Semua Lulusan STBA Pertiwi Langsung Bekerja

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi Terus Berpacu dengan prestasi. Ditengah sulitnya lapangan kerja, semua lulusan STBA Pertiwi justru diserap lapangan kerja, bahkan banyak perusahaan yang ‘memesan’ sebelum mereka lulus.

JAKARTA- Vice Presiden Pertiwi Group, Arif Nugroho kepada the 1st times di Jakarta, Selasa (24/1), kemampuan berbahasa Inggris jaringan luar. Serta dukungan akademis terapan menjadiunggulan STBA Pertiwi. Pihaknya pun bangga karena banyak perusahaan yang mencari lulusan STBA Pertiwi.

STBA Pertiwi berdiri pada 1970 dan kini berkembang menjadi tiga lembaga yaitu STBA Pertiwi,Akpar Pertiwi dan STIE Pertiwi. Kampusanya juga dikembangkan ke berbagai daerah seperti STBA Pertiwi Cililitan, STBA Blok M, STBA Lagowa Tanjungpriok, STBA Bekasi, dan STBA Cilegon. Kampus pusat di STBA Rawamangun, Jakarta Timur.

“Dua program studi, D-III dan Strata I (S-I) Sastra Inggris. Kelasnya di buka pagi, sore dan malam . Jadi mahasiswa dapat memilih sesuai waktu yang mereka punya. Selain itu, ada kelas karyawan yang dibuka akhir pecan, Sabtu – Minggu.” jelas Arif

Staf pengajar juga cukup kualifaid, rata-rata lulusan S-2. Selain itu, fasilitas belajar mengajar dilengkapi dengan laboratorium (lab) Bahasa Inggris, Lab Komputer. Mahasiswa juga bisa praktek mengajar dan mengamalkan ilmunya di berbagai perusahaan atau sekolah Mitra Pertiwi Group. “Jadi mahasiswa kami bukan hanya diajar secara teori, tapi juga praktek langsung ke lapangan untuk mengamalkan kemampuan bahasa inggris-nya.” Jelas pria alumnus University if Singapore ini.

Menurut Arif, kemampuan dan fasilitas belajar di STBA Pertiwi merata, tapi, kalau dari sisi fasilitas, ada di STBA Pertiwi Cililitan. “Di Cililitan ada tiga kampus, tentu fasilitasnya lebih besar dan lengkap . jumlah mahasiswa dan kegiatan belajar mengajarnya juga lebih besar. Tapi kualitasnya merata karena dikelola secara professional di bawah satu paying, Pertiwi Group.” Paparnya.

Guna melengkapi kemampuan mahasiswa sekaligus memudahkan mereka masuk dunia kerja, pada semester awal mahasiswa dibekali mata kuliah kewirausahaan, komunikasi bisnis, selain sastra Inggris. “Tantangan ke depan kian berat. Mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan lebih, bukan sekedar bahasa Inggris, juga pengalaman praktis lainnya,” tegas Arif.

Sumber : the 1st times

oleh : Iskandar Helmi