Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris 2016

 

 

  

 

Pada hari Minggu tanggal 27 November 2016 telah digelar Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris atau biasa disingkat LSK-BIG. Uji kompetensi yang diselenggarakan setiap tahun ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan para mahasiswa di STBA Pertiwi dalam penerapan ilmu bahasa Inggris yang sudah mereka pelajari. Tes Uji Kompetensi ini mencakup empat kemampuan bahasa Inggris dan tes ini diikuti oleh hampir 250-300 orang peserta yang berasal dari peserta mahasiswa STBA Pertiwi, jalur mandiri, dan beberapa lembaga kursus.

 

Uji kompetensi tersebut dimulai dengan written test yang terdiri dari 3 kemampuan bahasa Inggris yaitu Reading, Writing, dan Listening yang dibagi menjadi dua sesi yaitu pukul 8 pagi dan pukul 10 pagi. Di dua sesi yang sama juga, terdapat spoken test. Para peserta yang telah hadir setelah mendapat nomor urut yang mereka dapatkan dari bagian registrasi yang nantinya nomor urut tersebut menjadi nomor urut yang digunakan untuk mengikuti uji kompetensi hingga selesai.

  

Peserta sebanyak 250-300 orang ini memilih level yang bisa diiktui oleh peserta. Level tersebut terdiri dari tiga level bahasa Inggris. Level pertama adalah Survival English, kedua adalah English for Communication dan yang ketiga adalah level Advanced Communication, dimana peserta terbanyak adalah peserta yang mengikuti level Survival English. Uji Kompetensi ini nantinya akan memberikan hasil tes kepada para peserta melalui kampus atau dari lembaga masing-masing. Hasil tes uji kompetensi juga nantinya dapat dilihat di website STBA Pertiwi. Hasil tes akan diumumkan dalam waktu 2 minggu sampai satu bulan setelah penyelenggaraan Uji Kompetensi. So stay tune on facebook kampus pertiwi official for knowing more about the result 🙂

Let’s Get the Benefit from The Test

“Memangnya ada keuntungan dari mengikuti ujian atau tes?”

Pertanyaan ini mungkin akan muncul ketika kamu membaca judul yang terpampang pada artikel ini. Ya, terkejut pasti! Apalagi kalau orang-orang di sekitarmu, ataupun kamu sendiri mendengar kata ‘ujian/tes’ rasa berbeda muncul. Degub jantung berdetak cepat dan keringat dingin mengucur dari dahi atau beberapa bagian tubuhmu. Ya, kata itu membuat beberapa orang bahkan tidak bisa tidur semalaman. Tetapi, perlakuan tersebut terlalu berlebihan, padahal tes atau ujian itu sendiri memiliki manfaat, dalam hal ini adalah tes bahasa asing, yaitu bahasa Inggris.

Kita mengetahui bahwa bahasa Inggris sendiri memiliki empat skill yang berbeda, pastinya masing masing memiliki fungsi dan manfaatnya tersendiri jika kita mendalaminya matang-matang. Tes dalam bahasa Inggris pun menguji empat skill tersebut, dan terkadang dua dari skill tersebut menjadi momok bagi sebagian orang dalam belajar bahasa Inggris. Sebagian orang tersebut memilih salah satu atau dua dari skill tersebut yang mereka dalami, padahal empat skill tersebut saling menunjang dan penting jika mempelajari bahasa Inggris. Nah, pastinya setelah tahu bahwa empat skill tersebut penting, pada saat melakukan ujian atau tes bahasa Inggris, kamu akan fokus pada keempat skill tersebut.

Untuk itu, supaya kamu tambah ‘pede’ pada saat melakukan ujian bahasa Inggris itu, kamu harus mengetahui manfaat atau keuntungan sebelum dan sesudah tes tersebut.

1. Lebih tekun dalam mempelajari bahasa Inggris

Ya, pastinya ketika kamu mendengar bahwa akan ada tes seminggu atau keesokan harinya, kamu akan lebih sering membuka buku pelajaranmu. Bahkan, orang malas sekalipun. Tak mungkin sekali kamu dengan percaya dirinya tiba-tiba langsung duduk tenang mengikuti tes tanpa memegang atau menyerap sama sekali ilmu tentang pelajaran yang akan diujikan. Setidaknya kamu akan membuka buku mata kuliah dan pelajaranmu untuk sekedar mempelajarinya sebelum mengikuti tes. Jika kamu terus menerus melakukan hal ini, maka hal itu akan menjadi suatu kebiasaan. Nah, hal ini akan membuat dirimu menjadi tekun belajar, tidak hanya untuk tes bahasa Inggris itu sendiri.

2. Level bahasa Inggrismu bertambah

Dengan membiasakan diri untuk belajar sebelum tes, kamu akan terbiasa untuk mengulang pelajaran tersebut. Pelajaran yang sering di ulang tersebut akan lebih mudah menempel di dalam otak kita. Selanjutnya kamu mempraktekkannya bukan hanya karena kamu melakukannya untuk tes. Karena biasanya apa yang telah kamu pelajari, kamu tidak mungkin sekaligus lupa akan pelajaran tersebut dan cenderung mempraktekkannya.

3. Lebih Percaya Diri

Karena kamu sudah mempunyai bekal sebelum bertempur, kamu pastinya akan lebih percaya diri menghadapi apapun yang akan menghadang di medan tempur lagi, dalam hal ini ujian. Karena kamu sudah mempelajari dan mempersiapkan diri untuk ujian tersebut, maka kamu akan dengan lancar mengerjakannya, dan terutama lebih percaya pada diri sendiri. Ingat, percaya pada diri sendiri tidak mudah loh! Apalagi jika kita tidak menyiapkan apapun sebelum ujian, pribadi kita cenderung takut menghadapi ujian dan pada akhirnya bertanya ke teman di saat sesi ujian tersebut.

Nah, rasa percaya diri ini juga tidak hanya akan tertanam pada dirimu saat akan menghadapi ujian, tetapi juga, pada kehidupanmu sehari-hari. Kamu akan lebih percaya pada dirimu ketika menghadapi apapun, apalagi kamu melakukannya dengan persiapan yang mantap. Percaya pada diri sendiri itu penting, supaya kita tak selalu bergantung pada orang lain.

4. Mengetahui Sejauh Mana Kemampuanmu

Ketika menghadapi tes, pastilah ada di dalam benak kita bahwasanya berapa nilai yang akan kita dapat setelahnya. Memang penting sekali mengetahui nilai yang akan kamu dapat, setelahnya kamu akan mengetahui sejauh mana kemampuanmu melalui skor tersebut. Nah, ketika kamu mengetahui kemampuan, kamu akan cenderung menganalisa dan kamu akan menambah waktu dalam mempelajari bahasa Inggris. Dan ketika kamu mengikuti tes selanjutnya, pasti akan ada peningkatan dalam mengerjakan tes tersebut maupun dalam mendapatkan nilai yang baik setelah tes atau ujian.

Itulah beberapa manfaat dan keuntungan yang bisa kamu dapat sebelum dan sesudah mengikuti ujian. Kamu sekarang sudah siap menghadapi ujian, terutama bahasa Inggris.  Tidak perlu takut dengan ujian, selama kamu mempersiapkannya dengan baik, kamu akan percaya diri melakukannya. Lagi pula, hidup ini juga pasti ada ujian pula, kan?

Pergi Ke Luar Negeri? Yuk, Mulai Dengan Bahasa Inggris

“Kalau kalian sudah pintar Bahasa Inggris, masa kalah dengan saya yang dulu benci dan bodoh di bahasa Inggris, bisa ke Inggris & Amerika dengan beasiswa.”

Ini adalah pernyataan dari salah satu blogger Indonesia, Budi Waluyo, yang berhasil mendapat beasiswa di dua negara dengan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Kisah ini http://www.berkuliah.com/2014/10/pengalaman-budi-waliyo-menguasai-bahasa-inggris.html membuktikan bahwa, bahasa Inggris bisa membawamu kemanapun kamu mau, asalkan kamu mempunyai tekad yang kuat untuk mempelajari bahasa Inggris tersebut dan mempraktekannya.

Mungkin akan banyak kisah menarik tentang mempelajari bahasa Inggris dan juga mempraktekannya. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa bahasa Inggris itu sulit, bahasa Inggris itu rumit dengan segudang pelajaran tata bahasanya dan bahasa Inggris itu terlalu banyak kosa kata yang harus dihafalkan. Bayangkan saja, satu kata bahasa Inggris bisa mengandung banyak arti, satu arti saja mungkin kita akan baru bisa menghafalkannya bisa sampai seminggu. Banyak alasan memang yang membuat bahasa Inggris terlihat rumit bagi sebagian orang.

Tidak sulit asal kita mau. Ya, niat itu penting. Kalau ada niat walaupun itu sebesar benih tanaman, percayalah bahwa niat itu akan tumbuh. Tidak rugi sama sekali mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dari kisah mas Budi Waluyo tadi, bisa dibayangkan betapa sulitnya dia mempelajari bahasa Inggris pada awalnya, bahkan bisa dikatakan ‘nakal’.

Kisah lain mungkin, bisa kita ambil dari kisah penulis terkenal Ahmad Fuadi. Penulis yang terkenal dengan buku triloginya yang menjadi kisah penuh inspirasi, khususnya bagi kaum muda. Tengok saja kisah ‘Alif’ tokoh di buku Ahmad Fuadi yang berjudul Negeri 5 Menara. Tokoh ‘Alif’ di buku tersebut diceritakan betapa sulit dirinya untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab di waktu yang sama. Tetapi, karena tekad yang kuat dan dengan cara belajar yang unik, juga dibimbing oleh para guru di pesantren tersebut, maka Alif berhasil belajar dan mempraktekkan bahasa yang saat ini digunakan sebagai acuan untuk bersekolah ataupun pergi ke luar negeri. Terbukti, di kisah tersebut Alif berhasil untuk berpetualangan ke negara-negara yang menjadi impiannya.

Setelah niat, pastilah harus ada yang mananya realisasi pembelajaran atau praktek. Biasanya, pembelajaran bahasa Inggris sering didapat beberapa orang dengan cara monoton. Banyak sudah orang-orang yang membuat permainan-permainan yang digunakan untuk mempermudah belajar bahasa Inggris. Ataupun belajar langsung ke lokasi dimana kita bisa mempraktekannya langsung ke tempat dimana banyak orang asing dari berbagai negara yang sedang bertamasya. Kamu bisa mendengar langsung bagaimana cara mereka bicara atau menyebutkan kata dalam bahasa Inggris yang mungkin kamu sering salah mengejanya. Kamu juga bisa belajar dan bertukar pikiran seputar pikiran tentang isu dunia dan budaya yang mereka punyai di negara mereka.

Dengan begini, kamu sudah belajar tidak hanya bahasa Inggris tetapi juga budaya dari negara lain, yang nantinya bisa kamu gunakan jika kamu berhasil mendapatkan pendidikan ke luar negeri. Tidak hanya itu, mempelajari bahasa Inggris, terutama sejak dini, kamu akan lebih mudah untuk mempelajari ke tingkat selanjutnya.

Bahasa Inggris sendiri juga menjadi syarat utama, terutama untuk mahasiswa yang ingin belajar di negara lain. Bahkan bahasa Inggris sendiri juga sudah digunakan untuk standar bagi beberapa perusahaan dalam memberikan ujian sebelum calon para karyawannya memasuki lingkup kerja perusahaan tersebut. Uji standar ini memang penting, mengingat di era globalisasi seperti ini, penggunaan bahasa Inggris sangat dibutuhkan, apalagi sudah adalah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Di era MEA ini para karyawan bisa menjadi karyawan di negara Asean yang lain, begitu juga kebalikannya. Disini, para pekerja dituntut untuk bisa berkomunikasi verbal, terutama menggunakan bahasa asing yang sudah menjadi bahasa Internasional, yaitu bahasa Inggris.

So, bersyukurlah untuk kamu yang memang sudah bisa berbahasa Inggris, kamu tinggal memoles lagi dengan meningkatkan kemauan dan memberikan waktumu untuk mempelajari ke tingkat yang lebih tinggi.Jangan lupa setelah kamu mempelajarinya kamu bisa mempraktekannya. Percuma saja kan, jika kita tidak menggunakan atau membagi ilmu tentang apa yang kita pelajari, terutama bahasa Inggris ini. Setelahnya, kamu bisa menantang diri kamu untuk mempraktekannya, siapa tahu kamu memang berkesempatan untuk terbang kemana pun dengan bahasa Inggris, bukan?

Bahasa Inggris, Biar Pemula, Pasti Bisa!

Bahasa Inggris mungkin menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Tetapi, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sangat menyenangkan. Di permulaan pembelajaran bahasa Inggris tak jarang banyak orang yang menganggap bahwa pelajaran ini adalah pelajaran yang sangat sulit untuk dipelajari di kemudian hari dan juga untuk digunakan dalam bahasa sehari-sehari. Tak jarang banyak istilah, ‘belajar bahasa sendiri saja belum benar, mau belajar bahasa Inggris?’ sering kali muncul.


Sebagai seorang pemula dalam hal mempelajari bahasa Inggris, tidak heran jika nantinya para pembelajar itu akan merasa dirinya tak bisa sama sekali, atau bahkan mereka ingin menyerah dalam mempelajari bahasa internasional itu. Mereka sering kali pula merasa malas, bahkan tidak sangka mereka akan berhenti dalam mempelajari bahasa Inggris. Kita harus tekankan prinsip atau peribahasa ‘bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian.’

Nah, untuk jadi pemula dalam mempelajari bahasa Inggris, tidak perlu ragu dan takut. Beberapa orang yang masuk dalam perguruan tinggi atau sekolah tinggi yang mengambil jurusan bahasa Inggris, biasanya mereka seperti belajar dari mula lagi, akibat pelajaran bahasa Inggris mereka tidak terus diasah setelah lulus sekolah. Sebagai pemula dalam bidang ilmu bahasa Inggris, pastilah sulit untuk para mahasiswa atau pembelajar ini untuk menekuni pelajaran yang satu ini. Tetapi yakinlah bahwa walaupun sebagai pemula atau orang ‘yang belajar bahasa Inggris’ lagi, akan mampu untuk belajar dan terus mengasang kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Banyak keluhan yang muncul, tapi pasti ada solusi untuk pemula dalam mempelajari bahasa yang digunakan pertama kali oleh lebih dari 375 juta orang di dunia ini. Nah, berikut adalah suka dan duka berikut dengan tips yang mungkin membantu para pemula dan orang-orang ‘yang belajar kembali bahasa Inggris’ ini…

  1. “Hmm… Hmm…” lalu menggelengkan kepala.

Mungkin pemula akan melakukan hal ini jika ditunjuk untuk melakukan praktek speaking skill di dalam kelas conversation. Mereka akan panik dan alhasil mereka tidak berani untuk berbicara.

Tenang, sebaiknya ketenanganlah yang harus dibangun. Tarik nafas perlahan dan tanamkan perkataan ‘aku bisa’. Ketika kamu diberikan waktu untuk berbicara, berbicaralah, walaupun itu hanya satu dua patah kata dalam bahasa Inggris. Tidak usah khawatir bahwa guru atau dosenmu tidak akan mengigitmu. 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Di dalam pelajaran writing skill English, mungkin kamu akan berkata, “Harus menulis apa ya?”

Pernyataan ini sering muncul, karena mungkin kamu akan kebingungan untuk menulis hal apa semisal mengenai tenses past simple dan present simple. Pernyataan ini juga bisa muncul ketika kamu kurang menguasai beberapa vocabulary sederhana, karena kamu benar-benar pemula.

Mungkin kamu bisa mencoba menceritakan hal-hal sederhana mengenai kegiatan kamu sehari-hari. Percayalah, dosen atau gurumu tidak akan melepas begitu saja dirimu dalam menulis menggunakan bahasa Inggris, kamu masih diperbolehkan untuk melihat kamus.

3. “Simple Present itu yang mana ya?”

Ini pernyataanmu jika sedang mempelajari tata bahasa Inggris.

Mungkin akan banyak pertanyaan lain yang muncul, tetapi percayalah, pertanyaan mu itu pasti bisa dijawab oleh dirimu sendiri, karena ada kemauan dalam belajar bahasa Inggris. Belajar tata bahasa Inggris tidak serta merta harus selalu membaca buku tata bahasa itu sendiri, kamu bisa mencobanya dengan membuat form dalam bentuk yang lebih berwarna dan mudah diingat. Dengan begitu kamu tidak akan bosan untuk mempelajarinya. Teruslah berlatih, maka dengan terbiasa dirimu berlatih, maka pembelajaranmu akan semakin terasah.

4. “Saya tidak mengerti teks berikut, arti kata ini apa ya?”

Pertanyaan ini mungkin akan muncul dalam kelas English Reading Skill. Tetapi, pasti ada beberapa kata yang kamu kenal untuk teks yang biasanya kamu baca dikelas atau di media sosial online. Mungkin kamu bisa belajar mengerti dengan mempelajari kutipan-kutipan dalam bahasa Inggris. Kutipan itu pastinya tidak lebih dari dua kalimat, yang mana kamu bisa membacanya secara cepat dan menambah kosa kata mu dalam bahasa Inggris. Baru setelah itu, ketika kamu di dalam kelas dan guru atau dosenmu memberikan teks dalam bahasa Inggris, kamu perlahan bisa mengerti apa yang dimaksud dalam teks tersebut dan mengambil poin-poin pentingnya.

5. “Menganalisa cerita? Membaca saja malas…”

Bagi para mahasiswa jurusan sastra inggris yang baru pertama kali tahu tentang pelajaran menganalisa cerita, pastinya penyataan dan pertanyaan ini akan muncul. Ya, untuk mahasiswa jurusan bahasa Inggris yang baru sekali mengenal jurusan ini pasti sedikit terkejut dengan pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan analisa cerita-cerita atau literasi dalam Bahasa Inggris. Nah, untuk kamu yang malas membaca, kamu harus mendorong dan sedikit memaksa diri kamu untuk membaca dan menganalisanya. Tidak ada ruginya loh membaca karya sastra, apalagi kita jadi belajar kebudayaan dari negara lain lewat karya sastra tersebut.

6. “Saya malu untuk bertanya guru/dosen itu…”

Malu, sebuah hal yang pastinya muncul ketika kamu mempelajari suatu ilmu, bahkan seperti ilmu bahasa Inggris ini. Ketika kamu sudah sama sekali tidak bisa mengerjakan atau memahami pelajaran yang berkaitan dengan bahasa Inggris, kamu mungkin merasa bingung untuk bertanya kepada siapa, terkadang kamu merasa malu dan takut untuk bertanya pada guru dan dosen yang ada di kelasnya. Tak masalah, kamu bisa belajar dengan siapa saja. Kamu bisa belajar dengan teman kamu, ataupun asisten dosen yang tersedia. Selama kamu nyaman dan bersemangat untuk belajar bahasa Inggris. Apalagi, jikalau kamu adalah seorang pemula.

Sebenarnya, tidak ada namanya seorang pemula dalam mempelajari bahasa Inggris. Karena di zaman modern seperti sekarang ini, mempelajari bahasa Inggris merupakan hal yang sangat penting. Bahkan, anak kecil pun sudah bisa sepatah dua patah kata menyebutkan kata atau kalimat bahasa Inggris. So, walaupun kamu merasa sebagai seorang pemula ataupun seseorang ‘yang belajar lagi bahasa Inggris’, tapi yakinkan bahwa dirimu bisa menguasai bahasa Internasional ini.

 

Don’t be afraid of the examination!

 

Let’s admit that whenever you want to face the examination, you will feel the fear, worry, or even the feeling that you can’t explain at all. Don’t worry! It is a common thing among the students or the college students. You and other students may think that the exam would change your life and if you didn’t get good scores then you wouldn’t get good friends or even you would get angry from your parents. That is why you have to prepare yourself and you have your own confidence to face it.

There are some ways to prepare yourself before facing the examination. You may want to take a look for a while the tips to face the examination below…

1. Be confidence

 

This is what you have burried in your mind and heart. Believe in your self and be confidence. Every person has their own ability but some of them can show it. The first thing that you have to do  is giving your confidence of your ability, then you can use them in your exam. You don’t have to be afraid. It is only the exam and you just have to be confidence to finish it.

2. Write or draw the worries

 

This is the simple way. Some college students must hold some papers before the examination. All of the papers are for the materials in the exam. You will always open them whenever you want to face the exam. Now, provide one blank paper and try to write all of your worries. This is the effective way to reduce your stress. You may write all of your problems or your fear. If you love to draw, you may draw your feeling to whatever shape or things you want.

3. Do fun activities

 

 

You may have your own hobby or fun ways to spend the leisure time. Now, before you face the exam, try to do your hobby or fun ways which you always do in your leisure time. This might help you to reduce or not to think about the exam first. Some people may always think about the difficulties of the exam without knowing or doing something fun to reduce them. Now, you may try to reduce the stress by doing some things fun. You can go to the dream park spending your holiday there, shout as hard as you can. You may also do your hobbies and produce some cool stuff. It’s all up to you as long as it is fun for you.

4. Do the Mind Mapping

 

This is the unique way that some of you may be a new person to use. Doing the mind mapping will help you to remember the materials of a lecture  or lesson. The mind mapping helps you to remember the things which will be divided into some pictures and mostly some people use the mind mapping with the picture of the clouds. If you want to do the mind mapping, then you have to decide what lesson or topics which you would like to make. For instance, you want to make the mind mapping about ‘simple present tense’, so you have to make some of the clouds, flowers, or circles which have the important points of the lesson. Then, you connect them with the line and make sure that you make them with the colorful markers or pen, so that you won’t find them boring to look up or memorize.

5. Don’t read and memorize all the lessons in one night!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

It is not really effective and it is only make you feel tired and stress. Try to study all the lessons after the lessons have been taught by the lecturer or the teacher. Keep practicing all of the exercise the lecturer have given. If you just study the lecture or lesson in one night, your brain will blow up and it only makes you feel lazy to study because there are a lot of topics and lessons to be studied, memorized, and understood. So, let’s train yourself to practice all the time and not giving too much time to study some lessons in the night before the exam.

6. Make a study’s group

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Some students may feel so shy when they have chances to ask the teacher or the lecturer, that is why they may feel comfortable when they ask their friends about difficult things on the lessons. Because of that, some students are suggested to make a group of study before the exam, or they may make it during the active semester. The students who don’t understand or can’t absorb the lessons well can ask the fast learner students who understand the lessons. With the group discussion, they can share everything about the lessons without embarrassed. 

 

So now, you have had the tips to face the examination without fear and worry. It is all up to you, which are the best tips for you?

BLT 8 STBA & STIE Pertiwi 2016

Basic Leadership Training 2016 telah selesai diselenggarakan. Dengan diadakannya pelatihan ini selama dua hari, mulai tanggal 29-30 Oktober 2016, seluruh mahasiswa STBA-STIE Pertiwi dengan hikmat. Acara yang diselenggarakan di Hotel Tjokro, Cisarua Bogor, Jawa Barat ini diiringi oleh guyuran hujan dan hawa dingin di daerah Puncak, Bogor. Dengan diadakannya Basic Leadership Training 2016 secara gabungan antara institusi STBA dan STIE Pertiwi, para mahasiswa bersatu untuk mengikuti berbagai acara yang sudah dipersiapkan oleh panitia baik OC (Organization Committee) dan SC (Steering Committee).

 

Agenda pertama dimulai dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh petinggi dan para staff Yayasan Pertiwi Global jugaseluruh mahasiswa dari semester 1 yang wajib mengikuti agenda tahunan ini sampai mahasiswa semester lain yang belum mengikuti BLT di tahun-tahun sebelumnya. Upacara pembukaan diiringi oleh paduan suara dari STIE Pertiwi dan peresmian dimulainya acara ditandai dengan pelepasan tiga burung dara dan merpati oleh Ketua STIE Pertiwi dan Koordinator BLT 2016, Bapak Facrul S.E., M.M dan Bapak Deni, S.S. Tepuk tangan meriah mengiringi upacara pembukaan BLT 2016 dan juga para mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pertiwi sebagai beberapa rangkaian acarau pacara pembukaan ini.

Memasuki agenda selanjutnya, para mahasiswa atau para peserta BLT 2016 diarahkan untuk memasuki ruangan Aula Hotel Tjokro untuk mengikuti dua seminar di hari pertama, yaitu Seminar dengan tema Leadership yang dibawakan oleh Bapak Dr. H. Suharsono, M. Pd., MM dan kemudian dilanjutkan dengan Seminar yang dibawakan oleh Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A dengan tema Seminar Character Building. Para peserta mengikuti secara semangat karena ilmu yang dibawakan oleh para narasumber sangat bermanfaat bagi mereka. Seminar yang dibawakan oleh para narasumber tidak serta merta hanya sekedar seminar. Bapak Suharsono dan Ibu Yeni membawakan seminar tersebut dengan menyelipkan permainan-permainan yang berkaitan dengan tema seminar dan juga beberapa cuplikan film yang bisa dijadikan bahan renungan bagi para peserta Basic Leadership Training 2016.

Masuk ke agenda selanjutnya, para peserta BLT 2016 yang terdiri dari mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi dari seluruh cabang ini  menghadiri acara hiburan yang dimulai dengan acara perkenalan para SENAT Mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi. Acara yang dibawakan oleh MC dari mahasiswa STBA dan STIE Pertiwi, Mesa Bunga dan Ajud berlangsung meriah dan para peserta BLT mengikuti acara hiburan ini dengan suka cita. Para peserta yang sudah disatukan menjadi grup, masing-masing grup tersebut membuat yel yel mereka seseru mungkin. Para dosen juga ikut bergabung membawakan beberapa lagu dalam acara ini. Agenda dilanjutkan dengan acara renungan yang dibawakan oleh motivator dan juga mahasiswa dari STIE Pertiwi yaitu Mas Erwin. Acara ini juga diikuti para peserta BLT 2016 dengan hikmat dan penuh air mata.

Memasuk hari kedua, para peserta BLT 2016 memulai agenda pertama dengan solat subuh dan kultum dan selanjutnya senam pagi. Setelahnya mereka pergi untuk sarapan dan bersiap untuk agenda outbound di hari kedua BLT 2016. Permainan Outbound yang dipersiapkan oleh para panitia BLT 2016 sukses membuat para peserta mengikuti dengan meriah dan penuh suka cita, juga semangat. Sebanyak 30 grup telah dibuat oleh para Panitia BLT 2016 untuk mengikuti permainan permainan ini. Permainan yang mempunyai makna kerja sama tim dan leadership ini diikuti oleh para peserta dan pada akhir permainan jika para peserta memenangkan permainan-permainan ini, maka peserta dapat memenangkan tiket yang nantinya dapat ditukarkan di ruang secretariat BLT 2016.

 

 

Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, permainan outbound di BLT 2016 diakhiri dan para peserta bersiap untuk kembali ke ruang Aula untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu pengumuman pengumuman dan pembagian hadiah untuk keikutsertaan para peserta dan kontribusi para SC dan OC pada BLT  kali ini.

Acara Basic Leadership Training yang diikuti oleh kurang lebih 800 peserta ini berakhir dengan penuh suka cita dan harapan akan BLT yang lebih baik untuk ke depannya. Para peserta pun puas dan seperti ingin mengikuti kembali Basic Leadership Training yang di gelar oleh Yayasan Pertiwi Global setiap tahunnya ini.