course at the Faculty of Literature, English Department. Based on the results of the study, most errors made ​​by students in relation to taxonomy outer structure is one of the forms (miss election) in terms of work (58.2%); intralingual errors in terms of work (59.7%), and the local error in terms of work (55.3%). Even if the results of student writing can still be understood by the reader, syntactic errors in writing through exercises hear cover system, vocabulary, and language usage.

 

Keywords:  syntactical errors, error analysis

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan sintaksis dalam latihan mendengar yang berpengaruh terhadap peningkatan kemahiran menulis dalam bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahasa Universitas Nasional Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian ini adalah tulisan 20 (dua puluh) mahasiswa semester dua dalam kuliah Basic Spoken English di Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa Inggris. Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh mahasiswa sehubungan dengan taksonomi struktur luar adalah salah bentuk (misselection) dalam frasa kerja (58,2 %); kesalahan intralingual dalam frasa kerja (59,7 %); dan kesalahan lokal dalam frasa kerja (55,3 %). Sekalipun hasil tulisan mahasiswa masih dapat dimengerti oleh pembaca, kesalahan sintaksis dalam tulisan melalui latihan mendengar mencakup sistem, perbendaharaan kata, dan penggunaan bahasa.

 

Keywords: syntactical errors, error analysis

 

PRONUNCIATION INTERFERENCE OF THE ENGLISH WORD-FINAL VOICED CONSONANT /B/, /D/,/G/, /Z/, /V/ EXPERIENCED BY INDONESIAN EFL LEARNERS AND HOW TO OVERCOME IT

 

Harry Rappa

Faculty Of Letters Bunda Mulia University

 

Abstract

The aim of this study revealed the importance of English language learners with mother tongue background, Indonesian to correctly pronounce English words that end with consonants / b /, / d /, / g /, / z /, / v /. The correct pronunciation is an integral part of an integrated English language skills because of the inability of Indonesian students sound out words that referred above will give rise to misunderstanding and can disrupt communications in the English-speaking world, especially in the international.

Keywords: Pronunciation interference, word-final voiced consonants, English foreign language learners

 

Abstrak

Studi ini bertujuan mengungkapkan pentingnya pembelajar bahasa Inggris dengan latar belakang bahasa ibu, bahasa Indonesia untuk melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Inggris yang berakhiran dengan konsonan /b/,/d/,/g/, /z/, /v/. Pelafalan yang benar tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keterampilan berbahasa Inggris secara terpadu karena ketidakmampuan pelajar Indonesia melafalkan kata-kata yang dimaksud di atas akan menyebabkan timbulnya kesalahpengertian dan dapat mengacaukan komunikasi dalam berbahasa Inggris terutama dalam kancah internasional.

 

Keywords: Pronunciation interference, word-final voiced consonants, English foreign language learners

 

THE PARENTS’ ATTITUDE IN ONE’S CHILDHOOD

TOWARDS THE SUCCESS OF ONE’S LANGUAGE PERFORMANCE DEVELOPMENT

 

Wulansari

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

Language teacher and educators at the same time not only required to understand the skill level their students and their understanding to apply the ability and skill in foreign language. However, we are also required to influence students to be able to master in foreign language more easily. Teaching English as a foreign language should not deny the critical success factors of students to be able to speak fluently and correctly, or write in accordance with aspects of language such as grammar with regular and proper. Other roles of teachers in the classroom, such as encouragement, example, and also a friend, will further facilitate the students achieve their language learning goals and objectives precisely and quickly. By considering the factors supporting the success of students in learning the language, such as intelligence, age, understanding, motivation, and personality as a whole, will be more teachers make sense of teaching and learning and student success in learning English as a unique individual learning and cannot be generalized.

Key words: Parent, Attitude, Performance, Development

 

Abstrak

Pengajar bahasa dan sekaligus pendidik tidak hanya dituntut untuk memahami tingkat kepandaian siswa dan pemahaman mereka untuk menerapkan kemampuan dan keahlian mereka dalam berbahasa asing. Akan tetapi kita juga dituntut untuk mempengaruhi siswa untuk mampu menguasai bahasa asing dengan lebih mudah. Pengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tidak boleh menafikkan faktor-faktor penentu keberhasilan siswa untuk dapat berbicara dengan lancar dan benar ,atau menulis sesuai dengan aspek-aspek bahasa seperti tata bahasa dengan teratur dan tepat. Peran-peran lain pengajar di kelas, seperti sebagai pemberi semangat, contoh, dan juga teman, akan lebih mempermudah siswa mencapai tujuan dan sasaran belajar bahasa secara tepat dan cepat. Dengan memperhatikan faktor pendukung keberhasilan siswa dalam mempelajari bahasa, seperti tingkat kecerdasan, umur, pemahaman, motivasi, dan kepribadian secara menyeluruh, pengajar akan lebih memaknai proses belajar-mengajar dan keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris sebagai suatu pembelajaran secara individu yang unik dan tidak dapat disamaratakan.

 

Kata kunci: Orang tua, sikap, kinerja, pengembangan

 

TIED TO ABSURDITY, A HUMANITY FAILURE IN COPING WITH REALITY:

A STUDY ON THE SETTING IN BECKETT’S WAITING FOR GODOT

 

Revida Engelbertha

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

This study aims to present works of literature that has acuity an analysis of social problems. This meant also provide a critique of philosophical ideas happen and have roots in the community. Existentialist approach is the philosophical view that the author used in reviewing these events.

Keywords:  jesurd, existence, conscious, illusion.

 

Abstrak

Kajian ini bertujuan menghadirkan karya sastra yang mempunyai ketajaman analisis terhadap permasalahan sosial masyarakat. Ini dimaksudkan pula memberikan kritik atas pandangan filosofis yang terjadi dan telah berakar di masyarakat. Pendekatan eksitensialis merupakan pandangan filosofis yang pengarang gunakan dalam menelaah peristiwa-peristiwa tersebut.

 

Keywords: jesurd, existence, conscious, illusion.

 

PERILAKU KEHIDUPAN ORANG INDONESIA-JAWA

(Suatu Tinjauan Etika Normatif dalam Peribahasa Jawa)

 

Suharsono

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

Each ethnic in Indonesia has its own proverbs which are usually reflected in daily life. One of the many ethnics is Javanese. The Javanese has a lot of proverbs—written and spoken. These proverbs implicitly or explicitly contain the value of moral lessons for human life. These values need to be reflected in daily activities. Along with the technological development and the globalization area, in practice, there are still so many Javanese who do not show these basic values of the proverbs as they should be. This case indicates that there are cultural changes even shift in this Javanese community though this begins individually. The changes are indicated by the changes of behaviors of individuals who tend to ignore certain value of the proverbs. To prevent this case, I suggest that Javanese proverbs be taught starting from early ages in the family.

 

Keywords: life behavior, the Indonesian-Javanese, normative ethics and proverbs

 

 

Abstrak

Setiap etnis di Indonesia memiliki peribahasa sendiri yang biasanya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dari banyak etnis adalah bahasa Jawa. Orang Jawa memiliki banyak peribahasa-menulis dan berbicara. Ini peribahasa implisit maupun eksplisit mengandung nilai pelajaran moral bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai harus tercermin dalam kegiatan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan teknologi dan globalisasi daerah, dalam prakteknya, masih ada begitu banyak orang Jawa yang tidak menunjukkan nilai-nilai dasar dari peribahasa sebagaimana mestinya. Kasus ini menunjukkan bahwa ada perubahan budaya bahkan pergeseran di masyarakat Jawa ini meskipun ini dimulai secara individual. Perubahan tersebut ditandai dengan perubahan perilaku individu yang cenderung mengabaikan nilai tertentu dari peribahasa. Untuk mencegah hal ini, saya menyarankan bahwa peribahasa Jawa diajarkan mulai dari usia dini dalam keluarga.

 

Kata Kunci: perilaku kehidupan, orang Indonesia-Jawa, etika normatif dan peribahasa

 

PRODUK GENRE LISAN ANAK-ANAK USIA PRASEKOLAH

 

Tahrun

Universitas PGRI

 

 

Abstract

The study was aimed at identifying the genres produced by the children when they were playing in their play group. This was a qualitative study. The data were collected through recording and akservatitm. The record was transcribed based on which the researcher analyzed the genres which ware produced by the children. This study found that the children could produce the three gendres mmmely narrative, expository and humor. However the quantity was different. It was found that the maa frequent occurance of genres produced by the children in their conversation was expository am. It indicated that in the age of five to six years, the children could produce reasoning ideas completely. The question is why expository is more frequent than other genres. It needs jurther research, of course.

 

Keywords: Genre

 

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genre yang dihasilkan oleh anak-anak ketika mereka sedang bermain di kelompok bermain mereka. Ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui pencatatan dan akservatitm. Rekor itu ditranskripsikan berdasarkan mana peneliti menganalisis genre yang gudang dihasilkan oleh anak-anak. Studi ini menemukan bahwa anak-anak dapat menghasilkan tiga genre memiliki narasi, ekspositori dan humor. Namun kuantitas berbeda. Ditemukan bahwa maa sering terjadinya genre yang dihasilkan oleh anak-anak dalam percakapan mereka adalah ekspositori. Hal ini menunjukkan bahwa di usia 5-6 tahun, anak-anak bisa menghasilkan gagasan penalaran sepenuhnya. Pertanyaannya adalah mengapa ekspositori lebih sering daripada genre lain. Perlu penelitian selanjutnya, tentu saja.

 

Kata kunci: Genre

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan