,

ENGLISH NIGHT PERFORMANCE 2017

STBA Pertiwi telah menggelar suatu acara tahunan yang diberi nama English Night Performance, kali ini adalah ketujuh kali nya diselenggarakan acara tersebut. English Night Performance sendiri diadakan untuk menampung talenta-talenta mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi dalam menampilkan keahliannya dalam berbahasa Inggris, seperti berpidato dan membawakan atau memandu acara. Dalam acara ini tidak hanya menampilkan penampilan mahasiswa dan mahasiswi dalam berbicara bahasa Inggris, tetapi acara ini juga menampilkan keahlian mahasiswa dari UKM Seni, seperti bernyanyi dan menari.

Mengangkat tema “The Art Travelogue”, dengan konsep acara yang dipenuhi dengan planet dan tata surya serta gambaran galaksi luar angkasa, acara dimulai pukul 4 sore, dimana acara tersebut dibuka oleh MC dari mahasiswa semester 6, yaitu Ramon Diaz dan Ria. Kedua MC tersebut membuka acara English Night Performance 2017 yang ketujuh ini dengan meriah. Penonton antusias ketika acara telah dimulai. Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum selaku Pembina acara ini mewakili STBA Pertiwi memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi, khususnya semester 6 yang telah membuat acara ini. Ibu Wulansari juga berterima kasih atas dukungan Yayasan Pendidikan Pertiwi Global dalam mendukung acara ini.

Agenda dilanjutkan dengan penampilan mahasiswa dan mahasiswi dalam menampilkan keahlian mereka untuk berdebat. Mahasiswa/I STBA Pertiwi yang menjadi pendebat kali ini dinilai dan nantinya mereka akan diajukan dalam perlombaan debat nasional yang diselenggarakan oleh Kopertis III yaitu NUDC (National University Debate Competition). Para mahasiswa dan mahasiswi memberikan pemikiran mereka tentang isu-isu yang sedang hangat saat ini seperti perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke daerah lain, dan sebagainya. Acara juga berlanjut dengan penampilan Nur Hidayah dan Suminah, dua mahasiswi STBA Pertiwi yang membawakan Puisi lalu diiringi oleh lagu yang dinyanyikan bersama oleh mahasiswi lainnya, yaitu lagu Try dari Colbie Caillat.

Setelah rehat ISOMA, mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi kembali berkumpul untuk menikmati acara tahunan ini. Acara setelah rehat dibuka oleh MC Balqis dan Ajeng. Acara semakin meriah ketika agenda acara Drama akan dimulai. Mahasiswa/I STBA Pertiwi yang mendapat giliran untuk tampil dalam Drama ini memerankan peran dari salah satu serial terkenal Amerika, yaitu GLEE. Para mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi memerankan pemeran serial tersebut dengan apik.

Agenda selanjutnya adalah agenda hiburan yang mana hiburan tersebut adalah hiburan musik. Kali ini adalah penampilan spesial yang dibawakan oleh Alumni dan Mahasiswa STBA Pertiwi. Mereka berduet dan membawakan lagu dari band terkenal OASIS dan Mr. BIG. Semua penonton acara tersebut bernyanyi bersama menikmati malam yang cukup cerah untuk acara tersebut. Acara musik juga dibawakan oleh Guest Star ENP 2017 yaitu Cath, dimana penyanyinya adalah salah satu mahasiswi STBA Pertiwi yaitu Mesa Bunga.

Acara musik belum berakhir ketika ada salah satu mahasiswa STBA Pertiwi bernama Mulya Setyawan menunjukkan kebolehannya untuk melakukan Beat Box. Dengan lihainya mahasiswa ini memainkan teknik Beat Box yang sederhana namun apik. Sayangnya, setelah penampilannya, acara pun berakhir dengan ditutup oleh penampilan penari yang juga berasal dari mahasiswi STBA Pertiwi semester 6. Acara ini cukup meriah dan diharapkan untuk acara English Night Performance tahun depan akan ada banyak talenta untuk tampil dalam acara ini, terutama talenta dalam bahasa Inggris. See you on the next English Night Performance STBA Pertiwi!

BOOK REPORT 2017

STBA Pertiwi baru saja menggelar salah satu kegiatan Ko-Kurikulernya yang mengangkat kegiatan analisa buku atau Book Report. Book Report sendiri sudah diadakan beberapa tahun belakangan guna membangkitkan semangat dalam membaca suatu karya sastra, terutama dalam karya Sastra Inggris. Tidak hanya itu Book Report juga diadakan guna meningkatkan kualitas belajar mahasiswa/I STBA Pertiwi.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang sedang menjalankan semester 4 dan 5 nya di STBA Pertiwi ini, dimulai dari sore hingga malam hari pada 9 Juni 2017. Semua dosen-dosen yang mengampu mata kuliah Conversation, Composition, dan juga Reading Comprehension, berkontribusi untuk menjadi penilai dalam analisa karya sastra yang sudah dikerjakan oleh para mahasiswa/I semester 4 dan 5. Book Report sendiri juga bertujuan untuk memberikan nilai Conversation, Composition, dan Reading Comprehension bagi mahasiswa/I yang mengikutinya.

Para mahasiswa/I mengikuti kegiatan penting ini dengan penuh keseriusan. Mereka menceritakan tentang isi buku yang mereka baca dan dapatkan, juga mengambil banyak pelajaran dari karya sastra tersebut. Mahasiswa diarahkan untuk membaca beberapa karya sastra dari seluruh dunia, terutama yang berasal dari dataran Inggris Raya. Banyak karya sastra yang cukup terkenal, seperti karya penulis Inggris Charles Dickens, Great Expectation. Juga ada karya dari penulis favorit para pecinta cerita detektif di zaman Revolusi Industri Inggris, Sir Arthur Conan Doyle, yaitu Sherlock Holmes. Para mahasiswa/I antusias dalam mendapatkan karya sastra ini, karena banyak pelajaran dan ilmu pengetahuan baru dari buku karya sastra yang mereka baca.

Para dosen pun ikut andil dalam memberikan penilaian yang baik terhadap kinerja para mahasiswa/I nya setelah membaca beberapa karya sastra tersebut. Para dosen yang menjadi penilai memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar analisa dari karya sastra yang mahasiswa/I STBA Pertiwi dapatkan.

Agenda kegiatan ini merupakan agenda ko-kurikuler tahunan yang diadakan STBA Pertiwi yang sangat bermanfaat, selain dapat memberikan ilmu pengetahuan baru, juga membuat para mahasiswa/I STBA Pertiwi berani dalam hal tampil di depan umum.

,

Santunan Bersama Anak Yatim Jakarta dan Buka Puasa Bersama STBA Pertiwi

Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi (STBA PERTIWI) Dewi Sartika,Jakarta menyelenggarakan  santunan bersama 100 anak yatim di lingkungan sekitar kampus, bekerja sama dengan dua institusi Pertiwi lainnya yaitu Akpar dan STIE.

Acara ini bertujuan untuk  mengasah kepekaan sosial dan membantu meringankan beban anak yatim, terutama yang berada di kawasan sekitar kampus. “Bahwasanya sebagai mahasiswa sudah menjadi kewajiban kita tidak hanya bergerak menyejahterakan mahasiswa secara internal, tetapi juga harus bisa memberi manfaat kepada orang lain, utamanya kepada mereka yang sangat membutuhkan,” kata Ketua Senat Mahasiswa  STBA PERTIWI.

Saat ini, menurut Nur Atshilla memang banyak orang  kaya, namun dengan kekayaannya tersebut tidak menjamin seseorang peka dan peduli terhadap penderitaan kaum duafa. Padahal, esensi manusia hidup salah satunya adalah dapat bermanfaat bagi orang lain.  “Melalui santunan anak yatim, kami ingin mengajak semua pihak untuk mengingat kembali bahwa diantara manusia yang sangat banyak ini, ada yang masih sulit untuk sekedar mencari makan,” tuturnya.

Nur Atshilla menambahkan, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk melatih hidup sederhana dan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Kebangkitan iman, takwa, dan kesadaran diri dapat difasilitasi dengan dilakukannya ibadah puasa. “Saya rasa, bulan suci ini adalah momentum yang sangat tepat, karena kebaikan apapun yang kita lakukan akan dilipatgandakan. Secara otomatis, kita akan merasakan kelaparan yang biasa dirasakan oleh kaum duafa. Sudah semestinya proses menuju kemenangan dan lahir kembali di Hari yang Fitri,dapat menjadikan pribadi kita, pribadi yang lebih baik,” pungkasnya di sela-sela acara santunan dan buka puasa bersama STBA-AKPAR-STIE Pertiwi.

Acara dimulai dengan pembacaan tilawatil Quran dari Mahasiswa Akpar dan STBA Pertiwi. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut membacakan surat Al-Baqarah ayat 183-186 yang menjelaskan tentang arti puasa ramadhan itu sendiri. Acara dilanjutkan dengan agenda sambutan dari para ketua institusi.

Ketua Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi, Didi Mulyadi mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian mahasiswa  pada anak yatim. Diadakannya acara santunan anak yatim sedikit banyak turut membantu dan meringankan beban mereka yang membutuhkan. Terlebih anak-anak yatim sangat antusias ketika berinteraksi dengan para mahasiswa.“Saya  sangat berterima kasih kepada mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi.” Sambutan juga dituturkan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Wulansari, S.Pd., M.Hum, yang juga berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak dalam menyelenggarakan acara santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini. Turut hadir juga ketua Akpar Pertiwi, Ibu Rinawati, S.E., M.M dan para jajarannya.

Hiburan juga digelar dengan menampilkan salah satu mahasiswi berbakat, Mesa Bunga, yang menyanyikan lagu islami, menambah hikmat acara santunan dan buka puasa bersama ini.

Masuklah ke agenda utama, yaitu ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Encep, yang tinggal di kawasan cibubur. Selain memiliki kemampuan dalam berdakwah, Ustadz Encep juga pandai bernyanyi, menambah suasana berbeda pada acara amal kali ini. Beliau membawakan materi tentang keistimewaan puasa dan juga menjabarkan bagaimana ciri-ciri orang yang bertakwa sesuai dengan ayat Al-Quran yang sudah dibacakan oleh mahasiswa Akpar dan mahasiswi STBA Pertiwi.

Seusai acara, Siti salah satu peserta Santunan mengaku gembira dan senang dengan dilaksakannya acara ini. Bahkan jika diperbolehkan dapat menjadi rutinitas setiap bulan agar manfaatnya juga lebih besar. “Senang sekali, bisa belajar dan bermain dengan kakak-kakak. Semoga kakak-kakak tidak bosan mengundang kami,”  ucapnya.

Acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini di tutup dengan pembacaan doa dan buka puasa, serta pemberian santunan secara langsung kepada anak yatim yang telah hadir. Acara yang berlangsung meriah ini, tidak hanya memberikan santunan secara materi, akan tetapi juga memberikan motivasi untuk anak-anak yatim agar lebih semangat dalam belajar dan berprestasi di sekolahnya masing-masing.

,

SORBAN (Sore Berbagi di Bulan Ramadhan) STBA Pertiwi

 

SORBAN (Sore Berbagi di Bulan Ramadhan)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Pada bulan inilah pahala akan digandakan dan dosa-dosa akan dihapus. Karenanya pada bulan ini juga, umat muslim disarankan untuk banyak beribadah dan beramal. Ibadah dan amal yang dimaksudkan tidak terbatas definisinya. Bentuk dari ibadah dan amal tersebut pun dapat beragam. Baik kecil maupun besar, sederhana maupun agung, tiap ibadah dan amal akan dicatat sebagai kebaikan yang juga akan mendatangkan pahala dan kebaikan bagi tiap orang yang terlibat.

Bukan hanya itu, bulan Ramadhan juga bulan yang spesial dan unik. Di Indonesia, ada tradisi dan budaya yang tak bisa dilepas dari tiap-tiap hari di bulan Ramadhan. Tiap detik di bulan Ramadhan memiliki sisi spesialnya sendiri. Dan juga selalu ada keunikan tersendiri yang hanya ada di bulan ini, dan tidak ada di bulan-bulan lainnya. Rupa-rupa dari keunikan itu ialah makanan dan aktivitas sebagai contohnya. Takjil adalah salah satu rupa keunikannya dalam bentuk makanan maka dari itu kami STBA Pertiwi mengadakan kegiatan Membagikan Takjil Gratis.” Sedangkan untuk temanya, kami mengusung tema “SORBAN (Sore Berbagi di Bulan Ramadhan).” Tema tersebut kami pilih karena seluruh kegiatan akan dilaksanakan di sore hari, tepatnya menjelang berbuka puasa, dan kegiatan yang difokuskan adalah berbagi.

Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

  1. Mendapakan Pahala Berlimpah dari Allah

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi).

Kita tentu telah mengetahui bahwa Allah akan melimpahkan pahala bagi hamba-Nya yang berpuasa, dengan demikian betapa beruntungnya orang-orang yang dengan ikhlas memberikan makan orang berbuka puasa, sebab mereka akan mendapatkan pula pahala dari orang yang mereka berikan makan tersebut.

  1. Doa dari Orang yang Berpuasa akan Dikabulkan Allah

Sungguh ini adalah salah satu keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Ketika kita memberi makan orang berbuka puasa lalu mereka mendoakan kita dengan doa-doa yang mengandung kebaikan maka doa tersebut sesungguhnya akan dikabulkan oleh Allah dan tidak akan tertolak. Hal ini bagaimana hadis yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (H.R. Tirmidzi ).

Adapun doa bagi orang yang diberi makanan, mereka dapat dapat mengucapkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” (H.R. Muslim).

Ini adalah doa yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat diberi minuman untuk berbuka puasa.

  1. Allah Menjanjikan Surga

Allah akan memasukan orang-orang yang memberi makan orang berbuka puasa sekaligus orang yang senantiasa berpuasa ke dalam surga-Nya. Sebagaimana hadis berikut ini,

Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan dan yang senantiasa berpuasa dan salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Inilah 3 keutamaan dari memberi makan orang berbuka puasa. Allah akan memberikan pahala, mengabulkan segala doa yang dipanjatkan dari orang yang diberi makan terhadap orang yang telah memberi makan berbuka puasa, dan juga akan mendapatkan balasan syurga dari Allah. Yuk, kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk menggapai banyak pahala dengan amalan-amalan baik. Jika kita memiliki makanan berlebih, jangan sungkan untuk membagikannya kepada orang yang berbuka puasa, baik itu makanan besar/makan malam, kue, kurma, ataupun hanya dengan segelas minuman manis. Jika itu semua ikhlas karena Allah Ta’ala, Ia akan membalasnya dengan memberikan keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan diatas, bahkan mungkin lebih. Jadikan ini sebagai ladang pahala untuk kita agar selalu mendapatkan cinta dari-Nya.

,

UKM (Futsal) STBA Pertiwi

Beragamnya unit kegiatan mahasiswa di STBA Pertiwi, membuat mahasiswa STBA Pertiwi dapat memilih UKM mana yang sesuai dengan ketertarikan para mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi.

Baru-baru ini, UKM Futsal STBA Pertiwi telah mengikuti kompetisi Pertiwi Cup yang diselenggarakan oleh STIE Pertiwi. Tim Futsal STBA Pertiwi yang terdiri dari mahasiswa STBA Pertiwi dari semester 2-8 mengikuti kompetisi ini. Sebelumnya para pemain tim futlsal STBA Pertiwi berlatih sebelum pertandingan dalam kompetisi ini.

Para pemain fultsal dari Tim STBA Pertiwi berlatih setiap hari Rabu Sore di JR Futsal Condet. Mereka turut menggelar latihan bersama institusi Akpar dan STIE Pertiwi. UKM Futsal sendiri berdiri pada tahun lalu setelah pemilihan ketua SENAT STBA Pertiwi. Jadi walaupun para mahasiswa STBA Pertiwi mendapatkan pelajaran akademik dari kampus ini, tetapi mereka tetap menjalankan hobi olahraga mereka yaitu olahraga futsal, dimana STBA Pertiwi juga memiliki UKM tersebut.

Nah, bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk bergabung dengan UKM Futsal STBA Pertiwi ini?

Tetap belajar, dan jangan lupa berolahraga ya!

One-Day Seminar with IECTA

Human Resource Development in English Language Teaching

Pada hari Minggu, 14 Mei 2017, beberapa dosen dan mahasiswa dari STBA Pertiwi menghadiri salah satu seminar yang bermanfaat yaitu one-day seminar yang bertemakan Human Resource Development in English Language Teaching. Acara yang mempunyai beberapa agenda yang berhubungan dengan pengajaran bahasa asing, yaitu bahasa Inggris khususnya ini mempunyai beberapa narasumber yang membuat para audience memberikan apresiasi lebih.

Agenda dimulai dengan acara pembukaan. Pidato diberikan juga oleh Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M sebagai perwakilan dari IECTA ( Indonesian English Course Teachers Assosiation ) dan STBA Pertiwi. Beliau mengatakan bahwa dalam acara tersebut yang pertama yang harus dilakukan peserta adalah ‘learning to know’ setelah itu ilmu yang didapatkan dapat dibagikan kepada sesama. Acara juga dihibur oleh para penari yang membawakan tarian dari Batak Tapanuli.

Agenda berikut masuk ke agenda utama pertama yaitu presentasi yang dilakukan oleh Mr. Steven Sutantro. Beliau membawakan bahan yang bertemakan penggunaan Aplikasi dari Google yang dapat membantu para pengajar bahasa Inggris di dalam kelas. Mr. Steven Sutantro sendiri adalah perwakilan dari Google Educators yang khusus menaungi bagaimana menggunakan aplikasi untuk pengajaran, baik itu pengajaran bahasa atau ilmu esakta. Mr. Steven memberikan presentasi bagaimana penggunaan Google Maps, Google Expedition dan Google Earth, agar para pembelajar dapat mempelajari tempat baru dan mengetahui informasi tempat tersebut, tentunya dalam bahasa Inggris.

Para murid atau peserta belajar di dalam kelas tidak hanya mendapat informasi dalam bahasa Inggris tetapi juga, para peserta belajar dapat melihat secara nyata bagaimana suasana tempat yang ingin diketahui. Contohnya saja seperti yang dipraktekkan oleh Mr. Steven dengan mengunjungi pulau Galapagos di Amerika Selatan. Secara nyata Google memberikan fasilitas untuk melihat tempat tersebut, mulai dari laut Galapagos dan pulau itu sendiri, serta adanya penjelasan bahwa pulau tersebut dihuni oleh beberapa hewan yang cukup langka.

Selepas waktu istirahat, yang dihibur oleh alumni dari mahasiswa dan mahasiswi STBA Pertiwi sendiri, masuk ke Agenda kedua dengan narasumber bernama Ms. Wendy George yang berasal dari lembaga bahasa asing, ALBA. Wendy menjelaskan tentang cara dan gaya belajar pada peserta didik, dan juga menjelaskan tentang cara pengajaran untuk berbagai tipe peserta didik itu sendiri. Wendy juga bertanya kepada para audience kesulitan saat mengajar, ataupun mengajak para audience untuk bercengkrama atau mempraktekkan langsung gaya mengajar dan gaya belajar secara bersamaan. Dengan gaya Wendy yang humoris, suasana presentasi materi tersebut sempat diiringi beberapa kali canda tawa, dan membuat para audience menjadi tidak terlalu tegang dalam mengikuti seminar tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan plakat sebagai ucapan terima kasih oleh para anggota IECTA kepada kedua narasumber. Acara yang diusung ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para generasi muda ataupun para pengajar, agar pada praktek di lapangan nanti, para pengajar ataupun calon pengajar dapat mengaplikasikan cara-cara unik dan kreatif yang diberikan oleh para narasumber.

-UNLOCK YOUR BRAIN POWER SEMINAR WITH KAPTEN SAR-

STBA PERTIWI telah menggelar salah satu agenda wajib tahunan yaitu Seminar yang kali ini bertemakan Unlock Your Brain Power, The Strategy to Optimize The Winners’ Right Brains. Seminar yang di gelar di STBA Pertiwi Cililitan ini dihadiri oleh 180 peserta dari berbagai cabang STBA Pertiwi. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara yang sangat bermanfaat satu ini.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang di bawakan oleh Ibu Sri Marleni, S.S., M.Hum memberikan salam kepada para hadirin serta dosen-dosen STBA Pertiwi yang hadir. Para mahasiswa dan mahasiswi yang telah datang lalu bernyanyi lagu Indonesia Raya.

Ketua STBA Pertiwi, Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M, juga memberikan wejangannya untuk para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir. Para peserta yang hadir diharapkan mengikuti acara dengan hikmat dan setelah mengikuti seminar tersebut dapat mengambil banyak ilmu terutama dalam menggunakan otak kanan untuk mencapai kesuksesan. Bapak Didi Mulyadi juga memperagakan beberapa yel-yel yang membuat para peserta bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan memasuki agenda utama yaitu Seminar bersama Kapten Sar. Beliau adalah salah satu motivator penggerak penggunaan Otak Kanan yang sangat terkenal. Selain itu, Kapten Sar atau yang mempunyai nama panjang Bapak Sarno Wibowo ini juga mempunyai perusahaan yang bergerak dalam bidang Leaderpreneur. Kapten Sar juga merupakan mantan seorang manajer untuk beberapa perusahaan baik nasional maupun multinasional.

Dalam seminar ini Kapten Sar berbagi pengalamannya dalam penggunaan Otak Kanan, yang mana, bila seseorang menggunakan Otak Kanan, seseorang itu akan mempunyai banyak ide-ide kreatif dan out of the box. Seseorang yang penggunaan otak kanannya lebih besar, terbiasa untuk mengeluarkan ide-ide besar ataupun memikirkan mimpi mimpi besar yang ingin dicapainya.

Di seminar kali ini juga  Kapten Sar berbagi pengalaman dan nasihat agar supaya para peserta yang terdiri dari para pemuda Indonesia ini mau membangun bangsa nya sendiri yaitu bangsa Indonesia. Beliau mengatakan bahwa pemuda Indonesia sekarang ini dapat menjadi pengusaha muda seperti yang beliau berikan contohnya yaitu salah satu pemuda Indonesia bernama Ardyan Fitra. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator yaitu Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum.

Acara seminar berakhir. Para peserta selanjutnya menikmati makan siang yang telah disediakan oleh panitia Seminar hari Sabtu, 6 Mei 2017. Semoga para peserta dapat mengambil banyak ilmu yang sudah dibagikan oleh Kapten Sar.

,

-PETUALANGAN DI GUNUNG SINDORO-

Pada kesempatan kali ini, kami, tim MAHABALA PERTIWI melakukan pendakian di gunung Sindoro yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa tengah.

Gunung Sindara, atau biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro memiliki ketinggian 3.150 meter diatas permukaan laut (MDPL). Gunung ini merupakan sebuah gunung Api aktif yang terletak di Jawa Tengah; selain itu, gunung ini merupakan gunung yang berdampingan  dengan gunung Sumbing.

Perjalanan kami dimulai dari titik temu dengan teman-teman para pendaki lainnya di terminal bis Klari kota Karawang. Dikarenakan pendakian ini bertepatan dengan hari libur panjang, kami sudah memesan tiket perjalanan 2 hari sebelumnya untuk berjaga-jaga apabila kami kehabisan tiket bis.

Bis yang dijadwalkan, datang terlambat dari waktu yang seharusnya, dan hal ini membuat kami rugi dari segi waktu. Waktu yang seharusnya kami dapat gunakan untuk perjalanan akhirnya terbuang percuma untuk sekedar duduk menunggu bis yang tidak kunjung datang. Kami harus menunggu kendaraan lebih dari 2 jam lamanya, dan akhirnya pada sekitar pukul 9.15 malam bis pun tiba di terminal. Melihat waktu yang ada, kami memperkirakan bahwa pendakian kami akan sedikit tertunda dikarenakan perjalanan yang memakan waktu cukup panjang ini.

Sekitar pukul 10.30 pagi, kami tiba di terminal Mendolo Wonosobo. Di sini kami sedikit merebahkan tubuh kami karena semalaman telah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Setelah sedikit beristirahat dan mengisi perut yang kosong, kami pun segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Sindoro yang lumayan panjang.

Untuk menuju gunung Sindoro, kami menyewa jasa travel yang disediakan oleh pihak wisata di sana. Di tengah perjalanan, kami berhenti sejenak untuk mengisi perlengkapan dan perbekalan yang memang sengaja tidak kami lengkapi; hal ini dilakukan untuk meringankan beban perjalanan selama dalam kendaraan.

Setelah semuanya dirasa lengkap, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Sindoro. Perjalanan ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan adanya perbaikan jalan yang mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang.

Pada pukul 12.30, kami pun akhirnya tiba di base camp pendakian Sindoro. Di sini kami beristirahat sekaligus melakukan packing persediaan serta mengisi formulir registrasi untuk melakukan pendakian di gunung Sindoro ini.

Waktu menjelang sore, sekitar pukul 14.15 kami memulai perjalanan kami. Untuk mencapai pos pertama, kami menggunakan jasa ojek yang memang selalu digunakan para pendaki untuk melewati perkebunan warga yang cukup jauh.

Hujan pun turun menyambut kedatangan kami di gunung ini. Hujan yang cukup deras memaksa kami untuk berteduh guna menghindari kemungkinan yang ada. Setelah hujan cukup reda, kami memulai kembali pendakian ini. Permukaan jalan tanah yang diguyur oleh air hujan, sedikit membuat kami kesulitan karena permukaan jalan menjadi basah dan licin.

Setelah berjalan cukup lama, kami pun akhirnya tiba di pos kedua; di sini kami sedikit meregangkan otot-otot kaki yang mulai terasa sedikit pegal dikarenakan harus berjalan di jalan yang licin karena hujan. Kami tidak ingin berlama-lama untuk beristirahat di pos ini karena perjalanan masih jauh, selain juga dikarenakan kami harus mendaki di sore hari.

Waktu semakin sore, dan langit pun semakin gelap. Sementara perjalanan kami menuju pos ketiga masih cukup jauh, melihat keadaan dan jam yang sudah hampir menunjukkan waktu maghrib, kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan beristirahat di shelter terdekat. Karena menurut pengalaman kami selama mendaki, tidak baik untuk melakukan pendakian saat maghrib tiba.

Melihat kondisi team, kami memutuskan untuk melakukan Summit attack pada dini hari nanti. Udara malam pun mulai menusuk kulit, jaket tebal yang kami kenakan seolah-olah tidak dapat menghalangi dinginnya udara malam.

Pukul 02.00 kami terbangun dari tidur kami, saatnya sedikit mengisi tenaga dan menghangatkan tubuh dengan minuman hangat di tengah malam yang dingin ini. Persiapan dan perbekalan untuk Summit attack pun sudah kami persiapkan. Pukul 03.15, kami memulai kembali pendakian, tetapi kali ini kami hanya membawa persediaan air dan sedikit cemilan selama perjalanan; peralatan lainnya kami tinggalkan di dalam tenda untuk meringankan perjalanan kami.

Perjalanan menanjak menerobos hutan di malam hari cukup merepotkan perjalanan kami, akan tetapi itu tidaklah menahan niat kami sedikitpun. Tak terasa langit mulai menunjukkan cahayanya, dipadukan dengan kelap-kelipnya lampu kota di bawah, menambah indahnya pemandangan dini hari itu.

 

Melihat langit yang mulai terang, kami tidak membuang-buang waktu dan segera melanjutkan pendakian yang memang masih sangat jauh menuju puncak. Akan tetapi, kami tidak terburu-buru karena melihat kondisi dari team yang sudah cukup kelelahan karena harus melakukan summit attack yang lebih jauh dari seharusnya.

Mataharipun telah menunjukkan dirinya, langit yang gelap mulai tersinari cahaya sang surya dan mengubah warnanya. Momen yang seharusnya kami nikmati di puncak sindoro, tetapi tidak untuk kali ini. Walaupun demikian, hal ini tidaklah mengubah keindahan alam dari Sang Pencipta.

 

Kami pun melanjutkan pendakian menuju puncak Sindoro. Perjalanan menuju pos ke empat ini memakan waktu cukup lama karena selain rute berbatuan yang cukup terjal, rasa lelah pun mulai kami rasakan.

Setelah cukup lama berjalan mendaki jalan bebatuan yang cukup terjal, kami pun tiba di pos ke empat yang ditandai oleh bebatuan besar yang menjulang di tepi tebing. Pemandangan yang indah langsung berhadapan dengan gunung Sumbing di depan kami mampu mengobati sedikit rasa lelah yang kami rasakan selama pendakian ini.

Jalan curam di depan kami telah menanti sebagai rintangan terakhir kami menuju puncak Sindoro, akan tetapi kami mencoba terus bersemangat untuk dapat mencapainya. Track terakhir kami adalah jalan bebatuan vulkanik yang dihiasi oleh hutan mati dikarenakan oleh semburan belerang dari gunung Sindoro ini. Bau belerang yang menyengat mulai tercium, menandakan sudah dekatnya kawah puncak gunung Sindoro. Matahari semakin terik, aroma belerang dan hawa dingin semakin menusuk. Puncak yang terlihat dekat pun terasa sangat jauh, dan beberapa kali kami harus beristirahat sejenak.

Pendakian yang memakan waktu cukup lama ini akhirnya terbayarkan; kami pun sampai di puncak Sindoro. Walaupun kami tidak mendapatkan pemandangan sunrise di puncak, tetapi ini sudah cukup memuaskan hati kami. Melihat kaki gunung yang diselimuti oleh awan, dan terjalnya jalur pendakian ini, menimbulkan rasa bangga tersendiri karena kami dapat melalui semuanya bersama-sama. Tidak lama dari track terakhir ini, akhirnya kami pun tiba di puncak Sindoro.

Dikarenakan hari sudah siang, kami tidak dapat berlama-lama di atas puncak Sindoro ini  karena kabut (awan) yang mulai tebal dapat menutupi jalan kami untuk pulang menuruni puncak. Selain kabut yang mulai tebal, bau belerang pun mulai tercium menyengat dan membuat kepala kami sedikit pusing.

Perjalanan turun seharusnya tidaklah begitu memakan waktu yang cukup lama seperti pendakian. Akan tetapi perjalanan turun kami kali ini sedikit terhambat dikarenakan ada salah seorang teman kami yang mengalami sedikit masalah dengan kakinya.

Hari semakin sore, akhirnya kami tiba di tenda kami. Karena situasi dan keadaan tidak memungkinkan untuk langsung melanjutkan perjalanan turun, kami pun memutuskan untuk menginap satu malam lagi di gunung Sindoro ini. Malam ini terasa lebih dingin dari malam sebelumnya, oleh karenanya kami membuat api unggun kecil untuk sedikit menghangatkan suasana malam.

Pagi hari telah tiba, sang fajar mulai menyinari tenda kami dari selah satu pepohonan yang rindang. Segera kami terbangun dan memasak sedikit perbekalan untuk sarapan. Setelah selesai sarapan dan sedikit meluruskan kaki, kami segera membongkar tenda dan memulai packing barang-barang perlengkapan. Tidak lupa pula kami membersihkan sampah yang kami bawa serta yang kami temukan selama perjalanan menuruni puncak kemarin. Hal ini kami lakukan agar dapat meningkatkan kepedulian para pendaki lain akan kebersihan lingkungan.

Selama perjalanan turun, kami bersyukur karena tidak mendapatkan kesulitan seperti kemarin. Sehingga perjalanan kami dapat lebih cepat untuk mencapai base camp di kaki gunung ini. Sekitar pukul 11.00, akhirnya kami tiba di base camp pendaftaran. Di sini, kami melapor untuk memberitahukan bahwa kami telah turun dari pendakian di pos pendaftaran. Setelah itu, kami bersih-bersih dan sedikit istirahat, lalu kami pun harus mengucapkan selamat tinggal kepada gunung Sindoro ini dan meninggalkan dengan membawa cerita dan kesan kami di dalamnya.

Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi

Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi STBA Pertiwi

Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi sebagai lembaga pendidikan tinggi telah menggelar dua acara penting untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dan mahasiswinya. Dua acara penting yaitu Sosialisasi Bimbingan Skripsi dan Ujian Skripsi Periode 2016/2017 Genap telah digelar pada hari Jumat dan Sabtu, 7 dan 8 April 2017. Dua agenda penting ini dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir STBA Pertiwi.

Agenda pertama adalah Ujian Skripsi dan Tugas Akhir yang dihadiri oleh 10 Peserta dari mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir STBA Pertiwi. Agenda penting ini bertujuan untuk menentukan babak akhir dari perjalanan mereka menempuh pendidikan di STBA Pertiwi. Agenda berjalan dengan hikmat. Seluruh peserta ujian Skripsi dan Tugas Akhir memberikan penampilan dan bahan skripsi mereka dengan penuh rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa membawakannya dengan baik. Ketika para mahasiswa dan mahasiswi ditanya bagaimana perasaan mereka bisa sampai di titik akhir tahun mereka di STBA Pertiwi, mereka kompak menjawab bahwa mereka sangat gugup untuk menghadapi para penguji dan pembimbing mereka di sidang skripsi dan tugas akhir ini. Tetapi akhirnya, para peserta dapat melaluinya dengan baik walaupun cukup banyak revisi ataupun komentar yang diberikan oleh para penguji dan pembimbing agar supaya dapat membuat hasil skripsi akhir mereka menjadi lebih baik.

 

Agenda kedua di hari Sabtu, tanggal 8 April 2017 adalah sosialisasi bimbingan skripsi dan tugas akhir. Agenda di hari Sabtu setelah ujian skripsi dan tugas akhir ini menjadi penting mengingat para mahasiswa yang akan memulai waktu mereka untuk menjalani bimbingan skripsi dan tugas akhir. Para mahasiswa dan mahasiswi diberikan informasi lengkap mengenai tata cara dan kode etik saat melakukan bimbingan skripsi dan tugas akhir, sampai nantinya menuju hari Ujian Skripsi dan Tugas Akhir. Para mahasiswa/I diberikan masukan dan juga informasi mengenai kelengkapan ujian serta diberikan himbauan agar supaya nilai mata kuliah sudah mencapai target dalam memulai suatu bimbingan Skripsi dan Tugas Akhir.

Para peserta yang hadir di acara ini sangat antusias karena semangat yang diberikan oleh Ketua STBA Pertiwi dan juga PUKET I Bidang Akademik yaitu Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M dan Ibu Wulansari, S.Pd., M.Hum. Bapak Didi Mulyadi juga memberikan pesan bahwa mahasiswa/I untuk pintar saja tidak cukup dalam mengerjakan skripsi, tetapi mereka juga harus mempunyai ketekunan dan tekat untuk menyelesaikannya. Agenda akhir pada acara ini adalah dibukanya sesi tanya jawab bagi mahasiswa/I yang ingin menggali informasi lebih mengenai sosialisasi ini.

 

Dua agenda yang saling berkaitan dan diikuti oleh para peserta dengan hikmat. Semoga para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengikuti Bimbingan Skripsi dan Tugas akhir dapat menyelesaikannya sesuai dengan target yang mereka buat, serta para peserta ujian Skripsi dan Tugas Akhir dapat menjalani proses ujian dengan baik dan lancar.

STBA Pertiwi Students Go to Harapan Island

“The holiday season is a perfect time to reflect on our blessings and seek out ways to make life better for those around us”

Seperti kata mutiara yang menjadi pembuka artikel ini. STBA Pertiwi cabang Tangerang telah menggelar acara untuk liburan mereka, tetapi di selipi oleh acara amal. Sebanyak 15 mahasiswa STBA Pertiwi melakukan serangkaian kegiatan di Pulau Harapan selama 2 hari, yakni dari tanggal 11 dan 12 Maret 2017. Kegiatan yang bertajuk “STBA Pertiwi Students Go to Harapan Island” ini diadakan sebagai rangkaian kegiatan luar kelas yang digagas oleh mahasiswa STBA Pertiwi setiap berakhirnya perkuliahan atau pasca UAS semester ganjil maupun genap. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan refreshment kepada mahasiswa STBA Pertiwi yang selama satu semester melakukan perkuliahan.

Disamping itu pula, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa dan para dosen STBA Pertiwi yang turut serta dalam kegiatan yang bersifat edukatif tersebut. Disana para peserta kegiatan melakukan kegiatan snorkeling atau menyelam di permukaan laut yang tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat biota laut dan keindahan bumi pertiwi Indonesia yang berada di bawah permukaan air di sekitar Pulau Macan dan Pulau Kayu Angin. Selain itu, mereka juga mengunjungi beberapa pulau yang berada tak jauh dari Pulau Harapan, seperti Pulau Bulat, Pulau Bria Kecil,  dan Pulau Kosong. Tak lupa juga setiap peserta menyumbangkan donasi sebanyak Rp. 5.000,- melalui dompet dhuafa untuk membantu Sekolah Tapal Batas di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur agar kegiatan tersebut menjadi lebih bernilai.

Kegiatan ini, pada akhirnya, adalah sebagai wujud terima kasih mahasiswa STBA Pertiwi kepada sang pencipta yang telah menciptakan alam yang begitu indah dan harus dijaga keaslian dan keasriannya. Karena hal ini sesuai dengan spirit yang mereka bawa ke Pulau Harapan, yakni “We Love Nature, We Love STBA Pertiwi”