Jurnal Vol 1 No 2 Oktober 2007

Jurnal Langue, Oktober 2007 Vol 1 No 2

ISSN: 1693-0487

 

QUESTIONING THE ESSENCE OF HUMAN’S STATUS IN

DON DELILLO’S NOVEL, COSMOPOLIS

 

Wulansari

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

Cosmopolis is a Don Delillo’s novel which portrays much the values of contemporary cultures which have begun to lose their roots and essence because of the dominance of cultural pluralism, like pop culture or post-modernism. The social status of the character, Eric Packer emphasizes the concept of lifestyle which contemplates the American life which is hyper real for its sophisticated technology and social mindset. The aim of this study is to explain the correlation of the anxiety of the main character to see his status and the power with its sophisticated technology which really burdens his life. .This research uses descriptive analysis and applies post modernism approach. The writer assumes that this approach is appropriately applied since Don Delillo’s works are really plural and rich of their cultural contents and post-modern issues. The writer finally sees the theme of this novel which tells about the dynamic life and social classes of such an advanced and sophisticated America which even get difficulties in interpreting their social status, wealth, and simplicity of life equipped by the sophisticated technology and sciences.

 

Keyword : postmodernism, hyperrealism, hybrid culture

 

Abstrak

Cosmopolis merupakan novel karya Don Delillo yang banyak menggambarkan nilai-nilai budaya masa kini yang sudah mulai kehilangan akar dan esensinya karena dominasi pluralisme budaya, baik budaya pop maupun pasca modernisme. Status sosial tokoh utama, Eric Packer memperjelas konsep tentang gaya hidup yang merupakan kontemplasi dari hidup di Amerika yang menjadi hiperealis karena kecanggihan teknologi dan pola pikir masyarakatnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara kerisauan karakter utama dalam melihat esensi status dirinya dan kuasa serta teknologi canggih yang justru membelenggunya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan menerapkan pendekatan pascamodernisme. Penulis melihat pendekatan ini tepat diterapkan mengingat karya-karya Delillo yang sangat ragam dan kaya akan kandungan budaya dan isu-isu pascamodernisme. Penulis melihat tema tentang dinamika hidup dan kelas masyarakat dari negara semaju dan semapan Amerika yang justru mengalami kesulitan dalam memaknai satus sosial, kekayaan dan kemudahan hidupnya dalam kecanggihan teknologi dan ilmu pengetahuan.

 

Kata Kunci: pascamodernisme, hiperealisme, budaya unggul

 

 

 

 

 

LITERAL AND FIGURATIVE MEANINGS IN WILLIAM BLAKE’S POEM,

MY PRETTY ROSE TREE

 

Revida Engelbertha

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

The aim of writing this paper is to provide answers of the questions.(1)Why does the poet choose thorns to represent jealousy? (2).What is general meaning, detailed meaning and writer’s intention of the poem? (3) What is the meaning of metaphors in this poem? (4) What is the climax of this poem? In order to be able to know the unseen meaning of this poem the writer uses two different approaches. The genetic structural approach used to see the intrinsic and extrinsic elements and semiotic approach is used to unearth the deeper meaning of the poem. Because of the data available and the nature of the research descriptive qualitative research methodology is applied. Two different girls and jealousy are represented by a rose tree and its parts. This test of fidelity account which means that someone must be wise and careful to face temptation is the poet’s reminder sent to the readers.

 

Keywords: literal, figurative meaning, and poem

 

Abstrak

Tujuan dari penulisan paper ini adalah memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan:(1) Why does the poet choose thorns to represent the jelousy?(2) What is general meaning, detailed meaning and writer’s intention of the poem?(3) What is the meaning of metaphors in this poem?(4) What is the climax of this poetry? Agar dapat memahami makna yang tersirat dari puisi ini penulis menggunakan dua pendekatan yang berbeda. Pendekatan struktural genetik digunakan untuk menganalisa unsur dalam dan unsur luar sedangkan pendekatan semiotik digunakan untuk mengungkap makna yang tersembunyi dari puisi. Karena data yang ada (rangkaian-rangkaian kata-kata dan sifat dari penelitian maka metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kwalitatif. Dua gadis cantik dan cemburu dibandingkan dengan sebuah pohon mawar dan bunga mawar serta durinya. Tulisan tentang test kesetiaan ini yang berarti seseorang harus bijak dan hati-hati merupakan peringatan yang dikirimkan penyair kepada pembaca.

 

Kata kunci: literal, makna figuratif, dan puisi

 

INDONESIAN SYNTACTIC INTERFERENCES

IN ENGLISH COMPOSITION BY INDONESIAN LEARNERS

(A Case Study Of STBA PERTIWI Learners)

 

Taufik Nugroho

Faculty of Letter, Bina Nusantara University

 

Abstract

This study analyzes the syntactic interference Indonesian in English composition by Indonesian students – student case study STBA Pertiwi. This study aims to find the type of interference errors of syntax, total amount, and frequency of each of those errors. The data is used as the primary source of exam results in English composition tested in January 2001. The exam topics are: “Women should not be expected to have careers and families at the same time. What do you think?” In the authors collected data using random sampling techniques (simple random sampling). This can help in selecting the units that represent the population. All of data, the authors draw conclusions from the entire population characteristics. Then the authors conclude what is true of the sample. The results of the research that has been done can be known. After analyzing the composition of the English text, the authors found 250 errors syntactic interference. According to the realm of descriptive taxonomy of these errors can be broken down as follows: (1) verb phrases 43%, (2) 36.4% noun phrases, (3) 5.6% adjective clauses, (4) word orders 3.2%, (5) propositional phrases 2%, (6) adjective phrases 2%, (7) parallelism 2%, (8) transformations 1.6%, (9) noun clauses 1.2%, and (10) adverb phrases 1.2%

 

Keywords: syntactic interferences

 

Abstrak

Penelitian ini menganalisis interferensi sintaksis bahasa Indonesia dalam komposisi bahasa Inggris oleh mahasiswa Indonesia – studi kasus mahasiswa STBA Pertiwi. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis kesalahan-kesalahan interferensi sintaksis, jumlah keseluruhannya, dan frekuensi dari masing-masing kesalahan-kesalahan. Data-data yang digunakan sebagai sumber utama adalah hasil ujian komposisi bahasa Inggris yang diujikan pada bulan Januari 2001. Topik ujian tersebut adalah: “Women should not be expected to have careers and families at the same time. What do you think? “Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik sampling acak sederhana (simple random sampling). Hal ini dapat membantu dalam menyeleksi unit-unit yang mewakili populasi yang ada. Dari data yang lerkumpul, penulis menarik kesimpulan dari seluruh karakteristik populasi. Kemudian penulis menyimpulkan apa yang benar dari sample. Adapun hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui. Setelah menganalisa teks komposisi bahasa Inggris, penulis menemukan 250 kesalahan interferensi sintaksis. Menurut ranah taksonomi deskriptif kesalahan-kesalahan tersebut dapat dirinci sebagai berikut: (1) verb phrases 43%, (2) noun phrases 36.4%, (3) adjective clauses 5.6%, (4) word orders 3.2%, (5) prepositional phrases 2%, (6) adjective phrases 2%, (7) parallelism 2%, (8) transformations 1.6%, (9) noun clauses 1.2%, and (10) adverb phrases 1.2%.

 

Kata kunci: interferensi sintaksis

 

 

DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICES

IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING

 

Maisaroh Amperawati

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

Abstract

The purpose of this study is to determine the appropriate level of development of the application of learning in the teaching of English in Ananda Marga Special Academic lntitution (AMSAI) Preschool Jakarta. Application of appropriate learning level of development of the dimensions being reviewed syllabi, and learning procedures. This study conducted from February 2003 to November 2003. This is a type of qualitative research in the form of ethnography. Research subject is the teacher and the children in the preschool. Child’s first language is Indonesian. The data obtained by observation, interview, and document review, and analyzed with a domain analysis, taxonomy, components and themes. The results showed that the syllabus, and learning procedures in accordance with the concept of learning in their level of development. The activities in learning English supports the physical, cognitive, social, and spiritual, and develop English language skills while still at the level of pronunciation, vocabulary recognition, and simple command sentences.

Keywords: Developmentally appropriate practices, language acquisition, second language, foreign language, preschoolers, syllabus, procedure.

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran sesuai taraf perkembangan dalam pengajaran bahasa Inggris di Ananda Marga Special lntitution Academic (AMSAI) Preschool Jakarta. Penerapan pembelajaran sesuai taraf perkemnagan ditijau dari dimensi silabus, dan prosedur pembelajaran. Penelitian ini dilakasanakan dari bulan Februari 2003 hingga November 2003. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dalam bentuk etnografi. Subjek penelitiannya adalah guru dan anak-anak di preschool tersebut. Bahasa pertama anak adalah bahasa Indonesia. Data diperoleh dengan observasi, interviu, dan kajian dokumen, dan dianalisis dengan analisis domein, taksonomi, komponen dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silabus, dan prosedur pembelajaran sesuai dengan konsep pembelajaran sesuai taraf perkembangan. Aktivitas-aktivitas dalam pembelajaran bahasa Inggris mendukung aspek fisik, kognitif, sosial, dan spiritual, serta mengembangkan kemampuan bahasa Inggris waluapun masih pada tataran pngucapan, pengenalan kosakata, dan kalimat perintah sederhana.

 

Kata kunci: praktek sesuai dengan tahapan perkembangan, penguasaan bahasa, bahasa kedua, bahasa asing, anak-anak prasekolah, silabus, prosedur.

 

MORPHOLOGICAL ASPECT IN MINANGKABAU LANGUAGE

 

Miharti Zein

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi

Jl. Dewi Sartika, Kav 2-3, Cililitan, Jakarta Timur

 

 

Abstract

The purpose of this study is to provide information to readers who are interested in local languages ​​in Indonesia, particularly Minangkabau language, the language spoken by the Minang people of West Sumatra is located in – even in some parts of North Sumatra and Bengkulu and further in Negeri Sembilan Malaysia . This study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. Language which belong to the Polynesian language family plays an important role in the development of Indonesian especially during the initial formation of the language. Minangkabau contributed much to the language vocabulary.

 Keywords: Language regional, clumps of Polynesia

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pembaca yang tertarik dengan bahasa-bahasa daerah di Indonesia khususnya bahasa Minangkabau, bahasa yang dipakai oleh orang minang yang terletak di Sumatera Barat – bahkan di beberapa bagian Sumatra Utara dan Bengkulu dan lebih jauh lagi di Negeri Sembilan Malaysia. Penelitian ini menggunakan metoda Kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Bahasa yang termasuk ke dalam rumpun bahasa Polynesia memainkan peranan penting dalam perkembangan bahasa Indonesia khususnya selama awal pembentukan bahasa tersebut. Minangkabau memberikan banyak kontribusi perbendaharaan kata terhadap bahasa.

Keywords: Bahasa daerah, rumpun Polynesia 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan